28. 2 Korintus 8:1-15 Kekayaan yang tak ternilai
Ternyata kekayaan yang ternilai itu bukanlah uang.
Mari kita belajar dari jemaat di Makedonia pada waktu itu.
2 Korintus 8:2 TB
[2] Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.
https://bible.com/bible/306/2co.8.2.TB
Dalam hal ini Paulus menyampaikan kepada jemaat di Korintus bahwa jemaat di Makedonia, walaupun mereka sangat miskin secara materi namun mereka kaya dalam kemurahan hati.
Hal itu sangatlah mengherankan dan sekaligus membuat Paulus kagum. Karena justru mereka yang memaksa untuk memberi, bahkan hal yang sepertinya di luar batas kemampuan mereka.
Paulus kagum dan ia melihat bahwa kemurahan hati yang begitu besar (kekayaan) itu bersumber dari penyerahan diri mereka kepada Tuhan dan kemudian atas dituntun oleh Allah juga dalam membantu dan melayani misi Paulus di sana.
Sehingga Paulus menghimbau kepada jemaat di Korintus untuk memiliki hati seperti jemaat di Makedonia, terlepas mereka sudah mendapatkan banyak karunia dari Tuhan.
2 Korintus 8:7 TB
[7] Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, – dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami – demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini.
https://bible.com/bible/306/2co.8.7.TB
Paulus juga mengingatkan bahwa kemurahan hati kita tidak akan membuat kita kekurangan, justru untuk membuat keseimbangan, karena ada tertulis:
2 Korintus 8:15 TB
[15] Seperti ada tertulis: ”Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan.”
https://bible.com/bible/306/2co.8.15.TB
Mari kita menjadikan arahan Paulus ini juga sebagai refleksi bagi diri kita masing-masing.
Semoga Tuhan senantiasa mengingatkan kita dan membentuk hati kita agar kita pun dengan sukacita memberikan diri kita pertama-tama kepadaNya, untuk dipergunakan sebagai alatNya.
Amen
Subscribe jika anda ingin mendapatkan renungan terbaru.
