Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Tag: Mazmur

  • Renungan Mazmur 101: Raja yang Bernazar

    Renungan Mazmur 101: Raja yang Bernazar

    Mazmur Raja Daud yang bernazar kepada Tuhan.

    Pernahkah kita bernazar? Bernazar dalam hal apa? Dan bagaimana progresnya, apakah anda menepati nazar anda?

    Nazar adalah janji komitmen dari hati dan biasanya bersifat spiritual.

    Di Mazmur 101 ini kita bisa melihat bagaimana dan apa yang menjadi komitmen Raja Daud kepada Tuhan:

    1. Hidup yang tidak bercela.
    2. Hidup dalam ketulusan hati.
    3. Menjaga penglihatan.
    4. Membenci perbuatan murtad.
    5. Menjaga hati yang lurus.
    6. Menghindari kejahatan.
    7. Bersikap Terbuka.
    8. Bersikap Rendah hati.
    9. Memelihara hidup benar.
    10. Integritas.

    Mengapa Raja Daud bernazar? Dengan segala berkat kekayaan dan kekuasaan yang ia miliki, sepertinya hidup dan kerohaniannya baik-baik saja bahkan di atas rata-rata kita. Lalu mengapa ia harus bernazar? Apa yang ada di hati dan pikiran Daud?

    Justru karena Daud sangat erat dengan Tuhan, hubungannya sehingga ia berkomitmen sungguh-sungguh untuk menjaga agar hubungannya dengan Tuhan jangan sampai terganggu atau rusak, Daud tidak ingin melukai hati Tuhan, membuat Tuhan sedih apalagi marah.

    Bagaimana dengan kita? Yang terkait membangun hubungan kita dengan Tuhan, apa yang menjadi komitmen di hati kita? Seberapa kuat kita berjuang untuk menjaga komitmen kita kepada Tuhan?

    Pertanyaan yang paling dasar sebenarnya bukan komitmennya tapi seberapa penting Tuhan di hidup kita? Siapa sih Tuhan bagi kita?

    Kalau Tuhan benar-benar yang terpenting, yang terutama di hidup kita maka kita akan membangun komitmen-komitmen dengan sukacita, tanpa beban sama sekali, dan tak tergoyahkan apa pun juga. Harga mati !!!

    Doa

    Ya Tuhan,
    kami mau bertemu denganMu saat ini. MengalamiMu saat ini.
    Supaya kami tersadar siapa Engkau bagi kami.
    Buat kami tersadar, kalau perlu terpukul agar kami benar-benar menempatkan Engkau sebagai Tuhan atas kami, Engkau yang terpenting dalam kehidupan kami dan Engkaulah fokus serta tujuan hidup kami.

    Amin

  • Renungan Mazmur 87 – Terdaftar dalam Buku Register Penduduk Sion.

    Renungan Mazmur 87 – Terdaftar dalam Buku Register Penduduk Sion.

    “Tetapi tentang Sion dikatakan: ”Seorang demi seorang dilahirkan di dalamnya,” dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya.
    Tuhan menghitung pada waktu mencatat bangsa-bangsa: ”Ini dilahirkan di sana.

    Sela”

    ‭‭Mazmur‬ ‭87‬:‭5‬-‭6‬ ‭TB‬‬

    Renungan
    Tuhan menghitung dan mencatat manusia. Dan Ia yang menentukan siapa-siapa yang masuk dalam warga Sion, terlepas secara fisik bukan dilahirkan di sana tapi Tuhan bisa menetapkan.

    Pertanyaannya…. apakah saya sudah tercatat?

    Apakah kita tidak ingin masuk dalam list daftar tersebut?

    Tentunya kita pasti tahu apa yang akan kita dapatkan bila kita bisa masuk dalam list tersebut. Tentunya sukacita yang luar biasa dari Tuhan.

    Apakah masih ada harapan?
    Buat kita yang sepertinya masih jauh dari Tuhan?

    Tentunya ya, tapi kita tidak bisa over confident. Justru dibutuhkan kerinduan dan kerendahan hati serta action untuk melangkah.

    Lihat orang yang merasa kaya yang merasa sudah melakukan segalanya kemudian menemui Yesus dan bertanya apa lagi Tuhan?

    Kita tidak tahu apakah kita punya kesempatan seperti penyamun di kanan Yesus (apakah kita yakin kita masih sadar sehingga sempat/ ingat berdoa)?

    Aplikasi
    Mari kita bangun kesadaran bahwa hidup ini singkat.


    Di dalam masa yang singkat ini, mari fokus pada Tuhan. Fokus menjalankan instruksi-instruksiNya, sambil tetap berharap dengan iman bahwa nama kita tercatat dalam kitab Kehidupan.

