Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Tag: Patuh

  • 22. 2 Timotius 6:1 – Memberi respect atau penghormatan

    22. 2 Timotius 6:1 – Memberi respect atau penghormatan

    Dapat rhema apa hari ini?

    Hari ini saya mendapat rhema yang sangat menarik, yang sangat menegur bagi saya pribadi.

    Ayat rhema saya hari ini

    ‭1 Timotius 6:1 TB‬
    Semua orang yang menanggung beban perbudakan hendaknya menganggap tuan mereka layak mendapat segala penghormatan, agar nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat orang.

    https://bible.com/bible/306/1ti.6.1.TB

    Renungan saya

    Ini menarik ini ayat ini, karena memiliki sudut pandang yang sangat tidak biasa. Dan ini mengingatkan saya juga akan beberapa kisah di Perjanjian Lama yang tokoh dalam kisah tersebut menunjukkan sikap ini.

    Zaman dulu mungkin memang banyak sekali perbudakan, bukan hanya di luar negeri termasuk di Indonesia, saat Indonesia dijajah sama artinya diperbudak.

    Apakah saat ini masih ada praktik perbudakan, kemungkinan besar masih ada walaupun kecil atau tidak terlihat.

    Yang menjadi rhema saya pagi ini tidaklah semata praktik perbudakan seperti dulu, namun lebih luas daripada itu yaitu perasaan diperbudak, menanggung beban perbudakan, seperti diperbudak. Entah kenapa hal itu yang saya tangkap dari ayat ini. Dan lebih luas lagi apalagi kita sebagai pekerja yang memperoleh bayaran. Yang hak-haknya dibayarkan, karena kalau budak yang sebenarnya mereka tidak punya hak sama sekali karena semua hidup mereka sudah menjadi milik tuannya.

    Paulus mengajarkan kepada kita yang memiliki perasaan seperti diperbudak, atau mungkin memang diperbudak agar menganggap tuan mereka layak mendapatkan segala penghormatan. Wah, bukan hanya satu tapi ternyata segala penghormatan. Kita harus respect kepada mereka. Dan begitu pula kalau kita sebagai karyawan. Ini adalah sudut pandang yang menarik, agar kita hendaknya menganggap tuan kita, atau atasan kita, atau pemimpin kita itu layak mendapatkan segala penghormatan.

    Segala sesuatu dimulai dari persepsi dan cara pandang, begitulah dengan menganggap layak, itu pun adalah persepsi atau cara pandang. Dan Paulus mengajarkan dasar atau alasannya mengapa kita harus melakukan itu yaitu agar nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat.

    Kita melakukan itu untuk nama baik Tuhan, termasuk menjalankan ajaran Tuhan dalam mengasihi sesama. Karena itu berarti jika kita tidak menganggap mereka layak apalagi seringkali berdasarkan perasaan kita sendiri yang pertama-tama kita jatuh dalam dosa, menghakimi orang lain karena dalam banyak situasi terutama kita yang berstatus pegawai atau bawahan kita tidak tahu semua hal, kita tidak paham semua latar belakang.

    Kemudian saya diingatkan juga pada salah satu Firman Tuhan yang mengatakan bahwa kita harus menghormati pemimpin yang ditempatkan Tuhan atas kita, walaupun mereka memiliki banyak kekurangan.

    Lihatlah beberapa tokoh dalam perjanjian lama seperti Daniel, Mezakh, dan Abednego, kemudian Yusuf anak Israel, dan beberapa lagi. Mereka menunjukkan bagaimana menghormati pemimpin mereka.

    Semoga kita semua bisa belajar mengasihi sesama dalam hal ini adalah mengasihi tuan atau pemimpin yang ditempatkan Tuhan atas kita. Dan juga sebaliknya saat kita menjadi pemimpin maka kita pun mungkin hendaknya menganggap setiap orang yang ada dibawah kita layak untuk dikasihi.

