Tuhan menyayangkan nyawa orang-orang yang selalu berdoa, selalu berjuang bagi keselamatan jiwa-jiwa.
Walaupun murka Tuhan begitu besar karena kekejian yang dilakukan bangsa Israel kepadaNya, tetap Tuhan menyelamatkan orang-orang yang setia kepadaNya.
Yehezkiel 9:4, 6 TB
https://bible.com/bible/306/ezk.9.4-6.TB
[4] Firman Tuhan kepadanya:
”Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana.”
[6] Orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuh dan musnahkan!
Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf T itu, jangan singgung!
Dan mulailah dari tempat kudus-Ku!”
Lalu mereka mulai dengan tua-tua yang berada di hadapan Bait Suci.
Ditengah kondisi bangsa Israel yang busuk, ternyata masih ada orang-orang yang setia kepada Tuhan.
Mereka berkeluh kesah, bukan kemana-mana namun kepada Tuhan. Mereka curhat, mereka meminta pertolongan, mereka meminta pemulihan atas bangsa Israel yang semakin bobrok.
Dan Tuhan melihat mereka, memberi tanda pada mereka agar mereka selamat di saat hukuman Tuhan turun atas bangsa Israel.
Tanda huruf T seperti tanda yang diberikan dengan abu di perayaan hari rabu abu. Namun tanda hanyalah tanda, yang terpenting adalah makna dibalik tanda tersebut. Pada rabu abu, tanda abu tersebut dimaksudkan sebagai pengingat bahwa yang bersangkutan sedang menjalani pertobatan.
Namun dari firman ini kita mendapatkan makna yang lebih luas. Tanda ini diberikan kepada orang-orang yang hidup benar dan merindukan ada pertobatan dari orang-orang lain di sekitarnya, dari bangsanya. Jadi bukan hanya tentang dirinya lagi, namun sudah tentang orang lain.
Orang-orang ini sudah memiliki hati seperti hati Tuhan, yang merindukan keselamatan jiwa-jiwa. Sungguh luar biasa.
Pelajaran buat kita yang hidup di masa sekarang, mari kita miliki kerinduan yang sama, akan keselamatan jiwa-jiwa. Dunia semakin bobrok, semakin rusak, dan itu semua adalah tanda-tanda akhir zaman.
Mari kita mengasihi Tuhan dengan mengasihi mereka yang terhilang.
Amen
