|

34. Renungan Ibrani 8 – The New Covenant

Dapat rhema apa hari ini?

‭Ibrani 8:10 TB‬
[10] ”Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah firman Tuhan. ”Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

https://bible.com/bible/306/heb.8.10.TB

Ada 3 poin dari ayat ini:

1. Tuhan akan menaruh hukumNya dalam akal budi kita.

2. Tuhan akan menuliskan hukumNya dalam hati kita.

3. Tuhan yang akan menjadi Allah kita, dan kita menjadi umatNya

Dalam versi bahasa inggris tertulis seperti ini:

‭Hebrews 8:10 NIV‬
[10] This is the covenant I will establish with the people of Israel after that time, declares the Lord. I will put my laws in their minds and write them on their hearts. I will be their God, and they will be my people.

https://bible.com/bible/111/heb.8.10.NIV

Menjadi orang-orangNya Tuhan seharusnya menjadi suatu kebanggaan bagi orang yang mengenal pribadi Tuhan.

Saya membayangkan dalam suatu ruang lingkup yang lebih kecil, misalnya suku, atau trah, atau komunitas, atau klub olahraga, atau keluarga. Apabila kumpulan tersebut memiliki pamor yang baik, nama yang baik, baik di dalam anggotanya maupun di luar anggota kumpulan tersebut maka menjadi anggota atau member dari kumpulan tersebut seharusnya menjadi kebanggaan tersendiri. Ditambah lagi apabila pemimpin dari kumpulan tersebut sangat peduli, sangat baik kepada seluruh anggotanya, setiap anggota merasakan benefit yang luar biasa dari kumpulan tersebut.

Kemudian saya mencoba membayangkan lagi, sesuai dengan poin ke-3 di atas sebagai salah satu Perjanjian yang baru dari Tuhan kepada umatNya, apakah saya yang mengaku sebagai orang-orang percaya, sebagai anak Tuhan, sebagai umat Tuhan, apakah saya bangga dan bersyukur menjadi anggotanya atau umatNya? Mungkin bukanlah suatu kebanggan yang dipamerkan keluar kepada orang lain, namun saya mencoba merenungkan dan bertanya dalam hati, apakah di dalam hati saya, saya merasa bangga dan bersyukur bahwa saya adalah umat Tuhan, bahwa saya percaya kepada Tuhan Yesus? Atau saya tidak merasa apa-apa? Yah, biasa saja.

Mengapa bisa tidak merasa apa-apa?

1. Kita tidak tahu apa yang akan hilang atau tidak dapatkan saat kita tidak menjadi umat Tuhan yang percaya kepada Tuhan Yesus.

Ya, biasanya seseorang baru sadar dan merasa berharga saat sesuatu yang sebelumnya ia miliki itu hilang, atau diambil dari padanya. Atau ia tidak tahu benefit yang ia bisa dapatkan dari hal tersebut sehingga ia tidak merasa sesuatu itu berharga atau penting.

2. Kita belum merasakan benefitnya hidup dalam perlindungan Tuhan karena memang kita belum benar-benar bergantung kepadaNya.

Ya, karena banyak yang mengaku sebagai seorang Kristiani hidupnya juga belum mengandalkan Tuhan, dalam banyak hal masih mengandalkan logika, pemikiran, dan kekuatan sendiri. Seringkali lupa kalau punya Tuhan yang hebat, raja di atas segala raja.

Similar Posts