Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Tag: renungan harian

  • 3. Efesus 5 : 15-17 – Pergunakanlah Waktu

    Dapat rhema apa hari ini?

    Hari ini saya akan sharing rhema dari Kitab Efesus, pasal 5.

    Ayat rhema hari ini adalah:


    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

    Efesus 5:15-17 TB – https://my.bible.com/id/bible/306/EPH.5.15-17.TB

    Renungan rhema hari ini:

    Siapa pun, agama apa pun, kepercayaan apa pun pasti pernah mengalami situasi kesulitan untuk mengatur waktu. Entah karena kesibukan yang terlalu banyak atau memang belum mahir dalam mengatur diri agar waktu yang ada dapat dioptimalkan.

    Waktu adalah sesuatu yang tetap sifatnya, secara relatif tidak akan bertambah, namun selalu dirasakan semakin sempit, semakin berkurang, atau semakin cepat.

    Siapa yang merasa bahwa perayaan Natal terakhir seperti baru kemarin? Atau jalan-jalan berlibur terakhir seperti baru beberapa hari yang lalu? Tak terasa sekarang sudah mau dekat waktu libur panjang lagi. Ya, waktu bisa berlalu begitu cepat dan jika kita tidak mengelola diri kita dengan baik maka kita akan kehilangan momen atau kesempatan.

    Dalam surat kepada jemaat di Efesus ini, Paulus mengingatkan jemaat di sana untuk senantiasa memperhatikan cara hidup mereka, jadilah arif, dan jangan bodoh. Dalam hidup ini mereka diminta untuk senantiasa berusaha mengenal Tuhan agar dapat mengerti kehendak Tuhan dalam kehidupan mereka.

    Situasi kehidupan setiap orang dan setiap keluarga pasti berbeda-beda, pergumulan yang dihadapi pun pasti berbeda-beda, namun yang pasti usaha untuk mengenal Tuhan itu harus dilakukan oleh setiap pribadi. Karena dengan mengenal Tuhan, kita bisa mengerti kehendak Tuhan. Karena kita mengenal Tuhan dan mengerti kehendakNya maka kita akan memiliki cara pandang seperti cara pandang Tuhan. Kita tidak memandang masalah sebagai suatu masalah, kita tidak memandang kesulitan, bencana, musibah sebagai suatu hal yang berat. Bagi orang lain mungkin terasa sangat berat, namun bagi orang-orang yang mengerti kehendak Tuhan, yang sangat memahami kehendak Tuhan akan memiliki kekuatan dan spirit yang tidak ada habis-habisnya. Kekuatan itu berasal dari Tuhan.

    Aplikasi dalam kehidupan kita sehari-hari:

    Maka dari itu, jika saat ini kita bingung, kita merasa sedang susah, merasa beban berat, dan pahit mari datang kepada Tuhan? Kembalilah kepadaNya, kenalilah Dia, dan Tuhan akan memberikan cara pandang yang baru, Tuhan akan memberikan kekuatan, dan pengharapan agar kita dapat terus berjalan, melangkah dalam iman.

    Melangkah bukan dengan langkah yang gontai, lemas, susah, namun melangkah dengan penuh semangat yang berkobar-kobar karena Tuhan bekerja di dalam diri kita. Karena Tuhan mau membuat kita menjadi pemenang yang lebih dari sekedar pemenang.

    Harapan dan Doa

    Ya Tuhan, terimakasih karena Engkau kembali mengingatkan kami di saat kami sedang terpuruk, disaat kami merasa kehilangan arah dan tujuan, disaat kami merasa tidak ada harapan lagi.

    Engkau mengingatkan kami bukan untuk sesuatu yang bagaimana, hanya kembali mendekat kepadaMu, kembali berdoa, kembali membaca firmanMu, kembali melayaniMu.

    Terimakasih ya Tuhan.

    Amen

  • 1. Roma 9:18 – Kasihanilah Mereka

    Dapat rhema apa hari ini?

    Hari ini tugas saya sharing rhema yang saya dapatkan dari Roma 9-10.

