Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Tag: Doa

  • Renungan Yehezkiel 3 – Seperti Yesus

    Renungan Yehezkiel 3 – Seperti Yesus

    Seperti Yesus itulah kesan yang akan kita tangkap saat membaca Yehezkiel pasal yang ke-3 ini. Gambaran singkat sejak Tuhan Yesus memulai dari pencobaan di padang gurun sampai dengan saat Ia didera.

    Yehezkiel 3:3 TB
    [3] Lalu firman-Nya kepadaku: ”Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini kepadamu dan isilah perutmu dengan itu.” Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku.

    https://bible.com/bible/306/ezk.3.3.TB

    Ayat di atas mengingatkan kita akan 2 hal:

    1. Jawaban Tuhan Yesus saat Ia lapar dan dicobai iblis di padang gurun merupakan perintah Tuhan yang disampaikan kepada Yehezkiel.
    2. Firman Tuhan adalah makanan bagi jiwa kita.

    Seperti nubuatan akan perjalanan hidup Tuhan Yesus di dunia, itulah isi pasal 3 ini. Dan jika kita renungkan lebih dalam, maka pasal 2 dan 3 ini adalah nubuatan atas kita juga, anak-anak Tuhan, murid-murid Tuhan yang mau meresponi dan mengerjakan panggilan Tuhan kepada kita.

    Bagaimana kita diutus mulai ke diri kita sendiri dahulu, keluarga kita, orang-orang terdekat kita, dan bagaimana kita akan mengalami berbagai macam penolakan. Hidup kita saat ini sesungguhnya adalah sama seperti hidup Tuhan Yesus, tinggal kembali kepada kita apakah kita mau menjalaninya atau tidak. Sharing firman Tuhan, hidup benar dan kudus sambil berlari menuju garis finish kita masing-masing.

    Doa

    Ya Tuhan, berikan kami kekuatan, semangat yang berkobar-kobar untuk menjalankan panggilan atas hidup kami. Dimulai dari diri kami sendiri untuk hidup kudus dan mengisi jiwa kami dengan firmanMu ya Tuhan, mengenyangkan jiwa kami dengan perkataanMu yang akan menjadi buah bagi orang-orang di sekitar kami.

    Kami mau mencontoh Tuhan Yesus dalam mengambil tanggung jawab atas jiwa-jiwa yang Tuhan tempatkan atas kami.

    Dalam nama Tuhan Yesus.

    Amen.

  • 40. Renungan Ibrani 12 – Tuhan yang mendidik

    40. Renungan Ibrani 12 – Tuhan yang mendidik

    Dapat rhema apa hari ini?

    Tuhan itu sangat care pada kita.

    ‭Ibrani 12:5, 7-8 TB‬
    [5] Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: ”Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
    [7] Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? [8] Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.

    https://bible.com/bible/306/heb.12.5-8.TB

    Didikan Tuhan

    Tuhan kita itu sangat peduli dengan kita, sesuai dengan Firman Tuhan inj, Tuhan mendidik. Dan dalam didikanNya sama seperti saat kita di sekolah maka ada ajaran, peringatan, bahkan juga ganjaran.

    Hah, ganjaran? Seram sekali.

    Ya, peringatan dan ganjaran. Karena sama seperti seorang anak banyak keingintahuannya, rasa ingin eksplorasi, coba-coba walaupun sudah diperingatkan namun tetap nekat, atau memang ada banyak juga yang kepala batu. Sudah diperingatkan berulang kali masih dilakukan, sudah mengalami kesusahan dan kesulitan sendiri (ganjaran) tapi masih saja dilakukan apa yang sudah diperingatkan berulangkali sebelumnya.

    Saya sadar bahwa pembawaan saya itu mau seenaknya sendiri.

    Dan Tuhan kita sangat memahami itu dan mengenal kita luar dalam, dan juga sangat mengasihi dan menyayangi kita sehingga Tuhan sesungguhnya tidak pernah mengajari kita, membimbing dan menuntun hidup kita, serta memperingatkan kita karena Tuhan tidak ingin kita masuk dalam kegelapan yang paling dalam. Masalahnya apakah kita selalu mau diajari Tuhan?