    Doa
    Ya Tuhan, ingatkan kami selalu, setiap waktu jangan sampai kami jatuh dan tak bangkit lagi.

    Amin

  • Renungan Mazmur 82 – Allah di atas segala allah.

    Renungan Mazmur 82 – Allah di atas segala allah.

    “Mazmur Asaf. Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi:”
    ‭‭Mazmur‬ ‭82‬:‭1‬ ‭TB‬‬

    Renungan
    Pada saat membaca Mazmur ini saya kesulitan memahaminya dan membayangkannya. Allah berdiri di antara para allah?

    Berarti memang ada allah-allah lain kalau berdasarkan Mazmur ini.

    Namun hanya Allah kita yang berdiri dan menghakimi, sehingga boleh dibilang bahwa Allah kita adalah Allah dari segala allah ya, hebat juga.

    Aplikasi
    Allah kita begitu berkuasa, sayang sekali rasanya bila kita tidak hidup dalam penyertaan dan perlindunganNya, karena allah yang lain tidak berkuasa untuk menghakimi di akhir kehidupan nanti.

    Selalu mendekat kepada Allah Bapa kita, Tuhan kota Yesus Kristus.

    Doa
    Ya Tuhan, ajari kami mengenal pribadiMu lebih dalam lagi.

    Amin

  • Renungan Mazmur 77 – Dalam Susah Hati

    Renungan Mazmur 77 – Dalam Susah Hati

    Berjaga-jagalah justru saat susah hati.

    Mazmur 77:3-4, 7-10 TB
    [3] Pada hari kesusahanku aku mencari Tuhan; malam-malam tanganku terulur dan tidak menjadi lesu, jiwaku enggan dihiburkan. [4] Apabila aku mengingat Allah, maka aku mengerang, apabila aku merenung, makin lemah lesulah semangatku. Sela
    [7] Aku sebut-sebut pada waktu malam dalam hatiku, aku merenung, dan rohku mencari-cari: [8] ”Untuk selamanyakah Tuhan menolak dan tidak kembali bermurah hati lagi? [9] Sudah lenyapkah untuk seterusnya kasih setia-Nya, telah berakhirkah janji itu berlaku turun-temurun? [10] Sudah lupakah Allah menaruh kasihan, atau ditutup-Nyakah rahmat-Nya karena murka-Nya?” Sela

    https://bible.com/bible/306/psa.77.3-10.TB

    🙂 Renungan
    Saat hati kita sedang susah kita perlu lebih berjaga-jaga agar jangan sampai jatuh. Jatuh dalam persepsi yang salah karena pikiran kita sibuk berpikir, menganalisa, dan mencari-cari hubungan dari sesuatu yang menjadi kegundahan di hati kita.

    Mungkin kita sudah mencari Tuhan seperti ayat 3-4, namun kita juga enggan dihiburkan, pikiran kita menolak penghiburan dan nasihat dari Tuhan yang mungkin datang melalui pasangan kita, saudara, teman, Khotbah, leader. Semuanya kita tolak karena bertolak belakang dengan apa yang kita pikiran.

    Fokus kita saat itu para diri kita, pada situasi yang sedang kita hadapi. Kita tidak lagi berfokus pada Kristus. Apalagi kl masalahnya di gereja, bisa terbawa-bawa semuanya.

    Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Leonardo Sjamsuri pada ibadah hari minggu yang lalu menyampaikan betapa pentingnya fokus pada Tuhan.

    Bahkan kita bisa berpikir yang aneh-aneh tentang Tuhan, lihat ayat 7-10.

    🙂 Aplikasi
    Fokus dengan Tuhan itu membutuhkan kesadaran dan kemauan untuk melangkah.

    Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menjaga fokus kita pada Kristus. Mulai Dari saat teduh pribadi, membaca dan merenungkan Firman Tuhan, Dan doa pribadi.

    Silahkan ditonton video YouTube nya.

    🙂 Doa
    Ya Tuhan, ampuni kami kalau sempat kami terpikir yang aneh-aneh tentang Engkau.
    Kami mau belajar melatih fokus kami hanya kepadaMu saja.

    Amin

  • 93. Renungan Mazmur 8 – Terpujilah Nama Tuhan

    93. Renungan Mazmur 8 – Terpujilah Nama Tuhan

    Membaca dan merenungkan Mazmur pasal 8 ini untuk menyusun sebuah renungan menjadi tantangan tersendiri karena semuanya adalah ya dan amen.

    Semua begitu jelas, begitu terbuka, gamblang dan eksplisit.

    Mari kita membaca bersama Mazmur pasal 8.

    Ayat yang menjadi rhema renungan hari ini adalah:

    Mazmur 8:10 TB

    Ya Tuhan, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

    https://bible.com/bible/306/psa.8.10.TB

    Ini hari ke-3 saya membaca kembali pasal ini, dan perasaan yang timbul semakin kuat.

    Di hari pertama, saya speechless. Kesulitan menemukan kata-kata untuk dibagikan.

    Di hari kedua, hati saya terasa membesar. Saya membayangkan bagaimana Daud menyanyikan mazmur ini. Pastinya Daud bernyanyi dengan suara yang lantang sampai ke puncak kepalanya. Karena memang itulah rasanya saat saya membaca pasal ini beberapa kali. Walaupun mungkin bagi beberapa orang ada banyak kalimat yang membingungkan apa maknanya, namun  bacalah ulang-ulang seperti memyanyikan refrain pada sebuah lagu. Dan hasilnya sepanjang hari kemarin membuat saya merasa bersyukur sekaligus merasa butuh Tuhan, merasa bersalah karena menghitung-hitung apakah masih ada talenta yang saya simpan, yang belum saya kerjakan, atau malah saya gunakan secara sia-sia.

    Dan hari ini, hari ketiga, hanya satu kalimat yang bisa menceritakan pasal ini, “Ya Tuhan, terpujilah namaMu di seluruh bumi.”

    Bacalah lagi beberapa kali, seperti bernyanyi. Sama seperti kita menyanyikan sebuah lagu seringkali kiya hanya menyanyi tanpa mengerti maksud syairnya. Bermazmurlah dengan mazmur ini maka hati anda akan terasa semakin besar dan semakin besar.

    Amen

    Image by stockking on Freepik

  • 89. Renungan Kitab Mazmur 5 – Begitu Romantis

    89. Renungan Kitab Mazmur 5 – Begitu Romantis

    Dalam hubungan dengan Tuhan seperti Daud, kita juga bisa membangun hubungan yang romantis dengan Tuhan.

    Menyenangkan hati Tuhan bukan hanya dari sudut pandang kita sebagai hamba, namun kita juga adalah anak, kita adalah mempelai Tuhan, kekasih Tuhan sehingga membangun hubungan yang romantis bukanlah sesuatu yang aneh.

    Seperti syair lagu ini:

    Ya Tuhanku aku hendak bernyanyi bagiMu
    Selamaku hidup
    Ya Allahku aku hendak bermazmur bagiMu
    Selagi ku ada
    Inilah yang kurenungkan setiap waktu
    Nyanyian pujian dan pengagungan kepadaMu
    Biarlah manis Kau dengar Tuhan
    Manis Kau dengar Tuhan
    Dan hatiku bersuka karnaMu

    Lirik lagu”Manis Kau dengar” –

    Sebelum merenungkan lebih lanjut mari kita membaca terlebih dahulu Mazmur pasal 5.

    Dan yang menjadi ayat rhema untuk renungan kita hari ini adalah:

    Mazmur 5:4 TB
    Tuhan, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku,
    pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu,
    dan aku menunggu-nunggu.

    https://bible.com/bible/306/psa.5.4.TB

    Coba kita baca kembali ayat 4 ini dengan perlahan, sambil membayangkan kita menjadi Daud.

    Pagi-pagi Daud mengatur persembahan bagi Tuhan.

    Kemudian Daud bernyanyi, bermazmur memuji Tuhan.

    Dan Daud berkomunikasi dengan Tuhan, mencurahkan segala isi hatinya. Bukan hanya kesusahannya, tapi juga sukacitanya.

    Kalimat terakhir, “dan aku menunggu-nunggu”. Saya membayangkan kita sedang menunggu-nunggu kedatangan kekasih hati yang sangat kita rindukan, kangen untuk bertemu. Ada perasaan bergolak, rasa tidak sabar, sambil membayangkan segala sesuatu yang indah. Mungkin kita menunggu sambil membawa suatu bingkisan kejutan untuknya? Wow, bukankah itu sesuatu yang romantis?

    Saya percaya kalau Tuhan juga ingin membangun hubungan yang romantis dengan kita. Mungkin jauh lebih ingin Tuhan daripada kita manusia, padahal siapa lah kita manusia jika dibandingkan Tuhan.

    Daud pagi-pagi membangun hubungannya terlebih dahulu dengan Tuhan. Seperti tidak sabar untuk ngobrol dengan Tuhan di dalam saat teduhnya. Daud tidak sabar untuk masuk dalam hadirat Tuhan.

