65. Renungan Kitab Wahyu 3: 1-6 – Bangkitkan yang hampir Mati.
Apakah anda merasa hubungan anda akhir-akhir ini dengan Tuhan agak jauh?
Anda kehilangan semangat?
Tidak semangat berdoa, baca Alkitab?
Yuk baca sedikit saja sepotong kisah di Kitab Wahyu ini, hanya 6 ayat saja.
Sudah dibaca?
Ada 2 ayat rhema yang menjadi pengingat bagi saya pribadi juga.
â€[2] Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. [3] Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.
Wahyu 3:2-3 TB‬
https://bible.com/bible/306/rev.3.2-3.TB
Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati!
Bangunlah dan kuatkanlah yang sudah hampir mati!
Apakah anda sedang merasa loyo atau lemas secara kerohanian?
Inilah pengingat bagi kita semua.
Tuhan juga mengingatkan bahwa tugas kita di dunia ini belum sempurna, belum selesai, masih ada banyak hal yang harus kita kerjakan selagi masih ada waktu.
Bukankah kita ingin menuntaskan, menyelesaikan tugas, pekerjaan yang sudah dipercayakan kepada kita?
Bukankah kita ingin memberikan hasil yang terbaik kepada Tuhan?
Bagaimana caranya kalau sudah terlanjur lemas begini?
Yuk, kita bergerak lagi.
Tuhan ingatkan tuh di ayat selanjutnya: ingatlah bagaimana kita menerima dan mendengar dulu, ayo kita mulai lagi, kita lepaskan hal-hal yang membuat kita tidak melakukannya.
Saat kita bergerak, motivasi juga akan bertumbuh. Saat kita mulai ambil Alkitab, membangun kembali kerinduan untuk mendengar suara Tuhan dan mulai membaca serta merenungkan Firman Tuhan, maka Roh Kudus yang tinggal di dalam hati kita yang kita mungkin sudah abaikan suaraNya beberapa waktu akan semakin jelas kita dengar. Memberi kita harapan baru, pertolongan, dan sukacita.
Seringkali kita perlu booster, ayo datang kembali ke komunitas rohani, ayo datang ibadah di gereja, ayo ikut retret doa. Itu bisa sebagai booster.
Tapi kita perlu jaga dengan membangun rutinitas pribadi supaya api yang ada tidak padam lagi. Kita perlu tambahi minyak dengan saat teduh pribadi, dengan membangun kehidupan doa dan waktu-waktu ngobrol dengan Tuhan.
Yuk, kencangkan kembali tali sepatu, ikat pinggang, untuk melangkah lagi. Masih ada waktu, tidak ada kata terlambat.
Doa:
Ya Tuhan, maafkan aku yang sekian lama mengabaikan Engkau. Aku sibuk dengan urusanku, sibuk dengan pikiranku, bukannya mengobrol dengan Engkau di sela-sela waktu, malahan bengong scrolling sosial media.
Ya Tuhan, terimakasih Engkau senantiasa memanggilku agar tidak berlari jauh dari padaMu.
Aku mau melangkah lagi ya Tuhan, mengerjakan pekerjaan yang sudah Engkau percayakan kepadaku.
Terimakasih Tuhan.
Dalam nama Tuhan Yesus, Amen.
