Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Tag: Bible Study

  • 43. Renungan Yakobus 1 – Menjadi Pelaku Firman Tuhan itu Membahagiakan Jiwa

    43. Renungan Yakobus 1 – Menjadi Pelaku Firman Tuhan itu Membahagiakan Jiwa

    Dapat rhema apa hari ini?

    Jalan menuju kebahagiaan yang hakiki.

    Mari kita baca dengan perlahan sambil membayangkan bahwa Yesus sendiri yang sedang berbicara kepada kita.

    Yakobus 1:19-27 TB‬
    [19] Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
    [20] sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
    [21] Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
    [22] Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
    [23] Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. [24] Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.
    [25] Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.
    [26] Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.
    [27] Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

    https://bible.com/bible/306/jas.1.19-27.TB

    Mari kita baca lagi 2x lagi.

    Sebelum kita diskusi tentang pelaku Firman, mari kita pelajari tentang Firman Tuhan itu sendiri dari ayat-ayat di atas.

    1. Firman Tuhan itu seharusnya tertanam di dalam hati kita.

    Disitulah seharusmya kita menempatkan Firman Tuhan, bukan hanya di pikiran, karena sesungguhnya manusia itu adalah makhluk yang digerakkan oleh perasaannya, oleh hatinya. Sehingga jika kehidupan kita ingin dilandaskan akan Firman Tuhan maka izinkanlah Firman Tuhan tertanam di dalam hati kita.

    Firman Tuhan ibarat benih yang ditaburkan. Bacalah juga perumpamaan Yesus tentang Penabur.

    2. Firman Tuhan itu berkuasa menyelamatkan jiwa kita.

    Saat hidup kita berlandaskan atas Firman Tuhan maka kita menjaga hidup kita dari pencemaran dunia. Kita jadi bisa memiliki hidup yang benar, hidup yang kudus dan berkenan kepada Bapa. Firman Tuhan akan berkuasa menyelamatkan jiwa kita hanya jika kita benar-benar menyerahkan jiwa kita, hidup kita dalam tuntunan Firman Tuhan.

    Ini janji Tuhan yang bisa kita jadikan pegangan hidup kita, bahwa melakukan Firman Tuhan akan menyelamatkan jiwa kita.

    3. Firman Tuhan itu perlu dipahami dan dimengerti.

    Tidak mungkin kita memahami dan mengerti Firman Tuhan jika hanya membaca sekilas, baca asal baca, kejar setoran. Memang ada disampaikan untuk kita membaca Firman Tuhan entah kita pada akhirnya mengerti atau masih tidak mengerti. Namun itu bukan berarti baca asal baca, karena jika itu yang kita lakukan maka seumpama benih di perumpamaan penabur, Firman Tuhan itu jatuh bukan di tanah melainkan di jalan. Tidak sempat keluar tunas, langsung hilang lenyap.

    Baca dan bertanya, gunakan buku catatan untuk menuliskan hal yang menarik, hal yang tidak jelas, bahkan hal yang aneh yang kita temukan pada Firman Tuhan yang kita baca. Jika perlu tanyakanlah, “Tuhan, ini maksudnya apa ya? Mengapa kok begini? Mengapa kok begitu? Memangnya kenapa kalau ini? Memangnya kenapa kalau begitu?

    Dan alih-alih mencari penjelasan melalui internet, cobalah untuk rileks, tenangkan hati dan pikiran kita dan bayangkan kita sedang berdiskusi dengan Tuhan tentang Firman yang sedang kita baca. Bayangkan ekspresi Tuhan dan gerak-gerikNya yang sedang menjelaskan apa pesan Tuhan. Tuliskan pada buku catatan anda, kalimat yang muncul baik dalam bentuk kalimat biasa atau dalam bentuk pertanyaan juga. Tuliskan semuanya.

    Dan setelah selesai coba dibaca lagi, jika ada kalimat yang berkaitan atau berhubungan anda bisa tarik garis-garis untuk menghubungkan kalimat-kalimat tersebut. Atau jika ada yang penting bisa anda lingkari atau garis bawahi.

    Bacalah sekali lagi, dan rasakan bagaimana perasaan anda saat itu. 😊

    Cobalah….

    4. Melakukan Firman Tuhan dengan benar itu membahagiakan jiwa kita.

    Melakukan Firman Tuhan dalam banyak bagian terlihat ekstrim, tidak populer dari sudut pandang orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, tidak asyik, tidak menyenangkan, bahkan cenderung susah. Itu semua yang kita pikirkan saat melihat, membaca, atau mendengar Firman Tuhan.

