Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Tag: renungan harian

  • Renungan Yehezkiel 4 dan 5 – Kasihanilah Tuhan, ambil bagian atas keselamatan jiwa-jiwa

    Renungan Yehezkiel 4 dan 5 – Kasihanilah Tuhan, ambil bagian atas keselamatan jiwa-jiwa

    Apakah engkau mengasihi Tuhan?

    Apakah engkau mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati?

    Bisakah engkau merasakan kesedihan dibalik murka Tuhan?

    Itulah yang saya rasakan pada saat membaca dan merenungkan Yehezkiel pasal 4 dan 5 ini.

    Ilustrasi pengepungan kota Yerusalem – Image by freepik

    Yehezkiel 5:8-9 TB
    [8] sebab itu beginilah firman Tuhan Allah: Lihat, Aku, ya Aku sendiri akan menjadi lawanmu dan Aku akan menjatuhkan hukuman kepadamu di hadapan bangsa-bangsa. [9] Oleh karena segala perbuatanmu yang keji akan Kuperbuat terhadapmu yang belum pernah Kuperbuat dan yang tidak pernah lagi akan Kuperbuat.

    https://bible.com/bible/306/ezk.5.8-9.TB

    Terutama di ayat 9 ini sangat terlihat bagaimana dilema yang dirasakan oleh Tuhan menghadapi tingkah laku bangsa Israel.

    Bagi kita saat ini, apakah kehidupan kita masih menyerupai bangsa Israel yang tidak taat, yang menajiskan dirinya (tempat kudusNya)? Ataukah kita sedang berusaha hidup benar, dengan menjaga kekudusan?

    Apabila kita masih yang pertama maka bertobatlah, kembalilah kepada Tuhan, berbaliklah dari segala sesuatu yang akan menjatuhkan kita.

    Apabila kita masuk kategori yang kedua, ayolah kita ambil bagian untuk keselamatan jiwa-jiwa. Tidakkah anda merasa kasihan kepada Tuhan yang sudah begitu baik namun terus-terusan dikhianati, dibuat sedih dan marah. If you love Him so much, you will do anything for Him.

    Ibarat kita melihat orang tua kita, atau anak kita yang sedang kewalahan mengangkat barang, jika kita mengasihi maka spontan kita akan membantu mereka. Nah bagaimana dengan kesusahan hati Tuhan? Jika hati kita tidak tergerak, maka akan muncul pertanyaan di atas: Apakah engkau mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati?

    Doa

    Ya Tuhan, Engkau lelah ya Tuhan? Menghadapi kelakuan kami yang nantinya akan menyusahkan hidup kami sendiri? Yang akan menjerumuskan kami ke dalam kegelapan?

    Apa yang bisa kubantu ya Tuhan? Mungkin tak seberapa dampaknya, tapi aku mau bantu Tuhan.

    Beritahu aku caranya, ajari aku, tuntun aku ya Tuhan, agar aku bisa membantuMu dengan semaksimal mungkin.

    Jangan sedih lagi ya Tuhan.

    Goodness of God

    Amen.

  • Renungan Yehezkiel 3 – Seperti Yesus

    Renungan Yehezkiel 3 – Seperti Yesus

    Seperti Yesus itulah kesan yang akan kita tangkap saat membaca Yehezkiel pasal yang ke-3 ini. Gambaran singkat sejak Tuhan Yesus memulai dari pencobaan di padang gurun sampai dengan saat Ia didera.

    Yehezkiel 3:3 TB
    [3] Lalu firman-Nya kepadaku: ”Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini kepadamu dan isilah perutmu dengan itu.” Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku.

    https://bible.com/bible/306/ezk.3.3.TB

    Ayat di atas mengingatkan kita akan 2 hal:

    1. Jawaban Tuhan Yesus saat Ia lapar dan dicobai iblis di padang gurun merupakan perintah Tuhan yang disampaikan kepada Yehezkiel.
    2. Firman Tuhan adalah makanan bagi jiwa kita.

    Seperti nubuatan akan perjalanan hidup Tuhan Yesus di dunia, itulah isi pasal 3 ini. Dan jika kita renungkan lebih dalam, maka pasal 2 dan 3 ini adalah nubuatan atas kita juga, anak-anak Tuhan, murid-murid Tuhan yang mau meresponi dan mengerjakan panggilan Tuhan kepada kita.

