Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Penulis: yoga

  • Renungan Mazmur 90: Allah Tempat Perlindungan Kekal (3)

    Renungan Mazmur 90: Allah Tempat Perlindungan Kekal (3)

    Bergerak dalam Perlindungan Allah

    Devotional

    Sering kali, ketika kita berada dalam kesukaran, penderitaan, atau tekanan yang berat, kita merasa “pantas” untuk diam saja. Kita menunggu pertolongan datang, berharap keadaan berubah tanpa kita harus bergerak.

    Tidak semua orang bereaksi demikian, tapi banyak yang akhirnya tenggelam semakin dalam dalam pergumulan karena memilih untuk berhenti melangkah.

    Doa Musa dalam Mazmur 90 mengingatkan beberapa hal penting:

    1. Hidup kita singkat
    “Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun…” (Mazmur 90:10).
    Justru karena singkat, kita diajak untuk tidak menyia-nyiakan hari-hari yang Tuhan beri, supaya jerih lelah kita—terutama di dalam Tuhan—menjadi kesaksian hidup, bukan penyesalan di akhir.

    2. Tuhan ingin kita berhikmat
    “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami, supaya kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mazmur 90:12).
    Hati yang bijaksana akan mengelola waktu, talenta, dan kesempatan yang Tuhan percayakan—bahkan di tengah masa-masa sulit. Kita tidak hanya bertahan, tapi juga bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan.

    3. Tuhan ingin meneguhkan pekerjaan tangan kita
    “Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami…” (Mazmur 90:17).
    Tuhan tidak hanya melindungi kita secara pasif; Ia mau berjalan bersama kita dan meneguhkan setiap langkah dan karya yang kita lakukan bersama-Nya.

    Memang, dalam pergumulan kita cenderung mencari posisi yang paling aman, bahkan sampai sulit berdoa dan sulit bergerak. Karena itu, kita tidak bisa menjalani hidup ini sendirian. Kita perlu gereja, kita perlu saudara seiman yang mendukung kita dalam doa dan menyemangati kita untuk kembali melangkah.

    Bergerak dalam perlindungan Tuhan adalah mukjizat dan kasih karunia-Nya.
    Seperti bangsa Israel yang berjalan di padang gurun di bawah naungan tiang awan dan tiang api.
    Seperti domba yang berjalan bersama gembala di lembah kekelaman (Mazmur 23).

    Perlindungan Tuhan bukan hanya tempat untuk “bersembunyi”, tetapi juga ruang aman untuk terus melangkah dalam iman.
    Selama kita berjalan bersama Dia, setiap langkah—sekecil apa pun—tidak sia-sia.

    Application

    – Jangan jalan sendiri. Hubungi seorang sahabat rohani, pemimpin komsel, atau anggota gereja, dan ceritakan pergumulanmu. Minta mereka mendoakanmu.
    – Pilih satu langkah kecil yang bisa kamu lakukan hari ini: berdoa singkat, ikut ibadah, mulai kembali pelayanan, atau menyelesaikan satu tugas yang tertunda.
    – Di akhir hari, luangkan waktu sejenak untuk menghitung “karya Tuhan”: tulis minimal satu hal kecil yang menunjukkan bahwa Tuhan menyertaimu hari itu.

    Share Your Faith

    Bergerak dalam perlindungan Tuhan berarti tetap melangkah, sekalipun langkahmu kecil dan tertatih.

    Tuhan berjanji menyertai, meneguhkan, dan memakai setiap langkah itu sebagai bagian dari karya-Nya dalam hidupmu.

    Prayer

    Ya Tuhan,
    dalam kesukaran dan penderitaan ini, jiwa kami rasanya hancur.
    Sering kali kami kehilangan kekuatan untuk melangkah dan memilih diam.

    Kuatkan tubuh kami, tetapi terlebih lagi kuatkan hati kami.
    Ajari kami memandang hanya kepada-Mu
    selagi kami melangkah setapak demi setapak.