    Amen

  • 14. 1 Korintus 7:25 – Hikmat Paulus

    14. 1 Korintus 7:25 – Hikmat Paulus

    Dapat rhema apa hari ini?

    Bacaan hari ini dari 1 Korintus pasal 7. Menarik sekali surat yang dituliskan oleh Paulus ini, berbicara tentang perkawinan.

    Ada beberapa poin penting disana, namun yang menjadi rhema saya bukanlah tentang topik yang beliau bahas.

    Ayat rhema yang saya dapatkan:

    ‭‭1 Korintus 7:25 TB‬‬
    Sekarang tentang para gadis. Untuk mereka aku tidak mendapat perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercayai karena rahmat yang diterimanya dari Allah.

    https://bible.com/bible/306/1co.7.25.TB

    Renungan

    Yang menjadi rhema bagi saya adalah ayat ini merupakan pernyataan beliau yang sifatnya disclaimer bahwa tentang bagian ini, yang berkaitan dengan gadis bukan merupakan perintah Tuhan secara langsung, tetapi merupakan pendapat Paulus secara pribadi.

    Bagi kita yang berniat menjalani hidup di dalam Kristus, seringkali dalam banyak hal tidak ada secara tertulis ayat Firman Tuhannya. Pernah ada yang bertanya kepada saya tentang trading saham, apakah itu dosa? Karena ada orang yang beranggapan itu judi. Atau dalam hal perkembangan teknologi, memang tidak ada Firman Tuhan yang menyebutkan istilah yang ada pada saat ini seperti internet, media sosial, dan sebagainya.

    Namun bagi kita, Tuhan memberikan hikmat baik melalui gembala-gembala kita di gereja atau hikmat pribadi hasil dari merenungkan Firman Tuhan secara pribadi atau hasil perenungan bersama Tuhan mengenai suatu topik.

    Tuhan yang merupakan sang pencipta, yang menciptakan segala sesuatu di dunia ini akan memberikan hikmat atau rahmat kepada kita dalam segala hal. Tentunya jika kita mau membuka hati dan pikiran bertanya apa arahan Tuhan, apa kehendak Tuhan dari suatu peristiwa atau kondisi. Maka Tuhan dengan sukacitanya akan mencurahkan hikmat dan rahmatNya kepada kita sehingga seringkali muncul sudut pandang, cara pikir, ataupun bagaimana cara menghadapi suatu situasi atau kondisi.

    Topik tentang perkawinan bukanlah hal yang mudah dibahas oleh Paulus, karena ia sendiri tidak menikah. Namun karena ia menulis dengan hikmat dari Tuhan maka tulisannya walaupun bukan suara Tuhan langsung dinyatakan kepada Paulus kita tetap dapat menganggapnya seperti arahan Tuhan langsung kepada kita.

    Aplikasi

    Apakah kita masih sering kali bergumul sendiri dengan situasi, kondisi masalah di sekitar kita?

    Sudahkah kita mendoakan situasi dan kondisi tersebut kepada Tuhan? Meminta tuntunan dan penyertaan Tuhan agar kita bisa memiliki sudut pandang yang benar, dan hati yang benar.

    Biasanya Tuhan akan memperlihatkan jalanNya kepada kita.

    Tinggal 1 masalah berikutnya, apakah kita mau mengambil jalan yang ditunjukkan oleh Tuhan?

    Atau kita justru kabur, menghindar karena pikiran kita dipenuhi dengan asumsi-asumsi sendiri? Kita takut sekali melangkah maju.

    Harapan dan doa

    Ayo jadilah anak terang yang penurut.

    Karena kalau tidak turut, itu namanya kita menolak Allah.

    Hal-hal yang pernah Tuhan sampaikan kepada kita melalui siapapun ayo kita minta keberanian dari Tuhan untuk menjalankannya.

    Amen

    PS: Image by freepik

  • 8. 1 Korintus 1:18 – Diselamatkan karena Pemberitaan Salib

    8. 1 Korintus 1:18 – Diselamatkan karena Pemberitaan Salib

    Dapat rhema apa hari ini?