    Bagaimana kita diutus mulai ke diri kita sendiri dahulu, keluarga kita, orang-orang terdekat kita, dan bagaimana kita akan mengalami berbagai macam penolakan. Hidup kita saat ini sesungguhnya adalah sama seperti hidup Tuhan Yesus, tinggal kembali kepada kita apakah kita mau menjalaninya atau tidak. Sharing firman Tuhan, hidup benar dan kudus sambil berlari menuju garis finish kita masing-masing.

    Doa

    Ya Tuhan, berikan kami kekuatan, semangat yang berkobar-kobar untuk menjalankan panggilan atas hidup kami. Dimulai dari diri kami sendiri untuk hidup kudus dan mengisi jiwa kami dengan firmanMu ya Tuhan, mengenyangkan jiwa kami dengan perkataanMu yang akan menjadi buah bagi orang-orang di sekitar kami.

    Kami mau mencontoh Tuhan Yesus dalam mengambil tanggung jawab atas jiwa-jiwa yang Tuhan tempatkan atas kami.

    Dalam nama Tuhan Yesus.

    Amen.

  • Renungan Yehezkiel 2 – Kita dipanggil dan diutus

    Renungan Yehezkiel 2 – Kita dipanggil dan diutus

    Sesungguhnya kita semua dipanggil dan diutus untuk keselamatan jiwa-jiwa. Apakah anda akan menghindari atau menolak panggilan Allah?

    Yehezkiel 2:3 TB
    [3] Firman-Nya kepadaku: ”Hai anak manusia, Aku mengutus engkau kepada orang Israel, kepada bangsa pemberontak yang telah memberontak melawan Aku. Mereka dan nenek moyang mereka telah mendurhaka terhadap Aku sampai hari ini juga.

    https://bible.com/bible/306/ezk.2.3.TB

    Amanat agung, dimana Tuhan Yesus mengutus murid-muridnya untuk menjadikan seluruh bangsa muridNya juga berlaku bagi kita anak-anak Tuhan di masa sekarang. Amanat agung tersebut bukan hanya ditujukan bagi rasul-rasul Tuhan Yesus pada waktu itu. Melainkan juga bagi setiap orang yang mengakui Tuhan dan mengasihi Tuhan.

    Pasal ini juga memberitahu situasi yang akan kita hadapi, penolakan-penolakan tentunya. Namun Tuhan berpesan agar kita tidak gentar dan tidak takut. Allah meminta kita untuk menyampaikan perkataanNya, firman Tuhan.

    Dan Tuhan juga berpesan agar kita pun jangan sampai berbalik menjadi pemberontak, kabur, menghilang dari panggilanNya. Tuhan meminta kita bertekun membaca dan merenungkan firmanNya, menelan setiap bagian dalam firman Tuhan bukan hanya yang membangkitkan semangat atau motivasi, bamun juga yang berisikan nyanyian ratapan, kesedihan, rintihan, dan keluh kesah. Dan biarlah itu semua menjadi kekuatan bagi iman kita dalam mengerjakan misi panggilan Allah.

    Doa

    Ya Tuhan, tarik kami yang buta dan tuli hati apabila kami tidak menangkap panggilanMu. Janganlah biatkan kami betbalik menjadi pemberontak.

    Betikan kami keberanian untuk memberitakan firmanMu di dalam keseharian kami. Dan terutama ubahkanlah hiduo kami, pribadi kami, agar melalui kehiduoan kami orang menjadi semakin heran dan penasaran akan Engkau.

    Beri kami hikmat Tuhan, agar kami senantiasa bisa mengambil setiap kesempatan untuk membaca dan merenungkan firmanMu yang akan memnuhi hati dan pikiran kami.

