Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Tag: gifts

  • BIBLE is Useless Unless Acted Upon

    BIBLE is Useless Unless Acted Upon

    Mark 4 The Parable of The Sower

    Jesus told us the parable of the sower.

    And I am sure that all of us have read the explanation about that either.

    What do you think ?

    We all want to be the good soil right? But how ? How can we be the good soil ?

    In verse 20 : They hear the message, accept it, and bear fruit…

    Does it true if we accept the message and then we change to be the good soil?

    No, no, no…. The Acceptance need to be deep one. We need to be active, not just accept by mouth, but in daily acts.

    It is useless if we said that we accept Jesus words but we still have sins.

    So if we want to be the good soil, act upon the messages, on daily basis.

    Pray for growth and Let us grow together in Christ. And let us bear fruits.

  • Perintah Yesus yang Sengaja Dilanggar

    Mark 1

    Apakah anda seorang yang takut akan Tuhan ?

    Apakah anda seorang yang senantiasa mengikuti perintah Tuhan ?

    Ternyata ada loh di Alkitab, yang tidak tahan untuk melanggar perintah Yesus. Bukan cuma tidak melaksanakan tapi tidak tahan untuk tidak melanggar.

    Salah satunya adalah orang kusta yang disembuhkan Yesus pada Markus pasal 1.

    Disebutkan : segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras.

    Tapi apa yang dilakukan orang itu ?

    Disebutkan : Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana.

    Saudaraku, sukacita yang besar tidak dapat ditutup-tutupi.

    Apakah anda dapat membayangkan sukacita yang dirasakan oleh orang kusta ini ?Apakah kita pernah mengalami sukacita seperti orang ini ? Apakah sukacita itu masih ada sampai sekarang ? Atau ada yang belum pernah merasakan sukacita itu?

    Pernahkah kita membayangkan hidup tanpa Kristus?

    Apakah hidup kita akan biasa-biasa saja ?

    Mari kita merenungkan, apa yang sudah Tuhan lakukan dalam hidup kita. Karena tidak ada yang kebetulan di dalam hidup ini. Semua karena Kasih Karunia Tuhan.

    Mari kita hitung berkatNya. Dan seandainya semua itu tidak ada, apa yang akan terjadi pada hidup kita?

    Mari saudaraku, mari kita ceritakan kebaikan-kebaikan Tuhan pada hidup kita. Jangan kita simpan sendiri… Jadilah seperti si orang kusta itu. Maka cerita-cerita kita akan menjadi pengharapan bagi orang-orang yang membutuhkannya.

    Berceritalah, bercerita tentang kebaikan Tuhan dalam hidup kita.

  • Did washed hands worth ? – Pilate act

    Apakah mencuci tangan seperti yang dilakukan oleh Pilatus berarti ?

    Setelah menetapkan Yesus untuk disalibkan, Pilatus mencuci tangannya dihadapan seluruh pengunjung sebagai perlambang bahwa ia tidak bersalah.

    Seperti tidak ada logikanya ya.

    Banyak pertanyaan yang muncul di kepala saya, mempertanyakan perbuatan-perbuatan Pilatus pada saat itu.

    Namun saya kemudian berpikir, bagaimana dengan saya?

    Apakah ternyata saya juga sering melakukan hal-hal yang Pilatus lakukan ? Memang tidak dalam bentuk fisik.

    Matius, pasal 26 dan 27 berbicara tentang pengkhianatan, atau penyangkalan dalam bentuk yang lebih sederhana.

    Petrus menyangkal…

    Yudas mengkhianati…

    Pilatus menyangkal…

    Bagaimana dengan kita? Apakah kita ternyata juga sering menyangkali Yesus? Menyangkali iman kita?

    Ya Tuhan, bantu saya untuk tetap setia.

  • Matthew chapter 10

    Matthew chapter 10 is about mentorship.

    Jesus teach His disciples before sent them out to do what He did before. Not just teach actually, but commanded them.

    In chapters before, Jesus “show” them how to preach, heal the sick, cleanse the lepers, raise the dead, and cast out demons. None of the task He command was never shown.

    Jesus commands His disciples to models Him. To do exactly like He did.

    And to make sure the disciples to act, He command them to leave with nothing, but Faith.

    And now I ask my self, if Jesus command me personally to do like the disciples did, what will I do? How am I gonna do it?

