Renungan Doa Puasa 10 Hari – Connect Group Family 08
(ditulis ulang dari renungan doa puasa Gereja Mawar Sharon Balikpapan – Desember 2015)
Renungan Hari-1 : Markus 7 : 24 – 30
Perempuan Siro-Fenisia yang percaya (Mat. 15:21-28)
24 Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan.
25 Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.
26 Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.
27 Lalu Yesus berkata kepadanya: ”Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”
28 Tetapi perempuan itu menjawab: ”Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.”
29 Maka kata Yesus kepada perempuan itu: ”Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.”
30 Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.
Renungan
Wanita Siro-Fenesia dalam kisah di Markus 7 ini, bersedia mengabaikan perasaannya, mengabaikan apa kata orang demi kebutuhannya akan Tuhan. Dia tidak peduli kalau seolah-olah direndahkan, “dianjing-anjingkan”. Wanita ini bulat hati, karena dia tahu yang paling penting bertemu Tuhan. Dan dia tahu hanya Tuhan yang bisa menolong dan melepaskan anaknya dari kerasukan setan. Bahkan kalau dia hanya mendapatkan remah-remah pun, itu cukup. Remah-remah yang dari Tuhan cukup untuk melepaskan anak dari si wanita Siro-Fenesia ini dari kerasukan setan.
Aplikasi
Mari ! Di hari pertama puasa raya ini, kita sebagai jemaat memulai dengan sikap hati yang bulat yang hanya punya satu kerinduan. “Saya mau bertemu dengan Tuhan lebih lagi”. “Saya percaya hanya Dia penolong dan sumber berkat dalam seluruh aspek kehidupan saya”. Mari kita dengan berbulat hati memilih untuk mengabaikan semua perasaan demi tetap fokus kepada Tuhan.
Mungkin ada yang berkomentar, mana Tuhan? Hidupmu tidak tertolong. Kecewa karena belum mengalami jawaban doa. Ragu-ragu dan mulai dialihkan perhatiannya untuk mulai berpikir mencari laternatif lain, pertolongan di luar Tuhan dan lain-lain.
Abaikan semua perasaan itu, mari kita fokus menyembah Tuhan, menginginkan Tuhan. Mencari Tuhan lebih lagi. Bahkan bukan hanya supaya mengalami terobosan-terobosan ekonomi, kesehatan, keluarga dan lain-lain. Tetapi karena suatu alasan di atas segala sesuatu yaitu karena jemaat cinta kepada Yesus. Satu-satunya juru selamat. Yang sudah membebaskan hidup kita dari api neraka, belenggu dosa. Dan menyediakan surga untuk masa depan kita.
Dan percayalah, pertolongan segera datang dalam waktu Tuhan.
Doa Pribadi
Ya Tuhan, hanya Engkau sajalah yang paling mengerti setiap pergumulan yang kami hadapi di kehidupan kami pribadi, bahkan pergumulan yang tidak terkatakan, yang tidak ada orang lain yang tahu. Ampuni kami, jika selama ini pandangan kami, pikiran kami terfokus kepada masalah hidup/ pribadi kami itu.
Kami mohon ya Tuhan, ubahlah diri kami, hati kami, pikiran kami seperti perempuan Siro-Fenesia agar pandangan kami beralih untuk mencari pertolongan dari Engkau ya Tuhan. Berikan kami kesabaran, ketekunan, kekuatan untuk setia menunggu. Kami mau fokus kepada diri-Mu ya Tuhan, kami mau fokus kepada perkataan-perkataan-Mu ya Tuhan, karena disanalah terletak pertolonganMu.
Terimakasih oh Tuhan, untuk kemurahan hatiMu yang boleh kami rasakan setiap hari, setiap waktu.
Haleluia. Amen.
(Puji Tuhan! Mari kita juga mendoakan orang lain yang sedang dalam pergumulan)