    Di dalam nama Tuhan Yesus. Amen

  • Renungan Yehezkiel 1 – Tuhan akan segera datang

    Renungan Yehezkiel 1 – Tuhan akan segera datang

    Tuhan akan segera datang, bersiap-siaplah. Mari kita mempersiapkan diri kita untuk siap dan pantas menyambut kedatangan Tuhan terutama kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

    ‘ Di atas cakrawala yang ada di atas kepala mereka ada menyerupai takhta yang kelihatannya seperti permata lazurit; dan di atas yang menyerupai takhta itu ada yang kelihatan seperti rupa manusia. Dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke atas aku lihat seperti suasa mengkilat dan seperti api yang ditudungi sekelilingnya; dan dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke bawah aku lihat seperti api yang dikelilingi sinar. Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan Tuhan . Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman.
    Yehezkiel 1:26-28

    https://www.bible.com/id/bible/306/EZK.1.26-28

    Pada saat Tuhan datang, atau pada saat Tuhan memanggil anda untuk pulang apakah anda siap? Apalagi dengan latar belakang anda sebagai seorang kristiani yang sangat memahami bahwa akan ada api pencucian, api pemurnian, ada neraka yang mana bisa saja kita menuju ke sana dan bukan menuju ke surga ke rumah Bapa. Terutama apabila anda masih saja hidup di dalam dosa. Anda masih terikat dengan dosa-dosa sampai dengan hari ini.

    Apapun ilustrasi yang digambarkan dalam Alkitab tentang bagaimana kedatangan Tuhan, hendaknya kita tidak sibuk dengan mencari atau melihat pertanda luar. Akan jauh lebih baik jika kita menyiapkan diri kita, menyiapkan hati kita agar jangan sampai kita ditemukan sedang dalam gelimang dosa.

    Tidakkah anda ingin untuk berjalan-jalan bersama dengan Tuhan seperti Adam di taman Eden? Bercerita, ngobrol, dimana Adam saat itu masih murni, tidak ada pemikiran-pemikiran ataupun perasaan yang mengganjal. Hanya ada perasaan damai dan bahagia. DIbandingkan kondisi anda saat ini yang dipenuhi dengan kekalutan, kekecewaan, kesedihan, rasa cemas, tertekan, stress, bahkan depresi. Anda ingin keluar dari semua itu namun anda tidak tahu bagaimana caranya.

    Mari kita memulai dengan menundukkan hati kita dan segala pikiran-pikiran kita dibawah kakiNya, dan marilah kita mendengarkan dan merenungkan setiap perkataanNya. Bangun kebiasaan dan disiplin rohani, karena hanya kasih karunia Tuhan sajalah yang akan dapat membebaskan kita dari semua belenggu dosa-dosa itu.

    Jika anda ingin dipakai Tuhan lebih lagi maka anda harus dibebaskan dari setiap belenggu dosa, agar jangan sampai ada yang menahan anda untuk bekerja melayani Tuhan, bagi kemuliaan Tuhan.

    Doa:

    Ya Tuhan, inilah anakMu yang kotor bergelimang dosa. Aku mohon kepadaMu ya Tuhan lepaskanlah aku dari ikatan-ikatan dosa ini, lepaskan aku dari belenggu rantai besar berkarat yang bukan hanya mengikat kakiku, namun mengikat seluruh tubuhku sampai hampir mencekikku. Bebaskanlah aku ya Tuhan, tolong aku ya Tuhan. Jangan biarkan aku jatuh terhilang dari hadapanMu. Aku mau kembali Tuhan, kembali kepadaMu. Bebaskan aku ya Tuhan, tuntunlah hidupku.

    Dalam nama Tuhan Yesus.

    Amin

  • 41. Renungan Ibrani 12 – My Idol

    41. Renungan Ibrani 12 – My Idol

    ‭Hebrews 12:2 NIV‬
    [2] fixing our eyes on Jesus, the pioneer and perfecter of faith. For the joy set before him he endured the cross, scorning its shame, and sat down at the right hand of the throne of God.
    https://bible.com/bible/111/heb.12.2.NIV

    Ibrani 12:2 TB‬
    [2] Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

    https://bible.com/bible/306/heb.12.2.TB

    Memusatkan pandangan kita kepada Kristus merupakan sumber kekuatan dan pengharapan sekaligus penjagaan bagi hidup kita.

    Tuhan Yesus mencontohkan kepada kita manusia, bahwa Ia pun menanggung segala sesuatu, penderitaan, kesakitan, dan malu di atas kayu salib karena Ia senantiasa memandang Bapa di surga. Ia menjalani semuanya dan mendapatkan kekuatan serta keyakinan bahwa semua itu akan membawa keselamatan bagi seluruh manusia.

