Akselerasi dalam Bisnis dan Pekerjaan – Kotbah Ps. Philip Mantofa – 5 Juli 2020

Kembali kepada fundamental Firman, prinsip sukses di dalam masa sukar

Amsal 12 : 9-14

Amsal 12:9 Lebih baik menjadi orang kecil, tetapi bekerja untuk diri sendiri, dari pada berlagak orang besar, tetapi kekurangan makan.

Kalau ingin mengalami pertumbuhan maka jangan bertahan di zona nyaman.
Dalam kebebasan finansial ayat ini berlaku.
Susunan prioritas / fokus dalam akselereasi bisnis dan pekerjaan.

  1. Kebutuhan. Kebutuhan atau kemewahan. Jangan salah prioritas, misalkan demi pergaulan. Kebutuhan yang lebih dahulu dicukupkan. Ini basic, jika kita setia dalam perkara kecil maka Tuhan akan percayakan perkara yang lebih besar.
  2. Kenyamanan
  3. Kemewahan

Amsal 12:10 Orang benar memperhatikan hidup hewannya, tetapi belas kasihan orang fasik itu kejam.

Ini bicara tentang manusia bukan tentang hewan.
Hiduplah dalam standar kasih yang tinggi. Jangan jadi orang matre.
Standar kasih orang fasik hanya sama dengan orang benar yang memperhatikan/memperlakukan hewannya (hartanya).
Jangan terbalik jadi memanfaatkan manusia/sesama untuk benda. Harusnya memanfaatkan benda/harta untuk sesama.
Yang dikejar bukanlah harta. Standar tertinggi adalah kasih!.
Diberkati adalah satu hal. Pilihlah untuk jadi berkat, memberkati.

Amsal 12:11 Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi.

Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan – Ini janji Tuhan, peganglah kuat2. Walaupun kondisi sedang lambat, tapi Janji Tuhan titik dan amin.
Mind your own business. Kerjakan pekerjaan / tugas anda. Tuhan janji akan penuhi kebutuhan.
Terlepas tanah itu milik kita sendiri, atau kita mengerjakan tanah orang lain. Perintahnya satu, mengerjakan tanah.
Ingat perumpamaan talenta. Lebih baik sibuk daripada menganggur. Yang penting kerja. Jangan pencitraan. Apapun yang ada didepanmu kerjakan.
Pegang terus janji Tuhan. Walaupun berat badan kita tinggal 1 talenta (34kg) – tetap kerja!!!. Kerjakan.
Jangan sampai kita ini jadi orang yang banyak alasan.

Susunan prioritas di ayat ini. Strata kebenaran.

  1. Tuhan
  2. Orang
  3. Uang
  4. Barang (kebutuhan, kenyamanan, kemewahan)
    Kelolalah diri sendiri, jangan bandingkan dengan orang lain, ke atas maupun ke bawah. Jangan iri hati karena itu adalah dosa yang bodoh, apalagi sombong, itu lebih bodoh lagi.
    Tetap mengacu, melihatlah senantiasa kepada Tuhan.
    Kalau Tuhan menjadi poros hati, maka dalam kelebihan maupun kekurangan kita tetap akan dapat memberi (attitude).

Amsal 12:12 Orang fasik mengingini jala orang jahat,tetapi akar orang benar mendatangkan hasil.

Apa itu jala? Orientasi hasil akhir namun menghalalkan segala cara. Prioritasnya adalah me, me, me, and me. (cat. Hasilnya cepat, langsung dapat)
Apa itu akar? Orientasinya adalah proses, tidak harus menghalalkan segala cara, menargetkan sukses yang permanen, goalnya jangka panjang. (cat. hasilnya lama, dan karena Tuhan yang menumbuhkan) Prosesnya harus benar, suksesnya adalah sukses dari Tuhan.
Build Loyalties not only Transactional.

Amsal 12:13-14 Orang jahat terjerat oleh pelanggaran bibirnya,tetapi orang benar dapat keluar dari kesukaran. Setiap orang dikenyangkan dengan kebaikan oleh karena buah perkataan,dan orang mendapat balasan dari pada yang dikerjakan tangannya.

Pelanggaran bibir – dosa lidah kepada surga dan Allah yang Maha Kuasa.
Kalau ingin mengalami akselerasi, jangan berdosa karena lidahmu.
Orang benar dapat keluar dari kesukaran (pegang ini juga janji Tuhan!).
Tanah tidak lagi menjadi besi, dan langit tidak menjadi tembaga.

Alami ibadah ini via youtube – klik disini

Nyanyi : Dihadapan hadiratMu ya Bapa.

Doa :
Bangkitkan iman
Bangkitkan pekerjaan
Selesaikan kuliahmu, pekerjaanmu cepat, selagi masih ada waktu, jangan tunda-tunda.

Similar Posts