Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Tag: renungan harian

  • Renungan Alkitab : Yehezkiel 16 – Allah ingin kita hidup

    Renungan Alkitab : Yehezkiel 16 – Allah ingin kita hidup

    Judul dari pasal ini adalah Yerusalem yang tidak setia dengan sub judul Allah memungut Israel menjadi isteriNya.

    Membaca dan merenungkan pasal ini membuat pikiran dan hati bergejolak. Mengapa ilustrasi isteri di pasal ini begitu jahat, sementara Tuhan sudah begitu baik kepadanya. Kekejian yang dibuatnya bahkan seperti dorongan impulsif, seperti sakit jiwanya.

    Berikut ayat rhema yang akan menjadi bahan renungan:

    Yehezkiel 16:6 TB
    [6] Maka Aku lalu dari situ dan Kulihat engkau menendang-nendang dengan kakimu sambil berlumuran darah dan Aku berkata kepadamu dalam keadaan berlumuran darah itu: Engkau harus hidup

    https://bible.com/bible/306/ezk.16.6.TB

    Tuhan menginginkan kita hidup, jangan sampai mati dalam kegelapan.

    Kondisi Israel pada saat ditemukan Tuhan diilustrasikan seperti bayi yang baru lahir dan dibuang di ladang, sendirian dalam kondisi masih berlumur darah, tali pusat belum terpotong, bahkan tidak dibedong dengan kain alis telanjang dan pasti kedinginan. Kelahirannya seperti tidak diinginkan, dibuang di ladang seperti sampah dan diharapkan supaya mati.

    Kita masing-masing di saat bertemu dengan Tuhan dengan kacamata spiritual dalam kondisi yang mengenaskan, yang jika tidak ditolong sudah pasti akan mati sendirian. Penuh darah artinya diri kita penuh dengan kenajisan. Sehingga bertemu dengan Tuhan dan diselamatkan membuat kita dibersihkan dari kenajisan itu.

    Tuhan telah menyelamatkan kita dari kematian. Dibuang di ladang, tanpa diberikan kain pembungkus bagi bayi baru lahir akan membuat bayi tersebut kedinginan atau hipotermia. Dan jika tidak segera dihangatkan maka resikonya adalah mati.

    Hal ini menyadarkan saya bahwa saya begitu beruntung sekaligus saya merasa bahwa sesungguhnya saya itu tidak layak dan pantas saat ditemukan Tuhan. Jika Tuhan tidak menemukan saya maka saya pasti akan mati.

    Tuhan tidak ingin kita mati, Tuhan sangat mengasihi kita dan ingin kita hidup. Jangan sampai kita terbuang, terhilang dan mati dalam kesendirian dan kegelapan.

    Ada 3 poin yang dapat menjadi bahan renungan kita bersama:

    1. Bukan kita yang mencari Tuhan, namun Tuhanlah yang menemukan kita.
    2. Kita ditemukan dalam kondisi sendirian, najis dan hampir mati.
    3. Tuhan ingin kita hidup.

    Oleh karena itu janganlah kita sia-siakan keselamatan yang sudah kita dapatkan dengan cuma-cuma. Kita ditemukan dalam kondisi masih bayi, artinya dalam kondisi tidak berdaya dan tidak ada satupun yang kita lakukan sebelumnya sehingga menjadikan kita layak untuk mendapatkan keselamatan, kita masih bayi – apalah yang bisa dilakukan seorang bayi.

    Kita bangun hidup kita, kehidupan kita menjadi pribadi-pribadi yang senantiasa berkenan bagi Allah. Bukan berusaha menjadi anak yang baik, namun sudah seharusnyalah kita menjadi anak yang baik.

    Sudah sewajarnya kita menghormati, mengasihi, dan mencintai pribadi yang menyelamatkan kita, yang mengangkat kita dari kesendirian, kedinginan, kenajisan, dan hampir mati sehingga kita tetap hidup dalam perlindunganNya.

    Doa:

    Ya Tuhan terimakasih sudah memberikan kami pengertian, mengapa kami harus mengasihiMu. Karena Engkau Allah yang telah menyelamatkan hidup kami.

    Amen.

    Image by v.ivash on Freepik

  • Renungan Alkitab : Yehezkiel 15 – Berguna di pandangan Allah

    Renungan Alkitab : Yehezkiel 15 – Berguna di pandangan Allah

    Pasal ini berkisah tentang kayu anggur yang tidak berguna, atau menurut pandangan Tuhan pada waktu berbicara kepada Yehezkiel, tidak berguna. Lalu apa yang terjadi dengan kayu anggur itu?

    Yehezkiel 15:6 TB
    [6] Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan Allah: Seperti kayu anggur di antara kayu-kayu di hutan, yang Kulemparkan ke dalam api untuk dibakar, begitulah Aku lakukan terhadap penduduk Yerusalem.

    https://bible.com/bible/306/ezk.15.6.TB

    Rhema pagi ini adalah berguna di pandangan Allah.

    Manusia, atau segala makhluk di dunia ini diciptakan Tuhan pasti dengan maksud dan tujuan. Masing-masing memiliki peran dan tujuan dalam hidupnya.

    Begitu pula kita masing-masing, setiap orang memiliki maksud dan tujuan dari Tuhan di dalam hidupnya. Namun seringkali kita tidak mengerti tentang tujuan Tuhan akan hidup kita dan tidak tahu harus bagaimana.

    Yang pertama-tama tentunya yang Tuhan inginkan sesuai dengan konteks di kitab Yehezkiel adalah hidup benar, jangan sampai ada Allah lain di hidup kita, dan tentunya merenungkan serta melaksanakan firman Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari. Sepertinya tidak terlihat terlalu berguna ya? Ya memang seperti tidak berguna karena mengerjakan untuk diri sendiri. Namun ini jistru yang penting sebagai fondasi, bagaimana agar kita mengenal dan memiliki sudut atau cara pandang Allah.

    Baru kemudian bagaimana kita mengaplikasikan firman Tuhan itu dalam kehidupan sehari-hari itulah yang Tuhan harapkan. Ini juga sangat penting karena diri kita adalah model dari anak-anak Allah. Dan bagaimana kita hidup akan menjadi contoh bagi orang di sekitar kita.

    Dan yang ketiga adalah mengerjakan panggilan Tuhan. Tuhan membekali diri kita dengan karunia-karunia, talenta-talenta. Ada yang sudah kita sadari, namun ada juga yang belum kita sadari. Panggilan Tuhan itu adalah Amanat Agung, dimana Tuhan meminta kita untuk menjadikan seluruh bangsa muridNya, untuk mengikut Tuhan.

    Bangsa Israel waktu itu di zaman Yehezkiel sangat melukai hati Tuhan, sehingga Tuhan mengumpamakan mereka seperti kayu anggur.

    Mengapa Tuhan menyebutkan kayu anggur itu tidak berguna? Mengapa kayu anggur? Bukankah banyak kayu-kayu lain yang kalau kita pikirkan juga tidak banyak digunakan untuk dijadikan sesuatu hal yang berguna sehingga akhirnya juga menjadi kayu api. Ada apa dengan kayu anggur?

    Bukankah selama menjadi pohon ia sudah mengerjakan tugasnya dengan baik menyalurkan makanan dari akar ke daun-daun seperti layaknya pohon-pohon yang lain?

    Sepertinya Tuhan ingin kita tidak jadi yang biasa-biasa saja, yang main aman. Tuhan ingin kita bergerak, ingin kita aktif bukan hanya untuk sekedar pribadi atau keluarga kita, namun juga keluar dari lingkaran keluarga, memiliki hati untuk orang lain. Dan saya membayangkan bagaimana bangganya Tuhan atas kita.

