Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Tag: Leadership

  • “Go for Extra Mile” – is Jesus’ words

    “Go for Extra Mile” – is Jesus’ words

    Luar biasa Firman Tuhan pagi ini.

    Injil Matius 5 dan 6, saya selalu suka saat membaca kedua pasal ini. Senantiasa menginspirasi dan memotivasi saya. Dan senantiasa saya gunakan saat saya memberi motivasi teman-teman saya.

    Dua pasal ini saya baru menyadari bahwa Tuhan Yesus adalah Champion of The Champion (walaupun itu terlalu kecil bagiNya). Namun Ia mengajarkan untuk selalu memberikan yang Terbaik. The best ! Bahkan The EXTREME BEST !!!

    Tidak hanya mengajarkan kita untuk melakukan sesuai yang dituliskan namun lebih dari itu.

    Wow, Praise The Lord.

    Apakah kita sudah senantiasa melakukan yang terbaik? Above the expectations ? Kepada pasangan kita, anak-anak dan keluarga kita, pekerjaan kita, bahkan kepada orang-orang yang berhubungan dengan kita.

    Masih merinding rasanya saat saya menuliskan artikel ini.

    Ayo, mari, kita berikan terbaik yang kita bisa, niscaya janji-janji Tuhan akan terjadi dalam hidup kita.

    Anda Janji ?

    Yuk…

  • Belajar meniti karir dari Alkitab

    Bible is a business book, bible is a book for everything, about everything.

    Hari ini membaca Matius pasal 3 dan 4, yang kalau boleh dianalogikan sebagai permulaan karir Tuhan Yesus.

    Inilah yang Tuhan Yesus alami atau lakukan :

    1. Dibaptis air dan roh kudus.
    2. Menjalani puasa fisik dan mental.
    3. Mulai berkotbah sendiri.
    4. Merekrut murid-murid
    5. Mengajar, memberitakan Injil, dan menyembuhkan orang sakit.

    Jika saya konversi ke versi karir :

    1. Membangun hubungan dengan Tuhan.
    2. Membangun karakter, nilai/value – Mengalahkan ego diri sendiri (self management).
    3. Mulai dari yang ada (diri kita sendiri dahulu).
    4. Membangun tim, mempersiapkan regenerasi.
    5. Memperluas cakupan layanan.

    Mohon maaf saya kesulitan memformulasikan dengan baik. Hati saya berpikir seperti itu, bahwa Tuhan Yesus juga meniti tangga karir (kalau kita melihatNya sebagai figur yang sukses).

    Yesus menjalani setiap tahapannya. Mulai dari hal kecil sampai akhirnya orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.

    Memiliki visi Tuhan, itu adalah dasarnya.

  • Learn to be like God

    Nahum

    Apakah ada yang pernah membaca kitab Nahum ?

    Membacanya dengan penuh kesadaran ?

    Salut buat yang sudah pernah, apalagi yang sudah sering.

    Kitab Nahum itu sesudah Mikha. Nah kitab Mikha sesudah Yunus. Kalau kitab Yunus sudah banyak yang tahu ceritanya. Coba baca cerita lucu Yunus di tulisan saya sebelumnya deh.

    Saya suka membaca, salah satu topik bacaan kesukaan saya adalah leadership atau kepemimpinan. Itu karena saya selalu penasaran, saya selalu merasa kurang dalam cara-cara saya memimpin di kehidupan sehari-hari. Saya ingin menjadi pemimpin yang keren. Sampai tahun yang lalu saat saya meniatkan diri untuk pertama kali membaca Alkitab sampai selesai. Ternyata banyak sekali ilmu-ilmu kepemimpinan di dalamnya. Banyak sekali kisah kepemimpinan yang dilakukan oleh para Nabi dan Raja Israel (bisa dilihat dari tulisan-tulisan saya di awal 2017).

    Namun beberapa minggu terakhir saya menemukan hal baru yang luar biasa. Seharusnya figur utama yang saya contoh adalah Tuhan Allah Bapa sendiri. Dialah sumber segala sesuatu, bahkan sumber inspirasi. Karena Tuhan sendirilah yang memimpin bangsa Israel melalui Nabi dan Raja, walaupun seringkali para Raja tersebut tidak taat (sama dengan di pekerjaan kita kan).