    Apakah kita mau menjadi penurut-penurut Kristus?

    Ataukah kita maunya jalan sendiri dengan pemikiran sendiri, jalan dengan punya asumsi-asumsi sendiri bukannya percaya dan mengandalkan Tuhan.

    Saat Tuhan ingin mengajak kita untuk bekerja melayani, apakah kita ketakutan sendiri karena berpikir sendiri tidak mampu padahal Tuhan sudah meyakinkan kita melalui orang-orang di sekitar kita? Ibarat orang tua yang menyuruh anaknya merebus air, namun anak itu ketakutan sendiri, mau kabur karena dipikirannya takut kompor meledak, takut terbakar, takut nanti tersiram air panas, dan lain sebagainya.

    Takut

    Saat kita tidak mau melangkah walaupun Tuhan sudah meminta, itu sama dengan kita tidak percaya pada Tuhan. Kita mengingkari Tuhan.

    Bukan ganjaran dari Tuhan, namun saya percaya selalu ada konsekuensi dari segala sesuatu yang kita lakukan ataupun yang kita pilih untuk tidak kita lakukan. Dan jika kita memilih untuk tidak melakukan request dari Tuhan, saya tidak bisa membayangkan konsekuensinya.

    Saat Tuhan mengajar, meminta kita melakukan sesuatu, sama seperti kita pada anak-anak kita maka sebagai orang tua yang mengasihi anaknya pastilah untuk tujuan yang baik. Tuhan ingin membekali kita bukan hanya dengan pengetahuan namun juga dengan skill, keahlian. Bahkan untuk hanya sekedar memasak mie instan, membuat kopi instan itu butuh skill. Butuh dipraktikkan agar benar-benar mahir.

    Seorang ayah yang melatih anaknya bersepeda.

    Ada PR-PR yang harus kita kerjakan sendiri supaya kita bisa mengerjakannya, tidak bisa hanya dengan mendengar pelajarannya atau teorinya.

    Kalaupun bisa, jika tidak sering dipraktikkan bisa diperkirakan hasilnya tidak akan sebaik jika sering dipraktikkan.

    Mari kita sambut didikan dan ajaran Tuhan, kita perhatikan peringatanNya, dan kita kerjakan panggilan Tuhan agar hidup kita selamat dari segala tipu daya iblis.

    Jangan takut, karena Tuhan pasti membimbing dan menyertai, tidak akan membiarkan kita jalan sendiri.

    Doa

    Ya Tuhan, ampuni kami jika kami keras kepala dan keras hati. Kami mau berubah ya Tuhan. Kami mau melangkah untuk hidup benar, kami mau melangkah bukan hanya tahu teori, tahu Firman, tapi kami mau melangkah mengerjakan setiap tugas dan panggilan Tuhan atas hidup kami.

    Amen

    Image by freepik

  • 27. Easter – He has Risen, come and see (Matthew 28:6).

    27. Easter – He has Risen, come and see (Matthew 28:6).

    Dapat rhema apa hari ini?

    Pagi ini saya terbangun pagi-pagi sekali, dan membaca verse of the day di aplikasi youversion.

    ‭Matius 28:6 TB‬
    [6] Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.

    https://bible.com/bible/306/mat.28.6.TB

    Saat membaca ayat ini, hati dan pikiran saya berpikir dan merenungkan juga membayangkan beberapa hal:

    1. Bagaimana perasaan para wanita yang awalnya datang hanya mau sekedar melihat kubur Yesus? Bahwa ternyata Tuhan Yesus sudah tidak ada di dalam kubur?

    Mereka pergi pasti masih dengan perasaan sedih dan duka yang sangat mendalam, dan tiba-tiba mereka dikejutkan dengan beberapa hal gempa bumi, batu kubur yang besar terguling sendiri, dan seorang malaikat Tuhan turun di depan mereka.

    Yang awalnya sedih dan duka berganti menjadi kaget dan takut pastinya, karena bagi mereka itu bukanlah hal yang biasa terjadi.

    Kemudian saat mereka masuk ke dalam kubur, mereka benar tidak menemukan tubuh Yesus terbaring di sana, mereka tambah kaget, bingung, takut, sedih, pasti bercampur aduk perasaan yang mereka rasakan. Mereka tidak tahu harus bagaimana? Mereka tidak tahu harus bagaimana meresponi apa yang mereka baru alami. Ditambah lagi malaikat itu mengatakan bahwa Yesus sudah bangkit, bangkit? Bagaimana mungkin? Kalau anak Yairus, dan Lazarus, Tuhan Yesus yang membangkitkan tapi apakah mungkin Tuhan Yesus bangkit sendiri? Mereka senang pastinya, bersukacita karena informasi yang mereka terima dari malaikat Tuhan Yesus sudah bangkit walaupun masih kalut, bercampur aduk perasaan mereka. Dan bertanya-tanya, apakah benar Yesus pernah bilang kalau Ia akan bangkit?

    2. Hidup berjalan bersama dengan Tuhan itu tidak akan biasa-biasa saja ya, kita akan mengalami banyak hal yang luar biasa yang akan menggoncangkan hati dan pikiran kita.

    Ya bagi perempuan-perempuan yang mengalami peristiwa ini, sekarang kita bisa menyebut mereka beruntung, tapi saat mereka mengalami itu mereka pasti sangat kalut.

    Begitu pula kita, saat ada peristiwa besar yang kita hadapi, di saat itu kita pasti kalut, bisa cemas sampai takut, bisa sedih, atau sebaliknya marah karena takut. Maka dari itu sesuai yang dikatakan malaikat kepada mereka, “Janganlah kamu takut;” kemudian malaikat itu juga menambahkan dengan kalimat yang menenangkan mereka, “sama seperti yang telah dikatakanNya“. Oh ya?, ternyata Tuhan sudah pernah mengatakan hal ini kepada kita? Kapan ya? Dimana?

    Saat hidup kita berjalan di sisi penyertaan Tuhan, walaupun penuh dengan gejolak maka jika kita senantiasa mendengar, merenungkan, dan mengingat FirmanNya segala perasaan negatif itu akan menghilang, ganti tenang dan sukacita, atau bahkan justru tidak muncul sama sekali karena kita sudah yakin lebih dahulu bahwa Tuhan akan menjaga kita, Tuhan akan menolong kita.

    Dalam peringatan paskah kali ini, mari kita datang kembali kepada Tuhan untuk bertemu pribadiNya agar sukacita kita kembali penuh. Sama seperti ketika mereka berjumpa lagi dengan Tuhan dalam perjalanan kembali dari kubur. Agar segala perasaan, beban berat yang kita sedang pikul diangkat oleh Tuhan. Agar kita pun juga bisa bangkit dari dosa, dari segala keterpurukan perasaan dan pikiran kita. Biarlah Tuhan menggantinya dengan damai sejahtera dan sukacita yang luar biasa.

    Come and see

    Mungkin hati kita saat ini merasa kosong sama seperti kubur yang kosong, Tuhan sudah bangkit. Ayo cari Tuhan lagi, agar Ia kembali menjadi Raja dan Juru Selamat di dalam hati kita. Jangan sedih dan kecewa, Tuhan sedang menunggu kita di satu tempat (di galilea kita), mari melangkah dengan sukacita ke tempat dimana kita dulu pernah bertemu denganNya, mari kita tinggalkan segala beban, karena Tuhan sudah bangkit, tidak ada yang perlu kita cemaskan dan takutkan lagi.

    Mari berjalan bersamaNya, bergandengan tangan erat-erat sama seperti seorang anak kecil yang menggandeng tangan orang tuanya.

    Semoga kasih Tuhan selalu beserta kita, dari sekarang sampai selama-lamanya. Amen.

  • 23. 2 Timotius 2:20-21 – We are called for special purposes

    23. 2 Timotius 2:20-21 – We are called for special purposes

    Dapat rhema apa hari ini?