    Peganglah tangan kami erat-erat, ya Tuhan, jangan lepaskan.
    Mampukan kami merasakan sukacita atas setiap kemajuan kecil
    yang kami buat bersama-Mu.

    Dalam nama Tuhan Yesus,
    Amin.

  • Renungan Mazmur 90: Allah Tempat Perlindungan Kekal (2)

    Renungan Mazmur 90: Allah Tempat Perlindungan Kekal (2)

    Jangan Ragu, Betapa Besar Kuasa Allah.

    Devotional

    Dalam tekanan yang berat, pergumulan yang menekan dari segala sisi, apalagi saat kita sedang ditimpa bencana atau kesusahan besar, pengharapan kita bisa ikut terhimpit.
    Kadang bukan cuma ragu—kita bisa sampai pada titik putus asa dan merasa seolah tidak ada lagi jalan keluar.

    Di tengah suasana seperti itu, doa Musa dalam Mazmur 90 mengingatkan kita akan satu kebenaran penting:
    betapa besar kuasa Allah dan betapa kecilnya segala sesuatu di hadapan-Nya.

    “Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: ‘Kembalilah, hai anak-anak manusia!’ Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin…” (Mazmur 90:3–4, TB)

    Bagi Tuhan, seribu tahun hanya seperti satu hari yang baru saja lewat, seperti satu giliran jaga di waktu malam.
    Artinya: tidak ada tekanan, masalah, kesukaran, atau penderitaan yang terlalu besar atau terlalu lama bagi Dia.
    Semua yang terasa sangat berat dan panjang bagi kita, sesungguhnya ada dalam genggaman-Nya yang kekal.

    Tuhan tahu persis apa yang kita alami—bahkan dosa dan kelemahan yang kita sembunyikan pun terbuka jelas di hadapan-Nya. Namun justru di situlah pengharapan kita:
    Allah yang maha tahu dan maha kuasa itu juga adalah Allah yang maha kasih.

    Dalam situasi apa pun, kita perlu berpegang pada perkataan Tuhan, pada Firman-Nya. Di sanalah letak kuasa yang sanggup mengubah hidup kita.
    – Firman Tuhan mengubah cara kita memandang situasi.
    – Cara pandang yang diubahkan akan mengubah respon hati dan langkah kita.
    – Dan pada waktunya, Tuhan memakai itu untuk mengubah jalannya hidup kita.

    Karena begitu besar kuasa perkataan Tuhan maka tidak heran Yohanes menulis bahwa pada mulanya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah. (Yohanes 1). Dan di kitab Amsal 1:1-2, kita juga diingatkan bahwa orang yang kesukaannya merenungkan perkataan Tuhan akan berbuah-buah kehidupannya.

    Ketika kita membaca, merenungkan, dan memegang Firman Tuhan, kita sesungguhnya sedang membuka hati untuk diubahkan oleh-Nya. Mungkin hari-hari kita belum langsung berubah menjadi mudah, tetapi hati kita menjadi lebih kuat, lebih bijaksana, dan lebih penuh pengharapan.
    Di tengah kesukaran, kita bisa tetap bersukacita karena tahu bahwa kita tidak berjalan sendiri.

    Rasakanlah betapa besar kuasa Firman Tuhan dalam hidup kita

    Rasakanlahbetapa besar kuasa Firman Tuhan dalam kehidupan kita, mari kita: – Pilih beberapa ayat Firman Tuhan yang bisa menjadi pegangan pribadi dalam pergumulanmu.
    – Catat di jurnal, HP, atau sticky note.
    – Renungkan, bayangkan, dan doakan ayat itu—“obrolkan” dengan Tuhan bagaimana ayat itu berbicara ke situasimu.

    Biarkan Firman itu bekerja:
    mengubah hati terlebih dahulu,
    lalu menguatkan langkahmu,
    sampai akhirnya mengubahkan cara kamu melihat situasimu.

    Prayer

    Ya Tuhan,
    ajarlah kami untuk yakin dan percaya,
    berpegang pada setiap perkataan-Mu, bukan pada rasa takut kami.