    Tokoh-tokoh yang namanya diceritakan tentunya adalah tokoh-tokoh yang melakukan extra miles, bukan rutinitas ibadah seperti kebanyakan orang yahudi atau israel lainnya. Mereka keluar dari batas lingkaran keluarga mereka.

    Waktunya kita refleksi diri, apakah selama ini saya hanya menjalankan ritual keagamaan saja? Atau malah ritual saja tidak?

    Ayo, kita bergerak, tanya pada Tuhan apa yang bisa saya lakukan untukMu ya Tuhan, atas namaMu bagi orang lain?

    Amen

    Image by rawpixel.com on Freepik

  • Renungan Alkitab : Yehezkiel 14 – Berkat Keluputan

    Renungan Alkitab : Yehezkiel 14 – Berkat Keluputan

    Mengikut Tuhan dengan taat dan setia membawa berkat keluputan atas bencana yang terjadi di sekitar kita.

    Mari kita membaca dan merenungkan Kitab Yehezkiel 14: 12-23

    Yang menjadi ayat rhema kita adalah:

    Yehezkiel 14:22-23 TB
    [22] Tetapi sungguh, akan tertinggal di sana orang yang terluput, yang mengiring ke luar anak-anak lelaki dan perempuan; lihat,
    mereka akan datang kepadamu dan kamu akan melihat tingkah laku mereka dan
    kamu akan merasa terhibur tentang malapetaka yang Kudatangkan atas Yerusalem, ya tentang segala-galanya yang Kudatangkan atasnya.
    [23] Mereka akan menghibur kamu, kalau kamu melihat tingkah lakunya, dan kamu akan mengetahui bahwa bukan tanpa alasan Kuperbuat segala sesuatu yang Kuperbuat atas Yerusalem, demikianlah firman Tuhan Allah.”

    https://bible.com/bible/306/ezk.14.22-23.TB

    Pada bagian ini, Tuhan menyampaikan bencana yang akan didatangkan Tuhan bila Israel tidak bertobat. Bencana tersebut adalah: kelaparan, wabah sampar, binatang buas, dan bisa juga pedang.

    Penekanan Tuhan kepada Yehezkiel bukanlah bencana hebat yang akan mematikan baik manusia dan binatang yang tidak mungkin terhindarkan. Namun lebih kepada siapa yang akan diluputkan.

    Jika suatu bangsa tidak bertobat maka seluruhnya akan musnah walaupun ada orang-orang yang hidupnya taat dan setia pada Tuhan di bangsa itu (dicontohkan Nuh, Ayub, dan Daniel) bukan berarti akan menyelamatkan seluruh bangsa, termasuk juga keluarga mereka, anak, istri akan binasa jika mereka tidak bertobat dan berbalik kepada Tuhan.

    Dan di bagian terakhir Tuhan juga menyampaikan bahwa orang-orang yang diluputkan Tuhan akan datang menghibur mereka, dan akhirnya mereka bisa sadar bagaimana sikap hati orang-orang yang hidupnya berkenan bagi Tuhan yang mendapatkan berkat keluputan.

    Ayo bertobat, ayo kita lebih serius lagi membangun hidup kita. Tidak ada kata terlambat. Agar hidup kita damai sejahtera.

    Amen

    Image by jcomp on Freepik

  • Renungan Alkitab : Yehezkiel 14 – Ada Allah lain di hati kita

    Renungan Alkitab : Yehezkiel 14 – Ada Allah lain di hati kita

    Tanpa kita sadari, dan seringkali kita sangkali ternyata ada Allah lain di hati kita. Yang bahkan membuat kita menyangkali, membuat Tuhan bukan menjadi prioritas pertama dan utama.

    Apa firman Tuhan yang disampaikan melalui Yehezkiel bagi hati-hati yang menyimpan berhala/ Allah lain di dalamnya?

    Yehezkiel 14:4 TB
    [4] Oleh sebab itu berbicaralah kepada mereka dan katakan:

    Beginilah firman Tuhan Allah:
    Setiap orang dari kaum Israel yang menjunjung berhala-berhalanya dalam hatinya dan menempatkan di hadapannya batu sandungan yang menjatuhkannya ke dalam kesalahan, lalu datang menemui nabi – Aku, Tuhan sendiri akan menjawab dia oleh karena berhala-berhalanya yang banyak itu,

    https://bible.com/bible/306/ezk.14.4.TB

    Tuhan sendiri yang akan meresponi diri kita.

    Perintah Tuhan adalah:

    Yehezkiel 14:6 TB
    [6] Oleh karena itu katakanlah kepada kaum Israel:

    Beginilah firman Tuhan Allah:

    Bertobatlah dan
    berpalinglah dari berhala-berhalamu dan
    palingkanlah mukamu dari segala perbuatan-perbuatanmu yang keji.

    https://bible.com/bible/306/ezk.14.6.TB

    Ada 3 hal:

    1. Bertobatlah. Meminta ampun kepada Tuhan atas kesalahan kita karena menyimpan dan mengutamakan berhala kita daripada Allah.
    2. Berpalinglah dari berhala-berhala. Singkirkan dari sekitar kita, yang bisa kita akses. Buanglah sejauh-jauhnya.
    3. Berpaling dari perbuatan yang melukai hati Tuhan. Jangan lagi melakukan perbuatan-perbuatan, sikap hati, dan respon hati.

    Apa yang akan terjadi jika kita tidak bertobat?

    Yehezkiel 14:8 TB
    [8] Aku sendiri akan menentang orang itu dan Aku akan membuat dia menjadi lambang dan kiasan dan melenyapkannya dari tengah-tengah umat-Ku. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan.

    https://bible.com/bible/306/ezk.14.8.TB

    Kebinasaan dan tanpa penyertaan Tuhan. Bagi orang-orang percaya, binasa dan hidup tanpa penyertaan Tuhan seharusnya merupakan hal yang paling ditakuti. Namun seringkali kita tidak memikirkan apalagi dengan sadar merencanakan dan menetapkan hal-hal yang harus dihindari, ditolak agar kita jangan sampai binasa.

    Mari kita berdoa, meminta Tuhan menyelidiki hati kita, dan meminta kepekaan agar dapat mendengar tuntunan Roh Kudus jika memang ada Allah lain di hati kita. Dan jika memang ada, janganlah disangkali dulu, berdoalah jika memang itu adalah Allah lain, mintalah tuntunan apa yang harus kita lakukan. Atau bila sulit, kita bisa diskusi dengan pemimpin rohani kita (mendatangi nabi seperti firman Tuhan diatas), maka Tuhan akan berbicara sendiri kepada kita.

    Doa:

    Ya Tuhan, kami mau bertobat, kami mau lepaskan berhala-berhala di hati kita, kami mau berpaling dari perbuatan-perbuatan kami yang mendukakan hatiMu.

    Bantulah dan tuntun kami ya Tuhan.

    Amen

    Image by wirestock on Freepik

  • Renungan Alkitab: Yehezkiel 11 – Jangan coba-coba

    Renungan Alkitab: Yehezkiel 11 – Jangan coba-coba

    Jangan coba-coba dengan Tuhan, jangan macam-macam. Senangkanlah hati Tuhan agar hidup kita tenang.

    Yehezkiel 11 bercerita tentang hukuman Tuhan kepada pemimpin Israel yang hidupnya jahat terhadap bangsanya sendiri.

    Mereka merancang dan menaburkan benih kejahatan di kota dan mengambil keuntungan dari kota mereka sendiri.

    Tuhan tidak rela bangsanya rusak, sehingga Tuhan akhirnya menghukum 25 pemimpin Israel.