    Jika hal-hal itu benar yang kita pikirkan, maka seperti perumpamaan tentang penabur, benih itu jatuh ke tanah yang bersemak duri.

    Melakukan Firman Tuhan itu benar-benar membahagiakan, ada perasaan menang dan bangga saat melakukannya, ada aliran kebahagiaan di dalam hati dan tubuh kita, dan benar jiwa kita seperti mendapatkan charge energi yang baru.

    Cobalah…

    Doa

    Tuhan, ajari dan bantu kami untuk mengelola hati kami. Membuang segala kotoran dan kejahatan yang membuat hati kami tidak siap menerima FirmanMu.

    Kami mau merasakan kebahagiaan dan sukacita yang Engkau janjikan, dan kami mau memperoleh keselamatan atas kemenangan jiwa kami.

    Amen.

    NB: Share ya, hasil percobaan bapak ibu di kolom komentar di bawah. Agar makin banyak orang semakin yakin bahwa menjadi pelaku Firman itu membahagiakan jiwa.

    Image by freepik

  • 33. Renungan Galatia 1 – Iblis tidak senang

    33. Renungan Galatia 1 – Iblis tidak senang

    Dapat rhema apa hari ini?

    Hari ini saya mendapat konfirmasi bahwa kita tidak bisa menyenangkan semua orang, apalagi iblis, jangan sekali-kali berpikir tentang itu.

    Ayat Rhema hari ini:

    ‭Galatia 1:6-7 TB‬
    [6] Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, [7] yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.

    https://bible.com/bible/306/gal.1.6-7.TB

    Satu kalimat yang menarik bagi saya bahwa ternyata pada waktu itu pun sudah ada orang-orang yang berniat mengacaukan kita, yang memutarbalikkan Injil Kristus. Dan kalau dulu ada maka pasti sekarang pun juga ada.

    Dan kalau kita percaya kepada mereka membuat kita berbalik dari pada Tuhan tentunya Iblis akan sangat senang, itu yang tidak boleh, itu yang tidak boleh sama sekali. A big “NO”!

    Hanya satu pribadi yang harus kita senangkan setiap waktu yaitu Tuhan kita Yesus Kristus, walaupun Ia tidak ada di hadapan kita secara fisik tapi kita percaya bahwa Ia ada di hati kita dan Ia mengetahui segala sesuatu yang kita alami, kita pikirkan, dan kita rasakan.

    Pertanyaannya: Mengapa kita sampai percaya kepada orang yang memutarbalikkan Injil Yesus Kristus?

    Jawabannya simple, karena kita tidak mendalami Injil Kristus dan belum benar-benar menghidupinya.

    Coba diingat-ingat, apakah kita masih rutin membaca Firman Tuhan ini setiap pagi?

    Jika iya pertanyaan berikutnya, apakah dalam keseharian kita, di tengah kesibukan kita, kita mengingat-ingat tentang satu ayat atau kisah di dalam Firman Tuhan?

    Kalau jawabannya dalam hati adalah belum, maka kita harus memperbanyak frekuensi kita membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Walaupun kita belum merasakan enaknya membaca Alkitab, mari kita pegang dulu tujuannya, alasannya kenapa kita membaca Alkitab.

    Coba tanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut setiap pagi, saat mulai malas membaca atau ada kesibukan yang harus dikerjakan sehingga kita menunda membaca Alkitab.

    1. Mengapa saya senang membaca Alkitab setiap hari?

    2. Mengapa saat saya membaca Alkitab, hati dan pikiran saya menjadi damai dan penuh pengharapan?

    3. Mengapa saat saya membaca Alkitab saya merasa seperti Tuhan yang sedang berbicara, bercerita langsung kepada saya?

    4. Mengapa saat saya membaca Alkitab saya seperti mendapat banyak insight baru? Yang berguna bagi kehidupan saya sehari-hari termasuk bagi pekerjaan saya?

    5. Mengapa saya begitu mudah mengingat ayat atau kisah dalam Alkitab saat saya sedang beraktifitas , termasuk saat saya sedang bekerja?

    6. Mengapa saya merasa Tuhan seperti tersenyum kepada saya saat saya mulai membaca Alkitab dan saat saya mengingat-ingat Firman Tuhan? Tersenyum bahagia seperti seorang bapak atau ibu yang sedang melatih anaknya belajar berjalan atau bicara?

