| | |

61. Renungan Kitab Wahyu 1 – Merindukan Perjumpaan DenganNya

Apa yang akan terjadi pada kita kalau kita bertemu muka dengan Tuhan?


Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: ”Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Wahyu 1:17-18 TB‬

Yohanes saja yang sudah menjadi murid Tuhan Yesus tersungkur seperti orang mati, bagaimana dengan kita?

Apakah kita juga akan tersungkur di kaki Tuhan, atau malah terlempar? Atau bisa saja kita biasa-biasa saja? Atau kita justru lari ketakutan? Tidak ada yang tahu.

Tapi apapun reaksi yang akan kita alami jika kita punya kesempatan bertemu muka dengan Tuhan pasti sesuatu yang menunjukkan betapa besar kasih kita kepada Tuhan. Betapa kita mengasihiNya.

Betapa kita merindukan momen perjumpaan itu, seperti seorang yang merindukan perjumpaan dengan kekasih hatinya. Yang begitu exciting, begitu menggebu-gebu tidak sabar.

Bukankah anda memiliki kerinduan yang sama untuk bertemu dengan Tuhan?

Kerinduan yang begitu besar ini membuat kita tahan menderita, dan sangat bersyukur dan sukacita bila kita bisa maju setapak demi setapak dalam antrian bertemu Tuhan. Kita sudah dekat, sudah dekat, yeay…!

Dan tentunya saat bertemu denganNya kita ingin memberikan sesuatu yang indah, sesuatu yang berharga, yang membuat Tuhan senang. Seperti kita kalau mau bertemu seseorang yang oenting kalau kita tahu ia suka sesuatu, makanan misalnya kita pasti ingin membawa makanan itu untuknya. Namun sayangnya bukanlah materiil yang Tuhan inginkan. Tuhan hanya menginginkan hati kita, iman kita.

Ayo teman-teman, kita siapkan hati dan kuatkan iman kita, mengantri giliran untuk bertemu Bapa, Our beloved Father.

Doa

Oh Tuhan, Engkau begitu manis.

Betapa aku merindukan Engkau ya Tuhan. Hatiku hancur menungguMu.

Kapankah waktuku Tuhan?

Kapankah aku bisa berjumpa denganMu pada akhirnya?

Ingin kubawa hati yang terbaik untukMu, hatiku yang sungguh mengasihiMu.

Ingin kutunjukkan imanku kepadaMu, iman yang kuat kepadaMu.

Ingin kutunjukkan bekas luka-lukaku, agar Engkau lihat perjuanganku.

Aku tahu Engkau tahu.

Tapi aku ingin, seperti seorang anak yang ingin pamer kepada ayahnya.

Oh Tuhan, kapankah waktuku?

Kapankah giliranku?

Apakah aku benar-benar bisa berjumpa denganMu, Bapa yang kurindu?

Ataukah aku akan hilang lenyap ditelan bumi?

Oh janganlah itu terjadi ya Tuhan.

Jangan biarkan aku hilang lenyap dan kehilangan kesempatanku untuk bertemu denganMu.

Sungguh aku merindukanMu.

Amen

Image by teksomolika on Freepik

Similar Posts