    Yehezkiel 11:12 TB
    [12] Dan kamu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, karena kelakuanmu tidak selaras dengan ketetapan-ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku tidak kamu lakukan; bahkan engkau melakukan peraturan-peraturan bangsa-bangsa yang di sekitarmu.”

    https://bible.com/bible/306/ezk.11.12.TB

    Mari kita semua kembali kepada firman Tuhan. Hidup benar sesuai firman Tuhan, dan bukan hanya itu dengan memberikan diri untuk melayani dan bekerja bagi Tuhan.

    Bertobatlah!

    Layanilah Tuhan dengan penuh sukacita!

    Maka jauhlah hukuman Tuhan atas kita, melainkan pemeliharaan dan kasih karunia yang melimpah di hidup kita.

    Doa:

    Ya Tuhan, saya mau fokus untuk membangun hidup yang menyenangkan hatiMu, yang sesuai dengan firmanMu.

    Tuntun saya ya Tuhan, karena saya sadar itu tidaklah sesederhana itu. Berikan saya karunia-karunia yang akan menjadi alat untuk menjalankan panggilanMu ya Tuhan.

    Dalam nama Tuhan Yesus. Amen

  • Renungan Alkitab : Yehezkiel 10 – Hanya satu yang kutahu dan kukenal.

    Renungan Alkitab : Yehezkiel 10 – Hanya satu yang kutahu dan kukenal.

    Seringkali pada saat kita diundang ke tempat yang baru, misalkan ke suatu acara yang dihadiri banyak orang, maka secara naluri kita akan mencari seseorang yang familiar bagi kita.

    Nanti saat kita diundang pulang ke rumah Bapa, kita akan melihat begitu banyak orang lain, dan mungkin juga kerub-kerub yang diceritakan pada pasal ini. Mungkin saja kita bingung (saya tidak tahu apakah masih ada perasaan bingung di sana). Namun yang pasti kita akan merasa tenang dan sukacita saat kita mendengar suara Bapa.

    Yehezkiel 10:1-2 TB
    [1]  Lalu aku melihat, sungguh, di atas cakrawala yang di atas kepala kerub tampak di atas mereka sesuatu yang menyerupai takhta, yang seperti permata lazurit kelihatannya. [
    2]  Maka Ia berkata kepada orang yang berpakaian lenan itu: ”Masuklah ke bawah kerub dari antara roda-rodanya dan penuhilah rangkup tanganmu dengan bara api dari tengah-tengah kerub itu dan hamburkan ke atas kota itu.” Lalu aku melihat dia masuk.

    https://bible.com/bible/306/ezk.10.1-2.TB

    Membayangkan ilustrasi yang disampaikan tentang kerub, kemudian apa yang mereka lakukan dan peristiwa yang disampaikan pada pasal 10 ini cukup membingungkan buat saya. Membuat saya akhirnya bertanya kepada Tuhan, “Tuhan saya bingung, ada apa dengan kerub-kerub ini dan roda-rodanya? Siapa mereka dan buat apa mereka?”. Pikiran dan hati saya menjadi gusar.

    Namun Tuhan menjawab saya dengan lembut, agar saya tidak terlalu pusing memikirkan ilustrasi itu. Fokuslah padaKu. Dan seketika itu saya merasa tenang, saya fokus menelusuri apa yang Tuhan katakan, dan apa yang Tuhan lakukan, bukan kerub-kerub itu.

    Di dalam dunia ini, terutama di masa sekarang ada begitu banyak distraksi. Hal-hal yang membuat kita terpana, heran dengan berbagai macam bentuk dan hal-hal luar biasa di mata kita. Namun ternyata itu semua membuat pikiran kita penuh dan hati kita menjadi gusar. Kusut karena terlalu banyak sehingga sulit kita cerna.

