Saya berpikir tentang kata percaya karena banyak yang menggunakan kata percaya.

Percaya dalam kamus bahasa Indonesia berarti yakin.

Saya jadi bertanya lagi, apakah saya pernah benar benar percaya ? Percaya kepada Tuhan ? Truly belief ?

Kita meyakini bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang besar, Tuhan yang sanggup, Tuhan yang selalu menolong, menjaga, melindungi, lalu mengapa seringkali kita cemas, kita takut ?

Apakah itu berarti kita kurang percaya ?

Ya dan Tidak

Paulus mengatakan kepada orang-orang Filipi :

“Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”

(Kisah Para Rasul 16:31)

Dan Tuhan Yesus sendiri pun mengatakan bahwa kita tidak perlu punya Kepercayaan / Keyakinan / Iman yang besar kepada Tuhan. Tidak… . Cukup sebesar biji sesawi yang kita perlukan.

Namun memang karena sangat kecil, kita lupa menaruhnya dimana. 😁

No, no, no …

Biji sesawi itu sebenarnya sudah kita miliki masing-masing.

Yang Tuhan inginkan adalah kita tanam dong biji sesawi itu. Jangan cuma tetap menjadi biji. Bagaimana bisa berbuah kalau tidak ditanam ?

Tanam dimana ? Tentu saja di diri kita. Di hati, di pikiran, di mata, di mulut, di telinga, di tangan dan kaki, di seluruh tubuh kita.

Dan tugas kita berikutnya, ayo kita rawat dong biji itu agar menjadi benih, agar bertunas, agar bertumbuh.

Cara merawatnya bagaimana ?

Ada 2 hal utama yang harus dilakukan agar benih itu tumbuh :

1. Disirami, dipupuk, dikasih vitamin, dikasih nutrisi prinsipnya.

Dengan apa siram, pupuk, dll nya itu ? Dengan baca Alkitab, menyanyi pujian atau penyembahan, dengar firman atau khotbah.

2. Menjaga agar jangan sampai diserang hama, atau penyakit.

Dengan cara apa ? Hanya ada 1 cara kalau yang ini yaitu jaga kekudusan. Mohon maaf, tidak ada cara lain selain ini. Tidak ada alternatif.

Karena percuma kalau dikasih pupuk, vitamin, dan segala macam kalau tidak dijaga dari hama atau penyakit…. Rusak… Hancur semuanya.

Benar kan ya.

Wow, luar biasa cara Tuhan mengajari saya. Saya menulis ini bukan karena saya sudah sempurna, sudah baik.

Saya cuma belajar menuliskan sedikit rhema yang datang saat saya membaca Alkitab. Tapi pasti Tuhan atau Roh Kudus yang menuntun saya menulis dengan perumpamaan atau analogi seperti di atas.

Itu juga menjadi pembelajaran bagi saya.

Ohya btw, seperti apa sih biji sesawi (mustard seed) kalau tumbuh ?



Hmmm… lumayan ya.

Yuk, terlepas seberapa besar akan tumbuh biji itu. Ayo kita mulai menanam biji – biji sesawi di dalam diri kita.

Semoga Tuhan memberkati, Tuhan memberikan pertumbuhan.

Amin

Quote of the week

“Berbahagialah orang yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan yang merenungkan taurat itu siang dan malam.”

~ Mazmur 1

Designed with WordPress

Eksplorasi konten lain dari Kucinta Alkitabku

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca