Dapat rhema apa hari ini?
Hari ini saya membaca 2 pasal yaitu pasal 11 dan 12 dari surat pertama rasul Paulus kepada jemaat di Korintus.
Ayat rhema saya hari ini adalah:
1 Corinthians 11:1 NIV
Follow my example, as I follow the example of Christ.
https://1corinthians.bible/1-corinthians-11-1
Mohon maaf saya menggunakan alkitab versi internasional – NIV.
Dalam versi terjemahan baru tertulis seperti ini:
Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.
1 Korintus 11:1 TB
Renungan saya
Dari ayat ini saya seperti diingatkan bahwa dalam mengikut Kristus kita perlu mengikut seseorang yang telah mengikut Kristus lebih dulu. Dan yang harus selalu kita pegang dalam mengikuti orang ini adalah mereka juga manusia, mereka pun bisa melakukan kesalahan, ada ketidaksempurnaan dalam diri mereka, sehingga pandangan kita harus tetap berfokus hanya kepada Kristus.
Pribadi yang kita ikuti ini haruslah pribadi yang dalam kesehariannya, dalam tingkah lakunya, pemikiran, sikap, dan hatinya senantiasa melekat kepada Kristus, bukan hanya perkataannya saja. Karena yang kita akan contoh (example) adalah keseluruhan baik perkataan, pemikiran, sikap, tingkah laku, dan juga hatinya. Hendaknya pribadi tersebut juga telah mencontoh Kristus sebelumnya di dalam kesehariannya.
1 Corinthians 11:1 AMPC
PATTERN YOURSELVES after me [follow my example], as I imitate and follow Christ (the Messiah).
https://bible.com/bible/8/1co.11.1.AMPC
Tidak mungkin kita mencontoh seorang pribadi dalam hal mengikut Kristus yang hidupnya sendiri, tingkah lakunya seringkali tidak sesuai dengan ajaran Tuhan.
Pribadi tersebut akan menjadi model Kristus bagi kita di dunia karena pribadi tersebut telah melihat Kristus sebagai model, dan begitupun diri kita. Kita tetap menggunakan pribadi Kristus sebagai model utama, namun agar lebih terbayang memang seringkali kita memerlukan figur yang dapat kita lihat dengan mata kepala kita sendiri.
Seperti kita memodel seorang pribadi dan Kristus tentunya maka kita pun akan menjadi model bagi orang lain, bagi pasangan kita, rekan kerja, anak buah, anak kandung, saudara kita, rekan-rekan satu gereja, satu komunitas, tetangga, teman, dan banyak lagi. Pribadi kita pertama-tama akan dinilai dan bahkan mungkin diberikan label (suka atau tidak suka), sehingga segala perkataan, perbuatan, tindak-tanduk, dan sikap kita akan menentukan nilai dan label yang melekat pada diri kita.
Sehingga mengikut Kristus dalam konteks ini tidak lagi menjadi personal atau urusan pribadi. Personal / urusan pribadi dalam hal diri kita kepada Tuhan, dalam beribadah, dalam menjalankan ajaran Tuhan. Namun tidak bisa lagi personal atau urusan pribadi karena kita dilihat oleh orang lain, karena kita pasti dinilai oleh orang lain, diberi label oleh orang lain tidak peduli apakah kita suka atau tidak suka, karena kita pun melakukan itu terhadap orang lain tanpa kita sadari.
Di saat kita mengakui iman percaya kita terhadap Kristus sebagai Tuhan Allah kita, maka hidup kita pun haruslah menggambarkan siapa itu Kristus, walaupun kita ini masih manusia. Tapi kita berusaha terus setiap waktu, walaupun sangat tidak mudah. Banyak hal yang kita tidak mengerti, banyak hal yang bertentangan dengan insting dan logika, apalagi budaya sekitar kita. Namun itulah komitmen yang harus kita bangun setiap waktu, hidup serupa dengan Kristus.
Pertanyaan berikutnya yang muncul adalah, “Beratkah mengikut Kristus itu?”
Bagi yang kurang cinta atau kurang sayang atau kirang mengidolakan Kristus itu berat, tapi bagi fans garis kerasnya Kristus itu happy, itu membahagiakan dan menggairahkan. Sama seperti seseorang yang mengidolakan artis, atau tokoh, di rumah atau dikamar ada foto-foto figur tersebut, ada karya-karyanya mungkin, ada banyak hal mungkin yang dia beli atau miliki untuk memenuhi perasaan suka yang ia rasakan, bahkan cara berpakaian, cara bicara, dan yang ekstrim merubah bentuk tubuhnya agar serupa dengan figur yang ia idolakan. Apakah ia terbeban? Apakah ia berat mengeluarkan begitu banyak uang agar bisa mengikuti idolanya ini?
Apakah Kristus sudah menjadi idola di hidup kita?
Ataukah kita memiliki idola yang lain selain Kristus?
Apakah kita masih terlalu perhitungan dengan Kristus?
Yang Tuhan cari bukanlah hanya sekedar fans garis keras, namun orang-orang yang juga mau mengerjakan apa yang Tuhan sudah ajarkan di dalam kitab suci, di dalam Firman Tuhan terutama dalam hal mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia, dua perintahNya yang utama dan terutama.
Ayo kita bangun hubungan dengan Kristus lebih dalam lagi. Berdoa jangan sekedar berdoa – ngobrollah dengan Tuhan, berkomunikasi, membaca Alkitab jangan sekedar membaca Alkitab – renungkanlah, cari dan mintalah rhema, renungkan, pikirkan dan aplikasikan bukan hanya sekedar dihapalkan.
Ayo kita tularkan spirit mencintai Tuhan kepada orang lain, bahwa Tuhan itu begitu baik dalam kehidupan kita. Dan saya percaya hidup kita akan baik-baik saja apa pun yang terjadi di sekitar kita.
Amen
Image by freepik