    Hanya Tuhan dan perkataanNya yang membuat hati dan pikiran kita tenang serta damai. Ia hidup dan firmanNya pun hidup dan sanggup menenangkan pikiran kita yang kusut, menenangkan hati kita yang panas dan gusar karena begitu banyak hal yang masuk dan sepertinya harus kita lakukan, kita cemas kalau kita tidak memiliki, tidak bisa atau tidak menjadi seperti yang kita lihat.

    Di tengah segala kekusutan, dan seperti ketidakpastian akan masa depan, maka kehadiran pribadi Allah, suaraNya akan membuat semuanya tenang. Akan membuat semuanya terasa seperti akan baik-baik saja. Dan itu bukan hanya perasaan saja karena kalau benar-benar kita mendengar dan melakukan apa yang Tuhan minta dan kita selalu fokus mencari Tuhan, maka benar-benar kita akan bisa menghadapi segala hal yang jadi masalah atau pergumulan bagi kita.

    Kembalilah, berbaliklah kepada Tuhan jika saat ini jalan yang anda lalui menjauh daripadaNya. Semakin jauh, semakin susahlah hati anda. Saat dekat dengan Tuhan maka kita akan melihat jalan-jalan yang terbuka dari setiap pergumulan yang sedang kita hadapi.

    Doa:

    Ya Tuhan, disaat kami bingung, disaat pikiran kami kusut karena kami terdistraksi oleh berbagai macam hal dan sulit berpaling kembali, tolong jemput kami ya Tuhan. Tolong tarik tangan kami ya Tuhan.

    Jangan biarkan kami tersedot ke dalam rancangan tipu daya dunia, yang membawa kami ke dalam kekelaman.

    Ya Tuhan, hadirlah selalu dalam hati kami. Dan biarlah perkataanMu yang mendominasi, menguasai pikiran dan hati kami. Kami mau menundukkan hati kami, pikiran kami mau kami letakkan di bawah kakiMu. Ambil kendali ini ya Tuhan, bawalah kami kemana Engkau mau, kami mau turut dan taat.

    Amen

  • Renungan Alkitab : Yehezkiel 9 – Keselamatan bagi yang berjuang untuk keselamatan jiwa-jiwa

    Renungan Alkitab : Yehezkiel 9 – Keselamatan bagi yang berjuang untuk keselamatan jiwa-jiwa

    Tuhan menyayangkan nyawa orang-orang yang selalu berdoa, selalu berjuang bagi keselamatan jiwa-jiwa.

    Walaupun murka Tuhan begitu besar karena kekejian yang dilakukan bangsa Israel kepadaNya, tetap Tuhan menyelamatkan orang-orang yang setia kepadaNya.

    Yehezkiel 9:4, 6 TB
    [4] Firman Tuhan kepadanya:

    ”Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana.”

    [6] Orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuh dan musnahkan!

    Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf T itu, jangan singgung!

    Dan mulailah dari tempat kudus-Ku!”

    Lalu mereka mulai dengan tua-tua yang berada di hadapan Bait Suci.

    https://bible.com/bible/306/ezk.9.4-6.TB

    Ditengah kondisi bangsa Israel yang busuk, ternyata masih ada orang-orang yang setia kepada Tuhan.

    Mereka berkeluh kesah, bukan kemana-mana namun kepada Tuhan. Mereka curhat, mereka meminta pertolongan, mereka meminta pemulihan atas bangsa Israel yang semakin bobrok.

    Dan Tuhan melihat mereka, memberi tanda pada mereka agar mereka selamat di saat hukuman Tuhan turun atas bangsa Israel.

    Tanda huruf T seperti tanda yang diberikan dengan abu di perayaan hari rabu abu. Namun tanda hanyalah tanda, yang terpenting adalah makna dibalik tanda tersebut. Pada rabu abu, tanda abu tersebut dimaksudkan sebagai pengingat bahwa yang bersangkutan sedang menjalani pertobatan.