    7. Mengapa diri saya berubah jadi lebih baik saat saya semakin banyak membaca dan merenungkan Firman Tuhan?

    Tanyakan 7 pertanyaan ini setiap hari terutama setelah bangun tidur, saat anda berniat untuk membaca Firman Tuhan.

    Satu hal yang Tuhan janjikan yang saya pegang sekarang ini, dengan mengisi hidup kita dengan Firman Tuhan maka kita menyediakan tempat khusus dalam hati kita untuk Tuhan. Sehingga Tuhan tinggal di dalam kita dan kita tinggal di dalamNya. Dan saya percaya Tuhan yang begitu baik dan mengasihi kita akan menyertai dan menjaga hidup kita agar hidup kita senantiasa damai sejahtera dan penuh sukacita.

    Inginkah bapak ibu melihat Tuhan tersenyum?

    Bayangkan Tuhan Yesus tersenyum saat kita belajar mengenal Firman Tuhan, mengenal pribadiNya.
  • 19. 1 Timotius 4 – Membangun diri dalam melayani dan memberitakan Injil

    19. 1 Timotius 4 – Membangun diri dalam melayani dan memberitakan Injil

    Dapat rhema apa hari ini?

    Hari ini mendengarkan arahan Paulus kepada Timotius melalui suratnya yang pertama, bab 3 dan 4.

    Ayat rhema hari ini:

    Terutama di bab 4, saya mendapatkan prinsip-prinsip dalam melayani, terutama prinsip dalam membangun diri kita sendiri dalam rangka melayani dan memberitakan Injil.

    ‭‭1 Timotius 4:6 TB‬‬
    [6] Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini.

    https://bible.com/bible/306/1ti.4.6.TB

    Dan di ayat-ayat selanjutnya Paulus menyampaikan beberapa hal terkait tugas Timotius dalam melayani, membangun dan memberitakan Injil.

    Renungan

    1. Kita harus mendidik diri kita dalam hal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat.

    Itu berarti kita memang harus belajar, bagaimana ceritanya kita mau memberitakan Injil jika kita tidak tahu, tidak memahami Injil itu sendiri? Bagaimana kita mau menceritakan kebaikan Tuhan Yesus jika kita tidak pernah berusaha mengenal pribadiNya dan hidup bergantung kepadaNya?

    2. Menjauhi takhayul dan dongeng nenek-nenek tua.

    Takhayul dan dongeng nenek-nenek tua itu membuat kita bingung. Walaupun seperti hal-hal yang sederhana, tidak nyata, hanya khayalan, justru dapat meracuni pikiran dan hati kita. Bisa jadi iman kita melemah karena dari sekedar mendengar cerita takhayul dan dongeng menjadi mulai percaya sedikit-sedikit. Tutup kuping rapat-rapat agar jangan goyah iman kita.

    3. Rajin beribadah

    Ini ayat emas yang kita juga sering dengar:
    Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. ‭‭1 Timotius 4:8 TB‬‬

    Mungkin ada banyak orang yang menganggap remeh ibadah, ah itu hanya ritual saja. Bisa saja kita berpendapat seperti itu, itu karena kita tidak pernah sungguh-sungguh saat beribadah, pikirannya kemana-mana, sambil chat WA urusan pekerjaan, dan alasan lain-lain sehingga kita tidak pernah merasakan manfaat dan kegunaannya bagi diri kita. Sehingga kita tidak menganggap ibadah itu sebagai sesuatu yang penting.

    4. Menjadi teladan

    Dalam hal:

    • Perkataan
    • Tingkah laku
    • Kasih
    • Kesetiaan, dan
    • Kesucian

    Dengan senantiasa berusaha menjadi teladan dalam hal-hal tersebut, kita akan mendapatkan respect, rasa hormat dari siapa pun termasuk dari orang-orang yang secara usia mungkin lebih senior.

    5. Bertekun dalam membaca Firman Tuhan.

    Nahhh… kembali lagi ke Alkitab. Tidak bisa tidak karena Firman Tuhan adalah sumber dari segala sumber jika kita ingin membangun dan menjaga diri kita sebelum membangun dan mengajar orang lain. Firman Tuhan inilah yang akan memperkaya hidup kita dengan hikmat, yang akan menuntun kita dalam menjalani proses transformasi diri, transformasi karakter kita agar semakin serupa dengan Tuhan.

    Harapan dan Doa

    Ya Tuhan jangan lepaskan tangan kami ya Tuhan, agar kami jangan sampai terseret arus dunia ini. Biarlah kami tampak bodoh karena tidak mengikuti trend dunia, tapi berikan kami hikmat agar kami semakin sejalan dengan trendMu ya Tuhan.

