Pasal ini berkisah tentang kayu anggur yang tidak berguna, atau menurut pandangan Tuhan pada waktu berbicara kepada Yehezkiel, tidak berguna. Lalu apa yang terjadi dengan kayu anggur itu?
Yehezkiel 15:6 TB
https://bible.com/bible/306/ezk.15.6.TB
[6] Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan Allah: Seperti kayu anggur di antara kayu-kayu di hutan, yang Kulemparkan ke dalam api untuk dibakar, begitulah Aku lakukan terhadap penduduk Yerusalem.
Rhema pagi ini adalah berguna di pandangan Allah.
Manusia, atau segala makhluk di dunia ini diciptakan Tuhan pasti dengan maksud dan tujuan. Masing-masing memiliki peran dan tujuan dalam hidupnya.
Begitu pula kita masing-masing, setiap orang memiliki maksud dan tujuan dari Tuhan di dalam hidupnya. Namun seringkali kita tidak mengerti tentang tujuan Tuhan akan hidup kita dan tidak tahu harus bagaimana.
Yang pertama-tama tentunya yang Tuhan inginkan sesuai dengan konteks di kitab Yehezkiel adalah hidup benar, jangan sampai ada Allah lain di hidup kita, dan tentunya merenungkan serta melaksanakan firman Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari. Sepertinya tidak terlihat terlalu berguna ya? Ya memang seperti tidak berguna karena mengerjakan untuk diri sendiri. Namun ini jistru yang penting sebagai fondasi, bagaimana agar kita mengenal dan memiliki sudut atau cara pandang Allah.
Baru kemudian bagaimana kita mengaplikasikan firman Tuhan itu dalam kehidupan sehari-hari itulah yang Tuhan harapkan. Ini juga sangat penting karena diri kita adalah model dari anak-anak Allah. Dan bagaimana kita hidup akan menjadi contoh bagi orang di sekitar kita.
Dan yang ketiga adalah mengerjakan panggilan Tuhan. Tuhan membekali diri kita dengan karunia-karunia, talenta-talenta. Ada yang sudah kita sadari, namun ada juga yang belum kita sadari. Panggilan Tuhan itu adalah Amanat Agung, dimana Tuhan meminta kita untuk menjadikan seluruh bangsa muridNya, untuk mengikut Tuhan.
Bangsa Israel waktu itu di zaman Yehezkiel sangat melukai hati Tuhan, sehingga Tuhan mengumpamakan mereka seperti kayu anggur.
Mengapa Tuhan menyebutkan kayu anggur itu tidak berguna? Mengapa kayu anggur? Bukankah banyak kayu-kayu lain yang kalau kita pikirkan juga tidak banyak digunakan untuk dijadikan sesuatu hal yang berguna sehingga akhirnya juga menjadi kayu api. Ada apa dengan kayu anggur?
Bukankah selama menjadi pohon ia sudah mengerjakan tugasnya dengan baik menyalurkan makanan dari akar ke daun-daun seperti layaknya pohon-pohon yang lain?
Sepertinya Tuhan ingin kita tidak jadi yang biasa-biasa saja, yang main aman. Tuhan ingin kita bergerak, ingin kita aktif bukan hanya untuk sekedar pribadi atau keluarga kita, namun juga keluar dari lingkaran keluarga, memiliki hati untuk orang lain. Dan saya membayangkan bagaimana bangganya Tuhan atas kita.
Tokoh-tokoh yang namanya diceritakan tentunya adalah tokoh-tokoh yang melakukan extra miles, bukan rutinitas ibadah seperti kebanyakan orang yahudi atau israel lainnya. Mereka keluar dari batas lingkaran keluarga mereka.
Waktunya kita refleksi diri, apakah selama ini saya hanya menjalankan ritual keagamaan saja? Atau malah ritual saja tidak?
Ayo, kita bergerak, tanya pada Tuhan apa yang bisa saya lakukan untukMu ya Tuhan, atas namaMu bagi orang lain?
Amen