    Ayat rhema saya hari ini:

    Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.

    Roma 9:18 (TB)

    Renungan saya hari ini:

    Kasihanilah mereka yang Tuhan tegarkan hatinya. Ya benar, kasihanilah mereka yang Tuhan tegarkan hatinya.

    Seringkali di berbagai keadaan kita bertemu dengan orang-orang yang begitu keras, begitu tegar hatinya tidak mau berubah baik dari cara pikir, sikap, dan bahkan perbuatan untuk berbalik dari hal-hal yang tidak berkenan di mata Tuhan. Bukan cuma mereka yang melakukan dosa, namun yang mungkin menurut kita hidupnya biasa-biasa saja namun di saat kita mengajak mereka untuk lebih berkomitmen kepada Tuhan mereka tidak menanggapinya sama sekali.

    Jangan kesal, karena mungkin memang Tuhan-lah yang menegarkan atau mengeraskan hati mereka sehingga mereka tidak menanggapi ajakan kita. Jangan kesal, namun kasihanilah mereka, feel sorry for them, dan justru jangan tinggalkan mereka. Memang lelah rasanya berulang kali mengingatkan mereka, memberi tahu mereka, namun jangan tinggalkan mereka. Mungkin kita bisa menjaga jarak sementara waktu, dan bawalah mereka dalam doa-doa kita di hadapan Tuhan, agar Tuhan yang melembutkan hati mereka, agar Tuhan yang memberikan pengertian yang baru, agar Tuhan mengutus orang-orang yang mungkin bisa masuk di pikiran dan hati mereka.

    Sebab Ia berfirman kepada Musa:

    ”Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan

    dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.”

    Roma 9:10 (TB)

    Kiranya Tuhan mau bermurah hati dan berbelas kasihan kepada kita yang membawa mereka dalam doa-doa kita kepada Tuhan.

    Aplikasi dalam kehidupan kita:

    Apakah ada orang-orang di sekitar kita yang hidupnya masih jauh dari Tuhan?

    Apakah ada orang-orang di sekitar kita yang sulit sekali untuk kita masuk memberitakan Firman Tuhan?

    Apakah kita juga seringkali merasa sulit untuk hidup benar, untuk menerima masukan dari Tuhan?

    Mari kita bawa dalam doa-doa kita yuk, agar doa-doa kita tidak semata-mata doa untuk diri kita dan pergumulan diri kita sendiri. Ini saatnya kita belajar untuk memiliki hati seperti hati Tuhan yang begitu penuh kasih.

    Harapan dan Doa:

    Semoga dengan menjalankan praktik ini, selain Tuhan melembutkan hati-hati orang yang begitu tegar menurut kami, Tuhan juga melembutkan hati kami, memberikan kami pengertian dan pemahaman yang baru, dan yang lebih penting membuat kami semakin mengerti hatiMu ya Tuhan, membuat kami semakin mencintai Engkau ya Tuhan.

    Amen

  • Everything is POSSIBLE

    Everything is POSSIBLE

    Mark 9 : 23

    Anda pasti sudah sering membaca kisah Yesus menghadapi permintaan dari seorang Bapak, untuk kesembuhan anaknya.

    Tahukah anda ada hal yang menarik disana ?

    Yesus tergugah dengan kata-kata permintaan Bapak tersebut : Tapi jika Tuhan bisa ….

    Kita semua tahu, bahwa tidak ada yang tidak bisa bagi Tuhan, namun Yesus pada saat itu juga mengerti atas harapan yang sangat besar dan keputusasaan Bapak itu karena murid-murid Yesus tidak dapat menyembuhkan anaknya. Sehingga mulai muncul rasa tidak yakin, yang kemudian memunculkan pertanyaan seperti di atas.

    Namun Yesus menjawab : “Everything is POSSIBLE for one who is BELIEVE”

    Believe – Percaya itu yang seringkali kecil atau tidak ada. Jika sempat ada, maka menjaga dan mempertahankan keyakinan tersebut adalah perjuangan. Dibutuhkan kekuatan untuk senantiasa yakin dan percaya. Dibutuhkan hubungan spesial dan keintiman dengan Tuhan dan Roh Kudus agar senantiasa percaya.

