62. Renungan Wahyu 2:1-7 – Cinta Pertama Jemaat Efesus
Mari kita membaca Wahyu 2:1-7.
Jemaat di Efesus adalah salah satu dari 7 jemaat yang disebutkan dalam kitab Wahyu ini.
Yang menjadi ayat rhema kita kali ini adalah:
[5] Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.
Wahyu 2:5 TB
https://bible.com/bible/306/rev.2.5.TB
Tuhan sungguh baik, Ia mengingatkan jemaat Efesus untuk bertobat, untuk refleksi betapa dalamnya mereka jatuh ke dalam dosa.
Mereka harus bertobat dan melakukan lagi apa yang awal mulanya mereka lakukan saat mereka mengenal Kristus, saat mereka mengalami cinta pertama kepada Tuhan, kasih mula-mula.
Tuhan tetap meminta kita mengasihiNya dengan berapi-api, walaupun keseharian kita sudah menjalankan perintah Tuhan dengan sabar dan tidak mengenal lelah. Memang kasihlah yang terutama.
Seringkali kasih kita menjadi datar, rasa menggebu-gebu mulai pudar, dan hidup menjadi rutinitas belaka. Dan hal itu dapat menjadi peluang iblis untuk masuk ke dalam pikiran kita. Sehingga Tuhan ingin agar kita selalu menjaga api kasih mula-mula kita agar tetap bernyala-nyala. Masing-masing harus menemukan bahan bakarnya masing-masing, alasan personal yang akan membuatnya senantiasa berkobar setiap hari, setiap waktu.
Lalu bagaimana cara untuk menjaga api kasih mula-mula itu?
1. Berkomunitaslah. Tentunya dalam komunitas rohani yang membangun. Komunitas yang fokusnya transformasi kehidupan. Yang ingin setiap anggotanya selain mengalami peningkatan kualitas hubungan dengan Tuhan, semakin mengasihi Tuhan juga dalam hal mengasihi sesama.
Dalam komunitas ini kita akan bertemu dengan anggota lain, dalam diskusi dan sharing seringkali kita akan melihat dan mendengar bagaimana tuntunan dan penyertaan Tuhan bekerja. Masalah yang kita alami tidak sebesar yang kita pikirkan.
2. Rutin ke Gereja untuk Ibadah. Rutinitas ini sama seperti kita perlu makan dan minum. Kita perlu mendengarkan impartasi dari gembala kita di Gereja. Sehingga saat ke Gereja, datanglah dengan tujuan itu, agar kita mendapatkan insight, sudut pandang, nilai-nilai dari pengajaran yang disampaikan pada saat itu.
3. Saat teduh pribadi. Bagaimana pun juga, membangun hubungan personal dengan Tuhan adalah yang terpenting. Komunitas dan Gereja mendukung menciptakan lingkungan agar kita secara pribadi mengalami kedekatan dengan Tuhan, semakin mengasihi Tuhan.
Doa:
Ya Tuhan, ampuni kami yang sering kali jatuh bangun dalam dosa. Ampuni kami yang saat ini jauh dari padaMu.
Kami mau kembali padaMu ya Tuhan. Berkumpul bersama denganMu.
Tuntun kami Tuhan, untuk bangkit dan melangkah lagi dalam penyertaan dan kasihMu.
Dalam nama Tuhan Yesus.
Amen
