Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Tag: Entrepreneurship

  • 38. Renungan Ibrani 11 – Karena Iman

    38. Renungan Ibrani 11 – Karena Iman

    Dapat rhema apa hari ini?

    Hari ini saya belajar satu hal tentang motif.

    ‭Ibrani 11:32-34 TB‬
    [32] Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi, [33] yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa, [34] memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing.

    https://bible.com/bible/306/heb.11.32-34.TB

    Motif adalah sesuatu hal yang mendasari seseorang melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

    Di kitab Ibrani 11 ini kita diperlihatkan kembali apa yang menjadi motif dari apa yang diperbuat atau tidak dibuat oleh orang-orang kudus dalam perjanjian lama.

    Motif mereka adalah iman. Karena iman ….., iman dalam Kristus.

    Iman dalam Kristus menjadi motivasi untuk berjuang, iman akan Kristus menjadi sumber pengharapan untuk menahan segala kesulitan dan penderitaan dalam kehidupan mereka.

    Kalau kita refleksi bertanya pada diri kita sendiri, apakah pernah kita berjuang karena iman?

    Dalam kitab ini, begitu banyak contoh perbuatan-perbuatan besar yang diperlihatkan, namun apakah iman itu hanya ditunjukkan dalam perbuatan yang besar? Bagaimana dengan kehidupan sehari-hari? Karena saya bukanlah seorang nabi, saya hanyalah seorang karyawan, saya hanyalah pengusaha usaha kecil-kecilan, saya ibu rumah tangga, saya masih sekolah.

    Apa yang bisa, apa yang harus saya lakukan karena iman saya?

    Kalau kita renungkan, maka ada begitu banyak hal, bahkan segala sesuatu yang kita kerjakan mulai dari tidur, makan, berpakaian, dan lain sebagainya.

    Contoh: Dalam hal pribadi, apakah kita menyisihkan waktu khusus untuk membangun hubungan dengan Tuhan, di tengah kesibukan, keinginan untuk “me time”, mengeluarkan biaya untuk pergi ke gereja? Apakah kita memilih membaca Alkitab ketimbang membuka media sosial atau nonton film? Apakah kita menjaga pola makan kita, menahan diri untuk tidak ngemil terus-terusan?

    Dalam pekerjaan, apakah kita berlaku jujur, tidak membuat laporan yang tidak benar, apakah kita benar-benar mengupayakan yang terbaik, apakah kita tetap menghormati atasan kita walaupun seringkali merasa seperti diperlakukan tidak adil?

    Tak terhitung begitu banyak hal. Namun satu yang terpenting, dari seluruh aktifitas dan kegiatan yang kita pilih maka motifnya adalah iman dalam Kristus.

    Tuhan, ya Roh Kudus, tolong buka mata kami, telinga kami, dan pikiran kami agar dalam melihat segala sesuatu kami dapat melihat dalam kacamata iman dalam Kristus. Agar apapun yang kami lakukan, apapun yang kami pikirkan, kami rasakan, motifnya hanya satu yaitu iman akan Kristus. Dan biarlah iman akan Kristus menjadi satu-satunya motif, jangan biarkan ada motif yang lain. Amen.

    Apakah ada contoh aktifitas sehari-hari yang didasari motif iman anda pada Kristus? Mau dong agar kita bisa belajar sama-sama. Bagikan di kolom komentar di bawah ya 😊🙏🏼

    Terimakasih Tuhan Yesus memberkati.

    Image by jcomp on Freepik

  • 22. 2 Timotius 6:1 – Memberi respect atau penghormatan

    22. 2 Timotius 6:1 – Memberi respect atau penghormatan

    Dapat rhema apa hari ini?

    Hari ini saya mendapat rhema yang sangat menarik, yang sangat menegur bagi saya pribadi.