    Namun dari firman ini kita mendapatkan makna yang lebih luas. Tanda ini diberikan kepada orang-orang yang hidup benar dan merindukan ada pertobatan dari orang-orang lain di sekitarnya, dari bangsanya. Jadi bukan hanya tentang dirinya lagi, namun sudah tentang orang lain.

    Orang-orang ini sudah memiliki hati seperti hati Tuhan, yang merindukan keselamatan jiwa-jiwa. Sungguh luar biasa.

    Pelajaran buat kita yang hidup di masa sekarang, mari kita miliki kerinduan yang sama, akan keselamatan jiwa-jiwa. Dunia semakin bobrok, semakin rusak, dan itu semua adalah tanda-tanda akhir zaman.

    Mari kita mengasihi Tuhan dengan mengasihi mereka yang terhilang.

    Amen

    Image by mdjaff on Freepik

  • Renungan Alkitab : Yehezkiel 8 – Jangan selingkuh

    Renungan Alkitab : Yehezkiel 8 – Jangan selingkuh

    Tidak ada seorangpun yang terima bila diselingkuhi, apalagi Allah.

    Allah kita adalah Allah yang cemburu. Kita adalah mempelainya. Jangan sempat terlintas dalam hati kita agar murka Allah jangan turun atas kita.

    Yehezkiel 8:6 TB
    [6] Firman-Nya kepadaku:
    ”Hai anak manusia, kaulihatkah apa yang mereka perbuat,

    yaitu

    perbuatan-perbuatan kekejian yang besar-besar, yang dilakukan oleh kaum Israel di sini,

    sehingga Aku harus menjauhkan diri dari tempat kudus-Ku?

    Engkau masih akan melihat perbuatan-perbuatan kekejian yang lebih besar lagi.”

    https://bible.com/bible/306/ezk.8.6.TB

    Bertobatlah.

    Kembalilah kepada Tuhan agar perlindungan Tuhan senantiasa ada atas kita.

    Pasti bangsa Israel menjadi-jadi, apa yang mereka lakukan, menggulung semakin besar dan semakin keji di mata Tuhan.

    Doa:

    Ya Tuhan, ampuni kami jika tanpa sadar kami menghambakan diri pada sesuatu yang lain selain Engkau.

    Bahkan kami menolak setiap peringatan agar kami berbalik.

    Kasihanilah kami mempelaiMu yang bodoh ini ya Tuhan.

    Jangan sampai kami jatuh apalagi sampai terhilang dari hadapanMu pasti kami binasa.

    Kami mengasihiMu ya Tuhan.

    Amin

  • Renungan Yehezkiel 7 – Allah murka akan Israel

    Renungan Yehezkiel 7 – Allah murka akan Israel

    Sungguh ngeri membayangkan begitu murkanya Allah kepada bangsa Israel.

    Yehezkiel 7:2-4 TB
    ”Engkau, anak manusia, katakanlah:

    Beginilah firman Tuhan Allah kepada tanah Israel:

    Berakhir!
    Berakhirlah keempat penjuru tanah itu.

    Kini kesudahanmu tiba dan Aku akan mencurahkan murka-Ku atasmu dan Aku akan menghakimi engkau selaras dengan tingkah lakumu dan Aku akan membalaskan kepadamu segala perbuatanmu yang keji.

    Aku tidak akan merasa sayang kepadamu dan tidak akan kenal belas kasihan, tetapi Aku akan membalaskan kepadamu selaras dengan tingkah lakumu dan perbuatan-perbuatanmu yang keji akan tertimpa atasmu.

    Maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan.

    https://bible.com/bible/306/ezk.7.2-4.TB

    Begitu marahnya Tuhan, bahkan di ayat-ayat selanjutnya seperti tidak ada tempat yang bisa dijadikan tempat bersembunyi. Bahkan teriakan minta tolong kepada Tuhan juga tidak akan diresponi Tuhan.

