Renungan Mazmur 27 – Dimanakah yang Aman?
Dimanakah tempat yang aman ya Tuhan?
di tengah situasi dunia yang terlihat semakin tidak aman, semakin kacau, semakin rusuh dimana-mana.
Tempat di mana hati kita bisa merasa tenang, merasa damai.
“Dari Daud. Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?”
https://bible.com/bible/306/psa.27.1.TB
Mazmur 27:1 TB
Menurut Daud, tempat itu ada dekat Tuhan.
Dalam pasal ini berbagai tempat disebutkan Daud, benteng, rumah, pondok, kemah, dan gunung batu. Namun semuanya memiliki kesamaan yaitu Tuhan. Di mana Tuhan ada maka di situlah ada rasa aman dan tenang dari apa pun. Tenang dari seluruh musuh dan ancaman yang ingin menyerang.
Berada di mana Tuhan berada itu begitu penting bagi Daud sehingga ia berseru-seru. Dalam seruannya ia berusaha meyakinkan Tuhan bahwa ia selalu berusaha untuk hidup benar, agar jangan sampai ia merasa ditinggal oleh Tuhan.
Begitu tidak bisanya Daud tanpa Tuhan. Daud sudah mengalami berbagai masalah dalam hidup sehingga ia sampai pada satu titik bahwa hanya Tuhan, hanya Tuhan satu-satunya penolong, penuntun, penjaga atas hidupnya. Tidak ada siapa pun selain Tuhan. Sehingga di ayat terakhir ia berkata
“Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan!”
https://bible.com/bible/306/psa.27.14.TB
Mazmur 27:14 TB
Jangan cari yang lain. Hanya Tuhan, bahkan jika kita harus menanti kapan masalah kita selesai, maka hanya Tuhan lah yang kita nanti-nantikan agar masalah kita selesai.
Ke mana kah kita berlari, mencari solusi saat kita menghadapi situasi yang bermasalah?
Apakah kita kebanyakan berusaha mengatasinya sendiri?
Apakah kita sibuk mencari bantuan dan pertolongan orang lain?
Atau apakah kita mencari jalan pintas agar masalah kita segera selesai dan jangan jadi masalah lagi?
Pernahkah kita berlari, berseru kepada Tuhan? Atau kita sudah berlari dan berseru namun tidak ada perubahan juga yang kunjung terjadi?
Jika ya, mungkin ada pengertian, persepsi, atau cara pandang yang harus kita luruskan. Karena tidak mungkin Tuhan tidak bekerja. Pilihannya hanya 2, bekerja bagi kita atau bekerja atas kita agar kita mengalami perubahan.
Mari kita berdoa agar kita bisa melihat perlindungan Tuhan. Ya Tuhan, kami sudah belajar bahwa aman dan damai itu saat kami dekat denganMu. Namun dalam banyak situasi kami belum bisa merasakan itu. Apakah itu berarti kami belum dekat denganMu ya Tuhan?
Bawa kami dekat padaMu ya Tuhan, tuntun kami semakin dekat denganMu karena kebodohan dan kekerasan hati kami sehingga kami tidak bisa melihat pekerjaan tanganMu.
Datanglah kerajaanMu, berkuasalah atas diri kami, atas keluarga dan rumah kami, atas pekerjaan dan bisnis kami, atas negara kami. Dan jadilah kehendakMu, perintah-perintahMu mau kami jalankan dengan sukacita ya Tuhan.
Dalam nama Tuhan Yesus.
Amen