    Tolong kami membangun hubungan yang intim dengan-Mu
    melalui doa dan Firman setiap hari.

    Biarlah perkataan-Mu berkuasa atas hidup kami,
    mengubah hati kami, cara pandang kami, dan langkah-langkah kami.

    Kami percaya, kuasa-Mu jauh lebih besar
    daripada setiap pergumulan yang kami hadapi.

    Amin.

    Share Your Faith

    Di tengah tekanan dan rasa putus asa, jangan berhenti pada keraguan.

    Berpeganglah kembali pada Firman Tuhan—di sanalah kuasa-Nya nyata, menguatkan hatimu langkah demi langkah.

  • Renungan Mazmur 90: Allah Tempat Perlindungan Kekal (1)

    Renungan Mazmur 90: Allah Tempat Perlindungan Kekal (1)

    Jangan Takut, Allah tempat perlindungan kekal

    'Doa Musa, abdi Allah. Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun. '

    Renungan

    Dalam situasi yang tidak aman atau tidak nyaman, naluri manusia selalu sama: kita mencari tempat yang aman.
    Bayangkan suasana perang: kekacauan di mana-mana, orang-orang terluka, bahkan meninggal. Rasanya hidup seperti di ujung tanduk. Atau bayangkan bencana alam: banjir, gempa, kebakaran, tsunami. Dalam semua itu, reaksi pertama kita biasanya adalah mencari tempat perlindungan.

    Doa Musa dalam Mazmur 90 adalah pengakuan iman yang sangat dalam:
    “Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun…”

    Perjalanan Musa dan bangsa Israel keluar dari Mesir penuh dengan ketidakjelasan, ketakutan, dan mungkin keputusasaan. Dari semua pengalaman itu, Musa belajar satu hal penting: hanya ada satu tempat perteduhan dan perlindungan yang sejati bagi manusia, yaitu Allah sendiri.

    “Engkaulah tempat perteduhan kami.”
    Kata tempat berbicara tentang posisi yang bisa dituju. Di saat kita merasa tidak aman dan mencari perlindungan, Firman Tuhan menegaskan: ada tempat itu, dan tempat itu adalah Tuhan.
    Berada di dalam Tuhan, hidup bersama Tuhan, adalah tempat perlindungan yang paling aman di dunia ini.

    Seperti orang yang berlari menuju bunker saat perang atau titik evakuasi saat bencana, demikian juga kita seharusnya bergerak menuju Tuhan. Itu berarti kita tidak hanya tahu bahwa Tuhan itu ada, tetapi juga melangkah mendekat kepada-Nya.

    Bagi kita, tempat itu bukan titik geografis di peta. Tuhan bisa kita temukan di mana saja dan kapan saja—yang Ia cari adalah hati yang rindu, haus dan lapar akan damai dan sukacita-Nya.

    Aplikasi
    Kalau hari ini kamu sedang berada di tengah pergumulan—entah dalam pekerjaan, keluarga, kesehatan, atau pelayanan—mulailah mengarahkan pandanganmu kepada Tuhan.
    Ambil langkah iman yang sederhana tapi nyata:
    – Berdoa, walau dengan kata-kata yang terbata-bata.
    – Membuka Firman Tuhan dan merenungkannya.
    – Kembali beribadah di gereja dan berada di tengah komunitas rohani.

    Mulailah mencari Tuhan dan bergerak kepada-Nya. Percayalah, di tengah lembah kekelaman sekalipun, Tuhan tetap sanggup menjadi tempat perteduhanmu yang kekal. Nantikan penyertaan-Nya di dalam setiap pergumulanmu.

    Prayer

    Ya Tuhan,
    Engkau tahu betapa tertekan hati dan jiwaku saat ini.
    Aku datang mencari-Mu—masuklah dan penuhilah hatiku, supaya jiwaku tenang karena aku bersama-Mu, tempat perteduhanku yang kekal.
    Aku percaya, bersama Engkau aku dapat melalui setiap situasi ini.
    Aku percaya, dalam Kristus aku lebih dari pemenang.

