Jangan Ragu, Betapa Besar Kuasa Allah.

Devotional

Dalam tekanan yang berat, pergumulan yang menekan dari segala sisi, apalagi saat kita sedang ditimpa bencana atau kesusahan besar, pengharapan kita bisa ikut terhimpit.
Kadang bukan cuma ragu—kita bisa sampai pada titik putus asa dan merasa seolah tidak ada lagi jalan keluar.

Di tengah suasana seperti itu, doa Musa dalam Mazmur 90 mengingatkan kita akan satu kebenaran penting:
betapa besar kuasa Allah dan betapa kecilnya segala sesuatu di hadapan-Nya.

“Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: ‘Kembalilah, hai anak-anak manusia!’ Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin…” (Mazmur 90:3–4, TB)

Bagi Tuhan, seribu tahun hanya seperti satu hari yang baru saja lewat, seperti satu giliran jaga di waktu malam.
Artinya: tidak ada tekanan, masalah, kesukaran, atau penderitaan yang terlalu besar atau terlalu lama bagi Dia.
Semua yang terasa sangat berat dan panjang bagi kita, sesungguhnya ada dalam genggaman-Nya yang kekal.

Tuhan tahu persis apa yang kita alami—bahkan dosa dan kelemahan yang kita sembunyikan pun terbuka jelas di hadapan-Nya. Namun justru di situlah pengharapan kita:
Allah yang maha tahu dan maha kuasa itu juga adalah Allah yang maha kasih.

Dalam situasi apa pun, kita perlu berpegang pada perkataan Tuhan, pada Firman-Nya. Di sanalah letak kuasa yang sanggup mengubah hidup kita.
– Firman Tuhan mengubah cara kita memandang situasi.
– Cara pandang yang diubahkan akan mengubah respon hati dan langkah kita.
– Dan pada waktunya, Tuhan memakai itu untuk mengubah jalannya hidup kita.

Karena begitu besar kuasa perkataan Tuhan maka tidak heran Yohanes menulis bahwa pada mulanya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah. (Yohanes 1). Dan di kitab Amsal 1:1-2, kita juga diingatkan bahwa orang yang kesukaannya merenungkan perkataan Tuhan akan berbuah-buah kehidupannya.

Ketika kita membaca, merenungkan, dan memegang Firman Tuhan, kita sesungguhnya sedang membuka hati untuk diubahkan oleh-Nya. Mungkin hari-hari kita belum langsung berubah menjadi mudah, tetapi hati kita menjadi lebih kuat, lebih bijaksana, dan lebih penuh pengharapan.
Di tengah kesukaran, kita bisa tetap bersukacita karena tahu bahwa kita tidak berjalan sendiri.

Rasakanlah betapa besar kuasa Firman Tuhan dalam hidup kita

Rasakanlahbetapa besar kuasa Firman Tuhan dalam kehidupan kita, mari kita: – Pilih beberapa ayat Firman Tuhan yang bisa menjadi pegangan pribadi dalam pergumulanmu.
– Catat di jurnal, HP, atau sticky note.
– Renungkan, bayangkan, dan doakan ayat itu—“obrolkan” dengan Tuhan bagaimana ayat itu berbicara ke situasimu.

Biarkan Firman itu bekerja:
mengubah hati terlebih dahulu,
lalu menguatkan langkahmu,
sampai akhirnya mengubahkan cara kamu melihat situasimu.

Prayer

Ya Tuhan,
ajarlah kami untuk yakin dan percaya,
berpegang pada setiap perkataan-Mu, bukan pada rasa takut kami.

Tolong kami membangun hubungan yang intim dengan-Mu
melalui doa dan Firman setiap hari.

Biarlah perkataan-Mu berkuasa atas hidup kami,
mengubah hati kami, cara pandang kami, dan langkah-langkah kami.

Kami percaya, kuasa-Mu jauh lebih besar
daripada setiap pergumulan yang kami hadapi.

Amin.

Share Your Faith

Di tengah tekanan dan rasa putus asa, jangan berhenti pada keraguan.

Berpeganglah kembali pada Firman Tuhan—di sanalah kuasa-Nya nyata, menguatkan hatimu langkah demi langkah.

Quote of the week

“Berbahagialah orang yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan yang merenungkan taurat itu siang dan malam.”

~ Mazmur 1

Designed with WordPress

Eksplorasi konten lain dari Kucinta Alkitabku

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca