Jonah, A Romantic Story with God
Yunus
Apa yang kita ketahui tentang Yunus?
Apakah ia yang melarikan diri dari Tuhan?
Atau ia yang tinggal di perut ikan paus?
Pagi ini saya menemukan hal baru tentang Yunus.
Hubungan Yunus dengan Allah adalah hubungan yang manis. Yunus sangat dekat dengan Allah. Hubungan mereka seperti Anak dan Bapaknya.
Saya membayangkan situasi Yunus pada saat itu. Lucu sebenarnya. Lucunya sama seperti waktu kita menyaksikan kejadian-kejadian romantis mengharukan di film.
Saat Allah menyuruh Yunus ke Niniwe, Yunus tidak menjawab apa-apa, melainkan langsung kabur. Dia tahu bahwa Allah serius, mungkin dia berpikir kalo dia jauh dari Niniwe Allah akan berubah pikiran.
Waktu di kapal, tidak ada kepanikan juga di Yunus spt yang dialami oleh awak kapal yang lain. Sepertinya dia tahu benar. “Sial, ketahuan deh…” wkwkwk. Bahkan yang luar biasanya adalah siapa yang mengusulkan agar Yunus dicampakkan ke laut ? Apakah nahkoda kapal ? Tidak… Yunus sendiri loh yang mengusulkan. Sepertinya dia tahu hanya itu satu-satunya jalan/solusi. Dia mengatakan itu dengan tenang, sehingga membuat para awak kapal itu tidak yakin, mereka masih berusaha untuk mendayung lagi ke daratan sampai akhirnya mereka sadar bahwa tidak bisa lagi, tidak ada jalan lain. Mereka menyerah, mereka akhirnya melakukan saran Yunus, itu pun dengan ketakutan, takut akan hukuman Tuhan. Tapi yang paling membuat mereka takut adalah saat laut benar-benar tenang setelah Yunus dicampakkan. Haah…?! Benar ternyata, Tuhan benar-benar nyata. Dan mereka pasti berubah sejak saat itu.
Kembali ke Yunus. Menurut anda seberapa besar ikan itu? Tidak mungkin ukurannya pas dengan tubuh Yunus. Pasti cukup besar sehingga minimal ia bisa duduk di dalam perut ikan itu.
Di dalam perut, Yunus merenung memikirkan segala yang ia alami sampai dengan ia pada satu titik bahwa Tuhan adalah sumber keselamatan.
Dalam hidup, dalam pergumulan kita perlu waktu2 untuk merenung, memikirkan apa yang sudah kita lakukan – retret/retreat. Tapi yang lebih penting adalah memikirkan penyertaan Tuhan dalam pergumulan kita. Saat kita sadar, kita ingat kembali bahwa Tuhan itu baik, kita akan melihat jalan keluar, Tuhan membuka jalan, memuntahkan kita kembali ke darat, ke dunia.
Kembali lagi ke Yunus. Tuhan mengulangi lagi perintahNya kepada Yunus. Hmmm… Ini lucu lagi menurut saya. Apakah anda membaca kesulitan Yunus saat masuk ke dalam kota dan berbicara menyampaikan perintah Tuhan? Mereka langsung berbalik, mereka langsung berkabung dan puasa, bahkan ternak-ternak mereka pun dipuasakan.
Seringkali pikiran kita yang menghalangi kita sendiri. Kita sudah berpikir susahnya, kesulitannya, nanti ini, nanti itu. Bagus juga sih antisipasi resiko, tapi dengan Tuhan? Janji Tuhan adalah senantiasa memampukan kita menghadapi setiap pergumulan, tidak ada yang terlalu berat saat kita dekat dengan Tuhan, saat kita memiliki hubungan intim dengan Tuhan. Saat kita melakukan perintahNya, bahkan baru niat saja untuk melakukan perintahNya, Tuhan sudah membuka jalan di sisi yang lain.
Kembali lagi ke Yunus. Ini adalah bagian yang paling lucu. Reaksi Yunus saat Tuhan membatalkan rencanaNya ke bangsa Niniwe.
Dialognya seperti ini :
“Tuuuh kan… tidak jadi kan… 😪”
” Tidak mungkin Tuhan melakukan itu, Tuhan pasti membatalkan deh.”
“Daripada capek-capek ke sana kemudian batal terus buat apa?”
“Tuhan itu kan pengasih, penyayang, panjang sabar, berlimpah kasih setia, dan yang menyesal atas rencana malapetaka yang hendak didatangkanNya”
“Mendingan aku mati saja deh” (wkwkwk… merajuk).
🤣🤣 Hahahaha…. seperti anak kecil kan ?
Dialog itu terjadi karena hubungan yang intim antara Yunus dengan Tuhan. Insight seperti itu akibat hubungan yang dalam. Yunus sangat kenal Tuhannya. Ia kabur bukan karena takut, tapi kabur karena malas, karena pasti nanti batal.
Wooow Amazing…. 😃 Salute for Yunus 👍
Apakah anda ingin memiliki kualitas hubungan seperti Yunus ?
Mulailah dengan membaca Alkitab anda setiap hari, setiap hari.
