54. Renungan 1 Yohanes 1:5 – Allah adalah Terang
1 Yohanes 1:5 TB
Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu:
Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.
Kalimat “Allah adalah terang” adalah kalimat yang seringkali sudah kita dengar baik di gereja maupun pada pertemuan-pertemuan atau percakapan sesama orang percaya. Namun seringkali kita hanya mengingat yang bagian itu saja dari keseluruhan kalimat yang disampaikan oleh Yohanes.
Keseluruhan kalimat yang menyebutkan bahwa Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan itu sesungguhnya adalah satu kesatuan tak terpisahkan yang membedakan dan memperjelas arti dari Allah adalah terang.
Penjelasan Yohanes tentang Allah adalah terang sangat menarik, dan kalau kita membaca serta merenungkannya maka ada pesan-pesan yang penting yang dapat menjadi pegangan hidup kita.
- Allah adalah terang yang absolut.
Sesuai dengan ayat 5 bahwa di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Firman ini menyampaikan kepada kita bahwa apabila kita hidup di dalam Tuhan maka tidak ada satu pun hal-hal gelap yang akan tinggal atau berkuasa dalam hidup kita.
Kuasa Allah menjadi satu-satunya yang berkuasa di dalam hidup kita. Maka ini menjelaskan yang dimaksud pada ayat berikutnya di ayat 6 bahwa jika kita menyampaikan kepada orang lain kalau kita bersekutu dengan Tuhan namun kita masih hidup dalam kegelapan maka kita berbohong, karena tidak mungkin sama sekali hal itu terjadi.
2. Darah Yesus menyucikan kita dari segala dosa.
Mungkin sekali kita jatuh dalam dosa, namun karena kita hidup bersekutu juga dengan saudara seiman, kita akan selalu diingatkan apabila ada yang tidak benar dalam hidup kita. Dan Tuhan menjanjikan penyucian atas dosa kita.
Ini berbeda antara jatuh dalam dosa dengan apabila kita hidup dalam kegelapan. Jatuh dalam dosa adalah suatu peristiwa atau mungkin beberapa peristiwa kejatuhan kita dalam dosa, ibarat kita sedang berjuang untuk hidup benar selalu masih ada kemungkinan kita jatuh. Namun kita tetap berusaha bangkit dan fokus kita senantiasa tertuju kepada terang Allah. Jadi jika kita berkata bahwa kita sama sekali tidak pernah berbuat dosa itu kemungkinan besar juga pasti tidak benar.
Hidup dalam kegelapan itu berarti berbalik 180 derajat dari Tuhan, sehingga justru hidup bergelimang dosa. Ibarat dua dunia yang berbeda, terang dan gelap. Sehingga sebelum ada keputusan untuk pindah ke dalam Dia sang terang dan benar-benar melangkah masuk ke dalam Dia maka dosa tidak akan dihapuskan.
Saat berada dalam Dia, tidak perlu malu apalagi takut untuk mengakui dosa kita karena Tuhan kita bukan hanya setia dan adil, juga sangat baik, bahkan teramat baik dan teramat mengasihi kita sehingga asal kita mengakui dosa kita Tuhan dengan sukacita akan memberikan pengampunanNya dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Sehingga ada 2 hal yang bisa kita lakukan untuk hari-hari yang akan datang agar kita bisa hidup di dalam Dia:
- Putuskan dan mulailah hidup di dalam Tuhan.
Perlu keputusan dan aksi untuk mulai hidup di dalam Tuhan. Mungkin sulit membayangkan kita bisa lepas dari cara hidup yang tidak benar, tapi Roh Kudus akan memberikan arahan dan tuntunan serta hikmat dan kekuatan untuk kita bisa beralih dari cara hidup kita yang lama ke cara hidup yang baru.
2. Bergabunglah dalam komunitas rohani yang membangun.
Seperti disampaikan di atas bahwa kita memerlukan orang lain, komunitas yang bisa menjadi support system kita agar kita senantiasa berada pada jalur yang benar. Walaupun memang tidak ada yang sempurna, namun fokus kita tetaplah pada Dia karena selain kita belajar dan dibentuk, kita juga bisa memberikan kesaksian yang menjadi pelajaran, dan kita bisa dipakai Tuhan untuk menyampaikan pesan-pesan Tuhan melalui kesaksian yang kita sampaikan.
Doa:
Ya Tuhan, kami ingin senantiasa hidup di dalam terang kasihMu. Namun kami sadar juga bahwa kami masih seringkali jatuh di dalam dosa. Ampunilah dosa dan kesalahan kami ya Tuhan, dan jika masih ada hal-hal di dalam diri kami yang dapat mengalihkan fokus kami daripadaMu atau bahkan menyeret kami dari hadiratMu kami mau patahkan dan usir dalam nama Tuhan Yesus.
Terimakasih ya Tuhan. Amin
We love you God.