    Ayat rhema saya hari ini

    ‭1 Timotius 6:1 TB‬
    Semua orang yang menanggung beban perbudakan hendaknya menganggap tuan mereka layak mendapat segala penghormatan, agar nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat orang.

    https://bible.com/bible/306/1ti.6.1.TB

    Renungan saya

    Ini menarik ini ayat ini, karena memiliki sudut pandang yang sangat tidak biasa. Dan ini mengingatkan saya juga akan beberapa kisah di Perjanjian Lama yang tokoh dalam kisah tersebut menunjukkan sikap ini.

    Zaman dulu mungkin memang banyak sekali perbudakan, bukan hanya di luar negeri termasuk di Indonesia, saat Indonesia dijajah sama artinya diperbudak.

    Apakah saat ini masih ada praktik perbudakan, kemungkinan besar masih ada walaupun kecil atau tidak terlihat.

    Yang menjadi rhema saya pagi ini tidaklah semata praktik perbudakan seperti dulu, namun lebih luas daripada itu yaitu perasaan diperbudak, menanggung beban perbudakan, seperti diperbudak. Entah kenapa hal itu yang saya tangkap dari ayat ini. Dan lebih luas lagi apalagi kita sebagai pekerja yang memperoleh bayaran. Yang hak-haknya dibayarkan, karena kalau budak yang sebenarnya mereka tidak punya hak sama sekali karena semua hidup mereka sudah menjadi milik tuannya.

    Paulus mengajarkan kepada kita yang memiliki perasaan seperti diperbudak, atau mungkin memang diperbudak agar menganggap tuan mereka layak mendapatkan segala penghormatan. Wah, bukan hanya satu tapi ternyata segala penghormatan. Kita harus respect kepada mereka. Dan begitu pula kalau kita sebagai karyawan. Ini adalah sudut pandang yang menarik, agar kita hendaknya menganggap tuan kita, atau atasan kita, atau pemimpin kita itu layak mendapatkan segala penghormatan.

    Segala sesuatu dimulai dari persepsi dan cara pandang, begitulah dengan menganggap layak, itu pun adalah persepsi atau cara pandang. Dan Paulus mengajarkan dasar atau alasannya mengapa kita harus melakukan itu yaitu agar nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat.

    Kita melakukan itu untuk nama baik Tuhan, termasuk menjalankan ajaran Tuhan dalam mengasihi sesama. Karena itu berarti jika kita tidak menganggap mereka layak apalagi seringkali berdasarkan perasaan kita sendiri yang pertama-tama kita jatuh dalam dosa, menghakimi orang lain karena dalam banyak situasi terutama kita yang berstatus pegawai atau bawahan kita tidak tahu semua hal, kita tidak paham semua latar belakang.

    Kemudian saya diingatkan juga pada salah satu Firman Tuhan yang mengatakan bahwa kita harus menghormati pemimpin yang ditempatkan Tuhan atas kita, walaupun mereka memiliki banyak kekurangan.

    Lihatlah beberapa tokoh dalam perjanjian lama seperti Daniel, Mezakh, dan Abednego, kemudian Yusuf anak Israel, dan beberapa lagi. Mereka menunjukkan bagaimana menghormati pemimpin mereka.

    Semoga kita semua bisa belajar mengasihi sesama dalam hal ini adalah mengasihi tuan atau pemimpin yang ditempatkan Tuhan atas kita. Dan juga sebaliknya saat kita menjadi pemimpin maka kita pun mungkin hendaknya menganggap setiap orang yang ada dibawah kita layak untuk dikasihi.

    Amen

  • Everything is POSSIBLE

    Everything is POSSIBLE

    Mark 9 : 23

    Anda pasti sudah sering membaca kisah Yesus menghadapi permintaan dari seorang Bapak, untuk kesembuhan anaknya.

    Tahukah anda ada hal yang menarik disana ?

    Yesus tergugah dengan kata-kata permintaan Bapak tersebut : Tapi jika Tuhan bisa ….

