Sedang susah kenapa diminta bahagia ?

Yakobus 1

Terutama dalam ayat 2-3. Ayat ini sudah sangat sering kita dengar dalam khotbah-khotbah. Ayat ini juga merupakan salah satu ayat hapalan karena sering digunakan.

Saya tergelitik dengan ayat ini justru karena itu. Terutama setelah membaca keseluruhan pasal 1 dan 2.

Ada apa dibalik ayat ini ?

Pengalaman kami yang seperti apa yang bisa merefleksikan ayat ini ?

Kita semua bisa membaca

Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.

Yakobus 1:2‭-‬4 TB
https://bible.com/bible/306/jas.1.2-4.TB

Versi AMPC berbunyi sebagai berikut

Consider it wholly joyful, my brethren, whenever you are enveloped in or encounter trials of any sort or fall into various temptations. Be assured and understand that the trial and proving of your faith bring out endurance and steadfastness and patience. But let endurance and steadfastness and patience have full play and do a thorough work, so that you may be [people] perfectly and fully developed [with no defects], lacking in nothing.

James 1:2‭-‬4 AMPC
https://bible.com/bible/8/jas.1.2-4.AMPC

Yang kalau ditranslate menggunakan google translate artinya adalah Anggap itu sepenuhnya menggembirakan, saudara-saudaraku, setiap kali Anda diselimuti atau menghadapi cobaan apa pun atau jatuh ke dalam berbagai godaan. Yakinlah dan pahami bahwa pencobaan dan pembuktian iman Anda menghasilkan ketekunan dan ketabahan serta kesabaran. Tetapi biarlah daya tahan dan ketabahan serta kesabaran bermain penuh dan melakukan pekerjaan yang menyeluruh, sehingga Anda dapat [manusia] berkembang dengan sempurna dan sepenuhnya [tanpa cacat], tidak kekurangan apa-apa.

Di dalam hidup pasti kita pernah mengalami ujian atau bahkan sedang mengalami ujian. Mulai dari yang sangat simple, sepele sampai dengan yang sangat kompleks yang membuat kita sampai tidak tahan, atau bahkan ada yang sampai bunuh diri. (Kalau saya masih diseputar sakit kepala, rasa ingin muntah, atau pelampiasan di makan).

Secara insting pikiran bawah sadar atau naluri manusia/ hewan saat menghadapi masalah/ ujian dalam hidup adalah kabur, agresi/ menyerang, manipulasi, imobilisasi, dan terakhir adalah kolaps. (https://en.m.wikisource.org/wiki/Instinct_and_the_Unconscious/The_Danger-Instincts)

Tapi tahukah anda jika itu semua bermula dari cara pandang kita terhadap suatu kejadian alias persepsi.

Untuk kejadian yang sama buat 1 orang bisa saja itu suatu hal yang memukul, namun bagi orang lain bisa saja itu suatu hal yang biasa.

Rasul Yakobus alias James, mengajari kita untuk, “Ayo diubah persepsimu saat menghadapi pencobaan ! Anggaplah sepenuhnya sebagai suatu kebahagiaan !”. Anggaplah adalah persepsi. Dan juga “sepenuhnya” atau bisa kita bilang yakin dengan hal tersebut. Yakobus menyampaikan ini sesuai dengan Sabda Bahagia Yesus di bukit sebagai dasar.

Tuhan mengharapkan agar kita memiliki cara pandang yang benar terhadap pencobaan atau ujian kehidupan. Tuhan ingin kita maju. Karena kalau kita tidak merubah cara pandang kita maka yang bermain adalah insting dasar kita yang justru menghindar. Namun saat persepsi kita berubah menjadi kebahagiaan disitulah kita baru dapat melihat harapan, jalan yang disiapkan Tuhan.

Sangat tidak mudah bahkan buat saya yang menulis ini. Apalagi kita diminta melakukannya “setiap kali”.

Kita diminta untuk meyakini dan memahami. Hehehe lucu ya, yakin lebih dahulu baru kemudian dan memahami. Kenapa bukan mmahami dan meyakini. Karena memang pikiran kita terbatas untuk memahami segala sesuatu jadi yang pertama adalah meyakini.

Buah yang dihasilkan dari keyakinan tersebut adalah ketekunan. Dan bukan cuma itu saja juga ketabahan dan kesabaran. Luar biasa ya ?

Tapi tunggu dulu, yang lebih luar biasa adalah ayat berikutnya versi AMPC : Tetapi biarlah daya tahan dan ketabahan serta kesabaran bermain penuh dan melakukan pekerjaan yang menyeluruh, sehingga Anda…

Siapa yang mengerjakan ? Buah-buah persepsi tadi. Full and thorough alias penuh dan menyeluruh.

Apa yang berubah ? Pencobaannya ? No…… diri kitalah yang berubah, berkembang menjadi semakin sempurna.

Tidak mudah pastinya untuk memiliki persepsi seperti yang Tuhan minta.

Bagaimana caranya ?

Baca ayat selanjutnya….

Berdoa kepada Tuhan meminta kebijaksanaan atau wisdom atau hikmat.

Cukup dengan berdoa ?

Baca lagi ayat selanjutnya….

Berdoa tanpa satu pun keraguan.

Hahahaha…. menjadi orang Kristen banyak PRnya ya. Dan PRnya bukan fisik tapi pikiran dan hati.

Mari kita bersama saling memperkuat diri kita sendiri dan sesama agar persepsi kita benar sesuai perintah Tuhan (pondasinya benar – bukan asumsi pribadi). Saat persepsi kita benar baru kemudian kita bisa bertekun, tabah, dan sabar dengan benar. Saat kita bertekun, tabah, dan sabar yang benar maka secara menyeluruh diri kita, kemanusiaan kita akan berkembang sesuai dengan Janji Tuhan.

Luar biasa rhema pagi hari ini.

Terimakasih Tuhan. You are so good, extremely good.

Similar Posts