| | |

13. 1 Tesalonika 2:1-12 – Nilai-nilai Pelayanan Paulus

Dapat rhema apa hari ini?

Hari ini saya mendapatkan rhema yang luar biasa dari Surat 1 Paulus kepada Jemaat di Tesalonika yang berisi tentang nilai dan mindset yang dimiliki Paulus dalam melayani jemaat. Menarik ya?

Ayat Rhema hari ini:

Pelayanan Paulus di Tesalonika 2:1-12

(1) Kamu sendiri pun memang tahu, saudara-saudara, bahwa kedatangan kami di antaramu tidaklah sia-sia. 

(2) Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat. 

(3) Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya. 

(4) Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita. 

(5) Karena kami tidak pernah bermulut manis – hal itu kamu ketahui – dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi – Allah adalah saksi – 

(6) juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus. 

(7) Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya. 

(8) Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi. 

(9) Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu. 

(10) Kamu adalah saksi, demikian juga Allah, betapa saleh, adil dan tak bercacatnya kami berlaku di antara kamu, yang percaya. 

(11) Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang, 

(12) dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.

https://my.bible.com/id/bible/306/1TH.2.TB

Renungan

Berani karena pertolongan Allah. Dalam pelayanan atau dalam misi kita memberitakan Injil kita memerlukan keberanian yang datangnya hanya bisa datang dari Allah. Karena bagaimanapun juga, sejarah menunjukkan bahwa tugas pengutusan ini memerlukan perjuangan yang berat dan memiliki resiko mendapatkan penganiayaan dan penghinaan.

Hati yang murni. Harus disertai dengan hati yang murni, tanpa motivasi pribadi yang tidak sejalan dengan kehendak Tuhan karena itu akan menyesatkan dan membuat orang merasa tertipu. Karena jika hati kita tidak murni dalam menjalankan tugas perutusan/ pelayanan bukan Tuhan yang bekerja dan menuntun kita, kita dikuasai oleh iblis sehingga yang akan terpancar atau keluar dari kita itu bukan sesuatu yang menghasilkan damai sejahtera.

Tujuannya untuk menyukakan hati Allah. Karena sesungguhnya yang kita layani adalah Allah sendiri melalui jiwa-jiwa atau orang-orang atau tugas-tugas yang Tuhan percayakan kepada kita, maka tujuan atau motivasi kita bukanlah untuk menyukakan hati manusia, namun hanya Allah saja. Hal itu membuat kita tidak perlu bermulut manis karena kita mengharapkan pujian atau apresiasi dari manusia.

Berlaku ramah. Tidak ada seorang pun yang suka berinteraksi dengan orang yang ketus atau cuek atau pemarah. Maka berlaku ramah sangatlah esensial dalam kita menjalankan tugas ini. Tidak mudah pada beberapa kondisi, namun saat kita aman di dalam Tuhan (secured) maka sikap ramah itu akan keluar/ terpancar dengan sendirinya dalam perilaku kita sehari-hari.

Jadilah seperti orang tua (parent). Seperti seorang ibu yang merawat dan mengasuh anak-anaknya, seperti seorang bapak yang menasihati dan menguatkan anak-anaknya. Dan bahkan mengorbankan diri baik waktu, tenaga, atau bahkan materi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak rohani atau dalam tugas pelayanan kita.

Jaga kekudusan dan hubungan dengan Tuhan. Karena kita akan menjadi contoh dalam kehidupan dan perilaku sehari-hari, bagaimana hidup kita. Apakah kita senantiasa menjaga kesalehan kita, apakah kita senantiasa berusaha bersikap adil, apakah kita senantiasa berusaha untuk hidup benar karena salah satu untuk itulah Tuhan memanggil dan memilih kita.

Harapan dan Doa

Ya Tuhan, berikan kami hati dan pikiran yang terbuka agar kami dapat dengan mudah Engkau bentuk sesuai dengan kehendakMu.

Amen

Ps: Image by freepik

Similar Posts