    Pagi ini ada ayat yang menarik hati saya.

    Ayat rhema kita pagi ini:

    ‭‭1 Korintus 1:18 TB‬‬
    Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

    https://bible.com/bible/306/1co.1.18.TB

    Renungan, mari kita renungkan ayat tersebut:

    Ada 2 poin dari ayat tersebut yang berkaitan dengan pemberitaan tentang salib:

    • Pemberitaan tentang salib itu adalah kebodohan.
    • Pemberitaan tentang salib itu adalah kekuatan Allah.

    Yang menarik bagi saya adalah kedua hal tersebut bukanlah lawan kata, padahal Paulus menuliskannya sebagai suatu perbandingan, menggunakan kata “tetapi”. Kebodohan lawan katanya kepintaran, atau kecerdasan, atau bisa juga menggunakan kata kebijaksanaan yang secara konteks merupakan lawan kata dari kebodohan.

    Mengapa dalam hal ini Paulus menggunakan kata kekuatan Allah?

    Kemudian dalam ayat ini juga ada 2 kategori manusia:

    • Yang akan binasa.
    • Yang akan diselamatkan Allah.

    Paulus menjelaskan semuanya dalam ayat-ayat selanjutnya di pasal ini.

    1. Allah akan membinasakan hikmat dan kearifan orang-orang yang disebut berhikmat, bijak.

    Pada waktu itu golongan ahli Taurat, mayoritas orang Yahudi, dan Yunani melihat pemberitaan salib itu sebagai suatu kebodohan. Bagi ahli Taurat dan orang Yahudi pasti tidak menerima Tuhan Yesus sebagai Mesias, tidak cocok dengan gambaran persepsi Mesias yang selama bergenerasi didoktrinkan kepada mereka. Mereka selalu meminta tanda dan bukti. Sementara itu bagi orang Yunani yang percaya akan banyak dewa, figur dan profil Tuhan Yesus sama sekali tidak mendekati salah satu dewa-dewi mereka, apalagi sampai mati disalibkan. Mereka mencari hikmat, logika yang mana sulit mereka temukan dalam ajaran Tuhan Yesus.

    Sehingga menjadikan pemberitaan tentang salib ini sebagai batu sandungan atas keyakinan bangsa Yahudi. Dan karena tidak masuk dalam logika orang-orang Yunani mereka menganggapnya sebagai suatu kebodohan.

    2. Bagi siapapun yang dipanggil, Kristus adalah Kekuatan Allah dan Hikmat Allah.

    Kita semua telah dipanggil, bahkan termasuk orang Yahudi dan Yunani di atas, namun bersediakah kita membuka hati untuk menjawab, menangkap, atau meresponi panggilan Allah?

    Paulus menyampaikan bahwa di awal-awal, jemaat Korintus yang terpanggil, yang memutuskan untuk percaya dan mengikuti Tuhan Yesus dan turut memberitakan salib dulunya bukan siapa-siapa, bukan dari golongan terpelajar dan bukan dari golongan orang-orang berpengaruh dan terpandang.

    Tuhan mau memberikan hikmat dan kekuatan Allah kepada siapa saja yang mau, namun sayangnya kedua golongan itu biasanya yang seringkali menolak panggilan Allah, makanya merekalah yang akan binasa.

    Sementara bagi yang mau meresponi panggilan Allah, apapun latar belakangnya bukan hanya hikmat sebagai lawan kata kebodohan yang akan Tuhan tambahkan, juga kekuatan Allah, dan akhirnya nanti keselamatan.

    Bukankah kalau kita mau berhitung, meresponi panggilan Tuhan itu untungnya berlipat ganda ya? Dapat hikmat Allah, dapat kekuatan Allah, dan akhirnya diselamatkan dalam sorga.

    Aplikasi, apa yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari?

    Hari ini waktunya kita mengambil keputusan, apakah kita mau komitmen dalam panggilan Tuhan?

