
Mengapa huruf a dari ayat di atas bukan huruf besar, seperti biasanya kalau Tuhan yang berbicara?
Apakah janji tersebut bukan dari Tuhan?
Coba naik ke atas, ke permulaan pasal 1. Itu adalah perkataan Salomo, mungkin kepada anaknya atau kepada siapa kita tidak tahu.
Salomo adalah Raja yang dikarunia hikmat dari Tuhan, pengertian, dan kebijaksanaan.
Saat ia memberikan nasihat, pengertian tentunya tidak semua lantas diterima. Mungkin karena dirasa terlalu keras, menampar, menyindir, tidak pengertian, dll maka tidak semua serta merta menerima nasihat dan ajarannya.
Belajar dari pasal ini.
Kita sebagai orang yang diberikan hikmat, rhema, mendengar suara Tuhan tidak serta merta akan didengar oleh rekan diskusi/ sharing kita. Menurut saya tugas saya mewartakan/ menyampaikan, pengalaman saya bilang jangan terlalu berharap untuk didengar, apalagi dikerjakan. Tapi bersukacitalah jika itu terjadi. Biarlah kita menjadi pekerja yang menabur benih, yg mungkin bisa jatuh dimana saja. Tuhanlah yang akan memberikan pertumbuhan, Tuhanlah yang akan mengubah hati orang tersebut.
Hari-hari ini memang banyak orang yang membutuhkan pengertian, semangat, testimoni yang membangkitkan motivasi, membangkitkan iman dan pengharapan.
Tugas kita adalah menaburkan benih, sebarkan seluas-luasnya, sesering mungkin, jangan menyerah, karena kita tidak pernah tahu kapan tanah itu siap.
Ayo mari kita tetap bergerak, tetap semangat menceritakan/ sharing kebaikan-kebaikan Tuhan yg kecil, sedang, atau besar dalam hidup kita pada orang lain. Biarkan Tuhan yang menumbuhkan iman dan pengharapan dalam hati orang tersebut.
#come-on-keep-moving