    Bagaimana dengan kita?

    Apakah kita melihat Tuhan sebagai pribadi yang kita kasihi, kita kangenin? Apakah pernah ada perasaan rindu untuk bertemu dengan Tuhan setiap hari?

    Bisakah kita membangun hubungan yang lebih romantis dengan Tuhan?

    Hubungan yang mesra seperti hubungan Daud dengan Tuhan.

    Maukah anda mengupayakannya?

    Untuk Tuhan yang sudah all out buat anda?

    Doa

    Hai Tuhan,

    Tuhan, terimakasih Engkau sudah baik banget denganku, jauh sebelum aku mengenal Engkau.

    Terimakasih sudah mencintaiku begitu besar.

    Aku mau Tuhan untuk mencintaiMu lebih lagi dari saat ini, lebih dan lebih lagi.

    Biarlah segala sesuatu yang aku lakukan bersumber dari rasa cintaku kepadaMu. Karena aku ingin membawa semuanya itu menjadi persembahan yang harum di hadapanMu.

    Amin

    Image by freepik

  • 87. Renungan Mazmur 3 – Faithfull Selftalk (A Prayer)

    87. Renungan Mazmur 3 – Faithfull Selftalk (A Prayer)

    Shalom,

    Selftalk mempengaruhi keputusan-keputusan penting dalam hidup kita.

    Mari kita membaca dan akan merenungkan kitab Mazmur pasal 3.

    Yang menjadi ayat rhema yang akan kita renungkan hari ini adalah:

    Mazmur 3:2-4 TB

    [2] Ya Tuhan, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku; [3] banyak orang yang berkata tentang aku: ”Baginya tidak ada pertolongan dari pada Allah.”

    Sela

    [4] Tetapi Engkau, Tuhan, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.

    https://bible.com/bible/306/psa.3.2-4.TB

    Setiap kita, kita semua memiliki masalah dalam hidup, baik masalah diri sendiri, keluarga, di komunitas, ataupun di tempat kerja dan aktivitas. Ada waktu-waktu dimana masalah itu begitu berat dalam hidup kita sehingga membuat diri kita merasa tertekan di dalam hati.

    Dan biasanya akan timbul percakapan-percakapan di dalam hati kita, di dalam kepala kita. Percakapan saat dalam pikiran kita ada muncul satu kalimat pernyataan atau pertanyaan dan ada yang meresponi. Itulah yang kita sebut selftalk.

    Selftalk sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan setiap orang. Dan keputusan yang diambil apabila ada unsur perasaan bagi kita orang percaya kita sebut sebagai respon hati.

    Daud mengajarkan kepada kita apa yang harus kita pikirkan di dalam renungan hari ini terutama di saat-saat mengalami tekanan hidup.

    Pikirkanlah Tuhan!

    Tuhan mengetahui setiap pikiran kita.

    Lukas 5:22 TB
    [22] Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: ”Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu?

    https://bible.com/bible/306/luk.5.22.TB

    Jika kita ingin mengalami tuntunan Tuhan, maka memikirkan apa yang berkenan bagi Tuhan itu yang menjadi kunci, seperti Tuhan Yesus pernah berkata, “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Mat 6:33 TB).”

    Paulus juga mengingatkan kita

    Filipi 4:8 TB
    [8] Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

    https://bible.com/bible/306/php.4.8.TB

    Tidak mudah memang, namun bisa dilatih jika ada keinginan yang kuat. Agar terbentuk faithfull selftalk. Percakapan yang ada fi dalam hati kita, selalu dikuasai, dipengaruhi oleh firman Tuhan. Cara pandang kita alias POV sesuai dengan firman Tuhan sehingga respon yang keluar, seharusnya juga sesuai dengan firman Tuhan.

    Sekali lagi mari kita ingat selalu, apabila kita mengalami tekanan hidup, ingat-ingatlah Tuhan, perkataan Tuhan dalam firman Tuhan. Maka damai sejahtera, penghiburan, dan semangat yang baru akan diberikan Tuhan di dalam hati kita.

    Amen

    Doa

    Ya Tuhan,

    Pikiran kami masih seringkali kacau, kotor, dan juga kusut. Bantu kami ya Tuhan agar pikiran kami bersih dan lurus sejalan dengan setiap firmanMu ya Tuhan.

    Kami mau hidup kami di dalam kendaliMu, kami mau hidup kami tenang karena Engkau yang pegang kendali, Engkau Tuhan Allah kami, sumber kekuatan kami.

    Dalam nama Tuhan Yesus.

    Amen.

    Nb: jika anda merasa diberkati, bagikanlah kepada relasi anda.

    Image by freepik