    Maka kita harus mulai membangun hubungan yang lebih intim lagi dengan Tuhan dan Roh Kudus.

    Saat ini saya sedang membaca edisi bahasa Inggris (NIV), dan saya menemukan hal baru yang berkesan buat saya. Berbeda dengan edisi Bahasa Indonesia dan King James Version, namun saya menganggapnya juga sebagai kebenaran, bahkan hal tersebut memperkaya iman saya.

    Verse 24 NIV :

    Immediately the boy’s father exclaimed, “I do believe; help me overcome my unbelief!

    Bapak itu menyadari kesalahannya dan permintaanya bertambah yaitu meminta agar Tuhan membantunya untuk jadi percaya. Jadi lebih percaya. Memperbesar imannya.

    Bahkan tahukah anda kalau Bapak tersebut, menyesali bahkan sampai berseru dan menangis meminta hal tersebut kepada Yesus ?

    Verse 24 KJV :

    And straightway the father of the child cried out, and said with tears, Lord, I believe; help thou mine unbelief.

    Percaya, itu adalah porsi manusia. Namun saya juga percaya, Tuhan mampu membuat kita lebih percaya jika kita memintanya. Jika memang kita menginginkannya.

    Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, yang kita butuhkan hanya percaya.

    Setiap permasalahan di dalam hidup kita pasti ada jalannya.

    Bahkan untuk dosa terbesar kita, Tuhan tetap menyediakan jalan.

    “Be innocent of both outward and inward sins. Ask The Holy Spirit cleanse you through and through.” – Philip Mantofa

    Mari kita mulai dengan membaca Alkitab, 1 pasal sehari.

    Atau kalau masih terlalu banyak mulailah dengan 5 menit sehari.

    Mintalah hikmat Tuhan dari yang 5 menit itu.

    Saya percaya, Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk anda.

    Karena itulah Tuhan, tidak ada yang tidak sempurna yang berasal dari Tuhan.

    Amen.

  • Perintah Yesus yang Sengaja Dilanggar

    Mark 1

    Apakah anda seorang yang takut akan Tuhan ?

    Apakah anda seorang yang senantiasa mengikuti perintah Tuhan ?

    Ternyata ada loh di Alkitab, yang tidak tahan untuk melanggar perintah Yesus. Bukan cuma tidak melaksanakan tapi tidak tahan untuk tidak melanggar.

    Salah satunya adalah orang kusta yang disembuhkan Yesus pada Markus pasal 1.

    Disebutkan : segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras.

    Tapi apa yang dilakukan orang itu ?

    Disebutkan : Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana.

    Saudaraku, sukacita yang besar tidak dapat ditutup-tutupi.

    Apakah anda dapat membayangkan sukacita yang dirasakan oleh orang kusta ini ?Apakah kita pernah mengalami sukacita seperti orang ini ? Apakah sukacita itu masih ada sampai sekarang ? Atau ada yang belum pernah merasakan sukacita itu?

    Pernahkah kita membayangkan hidup tanpa Kristus?

    Apakah hidup kita akan biasa-biasa saja ?

    Mari kita merenungkan, apa yang sudah Tuhan lakukan dalam hidup kita. Karena tidak ada yang kebetulan di dalam hidup ini. Semua karena Kasih Karunia Tuhan.

    Mari kita hitung berkatNya. Dan seandainya semua itu tidak ada, apa yang akan terjadi pada hidup kita?

    Mari saudaraku, mari kita ceritakan kebaikan-kebaikan Tuhan pada hidup kita. Jangan kita simpan sendiri… Jadilah seperti si orang kusta itu. Maka cerita-cerita kita akan menjadi pengharapan bagi orang-orang yang membutuhkannya.

    Berceritalah, bercerita tentang kebaikan Tuhan dalam hidup kita.

