Ada Perjanjian dalam Panggilan

Pernahkah anda mengalami panggilan Tuhan dalam hidup anda?

Apa reaksi anda pada saat itu?

Bagi kita orang-orang yang percaya akan Kristus, sangat sering mendengar tentang panggilan. Dengan berbagai macam definisi, dan persepsi yang muncul dari definisi-definisi tersebut.

Panggilan Tuhan tidaklah harus sesuatu yang terdengar atau terlihat langsung seperti ajakan, namun panggilan Tuhan bisa saja seperti dorongan dalam hati.

Sayangnya tidak banyak yang menjawab panggilan Tuhan itu. Banyak yang denial, menyangkali panggilan Tuhan itu dengan berbagai macam pemikiran, dengan berbagai macam kekhawatiran.

Panggilan Tuhan itu adalah Perjanjian. Itu adalah Covenant. Ada yang sangat jauh lebih besar, lebih luar biasa yang Tuhan janjikan saat kita mau menjalani panggilan itu.

Kita khawatir dengan kondisi kita di dunia ini, apakah kita akan masih bisa makan? Apakah kita akan bisa menyekolahkan anak-anak kita? Apakah kita akan bisa jalan-jalan ke luar negeri? Saat saya memikirkan pertanyaan-pertanyaan itu, Roh Kudus menuntun pikiran saya kepada statement Paulus di Filipi 3:7 : “Apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.”

Apa yang kita pikirkan akan membawa keuntungan, kenyamanan, kesenangan bagi kita saat ini, atau untuk masa depan sangat mungkin itu semua akan membawa kejatuhan bagi kita (kerugian).

Tuhan kita yang luar biasa baik, tidak akan memanggil kita untuk mengerjakan tugas jika Ia tidak memperhatikan kehidupan kita. Tuhan tidak akan membiarkan kita hidup dengan tidak tenang, hidup dengan kekhawatiran. Dan yang paling penting adalah setelah garis finish nanti, bukankah kita semua ingin masuk dalam kebahagiaan bersama Bapa di surga? Itulah hadiah terbesar, itulah janji Tuhan yang utama. Tidak percayakah kita?

Similar Posts