52. Renungan 2 Timotius 3 – Just Do It
Dalam konteks iman, kita semua bermula dari ketidaktahuan dan ketidakpercayaan.
Ya, kita tidak tahu siapa itu Yesus, kita tidak kenal siapa dia, sampai ada orang yang memberitahu kepada kita siapa Dia.
Kita tidak pernah punya pengalaman bersama dengan Yesus, sehingga sulit bagi kita untuk mempercayaiNya.
Mari kita baca 2 Timotius 3: 10-17
Ada satu ayat yang menjadi rhema bagi saya pagi ini yaitu di ayat 10
Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku.
2 Timotius 3:10 TB
Ayat ini bagi saya mengandung banyak poin, tentang mengikuti/ mendengarkan ajaran, mengikuti cara hidup, sikap dan pendirian, iman, bahkan kesabaran, kasih, dan ketekunan.
Hari ini terutama berkaitan dengan cara hidup kristiani. Banyak diantara kita yang terkesima, kagum, bahkan merasa nyaman mendengarkan ajaran Tuhan yang disampaikan oleh penginjil-penginjil di media atau secara langsung di gereja.
Namun seberapa banyak dari seluruh orang yang mengakui dirinya kristen, pengikut Kristus menjalani hidup, sikap dan perbuatannya mengikuti apa yang diminta Tuhan yang disampaikan oleh para penginjil itu? Atau yang tertulis dalam Firman Tuhan?
Jika kita berada di posisi Simon di pinggir danau saat diminta Tuhan Yesus melemparkan jala lagi padahal sudah semalaman kita mencoba tidak mendapatkan apapun (Lukas 5:4-5), apakah kita akan melemparkan jala seperti instruksi Tuhan? Belum tentu sepertinya.
Seringkali pengalaman hidup kita dan logika kita menjadi penghalang bagi penyertaan Tuhan dalam hidup kita. Bagaimana Tuhan bisa menuntun dan mengarahkan hidup kita kalau kita saja tidak mau mengikuti arahanNya? Karena kita punya pengalaman sebelumnya, atau karena kita dengar-dengar dari orang lain begini dan begitu. Karena dari logika, analisa, dan perhitungan kita yang diarahkan Tuhan itu tidak masuk akal, doesn’t make sense, how come?, dan sebagainya.
Ibarat domba di Mazmur 23, bagaimana Tuhan mau membawa kita ke padang yang berumput hijau kalau kita tidak mau dituntun dan diarahkan gembala agung kita? Kita tidak mau, enggan melangkahkan kaki ke arah yang Tuhan arahkan. Kita tidak mau melakukan yang Tuhan suruh.
Memang dalam perjalanan menuju padang rumput hijau itu bukan hal yang mudah bagi kita. Karena ancaman iblis dan setan senantiasa ada di sekitar kita. Makanya ada begitu banyak kata jangan takut dalam Alkitab, karena memang ada banyak waktu-waktu dimana kita takut bahkan panik, padahal Tuhan sudah bawa tongkat dan gada di dekat kita. Murid-murid Tuhan saja panik ditimpa badai, padahal ada Tuhan di dalam kapal mereka.
Tuhan ingin kita melangkah maju. Tuhan ingin kita mengambil resiko menjalankan arahanNya, karena itu adalah hal yang baik adanya. Ada hikmat dan berkat di ujung sana yang Tuhan sudah persiapkan.
Memang dalam kemanusiaan kita, kita merasa perlu lihat tongkat dan gada Tuhan dulu baru tenang dan yakin, bukan pribadi Tuhan sendiri.
Tuhan ingin kita lebih percaya lagi kepadaNya, melangkah dengan tenang dan bahagia bersamaNya.
Doa
Ya Tuhan, ampuni kami yang seringkali tidak percaya kepadaMu. Kami yang sudah lama berhenti karena banyak berpikir dan akhirnya kuatir, kami mau mencoba melangkahkan kaki kami kemana Engkau mengarahkan kami.
Kuatkan hati kami ya Tuhan.
Amen