  • Action – nothing is more important

    Action – nothing is more important

    Pagi ini saya membaca 3 pasal. 3 pasal yang berkaitan. Karena awalnya rencana saya membaca 2 pasal namun karena saya sekarang sedang membaca edisi bahasa inggris, ceritanya bersambung, sehingga sayang kalau saya hentikan.

    Saya mendapatkan 2 rhema pagi ini.

    Rhema yang ke – 2 : Buat Tuhan, jauh lebih penting mengerjakan daripada pernyataan kesediaan. (Matt 21 : 28-32).

    Alias Jangan Omong Doang (OmDo).

    This verse hit me strike. Because these Q4 of 2018 I am practicing Acts, Executions not just statements, plans, dreams.

    In 2019 Jesus provide us what we want. We believe that 2019 is the prosperious year. But Jesus ask us to Act !!!

    Rhema ke – 1 : If I want something, if I want my dreams come true, I should ask in prayer and believe that you already have it.

    Ask in prayer in faith.

    Kalau mau dipecah tahapannya bagi yang ingin mewujudkan impiannya :

    1. Bermimpi, membangun impian.
    2. Ask in prayer.
    3. Believe it.
    4. Live it.

    Tapi kita semua tahu, masalah kita ada pada setiap tahapan itu. Bahkan kita tidak tahu impian kita, bagaimana Tuhan bisa membantu mewujudkannya ? Yang masalah apabila hidup kita tidak berjalan baik lalu kita menyalahkan Tuhan, menghakimi Tuhan tidak sayang.

    Yuk, sama-sama berubah yuk…

    Agar menjadi murid Kristus menjadi pengalaman yang membahagiakan.

  • “Go for Extra Mile” – is Jesus’ words

    “Go for Extra Mile” – is Jesus’ words

    Luar biasa Firman Tuhan pagi ini.

    Injil Matius 5 dan 6, saya selalu suka saat membaca kedua pasal ini. Senantiasa menginspirasi dan memotivasi saya. Dan senantiasa saya gunakan saat saya memberi motivasi teman-teman saya.

    Dua pasal ini saya baru menyadari bahwa Tuhan Yesus adalah Champion of The Champion (walaupun itu terlalu kecil bagiNya). Namun Ia mengajarkan untuk selalu memberikan yang Terbaik. The best ! Bahkan The EXTREME BEST !!!

    Tidak hanya mengajarkan kita untuk melakukan sesuai yang dituliskan namun lebih dari itu.

    Wow, Praise The Lord.

    Apakah kita sudah senantiasa melakukan yang terbaik? Above the expectations ? Kepada pasangan kita, anak-anak dan keluarga kita, pekerjaan kita, bahkan kepada orang-orang yang berhubungan dengan kita.

    Masih merinding rasanya saat saya menuliskan artikel ini.

    Ayo, mari, kita berikan terbaik yang kita bisa, niscaya janji-janji Tuhan akan terjadi dalam hidup kita.

    Anda Janji ?

    Yuk…

  • Belajar meniti karir dari Alkitab

    Bible is a business book, bible is a book for everything, about everything.

    Hari ini membaca Matius pasal 3 dan 4, yang kalau boleh dianalogikan sebagai permulaan karir Tuhan Yesus.

    Inilah yang Tuhan Yesus alami atau lakukan :

    1. Dibaptis air dan roh kudus.
    2. Menjalani puasa fisik dan mental.
    3. Mulai berkotbah sendiri.
    4. Merekrut murid-murid
    5. Mengajar, memberitakan Injil, dan menyembuhkan orang sakit.

    Jika saya konversi ke versi karir :

    1. Membangun hubungan dengan Tuhan.
    2. Membangun karakter, nilai/value – Mengalahkan ego diri sendiri (self management).
    3. Mulai dari yang ada (diri kita sendiri dahulu).
    4. Membangun tim, mempersiapkan regenerasi.
    5. Memperluas cakupan layanan.

    Mohon maaf saya kesulitan memformulasikan dengan baik. Hati saya berpikir seperti itu, bahwa Tuhan Yesus juga meniti tangga karir (kalau kita melihatNya sebagai figur yang sukses).