    Hari ini pelajaran dari Tuhan ada 2. Sebagai seorang pemimpin :

    1. Pasal 1: 1a -> Tuhan itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah.
    2. Pasal 1:7-8a -> Tuhan itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya dan menyebrangkan mereka pada waktu banjir.

    Apakah saya sudah seperti itu? Tentunya masih jauh. Namun saya jadi tahu mana yang benar dan mana yang seharusnya saya lakukan.

    Belajar untuk menjadi pemimpin yang baik seperti Allah Bapa sendiri.

    Mari bacalah Alkitab anda untuk menggali lebih dalam bukan hanya ilmu kepemimpinan namun ilmu-ilmu kehidupan yang akan menuntun kita mendapatkan kebahagiaan dan damai sejahtera seumur hidup kita.

  • Perlindungan Tuhan dan Peran Seorang Pemimpin

    Amos 1-3

    Perlindungan Tuhan luar biasa. Lihatlah bagaimana Tuhan menghukum bangsa-bangsa lain karena perbuatan jahat mereka kepada Israel.

    Uniknya adalah bukan hanya penduduk bangsa tersebut yang dihukum namun terutama Tuhan akan menghukum raja-raja atau penguasanya. Bukan hanya rajanya namun seisi rumahnya.

    Disini Tuhan mengajarkan bahwa seorang Leader itu sangat penting perannya.

    Bila pemimpinnya tidak hidup takut akan Tuhan, maka seluruh isi rumahnya dan bahkan orang-orang yang dipimpinnya akan juga jatuh ke dalam dosa.

    Namun hukuman-hukuman tersebut bukan hanya kepada bangsa-bangsa lain, hukuman tersebut juga menimpa Israel, menimpa Yehuda.

    Maka berhati-hatilah kita yang berperan sebagai pemimpin. Dimanapun kita berada dan apapun posisinya. Berhati-hatilah pula kita yang mengaku Kristiani, mengaku anak Tuhan. Karena Tuhan itu selain kesetiaanNya juga keadilanNya tak terhingga. Bukan lantas anak Tuhan bisa berbuat seenaknya.

    Jadi, Jika ingin pekerjaan kita maju, usaha kita maju maka hiduplah takut akan Tuhan, minimal kita terhindar dari kehancuran karena penghukuman Tuhan.

  • Fearness of a Leader – Ketakutan Seorang Pemimpin

    Joshua 7 – 9
    Seorang pemimpin, seberapa hebatnya ia, sekuat apapun ia pasti pernah memiliki rasa takut, rasa khawatir saat menjalankan misinya. Begitu pula Joshua, walaupun ia seorang yang diberkati oleh Tuhan tetap saja ia seorang manusia, ia pun memiliki rasa takut.

    Ay.4 – Setelah pasukan Israel (3000 orang) dipukul mundur oleh Bangsa Ai. Mereka menjadi tawar hati, putus asa, merasa tidak memiliki harapan. Begitu pula Joshua, tiba-tiba ia merasa takut. Takut kalau-kalau kekalahan dari Bangsa Ai ini terdengar oleh Bangsa-bangsa lain di Kanaan maka mereka dengan mudah membinasakan Israel. Joshua merasa gentar dan tidak percaya akan kekalahan itu.

    Namun mari kita lihat sikap Joshua : Ay.6 – Ia mengoyakkan pakaiannya, sujud dengan muka sampai ke tanah di depan tabut Tuhan sampai petang. Ditengah kondisi itu ia tidak lantas berdiam diri mengeluh, bersedih hati, depresi, ia justru berlari menghadap Tuhan, Ia mengadu ke Tuhan. Dan lihatlah… Tuhan memberikan jalan keluar akan masalahanya.

    Seringkali kita saat menghadapi pergumulan kita sibuk sendiri, pusing sendiri, sakit kepala, gastritis/sakit maag, stress. Kita tidak berlari menghadap/mengadu kepada Tuhan. 

    Atau mungkin kita sudah mengadu kepada Tuhan tapi kita tidak mendapatkan jalan keluarnya. Kalau itu yang terjadi mari kita introspeksi, apakah kita tidak tuli/buta rohani? Apalagi itu tuli/buta rohani? Artinya kita yang tidak dapat mengenali suara Tuhan / tidak dapat melihat/mengenali jalan Tuhan.