    Apakah kita bersedia bayar harga agar kita mendapatkan berbagai karunia Allah itu, baik hikmat, kekuatan, dan juga tentunya keselamatan.

    Anak sekolah saja harus belajar, mengerjakan tugas, mengerjakan ujian supaya dapat nilai bagus.

    Yang buka usaha pun begitu, di awal-awal saat merintis usaha harus bangun pagi-pagi, buka toko, urus segala sesuatu sendiri demi mendapatkan cuan agar bisa memperbesar usahanya, agar bisa makan.

    Seberapa penting dan berharganya kah karunia Tuhan itu sehingga seringkali kita mengenyampingkan karena proses untuk memperolehnya kita lihat sangat tidak nyaman, susah, tidak enak.

    Putuskanlah untuk berkomitmen, mulailah dari memutuskan tertanam dalam satu gereja lokal, gereja dimana kita bisa bertumbuh dan berkembang dalam iman akan Kristus. Tertanam itu berarti mengakar, menyerap air, sari makanan agar bisa bertambah besar, agar bisa berbuah nantinya. Komitmen dalam satu gereja lokal juga menunjukkan komitmen kita pada Tuhan.

    Setelah memutuskan berkomitmen di satu gereja lokal maka langkah berikutnya bangun juga komitmen untuk terlibat di dalamnya, mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh gereja tersebut, terlibat aktif di dalamnya, karena kita dipanggil Tuhan bukan hanya untuk mendengarkan Firman Tuhan, kita dipanggil Tuhan selain menjadi pelaku Firman dan juga memberitakan Firman Tuhan, memberitakan salib. Nah…. kalau kita tidak mau terlibat masuk dalam gereja apa yang mau kita lakukan? Kalau kita ikut beberapa gereja mana yang mau kita pilih?

    Ayo, putuskanlah bahwa kita benar-benar mau jadi murid Kristus sesungguhnya.

    Harapan dan Doa

    “Don’t Let Me Go” framed art by thechosen.tv

    Ya Tuhan ampuni kami ya Tuhan, binasakanlah kekerasan hati kami ini kalau kami selama ini seringkali menolak panggilanMu dengan alasan-alasan, dengan logika-logika yang kami buat sendiri.

    Kalau perlu ganti hati kami ya Tuhan, ganti dengan hati yang begitu mengasihiMu, hati yang mengerti kerinduanMu, dan hati yang kuat, dan mau melangkah mengerjakan panggilanMu.

    Ganti kepintaran kami membuat alasan-alasan untuk tidak melaksanakan panggilanMu dengan kebodohan, dengan penundukan diri untuk melangkah hanya mengandalkan tuntunanMu.

    Jangan biarkan kami binasa ya Tuhan.

    Jangan lepaskan tangan kami.

    Jangan palingkan wajahMu dari kami ya Tuhan.

    Kami mau selamat ya Tuhan.

    Tolong kami yang kurang percaya ini.

    Amen.

  • Kegagalan dalam Gerakan Doa Puasa (self review)

    Kegagalan dalam Gerakan Doa Puasa (self review)

    Pernahkah anda melakukan Doa Puasa ?

    Bagaimana perasaan Anda ?

    Apakah Anda mengalami sesuatu yang spesial ? Sesuatu yang supranatural ?

    Apakah tujuan atau yang Anda inginkan menjadi kenyataan ?

    Pertanyaan diatas adalah sebagian dari pertanyaan-pertanyaan yang timbul saat saya membaca kembali tulisan Pdm. Yenny Verodika di Kata Pengantar Buku Tuntunan Gerakan Doa Puasa “Mengenal Roh Kudus” 21 Hari.

    Saya pernah puasa. Namun hanya beberapa kali puasa saya yang tuntas dari sekian banyak niatan gerakan doa puasa yang saya jalani.

    Biasanya jarang sekali kita membaca buku bagian Kata Pengantar. Karena biasanya kita merasa bahwa ahhh paling hanya begitu-begitu saja.