    Yesus menjalani setiap tahapannya. Mulai dari hal kecil sampai akhirnya orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.

    Memiliki visi Tuhan, itu adalah dasarnya.

  • Resolusi 2019 – Mulai dengan Mimpi

    Puji Tuhan, 2019 sudah tidak lama lagi.

    Memulai lagi komitmen untuk membaca alkitab. Menjadikan membaca alkitab 2 pasal sehari sebagai salah satu tantangan – challenge – resolusi di 2019 selain membaca 52 buku, 10k run finisher.

    Start from New Testament.

    Mimpi, Yusuf bertemu malaikat Tuhan di dalam mimpi. Tuhan berbicara melalui mimpi.

    Pernahkah kita bermimpi seperti Yusuf? Dream like Joseph had? Saya sendiri tidak tahu, kenapa tidak tahu ? Karena dulu saya pernah membuat quote : mimpi adalah petunjuk jalan hidupmu. Sangking seringnya saya merasakan de ja vu makanya saya buat itu.

    Tapi bukan mimpinya yang penting, tapi eksekusinya. Tidak ada gunanya mimpi indah, mimpi yang menginspirasi kalau kita hanya jadi pemimpi. Mimpi di siang bolong. Mari kita jalani mimpi kita. Walk the dream. Make our dream come true.

    Sama seperti Yusuf yang menjalankan perintah malaikat yang muncuk dalam mimpinya. Bayangkan kalau Yusuf diam saja. Ceritanya pasti akan jauh berbeda.

    Jadi yuk…. if you have a dream, lets make it come true.

  • Karunia Pertama (Now I know that I am a gifted man)

    Tahukah anda karunia yang paling pertama dan yang paling penting ?

     

     

    Bagi para pengikut Kristus, Karunia adalah sesuatu yang seringkali kita dengar. Kita dengar dalam khotbah, dalam lagu, dan dalam doa-doa. Salah satu pembahasan tentang karunia ada di Surat Paulus kepada Jemaat di Korintus : 1 Korintus 12 (klik link untuk membaca).

    Pagi ini, saat saya berdoa saya merasa bahwa lebih dari itu, lebih banyak dari rupa-rupa karunia yang ada dalam 1 Korintus 12. Namun yang menariknya adalah karunia apa yang paling penting ? Karunia apa yang jika pencobaan terjadi hebat di dalam hidup kita yang jangan sampai hilang. Karunia yang Daud sendiri pun tidak ingin karunia itu hilang : “Tuhan, jangan ambil karunia ini daripadaku”. Karunia itu adalah pengenalan akan Tuhan.

    Pengenalan akan Tuhan adalah Karunia pertama yang kita dapatkan, dannnn karunia yang terpenting. Biar apapun yang terjadi dalam hidup kita, permasalahan hidup, bencana, sakit-penyakit menimpa kita, karunia ini jangan sampai hilang. Karena Karunia ini adalah pintu dari segala sesuatu. Pintu ke mana saja. “Akulah jalan”, “melalui Aku”, dan lain-lain adalah penggalan-penggalan ayat yang sering juga kita dengar.

    Kenali Tuhan lebih dan lebih lagi. Ajarkan, perkenalkan Tuhan kepada anak-anak kita. Perkenalkan Tuhan pada saudara atau keluarga kita. Perkenalkan Tuhan pada sebanyak mungkin orang. Tuhan kita yang Amazing, Tuhan kita yang sangat baik, Tuhan kita yang senantiasa menghibur kita saat kita menghadapi masalah.

    Pagi ini, saya seharusnya mengerjakan tugas penting kantor. Namun saya merasa insight yang saya dapatkan pagi ini jauh lebih penting untuk saya tuliskan. Saya tidak ingin insight ini hilang, terkubur oleh kompleksitas hidup saya hari ini.

    Terimakasih Oh Tuhan. Terimakasih atas karunia yang Engkau berikan padaku pagi hari ini. Karunia untuk mendengar, mendengar suara-Mu, mendengar suara Roh Kudus, mendengar suara hati. Terimakasih. Now I know that I am a gifted person