Renungan Yohanes 4 – Saat tidak terjadi sesuai yang kita bayangkan
Renungan dan rhema dari saat teduh pribadi – Yohanes 4:46 – 54
Ayat Rhema
Yohanes 4:50 TB
https://bible.com/bible/306/jhn.4.50.TB
[50] Kata Yesus kepadanya: ”Pergilah, anakmu hidup!” Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.
Renungan
Sekali lagi seberapa kuat iman kita mempercayai Tuhan? Mempercayai kuat kuasaNya?
Pegawai istana ini berharap dan meminta Tuhan Yesus untuk datang ke rumahnya dan menyembuhkan anaknya. Namun Tuhan tidak mengabulkan permintaannya, Tuhan tidak datang ke rumahnya.
Tidak terjadi seperti yang ia bayangkan bahwa Tuhan datang ke rumahnya, topang tangan, dan kemudian anaknya menjadi sembuh.
Justru Tuhan melakukan hal yang lain. Tuhan tidak datang seperti yang ia minta, malah Tuhan menyuruh ia pulang dan mengatakan anaknya sudah sembuh. Nah, kira-kira apakah orang itu sungguh yakin anaknya sudah sembuh? Logika saya mengatakan bahwa pegawai istana ini tidak benar-benar yakin, tidak benar-benar percaya, karena mungkin memang belum pernah ada penyembuhan jarak jauh waktu itu.
Namun ia mencoba percaya dan melakukan apa yang Tuhan Yesus perintahkan. Kira-kira kalau kita jadi dia, apakah ada rasa kecewa karena Tuhan tidak datang? Bisa jadi ya. Apakah kira-kira kita bisa tidak percaya perkataan Tuhan itu? Sangat bisa. Antara yakin – tidak yakin, percaya – tidak percaya, ia tetap melakukan apa yang Tuhan suruh, dan mukzizat terjadi – Boom!, imannya yang mungkin 50-50 langsung melejit ke 110. Ayat 53 – “Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya.”
Aplikasi
Bagaimana dengan kita?
Maukah kita melangkah dengan iman?
Tetap melakukan apa yang Tuhan minta dengan percaya, bahwa Tuhan sudah menyiapkan suatu mukzizat bagi kita?
Tidak apa ragu, tidak apa takut apalagi gentar, tetaplah melangkah step by step karena Tuhan akan menyertai kita dari titik 0, setiap sentimeter jarak yang kita tempuh, setiap menit, setiap detik sampai di ujung nanti.
Harapan dan Doa
Tuhan ampuni hambaMu yang seringkali ragu, takut, dan gentar untuk melakukan yang Engkau minta.
Pegang tanganku ya Tuhan, tuntun aku, gendong aku ya Tuhan hambaMu yang kecil iman ini. Izinkan kami melihat dan mengalami tanda dan mukzizat agar keyakinan kami semakin bertumbuh, semakin kuat.
Amen
