| | |

70. Renungan Kitab Wahyu 7 – Bersyukur atas kesusahan hidup.

Hidup kita pasti tidak luput dari berbagai kesusahan, entah itu merupakan kesusahan yang disebabkan oleh orang lain, atau bencana alam, atau bisa juga karena disebabkan oleh diri kita sendiri.

Saya ingin berkata berbahagialah, namun sepertinya lebih tepat bersyukurlah.

Mari kita baca Kitab Wahyu pasal yang ke-7 sebagai renungan kita hari ini.

Dari pasal 7 ini ada dua ayat rhema, yaitu ayat 9 dan ayat 14 untuk kita renungkan:

‘Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.
Maka kataku kepadanya: ”Tuanku, tuan mengetahuinya.” Lalu ia berkata kepadaku: ”Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. ‘

https://www.bible.com/id/bible/306/REV.7.9,14

Wahyu 7:9,14

Dibagian awal pasal 7 diceritakan bahwa malaikat memberikan stempel kepada 144.000 bangsa Israel, mereka adalah yang aman yang sudah dimeteraikan Tuhan untuk menerima janji Tuhan.

Awalnya saya sempat pesimis, yah,,, berarti kita yang bukan keturunan Israel tipis kemungkinannya ya?

Namun di ayat 9 ini Tuhan menunjukkan bahwa ada kumpulan besar orang yang tidak terhitung banyaknya yang berkumpul memuja Tuhan dengan mengenakan jubah putih.

Yang lebih membuat saya terharu adalah ternyata mereka adalah orang-orang yang menang dalam Kristus, mereka adalah orang-orang yang tetap setia dan keluar dari kesusahan mereka. Entah mereka keluar dari kesusahan mereka di kala mereka masih hidup atau mereka keluar di kala ajal mereka menjemput.

Setia sampai akhir seharusnya judul renungan kita hari ini.

Itulah mengapa Tuhan Yesus mengatakan berbahagialah bagi mereka yang mengalami kesusahan. Karena Tuhan akan memberikan kemenangan di saat kita berhasil melaluinya.

Tiba-tiba saya merenungkan dalam hati, apakah aku ingin menjadi salah satu dari mereka? Apakah ada keinginan dalam hatiku untuk menjadi salah satu dari kerumunan orang banyak yang berjubah putih itu? Walaupun mungkin aku berdiri di ujung yang terjauh.

Atau jangan-jangan tidak ada perasaan apa-apa?

Kerumunan orang-orang yang berjubah putih itu mereka adalah orang-orang yang selamat, mereka adalah para survivor, mereka adalah conqueror, bahkan mungkin lebih dari pemenang.

Di pasal-pasal sebelumnya, Tuhan menjanjikan begitu banyak rewards, hadiah bagi para pemenang. Dan hadiahnya luar biasa tak ternilai.

Tidakkah sebagai orang percaya kita ingin bertemu dengan Bapa, pulang kembali ke rumah Bapa? Seberapa ingin kita bertemu dengan Bapa di sorga? Seberapa kangennya kita?

Renungan hari ini menjadi pengingat untuk kita membangun kerinduan, perasaan kasih mesra dengan Bapa. Pikirkan dan alami Tuhan, betapa Ia mengasihi kita? betapa Ia melindungi dan menjagai hidup kita, seringkali tanpa kita sadari, apalagi syukuri ya.

Tuhan mengasihimu, sungguh mengasihimu.

Doa

Ya Tuhan, aku mau mencintaiMu lebih lagi. Beritahu aku bagaimana caranya ya Tuhan.

Amen.

Image by vector_corp on Freepik

Similar Posts