Similar Posts
Renungan Mazmur 62 – Lebih berhati-hati dengan hati kita.
ByyogaKesadaran akan pentingnya menjaga hati dan fokus kita pada Tuhan menjadi inti pesan pagi ini. Seringkali, pikiran dan sikap tidak sejalan, mengalihkan perhatian dari hal yang benar. Kita diajak untuk mengevaluasi apa yang kita konsumsi secara spiritual dan mengutamakan waktu bersama Tuhan, agar tidak terjebak dalam pengaruh negatif.
Bagikan ini:
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
Tuhan Penjagaku
ByyogaAfirmasi dari Mazmur 121 Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi. Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang,…
Bagikan ini:
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
70. Renungan Kitab Wahyu 7 – Bersyukur atas kesusahan hidup.
ByyogaAda jubah putih yang menanti kita yang setia sampai akhir.
Bagikan ini:
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
Khotbah Ps. Johnlie Nainggolan – GMS Mercy Balikpapan : Selamatkan dombaKu
ByyogaMatius 18 : 12-14 1. Tuhan menemukan domba yang hilang melalui gerejaNya, melalui anak-anakNya. Tugas kita sebagai anak Tuhan adalah menemukan domba-domba Tuhan yang tersesat, yang jiwanya resah, kosong, yang sakit, yang membutuhkan Tuhan. Cara kita menemukan Tuhan adalah melalui perubahan hidup kita. Sebagai orang Kristen harus menjadi garam dan terang untuk sekeliling kita. 2….
Bagikan ini:
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
Wrong Expectation – Salah Ekspektasi
ByyogaHanya Tuhan yang tidak pernah mengecewakan.
Bagikan ini:
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
Renungan Advent 1 – Rencana Tuhan Pasti Terjadi
ByyogaTulisan ini mengajak pembaca merenungkan pentingnya sensus yang terjadi saat kelahiran Yesus dan bagaimana ini berkaitan dengan rencana Tuhan. Momen tersebut menunjukkan bahwa janji dan rencana Tuhan pasti akan terwujud dengan cara yang indah, meski sering kali tidak dipahami. Penantian akan janji Tuhan harus disertai hubungan yang erat dengan-Nya.
Bagikan ini:
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn

