Personal Ministry – sebuah perenungan
Pagi ini, saat antara sadar dan masih mengantuk karena ini masih pukul 2 dini hari, tiba-tiba ada satu kata yang muncul di hati saya.
Masih terinspirasi dari khotbah-khotbah yang disampaikan Ps.Philip Mantofa dalam 2 minggu terakhir – Ibadah perayaan natal GMS Jakarta Jabar Banten dan Ibadah hari minggu kemarin tentang Love Conference.
Ada beberapa rhema yang saya tangkap: Apapun yang kita lakukan, lakukanlah itu untuk tujuan yang lebih tinggi – a purpose driven. Berikut beberapa contoh yang bisa kita renungkan dan aplikasikan.
Mengapa kita makan makanan yang sehat? Mengapa kita harus berolahraga? Mengapa kita harus menjaga stamina kita? Karena kita perlu tubuh yang sehat, seoptimal mungkin untuk bisa optimal menjalankan panggilan hidup kita. Untuk bisa optimal mengerjakan Amanat Agung.
Mengapa kita harus kerja sebaik-baiknya, bukan main-main bahkan jika dapat berprestasi? Karena dengan bekerja yang baik kita bisa memberikan yang terbaik. Kerja yang baik, prestasi itu membuka pintu-pintu kesempatan untuk kita bisa menjalankan panggilan kita, mengerjakan Amanat Agung. Jika berprestasi tentunya gambaran pribadi kita sebagai seorang Kristiani menjadi model gambaran yang baik. Jika berprestasi tentunya akan membuka peluang untuk pekerjaan yang lebih baik, penghasilan yang lebih baik sehingga bisa memberkati semakin banyak orang lagi, dan bahkan bisa berkontribusi dalam pembangunan rumah Tuhan.
Mengapa kita harus baik dalam membangun relasi? Karena bagi semua anak Tuhan panggilannya adalah menjadikan semua bangsa muridNya sehingga kemampuan untuk menjalin relasi sangat diperlukan.
Segala sesuatunya, aktivitas kita, bangunlah, teruskan pikirkan bahwa itu semua kita lakukan dalam rangka panggilan hidup kita. Jangan sia-siakan waktu, buang-buang waktu dengan aktivitas yang tidak membangun, tidak mengarah kepada panggilanmu, kepada ministri mu.