    Bagaimana cara mengatasinya ? Membangun hubungan intim dengan Tuhan.(titik) Dan itu adalah PR kita sebelum kita menghadapi pergumulan.

    Rhema hari ini adalah :

    1. Saat menghadapi pergumulan, selalu berlari menghadap Tuhan.
    2. Bangun hubungan dengan Tuhan setiap saat, di setiap aktivitas agar kita mengenal suaraNya, mengenal jalanNya untuk kita.

    God Bless You.

    #iLoveMyBible

  • Hari ke-22 : 6 Leadership Lessons from Moses

    Keluaran 16 – 18

    Pada fase awal setelah bangsa Israel menyeberangi Laut Teberau ada beberapa peristiwa yang bisa kita jadikan pembelajaran terutama pelajaran Kepemimpinan (Leadership).

    Ada 6 pelajaran yang saya tangkap dari ketiga pasal ini :

    1. Seorang pemimpin harus dapat menerjemahkan visi menjadi teknik-teknik/implementasi.

    Pada kisah tentang Manna, Musa memberikan instruksi-instruksi menindaklanjuti perintah Tuhan. Seringkali di dalam pekerjaan kita tidak diberikan detil apa yang harus kita kerjakan. Jika kita ingin berhasil maka tugas kitalah menterjemahkan visi menjadi misi, dan misi menjadi strategi-strategi, program kerja, untuk menjalankan misi dan mewujudkan visi tersebut. Milikilah visi Tuhan dalam kehidupan kita.

    2. Seorang pemimpin memerlukan seorang Mentor.

    Musa walaupun dibesarkan dalam keluarga Kerajaan Mesir tidak lantas menguasai ilmu kepemimpinan. Apalagi yang berhubungan dengan hal-hal supranatural dalam memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir dan melintasi padang gurun. Dalam segala pergumulannya ia senantiasa mencari Tuhan yang juga senantiasa memberikan pertolongan memberikan solusi dan jalan keluar. Marilah kita juga meniru Musa yang menempatkan Tuhan sebagai mentor di dalam setiap pergumulan di hidup kita.

    3. Seorang pemimpin pasti akan menghadapi penolakan-penolakan.

    Bukan cuma sekali Musa menghadapi penolakan. Bukan hanya dari Firaun melainkan juga dari bangsa Israel sendiri. Setiap orang yang ingin sukses apalagi yang saat ini menjadi pemimpin baik formal maupun informal harus siap menghadapi penolakan. Senantiasa percaya akan visi Tuhan dalam hidup kita akan membuat kita kuat bertahan menghadapi setiap penolakan itu.

    4. Seorang pemimpin adalah representatif tim yang dipimpinnya.

    Seorang pemimpin adalah juga perwakilan timnya. Musa senantiasa mewakili bangsa Israel untuk berbicara kepada Tuhan. Musa yang menghadap Tuhan jika bangsa Israel menghadapi pergumulan. Melalui Musa jugalah Tuhan berbicara kepada bangsa Israel. Sebagai pemimpin kita mempunyai tanggung jawab yang sama seperti Musa.

    5. Seorang pemimpin harus dapat mengorganisasikan dan mendelegasikan pekerjaan-pekerjaannya ke timnya.

    Lihatlah pesan Yitro mertua Musa, bahwa tidak mungkin segala sesuatunya diselesaikan oleh Musa, sang pemimpin. Ia menyarankan Musa untuk menunjuk perwakilan-perwakilan yang akan mengerjakan tugasnya di level bawah. Demikian pula kita sebagai pemimpin juga harus dapat membagi peran/tugas, mendelegasikan kepada anggota tim. Agar strategi yang telah ditetapkan dapat diselesaikan dengan baik.

    6. Tugas utama seorang pemimpin adalah Directing dan Coaching.

    Setelah membagi tugas, maka seorang pemimpin harus mengarahkan dan mementori timnya. Agar mereka dapat mengerjakan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

    Itulah yang saya dapatkan saat membaca ketiga pasal ini. Sungguh luar biasa Alkitab ini, Amazing Book ! Ayo, mari tingkatkan semangat untuk membaca Alkitab setiap hari.

    #iLoveMyBible