    Namun, saat saya membaca tulisan pdm Yenny Verodika, tulisan beliau menggugah saya untuk membaca bagian berikutnya – tips berpuasa yang efektif.

    Disitulah saya menyadari penyebab kegagalan saya menjalankan gerakan doa puasa saya sebelum-sebelumnya. Mengapa saya tidak tuntas menjalankan komitmen saya.

    Penyebab kegagalan saya dalam Gerakan Doa Puasa :

    1. Tidak memiliki Tujuan yang KUAT.

    Sama seperti dalam hidup sehari-hari, tujuan yang kuat adalah Pondasi, Api semangat yang akan menjaga momentum kita saat kita menghadapi godaan-godaan saat berpuasa.

    Apakah Anda berpuasa untuk mengenal Tuhan lebih lagi ?

    Apakah Anda berpuasa untuk kepentingan Anda atau keluarga Anda ?

    Apakah Anda berpuasa untuk mengalami sebuah terobosan ?

    Apa tujuan doa puasa kita masing-masing ?

    Apa yang ingin kita capai ?

    2. Tidak punya WHY atau Alasan yang KUAT.

    Pertanyaan-pertanyaan yang kita harus tanyakan ke diri kita sendiri saat kita akan menjalani atau memulai Gerakan Doa Puasa :

    Mengapa kita melakukan Doa Puasa ?

    Apa yang tengah terjadi dalam kehidupan kita ?

    Apakah kita sedang mengalami pergumulan ?

    Apakah ada orang lain yang sedang mengalami pergumulan dan kita terdorong untuk mendukungnya ?

    Seberapa pentingnya, seberapa bermaknanya pergumulan tersebut ?

    Apakah yang akan terjadi dalam hidup kita kalau pergumulan itu tetap ada ?

    3. Tidak tahu cara berpuasa yang efektif.

    Sepertinya lucu ya. Berpuasa itu kan ya seperti itulah, prinsipnya menahan godaan, menahan lapar dan haus (kalau tanpa minum juga). Hehehehe…

    Tapi ternyata banyak kegagalan terjadi karena kita tidak tahu cara yang benar.

    Kegagalan-kegagalan itu cepat atau lambat akan membentuk suara dalam pikiran kita bahwa kita akan selalu gagal saat kita akan memulai gerakan baru. Berbahaya.

    Maka dari itu walaupun kelihatannya simple, sederhana kita perlu tuntunan, tips sukses agar niatan yang baik ini bisa berhasil.

    Kita harus berhasil walaupun hanya puasa yang sederhana.

    2 hal diatas adalah salah satu dari 6 tips berpuasa yang efektif.

    Ayo, definisikan Alasan dan Tujuan anda saat berpuasa agar puasa anda berhasil.

  • Everything is POSSIBLE

    Everything is POSSIBLE

    Mark 9 : 23

    Anda pasti sudah sering membaca kisah Yesus menghadapi permintaan dari seorang Bapak, untuk kesembuhan anaknya.

    Tahukah anda ada hal yang menarik disana ?

    Yesus tergugah dengan kata-kata permintaan Bapak tersebut : Tapi jika Tuhan bisa ….

    Kita semua tahu, bahwa tidak ada yang tidak bisa bagi Tuhan, namun Yesus pada saat itu juga mengerti atas harapan yang sangat besar dan keputusasaan Bapak itu karena murid-murid Yesus tidak dapat menyembuhkan anaknya. Sehingga mulai muncul rasa tidak yakin, yang kemudian memunculkan pertanyaan seperti di atas.

    Namun Yesus menjawab : “Everything is POSSIBLE for one who is BELIEVE”

    Believe – Percaya itu yang seringkali kecil atau tidak ada. Jika sempat ada, maka menjaga dan mempertahankan keyakinan tersebut adalah perjuangan. Dibutuhkan kekuatan untuk senantiasa yakin dan percaya. Dibutuhkan hubungan spesial dan keintiman dengan Tuhan dan Roh Kudus agar senantiasa percaya.

    Maka kita harus mulai membangun hubungan yang lebih intim lagi dengan Tuhan dan Roh Kudus.

    Saat ini saya sedang membaca edisi bahasa Inggris (NIV), dan saya menemukan hal baru yang berkesan buat saya. Berbeda dengan edisi Bahasa Indonesia dan King James Version, namun saya menganggapnya juga sebagai kebenaran, bahkan hal tersebut memperkaya iman saya.

    Verse 24 NIV :

    Immediately the boy’s father exclaimed, “I do believe; help me overcome my unbelief!

    Bapak itu menyadari kesalahannya dan permintaanya bertambah yaitu meminta agar Tuhan membantunya untuk jadi percaya. Jadi lebih percaya. Memperbesar imannya.

    Bahkan tahukah anda kalau Bapak tersebut, menyesali bahkan sampai berseru dan menangis meminta hal tersebut kepada Yesus ?

    Verse 24 KJV :

    And straightway the father of the child cried out, and said with tears, Lord, I believe; help thou mine unbelief.

    Percaya, itu adalah porsi manusia. Namun saya juga percaya, Tuhan mampu membuat kita lebih percaya jika kita memintanya. Jika memang kita menginginkannya.

    Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, yang kita butuhkan hanya percaya.

    Setiap permasalahan di dalam hidup kita pasti ada jalannya.

    Bahkan untuk dosa terbesar kita, Tuhan tetap menyediakan jalan.

    “Be innocent of both outward and inward sins. Ask The Holy Spirit cleanse you through and through.” – Philip Mantofa

    Mari kita mulai dengan membaca Alkitab, 1 pasal sehari.

    Atau kalau masih terlalu banyak mulailah dengan 5 menit sehari.

    Mintalah hikmat Tuhan dari yang 5 menit itu.

    Saya percaya, Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk anda.

    Karena itulah Tuhan, tidak ada yang tidak sempurna yang berasal dari Tuhan.

    Amen.

  • Powerful Jesus

    Mark 3

    Saat saya membaca Kitab Markus pasal 3 dan 4 saya merasakan kekuatan Yesus.

    Kekuatan yang belum pernah saya rasakan sebelumnya.

    Kekuatan yang berasal dari Otoritas dari Kuasa.

    Kekuatan yang membuat kita melakukan apa yang disuruh.

    Mungkin inilah perasaan yang dirasakan oleh orang-orang pada saat melihat dan mendengar secara langsung Tuhan Yesus berbicara.

    Inilah perasaan yang mereka rasakan sampai mereka berkata “dengan Otoritas apakah Dia berbicara ?”

    Ohya, saya sedang membaca edisi Bahasa Inggris sejak memulai membaca kembali Perjanjian Baru. Dan saya menemukan banyak sekali wawasan baru.

    Sudahkah anda membaca Alkitab pagi ini ?

  • BIBLE is Useless Unless Acted Upon

    BIBLE is Useless Unless Acted Upon

    Mark 4 The Parable of The Sower

    Jesus told us the parable of the sower.

    And I am sure that all of us have read the explanation about that either.

    What do you think ?

    We all want to be the good soil right? But how ? How can we be the good soil ?

    In verse 20 : They hear the message, accept it, and bear fruit…

    Does it true if we accept the message and then we change to be the good soil?

    No, no, no…. The Acceptance need to be deep one. We need to be active, not just accept by mouth, but in daily acts.

    It is useless if we said that we accept Jesus words but we still have sins.

    So if we want to be the good soil, act upon the messages, on daily basis.

    Pray for growth and Let us grow together in Christ. And let us bear fruits.

  • Perintah Yesus yang Sengaja Dilanggar

    Mark 1

    Apakah anda seorang yang takut akan Tuhan ?

    Apakah anda seorang yang senantiasa mengikuti perintah Tuhan ?

    Ternyata ada loh di Alkitab, yang tidak tahan untuk melanggar perintah Yesus. Bukan cuma tidak melaksanakan tapi tidak tahan untuk tidak melanggar.

