Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Tag: Kau Menunggu Hidupku

  • Renungan Alkitab : Yehezkiel 14 – Berkat Keluputan

    Renungan Alkitab : Yehezkiel 14 – Berkat Keluputan

    Mengikut Tuhan dengan taat dan setia membawa berkat keluputan atas bencana yang terjadi di sekitar kita.

    Mari kita membaca dan merenungkan Kitab Yehezkiel 14: 12-23

    Yang menjadi ayat rhema kita adalah:

    Yehezkiel 14:22-23 TB
    [22] Tetapi sungguh, akan tertinggal di sana orang yang terluput, yang mengiring ke luar anak-anak lelaki dan perempuan; lihat,
    mereka akan datang kepadamu dan kamu akan melihat tingkah laku mereka dan
    kamu akan merasa terhibur tentang malapetaka yang Kudatangkan atas Yerusalem, ya tentang segala-galanya yang Kudatangkan atasnya.
    [23] Mereka akan menghibur kamu, kalau kamu melihat tingkah lakunya, dan kamu akan mengetahui bahwa bukan tanpa alasan Kuperbuat segala sesuatu yang Kuperbuat atas Yerusalem, demikianlah firman Tuhan Allah.”

    https://bible.com/bible/306/ezk.14.22-23.TB

    Pada bagian ini, Tuhan menyampaikan bencana yang akan didatangkan Tuhan bila Israel tidak bertobat. Bencana tersebut adalah: kelaparan, wabah sampar, binatang buas, dan bisa juga pedang.

    Penekanan Tuhan kepada Yehezkiel bukanlah bencana hebat yang akan mematikan baik manusia dan binatang yang tidak mungkin terhindarkan. Namun lebih kepada siapa yang akan diluputkan.

    Jika suatu bangsa tidak bertobat maka seluruhnya akan musnah walaupun ada orang-orang yang hidupnya taat dan setia pada Tuhan di bangsa itu (dicontohkan Nuh, Ayub, dan Daniel) bukan berarti akan menyelamatkan seluruh bangsa, termasuk juga keluarga mereka, anak, istri akan binasa jika mereka tidak bertobat dan berbalik kepada Tuhan.

    Dan di bagian terakhir Tuhan juga menyampaikan bahwa orang-orang yang diluputkan Tuhan akan datang menghibur mereka, dan akhirnya mereka bisa sadar bagaimana sikap hati orang-orang yang hidupnya berkenan bagi Tuhan yang mendapatkan berkat keluputan.

    Ayo bertobat, ayo kita lebih serius lagi membangun hidup kita. Tidak ada kata terlambat. Agar hidup kita damai sejahtera.

    Amen

    Image by jcomp on Freepik

  • Renungan Alkitab : Yehezkiel 13 – Pribadi yang berdampak.

    Renungan Alkitab : Yehezkiel 13 – Pribadi yang berdampak.

    Judul yang sebenarnya dari pasal ini adalah Hukuman terhadap nabi-nabi palsu, dan di bagian kedua adalah Hukuman terhadap nabiah-nabiah palsu.

    Yehezkiel 13:3 TB
    [3] Beginilah firman Tuhan Allah: Celakalah nabi-nabi yang bebal yang mengikuti bisikan hatinya sendiri dan yang tidak melihat sesuatu penglihatan.

    https://bible.com/bible/306/ezk.13.3.TB

    Pada pasal ini Tuhan menegur nabi-nabi dan nabiah-nabiah palsu yang bukannya membawa bangsa Israel hidup benar, justru sebaliknya menyesatkan mereka bahkan sampai ada orang benar yang justru dihukum mati gara-gara mungkin pernyataan nabi-nabi itu sementara yang seharusnya dihukum justru aman-aman saja.

    Hal ini sangat mendukakan hati Tuhan.

    Dalam konteks kehidupan kita saat ini, nabi atau nabiah bisa kita analogikan sebagai pemimpin rohani. Pemimpin rohani di dalam gereja adalah pendeta atau pastor, namun tidak terbatas juga pemimpin-pemimpin kelompok sel atau komunitas rohani, pemimpin di Departemen pelayanan di gereja. Dan seharusnya termasuk juga pemimpin di rumah, dalam keluarga, pemimpin di tempat kerja atau dunia usaha, dan pemimpin dalam komunitas di masyarakat.

    Sebagai seorang pemimpin, seperti seorang nabi perkataan mereka didengar, menjadi acuan, menjadi pegangan oleh orang-orang yang mengikuti mereka. Sehingga apabila salah tentunya akan menyebabkan seluruh tim akan salah jalan atau salah arah.

    Yehezkiel 13:10 TB
    [10]  Oleh karena, ya sungguh karena mereka menyesatkan umat-Ku dengan mengatakan: Damai sejahtera!, padahal sama sekali tidak ada damai sejahtera – mereka itu mendirikan tembok dan lihat, mereka mengapurnya –

    https://bible.com/bible/306/ezk.13.10.TB

    Di firman ini dikatakan mereka mendirikan tembok dan mengapurnya, bisa dimaknai bahwa mereka memakai topeng agar orang tidak melihat motif yang sesungguhnya, pencitraan, mereka berbohong agar orang-orang terus mengikuti mereka.

    Tuhan tidak berkenan akan sikap ini sehingga Tuhan akan meruntuhkan tembok itu sampai dasarnya kelihatan (sampai aslinya kelihatan) dan mereka akan mati dibawah reruntuhannya.

    Yang Tuhan ingin sampaikan kepada kita agar kita membangun kehidupan kita benar-benar atas dasar firman Tuhan. Apalagi jika dalam kehidupan ini kita memiliki pengaruh atas orang-orang di sekitar kita agar hendaknya apa yang kita sampaikan, apa yang kita katakan, arahan, nasihat, motivasi, bimbingan semuanya bersumber dari firman Tuhan.

    Untuk itu bukan hanya teori saja, pemahaman atau hapalan ayat-ayat firman Tuhan namun diperlukan hubungan dan pengenalan akan Tuhan dan juga komitmen untuk hidup sesuai dengan firman Tuhan.

    Buat kita semua, pasti dalam pergaulan, hubungan sehari-hari ada orang-orang yang Tuhan tempatkan dimana kita memiliki pengaruh atas orang tersebut. Mulai dari posisi yang sederhana kita sebagai suami atau istri dari pasangan kita, sebagai orang tua, sebagai kakak, sebagai PIC di tempat kerja, koordinator, dan yang lebih tinggi lagi. Sadarilah bahwa kita punya resiko menyesatkan mereka, sehingga jika kita menyayangi mereka, maka pertama-tama kita perlu membangun diri kita dalam Tuhan, sambil paralel kita pun mulai membangun lingkungan pergaulan kita dengan cara hidup benar, dan lama-kelamaan melalui perkataan nasihat, motivasi, dan doa untuk orang-orang di sekitar kita.

    Doa

    Ya Tuhan, jadikanlah kami pribadi-pribadi yang benar di mataMu. Karena ternyata tanpa kami sadari kami memiliki pengaruh atas orang lain, sama seperti seorang nabi atas bangsa Israel.

    Bentuk hidup kami ya Tuhan, dan berikan kami karunia, hikmat agar kami pun daoat menjadi model yang benar bagi orang-orang di sekitar kami itu.

    Terimakasih Tuhan, terimakasih.

    Amen

    Image by freepik

  • Renungan Alkitab : Yehezkiel 12 – Mata dan Telinga

    Renungan Alkitab : Yehezkiel 12 – Mata dan Telinga

    Dalam hidup ini sesungguhnya Tuhan senantiasa berbicara kepada kita, namun seringkali atau bahkan selalu kita menolak tuntunan atau arahan Tuhan, bahkan menghindar dari Tuhan.

    Kita menolak untuk mendengar atau melihat.

    Yehezkiel 12:2 TB
    ”Hai anak manusia, engkau tinggal di tengah-tengah kaum pemberontak, yang mempunyai mata untuk melihat, tetapi tidak melihat dan mempunyai telinga untuk mendengar, tetapi tidak mendengar, sebab mereka adalah kaum pemberontak.

    https://bible.com/bible/306/ezk.12.2.TB

    Kalau berdasarkan ayat firman di atas, kita bisa menjadi sama dengan pemberontak. Yang memberontak kepada Tuhan.

    Mata dan telinga adalah organ dalam tubuh manusia yang menangkap sensor. Mata dalam bentuk visual, telinga dalam bentuk audio. Dari apa yang ditangkap oleh mata dan telinga akan dikirim ke dalam bagian di otak yang akan mengolah informasi dan memberi makna. Sehingga jika punya mata yang berfungsi namun tidak melihat, atau telinga yang berfungsi namun tidak mendengar maka yang bermasalah adalah di bagian pusat / central / otak.

    Ada banyak hal yang menyebakan kondisi tersebut, bisa karena secara organik ada penyakit di dalam otak, bisa karena aspek psikologis sehingga menolak informasi tersebut, atau informasi tersebut tidak menimbulkan perasaan apa pun (mental blocking).

    Nabi Yehezkiel bahkan sampai “berperan” menjadi orang buangan seperti instruksi Tuhan, mungkin dengan maksud agar bangsa Israel terbangun, menjadi sadar.

    Bagi kita hendaknya kita senantiasa meminta dalam doa kepada Tuhan agar kita jangan sampai terlewat saat Tuhan berbicara kepada kita. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk membangun kebiasaan membaca firman Tuhan, agar kita mengenal suara Tuhan dan mau menerimaNya.

    Mari kita melatih mata dan telinga kita untuk melihat tuntunan dan jalan dari Tuhan, untuk mendengar tuntunan Tuhan, penghiburan, petunjuk dari Tuhan.

    Jika kita ingin sekali hidup dalam penyertaan Tuhan, maka memiliki mata dan telinga yang terbuka (bukan hanya menangkap, namun mengolah dan menerima informasi) akan Tuhan adalah suatu keharusan.

    Doa

    Ya Tuhan, bukakanlah selalu mata dan telinga kami. Dan murnikanlah pikiran serta hati kami agar selalu terbuka akan setiap tuntunan dan petunjukMu.

    Jika ada mental blocking baik karena kekuatiran, karena ketakutan, over thinking, trauma, atau kemalasan ya Tuhan kami mau hancurkan semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus.

    Dan biarlah hidup kami hanya mengandalkan Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus.

    Amen

    Image by mdjaff on Freepik