    Kita semua tahu, bahwa tidak ada yang tidak bisa bagi Tuhan, namun Yesus pada saat itu juga mengerti atas harapan yang sangat besar dan keputusasaan Bapak itu karena murid-murid Yesus tidak dapat menyembuhkan anaknya. Sehingga mulai muncul rasa tidak yakin, yang kemudian memunculkan pertanyaan seperti di atas.

    Namun Yesus menjawab : “Everything is POSSIBLE for one who is BELIEVE”

    Believe – Percaya itu yang seringkali kecil atau tidak ada. Jika sempat ada, maka menjaga dan mempertahankan keyakinan tersebut adalah perjuangan. Dibutuhkan kekuatan untuk senantiasa yakin dan percaya. Dibutuhkan hubungan spesial dan keintiman dengan Tuhan dan Roh Kudus agar senantiasa percaya.

    Maka kita harus mulai membangun hubungan yang lebih intim lagi dengan Tuhan dan Roh Kudus.

    Saat ini saya sedang membaca edisi bahasa Inggris (NIV), dan saya menemukan hal baru yang berkesan buat saya. Berbeda dengan edisi Bahasa Indonesia dan King James Version, namun saya menganggapnya juga sebagai kebenaran, bahkan hal tersebut memperkaya iman saya.

    Verse 24 NIV :

    Immediately the boy’s father exclaimed, “I do believe; help me overcome my unbelief!

    Bapak itu menyadari kesalahannya dan permintaanya bertambah yaitu meminta agar Tuhan membantunya untuk jadi percaya. Jadi lebih percaya. Memperbesar imannya.

    Bahkan tahukah anda kalau Bapak tersebut, menyesali bahkan sampai berseru dan menangis meminta hal tersebut kepada Yesus ?

    Verse 24 KJV :

    And straightway the father of the child cried out, and said with tears, Lord, I believe; help thou mine unbelief.

    Percaya, itu adalah porsi manusia. Namun saya juga percaya, Tuhan mampu membuat kita lebih percaya jika kita memintanya. Jika memang kita menginginkannya.

    Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, yang kita butuhkan hanya percaya.

    Setiap permasalahan di dalam hidup kita pasti ada jalannya.

    Bahkan untuk dosa terbesar kita, Tuhan tetap menyediakan jalan.

    “Be innocent of both outward and inward sins. Ask The Holy Spirit cleanse you through and through.” – Philip Mantofa

    Mari kita mulai dengan membaca Alkitab, 1 pasal sehari.

    Atau kalau masih terlalu banyak mulailah dengan 5 menit sehari.

    Mintalah hikmat Tuhan dari yang 5 menit itu.

    Saya percaya, Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk anda.

    Karena itulah Tuhan, tidak ada yang tidak sempurna yang berasal dari Tuhan.

    Amen.

  • Powerful Jesus

    Mark 3

    Saat saya membaca Kitab Markus pasal 3 dan 4 saya merasakan kekuatan Yesus.

    Kekuatan yang belum pernah saya rasakan sebelumnya.

    Kekuatan yang berasal dari Otoritas dari Kuasa.

    Kekuatan yang membuat kita melakukan apa yang disuruh.

    Mungkin inilah perasaan yang dirasakan oleh orang-orang pada saat melihat dan mendengar secara langsung Tuhan Yesus berbicara.

    Inilah perasaan yang mereka rasakan sampai mereka berkata “dengan Otoritas apakah Dia berbicara ?”

    Ohya, saya sedang membaca edisi Bahasa Inggris sejak memulai membaca kembali Perjanjian Baru. Dan saya menemukan banyak sekali wawasan baru.

    Sudahkah anda membaca Alkitab pagi ini ?

  • BIBLE is Useless Unless Acted Upon

    BIBLE is Useless Unless Acted Upon

    Mark 4 The Parable of The Sower

    Jesus told us the parable of the sower.