    Amin

    Share Your Faith

    Saat kamu merasa hilang arah, datanglah terlebih dahulu kepada Tuhan.

    Berpeganglah terus kepada-Nya, karena Dia sanggup menuntunmu melewati setiap lembah kekelaman yang sedang kamu hadapi.

  • Renungan Mazmur 92 – Peran Orang Benar

    Renungan Mazmur 92 – Peran Orang Benar

    Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait Tuhan akan bertunas di pelataran Allah kita.

    Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa Tuhan itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.”
    ‭‭Mazmur‬ ‭92‬:‭13‬-‭16‬ ‭TB‬‬
    https://bible.com/bible/306/psa.92.15.TB

    😊 Renungan
    Kita sebagai orang percaya selalu berusaha hidup benar dalam kebenaran, tentunya untuk menjadi orang benar di hadapan Tuhan.
    Menjadi orang benar bukanlah mengejar suatu posisi atau title/ gelar, namun merupakan suatu sikap hati, dan mindset.

    Memiliki mindset dan sikap hati yang benar, yang tentunya merupakan hikmat makrifat tuntunan Roh Kudus akan membuat kita tumbuh subur dan berbuah lebat. Dan dengan hidup serta perkataannya ia menyaksikan bahwa Tuhan adalah kebenaran, bahwa Tuhan adalah gunung batu tempat di mana kita bisa berlindung, bergantung, dan mengandalkan kasih karunia Tuhan.

    😊 Aplikasi
    Ayo kita mulai setiap hari dengan Firman Tuhan, agar hidup kita setiap hari diterangi dengan kebenaran.
    Walaupun mungkin ada kalanya kita tersandung bahkan mungkin terjatuh,justru Firman Tuhan itu yang akan menjadi pegangan kita untuk bangkit, melangkah atau bahkan berlari kepada Tuhan.

    😊 Harapan dan Doa
    Ya Tuhan, kami minta hati yang haus dan lapar akan Engkau, akan firmanMu ya Tuhan.
    Dan kenyangkan serta segarkan hati kami setiap hari agar kami pun dapat membagikan kesegaran itu bagi orang-orang di sekitar kami.

    Amin.

  • Renungan Mazmur 87 – Terdaftar dalam Buku Register Penduduk Sion.

    Renungan Mazmur 87 – Terdaftar dalam Buku Register Penduduk Sion.

    “Tetapi tentang Sion dikatakan: ”Seorang demi seorang dilahirkan di dalamnya,” dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya.
    Tuhan menghitung pada waktu mencatat bangsa-bangsa: ”Ini dilahirkan di sana.

    Sela”

    ‭‭Mazmur‬ ‭87‬:‭5‬-‭6‬ ‭TB‬‬

    Renungan
    Tuhan menghitung dan mencatat manusia. Dan Ia yang menentukan siapa-siapa yang masuk dalam warga Sion, terlepas secara fisik bukan dilahirkan di sana tapi Tuhan bisa menetapkan.

    Pertanyaannya…. apakah saya sudah tercatat?

    Apakah kita tidak ingin masuk dalam list daftar tersebut?

    Tentunya kita pasti tahu apa yang akan kita dapatkan bila kita bisa masuk dalam list tersebut. Tentunya sukacita yang luar biasa dari Tuhan.

    Apakah masih ada harapan?
    Buat kita yang sepertinya masih jauh dari Tuhan?

    Tentunya ya, tapi kita tidak bisa over confident. Justru dibutuhkan kerinduan dan kerendahan hati serta action untuk melangkah.

    Lihat orang yang merasa kaya yang merasa sudah melakukan segalanya kemudian menemui Yesus dan bertanya apa lagi Tuhan?

    Kita tidak tahu apakah kita punya kesempatan seperti penyamun di kanan Yesus (apakah kita yakin kita masih sadar sehingga sempat/ ingat berdoa)?

