Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Renungan Matius 12 – Kemana Roh Jahat Pergi?

Rhema dan renungan saat teduh pribadi – Matius 12 tentang Kembalinya Roh Jahat.

Ayat Rhema

‭‭Matius‬ ‭12:43‭-‬44‬ ‭TB‬‬
[43] ”Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. [44] Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur.

https://bible.com/bible/306/mat.12.43.TB

Renungan

Kemana roh jahat pergi?

Tempat yang tandus. Tandus itu kering, tidak ada air, tidak ada pepohonan, dan seperti tidak tampak kehidupan.

Tempat yang kosong. Ya, walaupun rapi, bersih, dan teratus, selama itu kosong disitulah roh jahat akan ada.

Tandus dan kosong itu bukan tempat fisik seperti rumah, ruangan, melainkan hati dan pikiran manusia.

Rapi dan bersih tidak menjamin roh jahat tidak datang, akan sama dengan yang berantakan dan kotor, roh jahat akan datang mengobrak-abrik yang sudah rapi dan bersih tadi.

Kekosongan, kering atau tandus itu harus diisi dengan kehidupan, dan satu-satunya sumber hidup hanyalah Tuhan karena di luar Tuhan itu adalah kematian walaupun orang tersebut hidup sesungguhnya ia mati jiwanya.

Banyak orang yang kosong, kering, atau tandus jiwanya. Bahkan yang rajin datang ke gereja sekalipun. Banyak jiwa-jiwa yang sesungguhnya haus dan lapar namun mereka tidak sadar sampai jiwa mereka mati.

Aplikasi

From tobymacspeaklife on Instagram

Pertama-tama ayo penuhi hati dan pikiran kita dengan Firman Tuhan.

Mendengarkan lagu-lagu pujian rohani, mendengarkan khotbah, mendengarkan suara sendiri saat membaca Firman Tuhan. Telinga fisik dan telinga hati kita jadikan saluran masuk, akses masuk Firman Tuhan ke dalam hati dan pikiran kita.

Yang kedua, kurangi akses masuk roh jahat, kalau perlu tutup sekalian. Roh jahat bisa masuk dari sensori kita, termasuk dari telinga. Batasi mendengarkan hal-hal yang berpotensi mengotori jiwa dan pikiran; bergosip, mendengar atau nonton acara gosip. Menonton siaran-siaran di TV, di media sosial yang tidak membangun iman kita, tidak berdasarkan Firman Tuhan.

Dan yang ketiga, membaca dan merenungkan Firman Tuhan, termasuk menghapalkan atau mengulang-ulang ayat di Firman Tuhan. Itu seperti mengisi bahkan menggemakan, memenuhi Suara Tuhan di dalam hati pikiran kita.

Jagalah hati kita dengan segala kewaspadaan. Waspada akan pengaruh/ masuknya roh jahat dalam pikiran kita.

Yang terakhir, bicarakan/ sampaikan Firman Tuhan di berbagai kesempatan. Termasuk nilai kristiani. Buat jiwa-jiwa yang tandus, kering, atau kosong. Biarlah perkataan kita bisa sedikit banyak mengisi hati dan pikiran mereka. Gunakan forum yang kita bisa akses (rapat, pertemuan di perkumpulan), gunakan media sosial yang kita miliki.

Kepada anak-anak kita, dengan sengaja kita sebagai orang tua harus sampaikan nilai-nilai berdasarkan Firman Tuhan, jangan biarkan teman-teman, pergaulan, dan tontonan mereka yang paling dominan. Ajak ngobrol, ajak diskusi, atau sekedar memberitahu. Aneh mungkin rasanya awal-awal, tapi ingatlah satu hal bahwa kita sedang memberi mereka bekal kehidupan terbaik, yaitu Firman Tuhan.

Harapan dan Doa

Tuhan, ajari kami ya Tuhan bagaimana caranya mengisi hati dan pikiran kami dengan Engkau, dengan perkataanMu.

Engkau yang paling paham pendekatan/ metode untuk masuk ke dalam hati dan pikiran kami yang paling tepat, paling efektif dan paling efisien. Beritahu kami kode rahasia yang kami pahami saat Engkau mengetuk pintu hati kami, agar kami dengan segera membukanya.

Dan ajari kami agar kami punya keberanian untuk menyampaikan FirmanMu kepada orang terdekat kami, kepada pasangan kami, dan terutama kepada anak-anak kami.

Dalam Nama Tuhan Yesus.

Amin

Eksplorasi konten lain dari Kucinta Alkitabku

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca