|

God is Fair

Seringkali kita merasakan perasaan diperlakukan tidak adil di dalam keseharian kita. Malah terkadang kita juga merasa Tuhan tidak adil kepada kita. Kita sudah belajar sebaik mungkin, kita sudah bekerja keras, kita sudah jungkir balik namun yang mendapatkan hasil lebih baik adalah saudara kita/teman kita/partner kita/saingan kita.

Saat saya membaca kisah ini di Matius 20 : 1-16, saya merangsang diri saya untuk berpikir, apa yang Tuhan ingin sampaikan melalui kisah ini? Ada misteri di dalam kisah tersebut, coba anda baca lagi dalam versi bahasa Indonesia (klik untuk baca).

Mengapa Tuhan memberikan upah untuk yang terakhir dahulu ? Kenapa tidak urut presensi ? Kenapa tidak disuruh baris saja mengantri ? Toh sama saja yang dibayarkan, tidak ada perbedaan. Namun di situlah terletak pesan Tuhan untuk kita.

  1. Tuhan itu sangat murah hati.
  2. Tuhan itu fair.

Pada saat Tuan itu membutuhkan pekerja di ladang, ia pergi keluar mencari pekerja-pekerja. Ia mencari di pagi-pagi benar, pukul 9, pukul 12, pukul 3, dan pukul 5. Mari kita bayangkan suasananya, pada saat ia mencari pasti yang ia temui adalah pekerja-pekerja yang sedang tidak bekerja, karena yang sudah punya pekerjaan pasti sedang berada di ladang. Apakah pekerja yang tidak dipekerjakan adalah pekerja-pekerja yang bagus ? Mungkin ada yang bagus, tapi sebagian besar mungkin tidak. Karena kalau bagus, pasti masih dipekerjakan oleh orang lain (Wow, Tuan itu sangat murah hati). Saat pertemuan itu terjadi “deal” senilai 1 Dinar untuk ruang lingkup pekerjaan di Kebun Anggur (Perjanjian Kerjasama – PKS). Dan seluruh pekerja pada akhirnya dibayar dengan upah sesuai PKS sebelumnya – that was fair to me.

Seringkali kita iri dengan yang orang lain dapatkan entah itu suatu hal yang sama atau bahkan lebih baik. Kita lupa bercermin seperti apa kita sebelumnya, kondisi diri kita sebelumnya. Kita tidak rela, dan jelas itu tidak bahagia.

Tuhan memberikan penawaran yang sama kepada kita semua : “Kebahagiaan bersama dalam Kerajaan Sorga”. Tidak ada yang mendapatkan penawaran lebih baik dari itu. Dan seluruh manusia semua sama. Dan tidak ada tawaran yang lebih baik daripada itu.

Oleh karena itu marilah saudaraku, sebagian dari kita sudah mulai bekerja di ladang Tuhan, marilah kita sangat syukuri akan hal itu. Namun janganlah kita iri, jika ada saudara kita yang bergabung belakangan mendapatkan berkat/fasilitas yang menurut kita lebih baik. Ingat…. bayarannya sama. Dan justru, kalau kita tekun dan setia Tuhan akan memperhatikan kita (and that is a big deal).

Marilah kita menghitung berkat kita sendiri-sendiri, sambil membayangkan apa jadinya hidup kita tanpa berkat-berkat itu. Kalau kita kembali membayangkan kisah itu, pasti kita termasuk orang-orang yang masih di jalanan, duduk-duduk menganggur karena tidak ada yang mau mempekerjakan kita. Tuhan sudah sangat murah hati dan fair memberikan kasih dan karuniaNya kepada kita.

quotes

 

Similar Posts