    Aplikasi
    Mari kita bangun kesadaran bahwa hidup ini singkat.


    Di dalam masa yang singkat ini, mari fokus pada Tuhan. Fokus menjalankan instruksi-instruksiNya, sambil tetap berharap dengan iman bahwa nama kita tercatat dalam kitab Kehidupan.

    Doa
    Ya Tuhan, ingatkan kami selalu, setiap waktu jangan sampai kami jatuh dan tak bangkit lagi.

    Amin

  • Renungan Mazmur 82 – Allah di atas segala allah.

    Renungan Mazmur 82 – Allah di atas segala allah.

    “Mazmur Asaf. Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi:”
    ‭‭Mazmur‬ ‭82‬:‭1‬ ‭TB‬‬

    Renungan
    Pada saat membaca Mazmur ini saya kesulitan memahaminya dan membayangkannya. Allah berdiri di antara para allah?

    Berarti memang ada allah-allah lain kalau berdasarkan Mazmur ini.

    Namun hanya Allah kita yang berdiri dan menghakimi, sehingga boleh dibilang bahwa Allah kita adalah Allah dari segala allah ya, hebat juga.

    Aplikasi
    Allah kita begitu berkuasa, sayang sekali rasanya bila kita tidak hidup dalam penyertaan dan perlindunganNya, karena allah yang lain tidak berkuasa untuk menghakimi di akhir kehidupan nanti.

    Selalu mendekat kepada Allah Bapa kita, Tuhan kota Yesus Kristus.

    Doa
    Ya Tuhan, ajari kami mengenal pribadiMu lebih dalam lagi.

    Amin

  • Renungan Mazmur 77 – Dalam Susah Hati

    Renungan Mazmur 77 – Dalam Susah Hati

    Berjaga-jagalah justru saat susah hati.

    Mazmur 77:3-4, 7-10 TB
    [3] Pada hari kesusahanku aku mencari Tuhan; malam-malam tanganku terulur dan tidak menjadi lesu, jiwaku enggan dihiburkan. [4] Apabila aku mengingat Allah, maka aku mengerang, apabila aku merenung, makin lemah lesulah semangatku. Sela
    [7] Aku sebut-sebut pada waktu malam dalam hatiku, aku merenung, dan rohku mencari-cari: [8] ”Untuk selamanyakah Tuhan menolak dan tidak kembali bermurah hati lagi? [9] Sudah lenyapkah untuk seterusnya kasih setia-Nya, telah berakhirkah janji itu berlaku turun-temurun? [10] Sudah lupakah Allah menaruh kasihan, atau ditutup-Nyakah rahmat-Nya karena murka-Nya?” Sela

    https://bible.com/bible/306/psa.77.3-10.TB

    🙂 Renungan
    Saat hati kita sedang susah kita perlu lebih berjaga-jaga agar jangan sampai jatuh. Jatuh dalam persepsi yang salah karena pikiran kita sibuk berpikir, menganalisa, dan mencari-cari hubungan dari sesuatu yang menjadi kegundahan di hati kita.

    Mungkin kita sudah mencari Tuhan seperti ayat 3-4, namun kita juga enggan dihiburkan, pikiran kita menolak penghiburan dan nasihat dari Tuhan yang mungkin datang melalui pasangan kita, saudara, teman, Khotbah, leader. Semuanya kita tolak karena bertolak belakang dengan apa yang kita pikiran.

    Fokus kita saat itu para diri kita, pada situasi yang sedang kita hadapi. Kita tidak lagi berfokus pada Kristus. Apalagi kl masalahnya di gereja, bisa terbawa-bawa semuanya.

    Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Leonardo Sjamsuri pada ibadah hari minggu yang lalu menyampaikan betapa pentingnya fokus pada Tuhan.

    Bahkan kita bisa berpikir yang aneh-aneh tentang Tuhan, lihat ayat 7-10.

    🙂 Aplikasi
    Fokus dengan Tuhan itu membutuhkan kesadaran dan kemauan untuk melangkah.

    Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menjaga fokus kita pada Kristus. Mulai Dari saat teduh pribadi, membaca dan merenungkan Firman Tuhan, Dan doa pribadi.

    Silahkan ditonton video YouTube nya.

    🙂 Doa
    Ya Tuhan, ampuni kami kalau sempat kami terpikir yang aneh-aneh tentang Engkau.
    Kami mau belajar melatih fokus kami hanya kepadaMu saja.

    Amin

  • Renungan Mazmur 62 – Lebih berhati-hati dengan hati kita.

    Renungan Mazmur 62 – Lebih berhati-hati dengan hati kita.

    👊🏼 Ayat Rhema

    “Mereka hanya bermaksud menghempaskan dia dari kedudukannya yang tinggi;
    mereka suka kepada dusta;
    dengan mulutnya mereka memberkati, tetapi dalam hatinya mereka mengutuki. Sela”
    ‭‭Mazmur‬ ‭62‬:‭5‬ ‭TB‬‬
    https://bible.com/bible/306/psa.62.5.TB

    👌🏼Rhema


    Pagi ini seperti diingatkan Tuhan lagi untuk dengan sengaja memperhatikan hati kita sendiri. Apakah hati kita semakin menuju ke arah yang benar? Menuju pada Tuhan. Atau hati kita masih sama modelnya seperti dulu belum kenal Tuhan?

    Kita sering mengalami hal ini, ketidaksinkronan antara hati dan sikap. Firman Tuhan kan juga bilang bahwa apa yang keluar dari mulut, keluar dari hati. Tapi Firman Tuhan pagi ini menyampaikan bahwa manusia juga seringkali manis mulutnya, padahal hatinya dendam, pahit.

    Hati kita perlu dibentuk semakin serupa dengan hati Bapa walaupun gak perfect karena kita ibarat anak kecil di mata Tuhan yang hasil prakarya membentuk hati kita bengkok sana sini, tapi Tuhan tahu bahwa kita sebenarnya polos.

    Dan hati kita juga harus benar-benar dijaga karena iblis menunggu kesempatan sekecil apapun untuk langsung masuk menipu hati dan pikiran kita, bahkan mungkin tidak perlu bicara cukup dengan lirikan seakan berkata, tuh kan apa aku bilang. Dan kita mengamininya.

    Sama seperti iblis setelah gagal menggoda Tuhan setelah Tuhan Yesus puasa 40hari, dia menanti menunggu kesempatan. Pagi ini saya juga membaca ayat yang sama dari Matius 26:16 – Yudas menunggu kesempatan untuk menyerahkan Tuhan Yesus:

    “Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.”
    ‭‭Matius‬ ‭26‬:‭16‬ ‭TB‬‬
    https://bible.com/bible/306/mat.26.16.TB

    Begitulah iblis menunggu-nunggu kesempatan untuk memenangkan hati kita, itulah kenapa kita harus lebih berhati-hati dengan hati kita. Coba perhatikan lebih lagi. Apakah hati kita masih sering berpikir yang tidak benar? Berpikir dan berasumsi yang membuat kita emosi atau marah dan bahkan benci?

    Itu artinya kita sedang menjauh dari Tuhan.

    Karena Mazmur 62 ini bilang, kalau dekat dengan Allah itu hati kita tenang. Karena ada perlindungan, ada kekuatan, dan ada harapan sehingga kita tidak perlu kuatir.

    Sudahkah kita tahu kebenarannya dimana seharusnya kita curhat?
    “Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela”
    ‭‭Mazmur‬ ‭62‬:‭9‬ ‭TB‬‬
    https://bible.com/bible/306/psa.62.9.TB

    🤔🤔🤔 Saya jadi merenung


    Kenapa hati saya bisa sering ngaco?
    Apakah saya sering salah makan?
    Sepertinya begitu…. saya sering salah “makan”. hati kita sangat mudah dipengaruhi oleh apa yang kita makan alias masukkan dalam diri kita. Apa yang kita baca, kita dengar, kita tonton, dan apa yang menjadi fokus kita… pelan atau cepat akan mempengaruhi pikiran dan hati kita.