    Ayat rhema untuk direnungkan hari ini:

    ‭2 Timotius 2:20-21 TB‬
    Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.

    Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

    https://bible.com/bible/306/2ti.2.20-21.TB

    Renungkanlah pertanyaan-pertanyaan ini:

    • Manakah yang kita inginkan menjadi instrument untuk hal yang mulia atau kurang mulia?
    • Apakah kita sudah berusaha sekuat tenaga untuk menyucikan diri dari hal-hal yang jahat?

    Image by valeria_aksakova on Freepik

  • 21. 2 Korintus 1:11 – We need to raise more prayer

    21. 2 Korintus 1:11 – We need to raise more prayer

    Dapat rhema apa hari ini?

    Hari ini saya menyaksikan kuasa doa atas pelayanan Paulus ke Asia.

    Ayat rhema hari ini:

    ‭2 Korintus 1:11 TB‬
    [11] karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami.

    https://bible.com/bible/306/2co.1.11.TB

    Renungan

    Paulus mengakui dan sangat bersyukur atas doa-doa yang dipanjatkan oleh jemaat di Korintus untuk mereka, sehingga mereka boleh mereka menerima kasih karunia Tuhan, penghiburan, penjagaan, kekuatan, dan pengharapan, juga pastinya penyediaan Tuhan dalam misi pelayanan mereka.

    Dan yang menggugah hati saya pada ayat ini Paulus menyebutkan banyaknya doa mereka. Banyak dan  mereka. Banyak artinya bukan hanya satu atau dua kali, itu berarti berkali-kali. Dan mereka itu artinya bukan hanya satu orang saja yang turut berdoa tapi banyak orang, mereka berdoa bersama-sama berkali-kali.

    Disini kita bisa belajar bahwa Tuhan memperhatikan dan menghargai hati orang-orang yang berdoa, yang bersepakat mendukung keselamatan Paulus. Pasti Tuhan merasa bangga karena hati jemaat di Korintus juga turut tergerak akan misi pelayanan Paulus, karena mereka pastinya juga merindukan semakin banyak orang yang bisa mendengar dan percaya akan Tuhan Yesus.

    Dalam kehidupan kita saat ini, seringkali kita merasa kesal dan putus asa kepada Tuhan karena tidak ada perubahan apalagi mengalami terobosan, atau sudah ada perubahan tapi kenapa lambat sekali prosesnya? Dan kita mengaku bahwa kita sudah berdoa.

    Ayat ini menjadi refleksi bagi kita, kalau kita rindu perubahan terjadi maka kita perlu berdoa bersama-sama menyatukan hati dan berdoa terus, apalagi jika berhubungan dengan keselamatan jiwa-jiwa, sejalan dengan rencana Tuhan maka Tuhan pasti tidak akan lama-lama mengabulkan doa kita.

    Apabila kita punya kebutuhan, sampaikan lah berulangkali dalam doa. Dan sambil tetap berusaha sambil menjalankan perintah Tuhan, Firman Tuhan. Ibarat seorang ayah atau ibu yang akan tergerak hatinya bila anak yang dikasihinya meminta sesuatu berulang-ulang, apalagi itu sejalan dengan yang direncanakan.

    Trust in God, and he will show you the way

    Tuhan yang maha kuasa akan menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan agar terlepas dari pergumulan kita.

    Amen.

    Image by jcomp on Freepik

  • 17. 1 Korintus 11:1 – Follow my example

    17. 1 Korintus 11:1 – Follow my example

    Dapat rhema apa hari ini?

    Hari ini saya membaca 2 pasal yaitu pasal 11 dan 12 dari surat pertama rasul Paulus kepada jemaat di Korintus.

    Ayat rhema saya hari ini adalah:

    ‭‭1 Corinthians 11:1 NIV‬‬
    Follow my example, as I follow the example of Christ.

    https://1corinthians.bible/1-corinthians-11-1

    Mohon maaf saya menggunakan alkitab versi internasional – NIV.

    Dalam versi terjemahan baru tertulis seperti ini:

    Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.

    1 Korintus 11:1 TB

    Renungan saya

    Dari ayat ini saya seperti diingatkan bahwa dalam mengikut Kristus kita perlu mengikut seseorang yang telah mengikut Kristus lebih dulu. Dan yang harus selalu kita pegang dalam mengikuti orang ini adalah mereka juga manusia, mereka pun bisa melakukan kesalahan, ada ketidaksempurnaan dalam diri mereka, sehingga pandangan kita harus tetap berfokus hanya kepada Kristus.

    Pribadi yang kita ikuti ini haruslah pribadi yang dalam kesehariannya, dalam tingkah lakunya, pemikiran, sikap, dan hatinya senantiasa melekat kepada Kristus, bukan hanya perkataannya saja. Karena yang kita akan contoh (example) adalah keseluruhan baik perkataan, pemikiran, sikap, tingkah laku, dan juga hatinya. Hendaknya pribadi tersebut juga telah mencontoh Kristus sebelumnya di dalam kesehariannya.

    ‭‭1 Corinthians 11:1 AMPC‬‬
    PATTERN YOURSELVES after me [follow my example], as I imitate and follow Christ (the Messiah).

    https://bible.com/bible/8/1co.11.1.AMPC

    Tidak mungkin kita mencontoh seorang pribadi dalam hal mengikut Kristus yang hidupnya sendiri, tingkah lakunya seringkali tidak sesuai dengan ajaran Tuhan.

    Pribadi tersebut akan menjadi model Kristus bagi kita di dunia karena pribadi tersebut telah melihat Kristus sebagai model, dan begitupun diri kita. Kita tetap menggunakan pribadi Kristus sebagai model utama, namun agar lebih terbayang memang seringkali kita memerlukan figur yang dapat kita lihat dengan mata kepala kita sendiri.

    Seperti kita memodel seorang pribadi dan Kristus tentunya maka kita pun akan menjadi model bagi orang lain, bagi pasangan kita, rekan kerja, anak buah, anak kandung, saudara kita, rekan-rekan satu gereja, satu komunitas, tetangga, teman, dan banyak lagi. Pribadi kita pertama-tama akan dinilai dan bahkan mungkin diberikan label (suka atau tidak suka), sehingga segala perkataan, perbuatan, tindak-tanduk, dan sikap kita akan menentukan nilai dan label yang melekat pada diri kita.

    Sehingga mengikut Kristus dalam konteks ini tidak lagi menjadi personal atau urusan pribadi. Personal / urusan pribadi dalam hal diri kita kepada Tuhan, dalam beribadah, dalam menjalankan ajaran Tuhan. Namun tidak bisa lagi personal atau urusan pribadi karena kita dilihat oleh orang lain, karena kita pasti dinilai oleh orang lain, diberi label oleh orang lain tidak peduli apakah kita suka atau tidak suka, karena kita pun melakukan itu  terhadap orang lain tanpa kita sadari.

    Di saat kita mengakui iman percaya kita terhadap Kristus sebagai Tuhan Allah kita, maka hidup kita pun haruslah menggambarkan siapa itu Kristus, walaupun kita ini masih manusia. Tapi kita berusaha terus setiap waktu, walaupun sangat tidak mudah. Banyak hal yang kita tidak mengerti, banyak hal yang bertentangan dengan insting dan logika, apalagi budaya sekitar kita. Namun itulah komitmen yang harus kita bangun setiap waktu, hidup serupa dengan Kristus.

    Pertanyaan berikutnya yang muncul adalah, “Beratkah mengikut Kristus itu?”

    Bagi yang kurang cinta atau kurang sayang atau kirang mengidolakan Kristus itu berat, tapi bagi fans garis kerasnya Kristus itu happy, itu membahagiakan dan menggairahkan. Sama seperti seseorang yang mengidolakan artis, atau tokoh, di rumah atau dikamar ada foto-foto figur tersebut, ada karya-karyanya mungkin, ada banyak hal mungkin yang dia beli atau miliki untuk memenuhi perasaan suka yang ia rasakan, bahkan cara berpakaian, cara bicara, dan yang ekstrim merubah bentuk tubuhnya agar serupa dengan figur yang ia idolakan. Apakah ia terbeban? Apakah ia berat mengeluarkan begitu banyak uang agar bisa mengikuti idolanya ini?