    And I am sure that all of us have read the explanation about that either.

    What do you think ?

    We all want to be the good soil right? But how ? How can we be the good soil ?

    In verse 20 : They hear the message, accept it, and bear fruit…

    Does it true if we accept the message and then we change to be the good soil?

    No, no, no…. The Acceptance need to be deep one. We need to be active, not just accept by mouth, but in daily acts.

    It is useless if we said that we accept Jesus words but we still have sins.

    So if we want to be the good soil, act upon the messages, on daily basis.

    Pray for growth and Let us grow together in Christ. And let us bear fruits.

  • Perintah Yesus yang Sengaja Dilanggar

    Mark 1

    Apakah anda seorang yang takut akan Tuhan ?

    Apakah anda seorang yang senantiasa mengikuti perintah Tuhan ?

    Ternyata ada loh di Alkitab, yang tidak tahan untuk melanggar perintah Yesus. Bukan cuma tidak melaksanakan tapi tidak tahan untuk tidak melanggar.

    Salah satunya adalah orang kusta yang disembuhkan Yesus pada Markus pasal 1.

    Disebutkan : segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras.

    Tapi apa yang dilakukan orang itu ?

    Disebutkan : Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana.

    Saudaraku, sukacita yang besar tidak dapat ditutup-tutupi.

    Apakah anda dapat membayangkan sukacita yang dirasakan oleh orang kusta ini ?Apakah kita pernah mengalami sukacita seperti orang ini ? Apakah sukacita itu masih ada sampai sekarang ? Atau ada yang belum pernah merasakan sukacita itu?

    Pernahkah kita membayangkan hidup tanpa Kristus?

    Apakah hidup kita akan biasa-biasa saja ?

    Mari kita merenungkan, apa yang sudah Tuhan lakukan dalam hidup kita. Karena tidak ada yang kebetulan di dalam hidup ini. Semua karena Kasih Karunia Tuhan.

    Mari kita hitung berkatNya. Dan seandainya semua itu tidak ada, apa yang akan terjadi pada hidup kita?

    Mari saudaraku, mari kita ceritakan kebaikan-kebaikan Tuhan pada hidup kita. Jangan kita simpan sendiri… Jadilah seperti si orang kusta itu. Maka cerita-cerita kita akan menjadi pengharapan bagi orang-orang yang membutuhkannya.

    Berceritalah, bercerita tentang kebaikan Tuhan dalam hidup kita.

  • 2019 Message : Jesus has risen in you, don’t waste it

    2019 Message : Jesus has risen in you, don’t waste it

    Matthew 28

    Tuhan Yesus telah bangkit dari kematian ribuan tahun yang lalu.

    Tapi tahukah anda, Tuhan Yesus juga bangkit di dalam hati kita. Setiap pagi….

    Saat kita bangun pagi, sesungguhnya Tuhan sudah terlebih dahulu bangkit di hati kita.

    Mari kita mulai tahun 2019 untuk mulai belajar, atau belajar lagi. Belajar dari firman Tuhan. Belajar lagi dari Yesus.

    Kalau satu buku Alkitab dirasa berat, mari fokus pelajari Perjanjian Baru saja.

    Kalau Perjanjian Baru juga masih terasa berat, mari fokus pelajari salah satu kitab saja.

    Kalau satu kitab dirasa juga berat, ayo kita fokus pelajari kitab yang paling pendek di Perjanjian Baru yaitu Surat Yohanes yang ke dua (The Second Epistle of John). Hanya 1 1/3 halaman.

    Bacalah kitab itu setiap pagi, setiap pagi. Itu akan menjadi Goal besar setiap hari – menyelesaikan 1 kitab per hari. Bukankah terasa hebat ?

    Yesus sudah bangkit di dalam kita, biarlah bibit kecil itu terus bertumbuh besar sampai menutupi diri kita.