    Sebagus-bagusnya media sosial (IG, FB, bahkan Youtube) yang niatan awal kita untuk belajar, nonton khobah, bisa digunakan iblis untuk mencuri perhatian dan fokus kita. Juga memasukkan konsep dan pemikiran yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Dan mencuri waktu kita tanpa sadar sudah 2 jam scrolling.

    Beberapa, mayoritas akhirnya saya uninstall, walaupun ada yang bicara dalam hati saya, kan sayang kamu bisa banyak belajar loh dari medsos, ada banyak kesaksian atau quotes2 bagus atau potongan khotbah bagus loh, kan bisa ngonten untuk personal branding atau promosi, dsb.

    Cuma saya sadar karena saya akhirnya menyadari kelemahan saya. Saya harus memilih mencungkil mereka dari mata saya agar waktu saya jangan tercuri, agar fokus saya jangan teralihkan dari hal yang lebih penting, agar mindset saya jangan digeser dari Tuhan.

    Begitu juga dengan pekerjaan, saya harus mengatur diri saya lagi untuk mengalokasikan waktu khusus buat Tuhan. Pekerjaan tidak akan habis, tapi waktu kita semakin sedikit. Seberapa banyak investasi waktu kita dengan Tuhan, karena bukankah itu tujuan akhir hidup kita? Saya seringkali salah alokasi investasi waktu dan fokus.

    Padahal saya sudah tahu, kalau jalan sama Tuhan itu Tuhan akan bantu beresin masalah-masalah kita termasuk di kerjaan. Tapi karena atas nama ingin memberikan hasil terbaik, justru kita menyisihkan waktu kita dengan Tuhan, keluarga jangan ditanya udah disisihkan duluan bisa jadi.

    Paling parah salah makannya adalah kerjaan + me time.

    Lupa keluarga, lupa Tuhan.

    Trus kalau ada masalah…. eh keluarga jadi sasaran kemarahan, Tuhan juga kena getah kita pertanyakan dimana pertolongannya. Asyik… Iblis menang deh. Victory dia. Bukannya kita yang berkemenangan, tapi dicuri dia. Hiks hiks sedih ya…

    🫠🫠🫠 Waktunya bersandar pada Tuhan


    Ya Tuhan…
    Kami ini benar-benar bandel dan keras kepala ya Tuhan.
    Beranikan kami mencungkil yang nempel di penglihatan kami sehingga fokus kami teralihkan dari padaMu.
    Beranikan kami memotong yang nempel di tangan kami yang menggiring kami untuk mengerjakan hal lain alih-alih membaca FirmanMu, untuk berdoa, untuk bersekutu, dan mengerjakan panggilanMu.
    Umur kami makin pendek Tuhan, kesehatan kami semakin lemah. Jangan sampai kalau Engkau panggil nanti ternyata kami belum ngapa2in seperti si 1 talenta itu.
    Selagi masih ada waktu, pakai kami Tuhan, jadi apa aja boleh…
    Terima kasih karena kami boleh melayani tipis2 di Gereja, di komunitas, karena kami sadar itu gak sebanding dengan segala sesuatu yang Tuhan sudah kasih buat kami. Beri kami selalu pengertian yang benar, kesabaran, ketekunan, semangat dan kekuatan dalam pelayanan kami ya Tuhan, bentuk kami di dalamnya menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Engkau.
    Sekali lagi, pakai kami Tuhan, jadi apa aja boleh… Tuhan yang pilihkan yang paling cocok buat kami.

    Amin

  • Renungan Mazmur 30 – Tuhan yang paling mengerti.

    Renungan Mazmur 30 – Tuhan yang paling mengerti.

    Pertolongan Tuhan itu tidak selalu, bahkan kalau kita tidak mengerti hatiNya Tuhan itu tidak sesuai dengan yang kita minta atau harapkan.