    And He did ask me. Deep inside my heart, my heart say He did ask you to do that. To preach…. to heal the sick…. to cleanse the lepers…. to raise the dead…. and to cast out demons…. Now, have you did that? Did you preach…? Heal the sick…? Cast demons…? Have you a courage to do that? Do you have the Faith?

    So what do I have to do to have such faith ?

    1. Read God’s Love Letter everyday.

    2. Pray to ask for that Faith.

    Simple 2 things that we also need commitment to do.

    Blessed you my friend. Let’s go…

  • “Go for Extra Mile” – is Jesus’ words

    “Go for Extra Mile” – is Jesus’ words

    Luar biasa Firman Tuhan pagi ini.

    Injil Matius 5 dan 6, saya selalu suka saat membaca kedua pasal ini. Senantiasa menginspirasi dan memotivasi saya. Dan senantiasa saya gunakan saat saya memberi motivasi teman-teman saya.

    Dua pasal ini saya baru menyadari bahwa Tuhan Yesus adalah Champion of The Champion (walaupun itu terlalu kecil bagiNya). Namun Ia mengajarkan untuk selalu memberikan yang Terbaik. The best ! Bahkan The EXTREME BEST !!!

    Tidak hanya mengajarkan kita untuk melakukan sesuai yang dituliskan namun lebih dari itu.

    Wow, Praise The Lord.

    Apakah kita sudah senantiasa melakukan yang terbaik? Above the expectations ? Kepada pasangan kita, anak-anak dan keluarga kita, pekerjaan kita, bahkan kepada orang-orang yang berhubungan dengan kita.

    Masih merinding rasanya saat saya menuliskan artikel ini.

    Ayo, mari, kita berikan terbaik yang kita bisa, niscaya janji-janji Tuhan akan terjadi dalam hidup kita.

    Anda Janji ?

    Yuk…

  • Karunia Pertama (Now I know that I am a gifted man)

    Tahukah anda karunia yang paling pertama dan yang paling penting ?

     

     

    Bagi para pengikut Kristus, Karunia adalah sesuatu yang seringkali kita dengar. Kita dengar dalam khotbah, dalam lagu, dan dalam doa-doa. Salah satu pembahasan tentang karunia ada di Surat Paulus kepada Jemaat di Korintus : 1 Korintus 12 (klik link untuk membaca).

    Pagi ini, saat saya berdoa saya merasa bahwa lebih dari itu, lebih banyak dari rupa-rupa karunia yang ada dalam 1 Korintus 12. Namun yang menariknya adalah karunia apa yang paling penting ? Karunia apa yang jika pencobaan terjadi hebat di dalam hidup kita yang jangan sampai hilang. Karunia yang Daud sendiri pun tidak ingin karunia itu hilang : “Tuhan, jangan ambil karunia ini daripadaku”. Karunia itu adalah pengenalan akan Tuhan.

    Pengenalan akan Tuhan adalah Karunia pertama yang kita dapatkan, dannnn karunia yang terpenting. Biar apapun yang terjadi dalam hidup kita, permasalahan hidup, bencana, sakit-penyakit menimpa kita, karunia ini jangan sampai hilang. Karena Karunia ini adalah pintu dari segala sesuatu. Pintu ke mana saja. “Akulah jalan”, “melalui Aku”, dan lain-lain adalah penggalan-penggalan ayat yang sering juga kita dengar.

    Kenali Tuhan lebih dan lebih lagi. Ajarkan, perkenalkan Tuhan kepada anak-anak kita. Perkenalkan Tuhan pada saudara atau keluarga kita. Perkenalkan Tuhan pada sebanyak mungkin orang. Tuhan kita yang Amazing, Tuhan kita yang sangat baik, Tuhan kita yang senantiasa menghibur kita saat kita menghadapi masalah.

    Pagi ini, saya seharusnya mengerjakan tugas penting kantor. Namun saya merasa insight yang saya dapatkan pagi ini jauh lebih penting untuk saya tuliskan. Saya tidak ingin insight ini hilang, terkubur oleh kompleksitas hidup saya hari ini.

    Terimakasih Oh Tuhan. Terimakasih atas karunia yang Engkau berikan padaku pagi hari ini. Karunia untuk mendengar, mendengar suara-Mu, mendengar suara Roh Kudus, mendengar suara hati. Terimakasih. Now I know that I am a gifted person