  • Did washed hands worth ? – Pilate act

    Apakah mencuci tangan seperti yang dilakukan oleh Pilatus berarti ?

    Setelah menetapkan Yesus untuk disalibkan, Pilatus mencuci tangannya dihadapan seluruh pengunjung sebagai perlambang bahwa ia tidak bersalah.

    Seperti tidak ada logikanya ya.

    Banyak pertanyaan yang muncul di kepala saya, mempertanyakan perbuatan-perbuatan Pilatus pada saat itu.

    Namun saya kemudian berpikir, bagaimana dengan saya?

    Apakah ternyata saya juga sering melakukan hal-hal yang Pilatus lakukan ? Memang tidak dalam bentuk fisik.

    Matius, pasal 26 dan 27 berbicara tentang pengkhianatan, atau penyangkalan dalam bentuk yang lebih sederhana.

    Petrus menyangkal…

    Yudas mengkhianati…

    Pilatus menyangkal…

    Bagaimana dengan kita? Apakah kita ternyata juga sering menyangkali Yesus? Menyangkali iman kita?

    Ya Tuhan, bantu saya untuk tetap setia.

  • Action – nothing is more important

    Action – nothing is more important

    Pagi ini saya membaca 3 pasal. 3 pasal yang berkaitan. Karena awalnya rencana saya membaca 2 pasal namun karena saya sekarang sedang membaca edisi bahasa inggris, ceritanya bersambung, sehingga sayang kalau saya hentikan.

    Saya mendapatkan 2 rhema pagi ini.

    Rhema yang ke – 2 : Buat Tuhan, jauh lebih penting mengerjakan daripada pernyataan kesediaan. (Matt 21 : 28-32).

    Alias Jangan Omong Doang (OmDo).

    This verse hit me strike. Because these Q4 of 2018 I am practicing Acts, Executions not just statements, plans, dreams.

    In 2019 Jesus provide us what we want. We believe that 2019 is the prosperious year. But Jesus ask us to Act !!!

    Rhema ke – 1 : If I want something, if I want my dreams come true, I should ask in prayer and believe that you already have it.

    Ask in prayer in faith.

    Kalau mau dipecah tahapannya bagi yang ingin mewujudkan impiannya :

    1. Bermimpi, membangun impian.
    2. Ask in prayer.
    3. Believe it.
    4. Live it.

    Tapi kita semua tahu, masalah kita ada pada setiap tahapan itu. Bahkan kita tidak tahu impian kita, bagaimana Tuhan bisa membantu mewujudkannya ? Yang masalah apabila hidup kita tidak berjalan baik lalu kita menyalahkan Tuhan, menghakimi Tuhan tidak sayang.

    Yuk, sama-sama berubah yuk…

    Agar menjadi murid Kristus menjadi pengalaman yang membahagiakan.

  • Matthew chapter 10

    Matthew chapter 10 is about mentorship.

    Jesus teach His disciples before sent them out to do what He did before. Not just teach actually, but commanded them.

    In chapters before, Jesus “show” them how to preach, heal the sick, cleanse the lepers, raise the dead, and cast out demons. None of the task He command was never shown.

    Jesus commands His disciples to models Him. To do exactly like He did.

    And to make sure the disciples to act, He command them to leave with nothing, but Faith.

    And now I ask my self, if Jesus command me personally to do like the disciples did, what will I do? How am I gonna do it?

    And He did ask me. Deep inside my heart, my heart say He did ask you to do that. To preach…. to heal the sick…. to cleanse the lepers…. to raise the dead…. and to cast out demons…. Now, have you did that? Did you preach…? Heal the sick…? Cast demons…? Have you a courage to do that? Do you have the Faith?

    So what do I have to do to have such faith ?

    1. Read God’s Love Letter everyday.

    2. Pray to ask for that Faith.

    Simple 2 things that we also need commitment to do.

    Blessed you my friend. Let’s go…