DAY 10 – LORD I NEED YOU, THE PERFECT ONE
Renungan Doa Puasa 10 Hari – Connect Group Family 08
(ditulis ulang dari renungan doa puasa Gereja Mawar Sharon Balikpapan – Desember 2015)
Renungan Hari-10 : 2 Raja-raja 6 : 1 – 7
1Pada suatu hari berkatalah rombongan nabi kepada Elisa: ”Cobalah lihat, tempat tinggal kami di dekatmu ini adalah terlalu sesak bagi kami.
2Baiklah kami pergi ke sungai Yordan dan masing-masing mengambil satu balok dari sana, supaya kami membuat tempat tinggal untuk kami.” Jawab Elisa: ”Pergilah!”
3Lalu berkatalah seorang: ”Silakan, ikutlah dengan hamba-hambamu ini.” Jawabnya: ”Baik aku akan ikut.”
4Maka ikutlah ia dengan mereka. Setelah mereka sampai di sungai Yordan, mereka pun menebang pohon-pohon.
5Dan terjadilah, ketika seorang sedang menumbangkan sebatang pohon, jatuhlah mata kapaknya ke dalam air. Lalu berteriak-teriaklah ia: ”Wahai tuanku! Itu barang pinjaman!”
6Tetapi berkatalah abdi Allah: ”Ke mana jatuhnya?” Lalu orang itu menunjukkan tempat itu kepadanya. Kemudian Elisa memotong sepotong kayu, lalu dilemparkannya ke sana, maka timbullah mata kapak itu dibuatnya.
7Lalu katanya: ”Ambillah.” Orang itu mengulurkan tangannya dan mengambilnya.
Renungan
Diceritakan dalam ayat ini, serombongan nabi sedang menebang balok pohon di sungai Yorda untuk dibuat tempat tinggal mereka. Pada saat menebang, mata kapaknya terjatuh ke dalam air dan kemudian terjadilah mukjizat. Elisa membuang sebatang kayu ke dalam air tersebut dan mata kapak muncul ke permukaan, bisa diambil dan bisa dipakai untuk melanjutkan penebangan.
Saya membayangkan, balok kayu hasil penebangan itu kan dipakai untuk membangun tempat tinggal. Sama-sama Tuhan harus membuat mukjizat. Kalau Tuhan mau, Ia bisa membuat mukjizat lebih dari iut. Kapak mengapung, kemudian terbang, menebangi pohon-pohon yang ada. Lalu kemudian berubah menjadi mesin pemotong kayu dan kayu-kayu terbang sendiri masuk ke dalam mesin pemotong tersebut. Dan tiba-tiba, kayu-kayu tersebut berdiri sendiri, kapak-kapak bergerak sendiri membangun tempat tinggal mereka.
Tapi mengapa itu tidak terjadi?
Saya belajar, untuk bagian yang manusia tidak bisa lakukan, maka Tuhan membuat mukjizat. Tetapi setelah kapak mengapung. Manusia harus tetap mengerjakan apa yang menjadi bagiannya. Mengambil kapak tersebut. Bekerja menebangi pohon-pohon yang ada. Membentuk kayu-kayu tersebut menjadi papan-papan, lalu mendirikannya menjadi tempat tinggal mereka.
Aplikasi
Mari kita dalam doa puasa raya ini merendahkan diri di hadapan Tuhan. Mengakui ada mukjizat yang kita butuhkan. Tidak ada jalan keluar kecuali Tuhan membuat mukjizat dan menolong. Tapi setelah Tuhan bukakan jalan, Tuhan tidak mau kita menjadi pemalas. Tapi yang Tuhan mau kita mengerjakan apa yang menjadi bagian kita sebaik mungkin.
Dalam doa puasa raya ini kita mengarahkan hati untuk:
- Mengakui kebutuhan kita akan mukjizat dan pertolongan Tuhan. Mengakui ketergantungan kita akan Tuhan.
- Bersyukur untuk jalan keluar, pertolongan sekecil apapun yang dibuka Tuhan untuk kita mulai melangkah membenahi hidup kita.
- Melangkah dan melakukan apa yang harus dilakukan. Apa yang menjadi bagian kita sebaik mungkin dalam kasih dan ketaatan pada Tuhan Yesus.
- Pastikan bagian kita adalah mengembalikan apa yang harus dikembalikan (persepuluhan dan lain-lain), membayar apa yang harus dibayar (prioritas membayar hutang-hutang yang ada – jika sudah diberkati, jangan langsung untuk berfoya-foya dan dinikmati) tapi dikonsentrasikan untuk membayar hutang-hutang terlebih dahulu.
- Bagian kita yang lainnya yaitu tidak putus asa, berani berjuang, berani bekerja keras dan juga tidak menyimpan dendam/ sakit hati kepada orang-orang yang mungkin kita anggap merugikan bisnis kita selama ini. Jangan menyimpan sakit hati, supaya Tuhan punya ruang untuk memulihkan hidupmu.
Doa pribadi