    Segala penderitaan yang kita alami, Yesus pun pernah menjalaninya dan akhirnya melewatinya. Memang Yesus bukanlah manusia biasa, tapi Ia mau menunjukkan agar kita fokus pada Bapa, padaNya, karena saat kita fokus pada Yesus maka Roh Kudus akan memberikan kekuatan, pengharapan, dan membukakan jalan atas penderitaan dan pergumulan yang sedang kita alami.

    Percayalah bahkan jika pergumulan itu belum berlalu, Tuhan sudah memberikan kekuatan dan pengharapan yang baru untuk kita bisa tenang bahkan sukacita menjalaninya.

    Memusatkan pandangan pada Yesus juga merupakan suatu penjagaan atas hidup kita agar jalan kita tidak ke kanan dan ke kiri, agar keyakinan kita tidak diombang-ambingkan, agar kita tidak disesatkan.

    Penjagaan baik di kala kita sedang berjuang menjalani pergumulan atau di kala kita sedang baik-baik saja, atau bahkan saat hidup kita sedang bahagia-bahagianya. Agar jangan sampai kita terlena dan lupa sehingga kita melenceng dari arah yang Tuhan sudah tentukan.

    Bagaimana caranya agar senantiasa memusatkan pandangan kita kepada Yesus?

    Jadikan Yesus sebagai idola dalam hidup kita!

    Ya, menurut saya itu salah satu cara yang membuat kita senantiasa berpikir tentang Yesus.

    Saya mengingat orang-orang yang mengidolakan penyanyi. Bagaimana mereka bisa mengenali penyanyi tersebut A – Z, hapal semua karyanya, mengikuti media sosialnya, koleksi albumnya, punya barang-barang yang ada wajahnya, menabung dan keluar uang demi bisa menghadiri pertunjukan atau konser mereka, senang saat idolanya senang, ikutan sedih saat idolanya sedih. Bahkan kalau memungkinkan mereka bisa mengikuti gaya mulai dari penampilan, dan juga gaya hidup, serta cara pandang. Dan mereka punya julukan sendiri sebagai fans garis keras, seperti punya tribe atau komunitas sendiri.

    Bagaimana kalau saya mengidolakan Yesus seperti fans garis keras artis penyanyi?

    Bukankah saya seharusnya selalu memikirkan tentang Yesus di sebagian besar waktu saya?

    Bukankah jika terbuka kesempatan kita berjuang untuk bisa bertemu dan berbicara denganNya?

    Bukankah momen untuk bertemu dan berbicara denganNya itu adalah momen yang saya tunggu-tunggu dan membuat saya exciting? Dan saat kesempatan itu terlewat saya merasa sangat sedih dan susah hati?

    Bukankah saya seharusnya hapal semua kata-kataNya dan karya-karyaNya, bahkan kalau bisa kita meniruNya (doa, perkataan, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan)?

    Bukankah saya seharusnya mengikuti gayaNya (ramah, lembut, dan penuh kasih), cara pandangNya (sabda bahagia di atas bukit)?

    Bukankah saya seharusnya menjalankan permintaanNya (hidup kudus, menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang)?

    Hmmm….

    Tuhan, ternyata ya baru aku sadari kalau Engkau belum menjadi idola dalam hidupku. Oh, Maafkan aku ya Tuhan.
    Mulai sekarang aku mau menjadikan Engkau sebagai idola hidupku.
    Mulai sekarang aku mau menjadikan Engkau sebagai idola hidupku.
    Dan mulai sekarang aku mau menjadikan Engkau sebagai idola hidupku, sepenuh hatiku.
    Dalam nama Tuhan Yesus. Amen

  • 23. 2 Timotius 2:20-21 – We are called for special purposes

    23. 2 Timotius 2:20-21 – We are called for special purposes

    Dapat rhema apa hari ini?

    Ayat rhema untuk direnungkan hari ini:

    ‭2 Timotius 2:20-21 TB‬
    Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.

    Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

    https://bible.com/bible/306/2ti.2.20-21.TB

    Renungkanlah pertanyaan-pertanyaan ini:

    • Manakah yang kita inginkan menjadi instrument untuk hal yang mulia atau kurang mulia?
    • Apakah kita sudah berusaha sekuat tenaga untuk menyucikan diri dari hal-hal yang jahat?

    Image by valeria_aksakova on Freepik

  • 14. 1 Korintus 7:25 – Hikmat Paulus

    14. 1 Korintus 7:25 – Hikmat Paulus

    Dapat rhema apa hari ini?

    Bacaan hari ini dari 1 Korintus pasal 7. Menarik sekali surat yang dituliskan oleh Paulus ini, berbicara tentang perkawinan.

    Ada beberapa poin penting disana, namun yang menjadi rhema saya bukanlah tentang topik yang beliau bahas.

    Ayat rhema yang saya dapatkan:

    ‭‭1 Korintus 7:25 TB‬‬
    Sekarang tentang para gadis. Untuk mereka aku tidak mendapat perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercayai karena rahmat yang diterimanya dari Allah.

    https://bible.com/bible/306/1co.7.25.TB

    Renungan

    Yang menjadi rhema bagi saya adalah ayat ini merupakan pernyataan beliau yang sifatnya disclaimer bahwa tentang bagian ini, yang berkaitan dengan gadis bukan merupakan perintah Tuhan secara langsung, tetapi merupakan pendapat Paulus secara pribadi.

    Bagi kita yang berniat menjalani hidup di dalam Kristus, seringkali dalam banyak hal tidak ada secara tertulis ayat Firman Tuhannya. Pernah ada yang bertanya kepada saya tentang trading saham, apakah itu dosa? Karena ada orang yang beranggapan itu judi. Atau dalam hal perkembangan teknologi, memang tidak ada Firman Tuhan yang menyebutkan istilah yang ada pada saat ini seperti internet, media sosial, dan sebagainya.

    Namun bagi kita, Tuhan memberikan hikmat baik melalui gembala-gembala kita di gereja atau hikmat pribadi hasil dari merenungkan Firman Tuhan secara pribadi atau hasil perenungan bersama Tuhan mengenai suatu topik.

    Tuhan yang merupakan sang pencipta, yang menciptakan segala sesuatu di dunia ini akan memberikan hikmat atau rahmat kepada kita dalam segala hal. Tentunya jika kita mau membuka hati dan pikiran bertanya apa arahan Tuhan, apa kehendak Tuhan dari suatu peristiwa atau kondisi. Maka Tuhan dengan sukacitanya akan mencurahkan hikmat dan rahmatNya kepada kita sehingga seringkali muncul sudut pandang, cara pikir, ataupun bagaimana cara menghadapi suatu situasi atau kondisi.

    Topik tentang perkawinan bukanlah hal yang mudah dibahas oleh Paulus, karena ia sendiri tidak menikah. Namun karena ia menulis dengan hikmat dari Tuhan maka tulisannya walaupun bukan suara Tuhan langsung dinyatakan kepada Paulus kita tetap dapat menganggapnya seperti arahan Tuhan langsung kepada kita.

    Aplikasi

    Apakah kita masih sering kali bergumul sendiri dengan situasi, kondisi masalah di sekitar kita?

    Sudahkah kita mendoakan situasi dan kondisi tersebut kepada Tuhan? Meminta tuntunan dan penyertaan Tuhan agar kita bisa memiliki sudut pandang yang benar, dan hati yang benar.

    Biasanya Tuhan akan memperlihatkan jalanNya kepada kita.

    Tinggal 1 masalah berikutnya, apakah kita mau mengambil jalan yang ditunjukkan oleh Tuhan?

    Atau kita justru kabur, menghindar karena pikiran kita dipenuhi dengan asumsi-asumsi sendiri? Kita takut sekali melangkah maju.

    Harapan dan doa

    Ayo jadilah anak terang yang penurut.

    Karena kalau tidak turut, itu namanya kita menolak Allah.

    Hal-hal yang pernah Tuhan sampaikan kepada kita melalui siapapun ayo kita minta keberanian dari Tuhan untuk menjalankannya.

    Amen

    PS: Image by freepik

  • 7. Intermezzo – What a Funny God

    Have you experienced that Jesus is funny?

    This morning, after I woke up, and did everything else I sit on my yoga-mat on the floor, open my bible and pray before I read the bible.

    My pray this morning are not usual words that I used to say when I pray before reading my bibles.

    I said, “Lord, thank you for this morning, I want to listen Your words, I want to study, I want to study Your words so I can live right. Amen”

    I open my eyes and when I looked in my bible, the title of the chapter I have to continue read today is : Kebenaran yang sejati (Indonesian version bible) – Phillipians 3. What? It is kind of funny I think.

    Image by stockking on Freepik

    Although it is different title with New International Version (NIV) : No Confidence in the Flesh. I assume that it was God who really want to speak to me about this topic. And you know that God frequently did something like that in instant, like it was already there before I said that in my wish or my prayer. And a second after I finished my words, bamm… it is in front of my eyes.

    Oh God, You are so kind and sweet to me. Me, who frequently off the road. Yes you are loyal and commit to me. Thank You Jesus, don’t let me go, don’t let me off from Your guardiance. Amen.

  • 6. Filipi 2:1 – Kristus Memenuhi Kebutuhan Emosional Manusia

    Dapat rhema apa hari ini?

    Hari ini dapat rhema yang luar biasa, padahal baru membaca ayat 1 dari Surat Paulus kepada jemaat di Filipi pasal ke-2.

    Ayat rhema hari ini:

    Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,

    Filipi 2:1 (TB)
    Image by studiogstock on Freepik

    Renungan, yang saya dapat dari rhema hari ini:

    Tuhan Yesus Kristus bukan hanya memberkati secara fisik, justru pertama kali Tuhan itu memberkati kita manusia secara emosional, mental, dan spiritual. Dan pemenuhan kebutuhan emosional manusia, pemulihan atas perasaan negatif yang kita alami itu ada di dalam Kristus.

    Saya coba browsing di internet dengan keywords: “kebutuhan emosional”, dari satu situs kesehatan disebutkan bahwa kebutuhan emosional manusia itu adalah kasih sayang, penerimaan/diterima, validasi, rasa aman, percaya/dipercaya, empati/ dimengerti, dll. Salah satu pakar yaitu Maslow mengemukakan teori kebutuhan manusia seperti gambar di bawah:

    Kebutuhan Manusia menurut Maslow. Pic from Gramedia

    Dan apabila kebutuhan manusia tersebut dirasakan tidak terpenuhi maka akan timbul perasaan negatif dalam diri manusia. Perasaan negatif yang timbul bisa dalam bentuk kemarahan, kesedihan, benci, iri, putus asa, cemas, takut. Dan apabila perasaan negatif tersebut tidak tertangani maka dapat berdampak kepada berbagai macam kondisi, bisa berdampak kepada sikap atau perilaku negatif atau kondisi fisik menjadi sakit. Dan jika itu berlangsung terus maka akan berdampak kepada lingkungan di sekitar kita, orang-orang yang ada di sekitar kita, pekerjaan, hubungan, dan lain sebagainya.

    Ayat yang menjadi rhema hari ini memberikan kunci jawaban atas itu semua, bahwa dalam Kristus kebutuhan emosional kita akan dicukupkan oleh Kristus; Tuhan memberikan harapan yang menimbulkan rasa aman, rasa tenang, Tuhan memberikan kasihNya dalam berbagai bentuk dan bisa melalui siapa saja yang membuat kita merasa dikasihi, dan saat Kristus ada di dalam diri kita, dan kita taat kepadaNya maka karakter kita akan terbentuk sehingga orang di sekitar kita akan menghargai diri kita, kita akan mendapatkan pengakuan yang baik dari mereka. Dan itu semua bukan hanya cukup bahkan berlimpah sehingga kita dapat memberikannya kepada orang lain di sekitar kita.

    Bukan hanya kebutuhan emosional, namun Kristus pun memberikan pemulihan akan setiap perasaan negatif yang mungkin timbul dalam hati kita manusia. Sedih, marah, kecewa, sakit hati, cemas, takut, tawar hati, semuanya Kristus akan memberikan pemulihan. Begitu banyak kesaksian orang dipulihkan dari perasaan-perasaan negatif ini, mungkin jauh lebih banyak daripada pemulihan fisik (saya tidak punya datanya).

    Yah, itu berarti benar adanya bahwa kita harus hidup dalam Kristus agar Kristus dapat hidup dalam hati kita.

    Betapa nikmatnya hidup seseorang di saat kebutuhan emosionalnya tercukupi, bahkan saat kondisi fisik dan situasi di sekitarnya tidak ideal, tidak nyaman ia bisa tetap tenang, merasakan damai, merasakan sukacita, dan sejahtera.

    Aplikasi dalam kehidupan kita sehari-hari:

    Apakah kita masih seringkali mengalami perasaan-perasaan negatif di dalam hati kita? Apapun bentuknya?

    Itu artinya kita perlu masuk lebih dalam lagi dalam Kristus. Kita perlu lebih bersungguh-sungguh lagi, lebih serius , komitmen dengan Kristus. Maka mungkin kita bisa mengecap/ mengalami sedikit kebahagiaan dan sukacita di sorga saat kita masih berada di dunia.

    Yuk, semangat lagi berdoa, ke Gereja, membaca dan merenungkan Firman Tuhan, memuji dan memuliakan Tuhan dengan pujian.

    Harapan dan Doa:

    Ya Tuhan, begitu besar kasihMu kepada kami manusia. Ampuni kami yang buta, yang tuli, yang keras hati, yang kurang percaya ini ya Tuhan.

    Ajari kami, tuntun kami ya Tuhan untuk semakin dalam berada di dalamMu.

    Terimakasih Tuhan Yesus.

    Amen.

  • 4. Roma 13:7 – Berikanlah sesuai hak mereka

    Dapat rhema apa hari ini?

    Hari ini kita membaca dari Roma pasal 13.

    Ayat rhema hari ini:

    ‭‭Roma 13:7 TB‬‬
    Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.

    https://bible.com/bible/306/rom.13.7.TB

    Renungan dari ayat rhema ini:

    Kita hidup dalam suatu ekosistem. Ada orang lain di sekitar kita. Kita tidak hidup sendiri, bahkan di rumah dan di keluarga ada juga orang lain.

    Dalam ekosistem tersebut setiap orang memiliki peran dan fungsi. Dari peran dan fungsi itu maka ada kewajiban dan hak baik itu tertulis maupun tidak tertulis.

    Kita sebagai anak-anak Tuhan memiliki perintah dari Tuhan yang harus dijalankan yaitu kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!

    Perintah itu salah satunya mengandung makna sesuai dengan ayat rhema hari ini. Bukan hanya kepada pemerintah atau pihak berwenang namun juga di lingkungan dimana kita tinggal, termasuk dalam keluarga.

    Seperti ada tertulis bahwa suami harus mengasihi istrinya dan anak-anaknya, itu berarti istri dan anak-anak berhak mendapatkan kasih dari seorang suami.

    Istri harus tunduk dan hormat kepada suami, itu berarti suami berhak mendapatkan respect dari seorang istri.

    Dan orang-orang lain di sekitar kita lainnya, orang tua kita, tetangga, teman kerja, atasan, dan lain-lain.

    Memberikan apa yang seharusnya kita berikan kepada mereka merupakan salah satu wujud kasih kepada mereka.

    Aplikasi dalam kehidupan sehari-hari:

    Pertanyaannya, apakah kita masih seringkali menahan hal-hal yang seharusnya kita berikan kepada orang lain? Kasih kepada orang yang seharusnya kita kasihi? Respect kepada orang yang harus kita berikan respect? Pajak, cukai? Dan lain sebagainya.

    Harapan dan doa:

    Ya Tuhan, berikan kami hati yang tulus mengasihi sesama kami, termasuk orang-orang yang berwenang atas kami.

    Berikan kami kerelaan hati sebagai ganti ego kami untuk senantiasa menghormati, takut, respect kepada orang-orang yang berhak mendapatkan itu.

    Ajari kami ya Tuhan untuk bersikap yang benar, memiliki hati/ perasaan yang benar, dan sudut pandang yang benar kepada orang-orang yang ada disekitar kami karena kami mau menjalankan perintahMu untuk mengasihi sesama kami.

    Terimakasih Tuhan Yesus.

    Amin