Judul yang sebenarnya dari pasal ini adalah Hukuman terhadap nabi-nabi palsu, dan di bagian kedua adalah Hukuman terhadap nabiah-nabiah palsu.
Yehezkiel 13:3 TB
https://bible.com/bible/306/ezk.13.3.TB
[3] Beginilah firman Tuhan Allah: Celakalah nabi-nabi yang bebal yang mengikuti bisikan hatinya sendiri dan yang tidak melihat sesuatu penglihatan.
Pada pasal ini Tuhan menegur nabi-nabi dan nabiah-nabiah palsu yang bukannya membawa bangsa Israel hidup benar, justru sebaliknya menyesatkan mereka bahkan sampai ada orang benar yang justru dihukum mati gara-gara mungkin pernyataan nabi-nabi itu sementara yang seharusnya dihukum justru aman-aman saja.
Hal ini sangat mendukakan hati Tuhan.
Dalam konteks kehidupan kita saat ini, nabi atau nabiah bisa kita analogikan sebagai pemimpin rohani. Pemimpin rohani di dalam gereja adalah pendeta atau pastor, namun tidak terbatas juga pemimpin-pemimpin kelompok sel atau komunitas rohani, pemimpin di Departemen pelayanan di gereja. Dan seharusnya termasuk juga pemimpin di rumah, dalam keluarga, pemimpin di tempat kerja atau dunia usaha, dan pemimpin dalam komunitas di masyarakat.
Sebagai seorang pemimpin, seperti seorang nabi perkataan mereka didengar, menjadi acuan, menjadi pegangan oleh orang-orang yang mengikuti mereka. Sehingga apabila salah tentunya akan menyebabkan seluruh tim akan salah jalan atau salah arah.
Yehezkiel 13:10 TB
https://bible.com/bible/306/ezk.13.10.TB
[10] Oleh karena, ya sungguh karena mereka menyesatkan umat-Ku dengan mengatakan: Damai sejahtera!, padahal sama sekali tidak ada damai sejahtera – mereka itu mendirikan tembok dan lihat, mereka mengapurnya –
Di firman ini dikatakan mereka mendirikan tembok dan mengapurnya, bisa dimaknai bahwa mereka memakai topeng agar orang tidak melihat motif yang sesungguhnya, pencitraan, mereka berbohong agar orang-orang terus mengikuti mereka.
Tuhan tidak berkenan akan sikap ini sehingga Tuhan akan meruntuhkan tembok itu sampai dasarnya kelihatan (sampai aslinya kelihatan) dan mereka akan mati dibawah reruntuhannya.
Yang Tuhan ingin sampaikan kepada kita agar kita membangun kehidupan kita benar-benar atas dasar firman Tuhan. Apalagi jika dalam kehidupan ini kita memiliki pengaruh atas orang-orang di sekitar kita agar hendaknya apa yang kita sampaikan, apa yang kita katakan, arahan, nasihat, motivasi, bimbingan semuanya bersumber dari firman Tuhan.
Untuk itu bukan hanya teori saja, pemahaman atau hapalan ayat-ayat firman Tuhan namun diperlukan hubungan dan pengenalan akan Tuhan dan juga komitmen untuk hidup sesuai dengan firman Tuhan.
Buat kita semua, pasti dalam pergaulan, hubungan sehari-hari ada orang-orang yang Tuhan tempatkan dimana kita memiliki pengaruh atas orang tersebut. Mulai dari posisi yang sederhana kita sebagai suami atau istri dari pasangan kita, sebagai orang tua, sebagai kakak, sebagai PIC di tempat kerja, koordinator, dan yang lebih tinggi lagi. Sadarilah bahwa kita punya resiko menyesatkan mereka, sehingga jika kita menyayangi mereka, maka pertama-tama kita perlu membangun diri kita dalam Tuhan, sambil paralel kita pun mulai membangun lingkungan pergaulan kita dengan cara hidup benar, dan lama-kelamaan melalui perkataan nasihat, motivasi, dan doa untuk orang-orang di sekitar kita.
Doa
Ya Tuhan, jadikanlah kami pribadi-pribadi yang benar di mataMu. Karena ternyata tanpa kami sadari kami memiliki pengaruh atas orang lain, sama seperti seorang nabi atas bangsa Israel.
Bentuk hidup kami ya Tuhan, dan berikan kami karunia, hikmat agar kami pun daoat menjadi model yang benar bagi orang-orang di sekitar kami itu.
Terimakasih Tuhan, terimakasih.
Amen