    Daud juga mengakuinya, bahwa Tuhan yang paling mengerti apa yang kita butuhkan. Coba kita lihat di ayat 3 yang bisa saja kita tidak menyadarinya

    “Tuhan, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku.”
    ‭‭Mazmur‬ ‭30‬:‭3‬ ‭TB‬‬

    https://bible.com/bible/306/psa.30.3.TB

    “LORD my God, I called to you for help, and you healed me.” (NIV)

    Daud berteriak minta tolong, tapi mengapa Tuhan menyembuhkan?

    Dalam bahasa Ibrani aslinya: “YHWH Elohai, shivati elekha watirpa’eni” — kata yang dipakai adalah rapha’, yang artinya “menyembuhkan, memulihkan, mengobati.”

    Karena bisa saja apa yang Daud alami itu sangat berat sehingga Tuhan harus menyembuhkan mungkin luka batin yang dialami oleh Daud. Dan mungkin setelah pemulihan dialami Daud kemudian membuatnya bisa melihat jalan, bisa melihat pertolongan Tuhan atas masalahnya.

    Kita juga seringkali mengalami hal seperti itu. Dimana kita membatasi cara kerja Tuhan untuk menolong kita, padahal Tuhan justru ingin membereskan sampai ke akar-akarnya dari masalah yang kita hadapi.

    Tahun ini adalah tahun kemenangan, mari kita dengar-dengaran dan peka dengan Tuhan, agar kita bisa mengalami janji Tuhan. Mari kita minta pemulihan dari Tuhan, dimulai dari pemulihan atas hati kita, atas cara pandang kita.

    Mari kita berdoa, ya Tuhan ampuni kami jika kami selama ini sering salah paham dengan Engkau. Sembuhkan kami ya Tuhan, pulihkan kami ya Tuhan. Agar kami bisa melihat jalanMu, kami bisa merasakan penyertaanMu. Dalam nama Tuhan Yesus kami memohon dan berdoa.

    Amen

  • Renungan Mazmur 28 – Permohonan yang didengar dan dikabulkan Tuhan

    Renungan Mazmur 28 – Permohonan yang didengar dan dikabulkan Tuhan

    Daud begitu percaya kepada Tuhan, bukan berarti dia tidak berdoa.

    Lihatlah dan dengarlah bagaimana Daud berdoa.

    “Dengarkanlah suara permohonanku, apabila aku berteriak kepada-Mu minta tolong, dan mengangkat tanganku ke arah tempat-Mu yang maha kudus.”
    ‭‭Mazmur‬ ‭28‬:‭2‬ ‭TB‬‬

    https://bible.com/bible/306/psa.28.2.TB

    Karena ada persepsi yang salah mengenai doa. Banyak yang berpikir bahwa Tuhan mengetahui segala sesuatu, Tuhan mengetahui isi hati kita, pergumulan kita sehingga tanpa kita sadari kita jarang berdoa sampai tidak pernah berdoa. Tanpa disadari karena pikiran bawah sadar kita akibat persepsi kita yang salah mengarahkan kita ke sana.

    Daud dalam doanya berseru, berteriak dan mengangkat tangan.

    Dan Daud juga mengucapkan syukur karena Tuhan telah mendengarkan doanya. Daud berterima kasih dan bersyukur kepada Tuhan seakan doanya telah dikabulkan, seperti Daud sudah bisa membayangkan, mendengar dan merasakan sukacita karena Tuhan telah mengabulkan doa-doanya.

    Iman seperti Daud ini yang perlu kita bangun seperti yang dituliskan Yohanes, agar kita berani percaya bahwa doa kita telah dikabulkan.

    “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.”
    ‭‭1 Yohanes‬ ‭5‬:‭14‬ ‭TB‬‬

    https://bible.com/bible/306/1jn.5.14.TB

    Apa yang mau anda doakan? dan beranikah anda merayakannya seperti doa kita telah dikabulkan Tuhan?