    Apa yang telah dilakukan Israel sehingga membuat Allah sampai murka. Pasti sudah sangat keterlaluan sampai itu terjadi.

    Bisakah kita membayangkan bencana demi bencana silih berganti menimpa kita? Bahkan harapan pun tidak dapat menolong kita.

    Doa:

    Ya Tuhan, jika ada yang kami lakukan mendukakan hati ampunilah kami ya Tuhan.

    Kami menyayangiMu, kami mencintaiMu. Maafkan kami bila kami salah ya Tuhan. Beritahu kami  jalan-jalan yang benar.

    Kami mengasihiMu ya Tuhan.

    Amen

  • Renungan Yehezkiel 6 – Perbuatan Keji dan Jahat

    Renungan Yehezkiel 6 – Perbuatan Keji dan Jahat

    Sudah cukup, sudah cukup, apa yang dilakukan oleh Israel terlalu keji dan jahat sehingga menyebabkan amarah Tuhan yang luar biasa.

    Yehezkiel 6:11-12 TB
    [11] Beginilah firman Tuhan Allah: ”Bertepuklah dan entakkanlah kakimu ke tanah dan serukanlah: Awas! Oleh sebab segala perbuatan kaum Israel yang keji dan jahat, mereka akan rebah mati karena pedang, kelaparan dan penyakit sampar. [12] Yang jauh akan mati karena sampar, yang dekat akan rebah karena pedang dan yang terluput serta terpelihara akan mati karena kelaparan. Demikianlah Aku akan melampiaskan amarah-Ku kepada mereka.

    https://bible.com/bible/306/ezk.6.11-12.TB

    Apa yang dilakukan oleh Israel tentunya bukanlah sesuatu hal yang baru, pasti sesuatu yang menjadi-jadi sehingga semakin tidak karuan di mata Tuhan.

    Sebagai manusia sepertinya tidak mungkin kita tidak terpancing oleh godaan atau tipu daya iblis. Namun sampai mana kita tergoda atau tertipu? Apakah kita segera sadar dan berbalik kepada Tuhan? Ataukah apa yang kita lakukan tersebut, perbuatan dosa itu menggulung semakin besar, semakin besar seperti bola salju sampai-sampai kita sendiri tidak sanggup berhenti walaupun ingin sampai kita berani melawan Tuhan.

    Selalu ada titik awal mula, selalu ada waktu atau kejadian dimana kita missed. Namun hendaknya kita segera minta maaf kepada Tuhan, seperti Ayub yang bukan hanya memberikan korban pengampunan dosa di setiap akhir hari terutama untuk anak-anaknya. Ayub melakukannya dengan kesadaran bahwa manusia sangat rentan untuk jatuh dalam dosa, sehingga ia tidak membiarkan 1 hari lewat sebelum memohon pengampunan dari Tuhan.

    Janganlah kita semakin terlena, membiarkan hal-hal kecil, dosa-dosa yang mungkin terkesan sepele karena itu akan membawa kita semakin lama semakin jatuh, semakin dalam.

    Mari kita bertobat setiap waktu, mari kita hidup dengan kesadaran, dan segera mohon ampun bahkan untuk hal-hal yang mungkin kecil. Jangan biarkan iblis mengakar semakin dalam dan semakin kuat di dalam hati kita sampai-sampai kita tidak sanggup lagi melepaskan diri dari cengkeramannya.

    Doa

    Ya Tuhan, bangunkanlah kerinduan yang besar, semangat yang berapi-api untuk membaca dan merenungkan firmanMu setiap waktu. Ya Roh Kudus tinggal selalu di dalam hati kami, agar selalu ada warning system di dalam hati kami.

    Dan buatlah kami peka akan tuntunan Roh Kudus, jangan biarkan kami menolak setiap tuntunan dan pimpinanMu ya Tuhan.

    Terimakasih Tuhan Yesus

    Haleluya. Aminn.