    Apakah Kristus sudah menjadi idola di hidup kita?

    Ataukah kita memiliki idola yang lain selain Kristus?

    Apakah kita masih terlalu perhitungan dengan Kristus?

    Yang Tuhan cari bukanlah hanya sekedar fans garis keras, namun orang-orang yang juga mau mengerjakan apa yang Tuhan sudah ajarkan di dalam kitab suci, di dalam Firman Tuhan terutama dalam hal mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia, dua perintahNya yang utama dan terutama.

    Ayo kita bangun hubungan dengan Kristus lebih dalam lagi. Berdoa jangan sekedar berdoa – ngobrollah dengan Tuhan, berkomunikasi, membaca Alkitab jangan sekedar membaca Alkitab – renungkanlah, cari dan mintalah rhema, renungkan, pikirkan dan aplikasikan bukan hanya sekedar dihapalkan.

    Ayo kita tularkan spirit mencintai Tuhan kepada orang lain, bahwa Tuhan itu begitu baik dalam kehidupan kita. Dan saya percaya hidup kita akan baik-baik saja apa pun yang terjadi di sekitar kita.

    Amen

    Image by freepik

  • 15. 1 Tesalonika 5:19 – Janganlah padamkan Roh

    15. 1 Tesalonika 5:19 – Janganlah padamkan Roh

    Dapat rhema apa hari ini?

    ‭‭1 Tesalonika 5:19 TB‬‬
    Janganlah padamkan Roh,

    https://bible.com/bible/306/1th.5.19.TB

    Mengapa Paulus sampai menuliskan pesan ini dalam suratnya kepada jemaat di Tesalonika?

    Pada dasarnya, Roh Kudus yang tinggal di dalam hati kita senantiasa menuntun setiap langkah kita, baik dalam pikiran, perkataan, maupun perbuatan. Dan tentunya menuntun kita untuk sesuatu hal yang baik yang berkenan bagi Tuhan.

    Namun seringkali memang kita mengabaikan Roh Kudus, dan bukan hanya mengabaikan juga menekan agar Roh Kudus tidak banyak bicara. Padahal seperti kata Tuhan Yesus, Roh Kudus ini adalah Sang Penolong yang akan menolong kita dan membantu kita, hanya kita yang seringkali sadar tidak sadar memilih untuk menggunakan akal kepintaran kita sendiri.

    Mungkin memang ada sebagian orang yang tidak tahu bagaimana mengakses Roh Kudus yang ada dalam dirinya, namun banyak yang sudah tahu tetap saja lebih suka mengandalkan pikirannya sendiri, logikanya sendiri. Sangatlah disayangkan, karena kita akan jadi sangat rentan untuk menjadi korban tipu daya iblis.

    Alih-alih jangan memadamkan Roh Kudus, mengapa kita tidak mengoptimalkan sekalian Roh Kudus yang sudah Tuhan berikan kepada kita, dan yang sudah kita terima? Kita full bergantung kepadaNya, meminta petunjuk, arahan, solusi, karena sesungguhnya Roh Kudus adalah Tuhan, yang ada dalam setiap hati manusia yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Hendaknya kita mencari jawaban dahulu (terutama) pada Roh Kudus, agar kalau memang kita perlu mencari di mesin pencari (google, bing, chat gpt, AI, dan lain-lain) kita pun mencari dalam tuntunan Roh Kudus agar hasil yang keluar dari mesin pencari tersebut berkenan bagi Tuhan, dan hasil pencarian kita itupun haruslah kita tanyakan dan doakan pada Tuhan agar jangan sampai kita salah langkah dan jadi tersesat.

    Yang pertama-tama kita lakukan untuk bisa mengakses Roh Kudus adalah: membangun hubungan denganNya, melalui hal-hal yang selama ini selalu diingatkan membaca Firman Tuhan, merenungkan Firman Tuhan, berdoa, dan mengucap syukur. Sama seperti jika kita ingin mengenal pribadi seseorang, ingin dikenal dan dipercaya maka kita akan mengupayakan untuk bertemu dan berkomunikasi atau bahkan bekerja bersama, tidak berbeda jika kita ingin mengenal pribadi Roh Kudus.

    Saat hubungan kita dengan Roh Kudus sudah terbangun maka kapan saja kita memerlukan bantuan, bertanya, Roh Kudus akan menolong. Dan jika kita pada satu titik terus membangun hubungan dan bergantung kepadaNya, maka tanpa disadari kita akan menjadi satu di dalamNya, di dalam Roh Kudus, sehingga apapun yang kita jalani semuanya dalam tuntunan dan penyertaan Roh Kudus.

    Maka dari itu marilah kita jangan sia-siakan Roh Kudus sang penolong, sang penghibur, yang memberikan damai sejahtera dan sukacita yang sudah diberikan Tuhan kepada kita masing-masing anak-anakNya.

    Semoga hidup kita hari-hari yang akan datang bisa terus berbuah lebih banyak lagi.

    Amen.

    Image by freepik

  • Renungan 2 Samuel 14 – Yang Terbuang Jangan Sampai Terbuang.

    Hari ini yang menjadi ayat emas untuk kita renungkan adalah perkataan Yoab yang ditaruh di mulut seorang perempuan untuk disampaikan kepada Daud dengan tujuan agar Daud mengizinkan Absalom untuk pulang kembali ke Yerusalem.

    ‘Berkatalah perempuan itu: ”Mengapa raja merancang hal yang demikian terhadap umat Allah? Oleh karena tuanku mengucapkan perkataan ini, maka tuanku sendirilah yang bersalah dengan tidak mengizinkan pulang orang yang telah dibuangnya. Sebab kita pasti mati, kita seperti air yang tercurah ke bumi, yang tidak terkumpulkan. Tetapi Allah tidak mengambil nyawa orang, melainkan Ia merancang supaya seorang yang terbuang jangan tinggal terbuang dari pada-Nya.

    2 Samuel 14:13-14 https://my.bible.com/bible/306/2SA.14.13-14

    Saat merenungkan pasal ini saya terbayang bahwa seringkali kita, ya kita merasa sendirian, kita merasa bergumul sendiri dengan apa yang kita hadapi, kita merasa frustasi, tidak ada orang lain yang mengerti, tidak ada orang lain yang benar-benar bisa membantu kita.

    Dari ayat di atas, saya tangkap ayat tersebut sebagai janji Tuhan bagi kita.

    Rancangan Tuhan selalu merupakan rancangan agar setiap orang yang merasa terbuang jangan tinggal terbuang dari pada-Nya.

    Jadi apapun kondisi kita saat ini, seberapa dalam kita terpuruk dalam hidup kita maka hal yang pertama harus kita cari adalah Tuhan. Yang pertama harus kita bangun kembali adalah hubungan dengan Tuhan. Yang pertama harus kita usahakan adalah berkomunikasi dengan Tuhan, DOA.

    Kita tidak akan bisa mengerti rancangan Tuhan sebelum kita melaluinya, mengalaminya, menyelesaikannya. Maka saat kita merasa terpuruk, merasa terbuang cari Tuhan, cari tahu kehendak-nYa, rancangan-Nya melalui doa yang tak putus-putusnya.

    Namun, seringkali saat kita sudah berusaha mengerjakan hal-hal itu semua, seringkali kita tidak juga mengalami pemulihan. Jangan menyerah, teruslah berdoa, teruslah membangun komunikasi dengan Tuhan, teruslah melayani. Sampai pada waktunya Tuhan, mata – telinga – dan hati kita akan melihat – mendengar – dan merasakan apa yang sudah Tuhan kerjakan selama ini, selama kita masih dalam kondisi terpuruk, betapa banyaknya yang Tuhan sudah perbaiki.

    Tetaplah semangat berdoa ya.

    God Bless us all.

    Subscribe jika anda ingin mendapatkan renungan terbaru.