    Salah satunya adalah orang kusta yang disembuhkan Yesus pada Markus pasal 1.

    Disebutkan : segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras.

    Tapi apa yang dilakukan orang itu ?

    Disebutkan : Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana.

    Saudaraku, sukacita yang besar tidak dapat ditutup-tutupi.

    Apakah anda dapat membayangkan sukacita yang dirasakan oleh orang kusta ini ?Apakah kita pernah mengalami sukacita seperti orang ini ? Apakah sukacita itu masih ada sampai sekarang ? Atau ada yang belum pernah merasakan sukacita itu?

    Pernahkah kita membayangkan hidup tanpa Kristus?

    Apakah hidup kita akan biasa-biasa saja ?

    Mari kita merenungkan, apa yang sudah Tuhan lakukan dalam hidup kita. Karena tidak ada yang kebetulan di dalam hidup ini. Semua karena Kasih Karunia Tuhan.

    Mari kita hitung berkatNya. Dan seandainya semua itu tidak ada, apa yang akan terjadi pada hidup kita?

    Mari saudaraku, mari kita ceritakan kebaikan-kebaikan Tuhan pada hidup kita. Jangan kita simpan sendiri… Jadilah seperti si orang kusta itu. Maka cerita-cerita kita akan menjadi pengharapan bagi orang-orang yang membutuhkannya.

    Berceritalah, bercerita tentang kebaikan Tuhan dalam hidup kita.

  • 2019 Message : Jesus has risen in you, don’t waste it

    2019 Message : Jesus has risen in you, don’t waste it

    Matthew 28

    Tuhan Yesus telah bangkit dari kematian ribuan tahun yang lalu.

    Tapi tahukah anda, Tuhan Yesus juga bangkit di dalam hati kita. Setiap pagi….

    Saat kita bangun pagi, sesungguhnya Tuhan sudah terlebih dahulu bangkit di hati kita.

    Mari kita mulai tahun 2019 untuk mulai belajar, atau belajar lagi. Belajar dari firman Tuhan. Belajar lagi dari Yesus.

    Kalau satu buku Alkitab dirasa berat, mari fokus pelajari Perjanjian Baru saja.

    Kalau Perjanjian Baru juga masih terasa berat, mari fokus pelajari salah satu kitab saja.

    Kalau satu kitab dirasa juga berat, ayo kita fokus pelajari kitab yang paling pendek di Perjanjian Baru yaitu Surat Yohanes yang ke dua (The Second Epistle of John). Hanya 1 1/3 halaman.

    Bacalah kitab itu setiap pagi, setiap pagi. Itu akan menjadi Goal besar setiap hari – menyelesaikan 1 kitab per hari. Bukankah terasa hebat ?

    Yesus sudah bangkit di dalam kita, biarlah bibit kecil itu terus bertumbuh besar sampai menutupi diri kita.

  • Did washed hands worth ? – Pilate act

    Apakah mencuci tangan seperti yang dilakukan oleh Pilatus berarti ?

    Setelah menetapkan Yesus untuk disalibkan, Pilatus mencuci tangannya dihadapan seluruh pengunjung sebagai perlambang bahwa ia tidak bersalah.

    Seperti tidak ada logikanya ya.

    Banyak pertanyaan yang muncul di kepala saya, mempertanyakan perbuatan-perbuatan Pilatus pada saat itu.

    Namun saya kemudian berpikir, bagaimana dengan saya?

    Apakah ternyata saya juga sering melakukan hal-hal yang Pilatus lakukan ? Memang tidak dalam bentuk fisik.

    Matius, pasal 26 dan 27 berbicara tentang pengkhianatan, atau penyangkalan dalam bentuk yang lebih sederhana.

    Petrus menyangkal…

    Yudas mengkhianati…

    Pilatus menyangkal…

    Bagaimana dengan kita? Apakah kita ternyata juga sering menyangkali Yesus? Menyangkali iman kita?

    Ya Tuhan, bantu saya untuk tetap setia.