    Amen

    Image by mindandi on Freepik

  • 14. 1 Korintus 7:25 – Hikmat Paulus

    14. 1 Korintus 7:25 – Hikmat Paulus

    Dapat rhema apa hari ini?

    Bacaan hari ini dari 1 Korintus pasal 7. Menarik sekali surat yang dituliskan oleh Paulus ini, berbicara tentang perkawinan.

    Ada beberapa poin penting disana, namun yang menjadi rhema saya bukanlah tentang topik yang beliau bahas.

    Ayat rhema yang saya dapatkan:

    ‭‭1 Korintus 7:25 TB‬‬
    Sekarang tentang para gadis. Untuk mereka aku tidak mendapat perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercayai karena rahmat yang diterimanya dari Allah.

    https://bible.com/bible/306/1co.7.25.TB

    Renungan

    Yang menjadi rhema bagi saya adalah ayat ini merupakan pernyataan beliau yang sifatnya disclaimer bahwa tentang bagian ini, yang berkaitan dengan gadis bukan merupakan perintah Tuhan secara langsung, tetapi merupakan pendapat Paulus secara pribadi.

    Bagi kita yang berniat menjalani hidup di dalam Kristus, seringkali dalam banyak hal tidak ada secara tertulis ayat Firman Tuhannya. Pernah ada yang bertanya kepada saya tentang trading saham, apakah itu dosa? Karena ada orang yang beranggapan itu judi. Atau dalam hal perkembangan teknologi, memang tidak ada Firman Tuhan yang menyebutkan istilah yang ada pada saat ini seperti internet, media sosial, dan sebagainya.

    Namun bagi kita, Tuhan memberikan hikmat baik melalui gembala-gembala kita di gereja atau hikmat pribadi hasil dari merenungkan Firman Tuhan secara pribadi atau hasil perenungan bersama Tuhan mengenai suatu topik.

    Tuhan yang merupakan sang pencipta, yang menciptakan segala sesuatu di dunia ini akan memberikan hikmat atau rahmat kepada kita dalam segala hal. Tentunya jika kita mau membuka hati dan pikiran bertanya apa arahan Tuhan, apa kehendak Tuhan dari suatu peristiwa atau kondisi. Maka Tuhan dengan sukacitanya akan mencurahkan hikmat dan rahmatNya kepada kita sehingga seringkali muncul sudut pandang, cara pikir, ataupun bagaimana cara menghadapi suatu situasi atau kondisi.

    Topik tentang perkawinan bukanlah hal yang mudah dibahas oleh Paulus, karena ia sendiri tidak menikah. Namun karena ia menulis dengan hikmat dari Tuhan maka tulisannya walaupun bukan suara Tuhan langsung dinyatakan kepada Paulus kita tetap dapat menganggapnya seperti arahan Tuhan langsung kepada kita.

    Aplikasi

    Apakah kita masih sering kali bergumul sendiri dengan situasi, kondisi masalah di sekitar kita?

    Sudahkah kita mendoakan situasi dan kondisi tersebut kepada Tuhan? Meminta tuntunan dan penyertaan Tuhan agar kita bisa memiliki sudut pandang yang benar, dan hati yang benar.

    Biasanya Tuhan akan memperlihatkan jalanNya kepada kita.

    Tinggal 1 masalah berikutnya, apakah kita mau mengambil jalan yang ditunjukkan oleh Tuhan?

    Atau kita justru kabur, menghindar karena pikiran kita dipenuhi dengan asumsi-asumsi sendiri? Kita takut sekali melangkah maju.

    Harapan dan doa

    Ayo jadilah anak terang yang penurut.

    Karena kalau tidak turut, itu namanya kita menolak Allah.

    Hal-hal yang pernah Tuhan sampaikan kepada kita melalui siapapun ayo kita minta keberanian dari Tuhan untuk menjalankannya.

    Amen

    PS: Image by freepik

  • 9. Filipi 4:9 – Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu

    9. Filipi 4:9 – Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu

    Dapat rhema apa hari ini?

    Hari ini saya mendapatkan petunjuk baru bagaimana cara hidup kita agar Allah yang merupakan sumber damai sejahtera senantiasa menyertai hidup kita.

    Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat dari padaku, lakukanlah itu.

    Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

    Filipi 4:9 (TB)
    Image by freepik

    Dari ayat ini, Paulus sudah sangat jelas sekali bagaimana hidup sebagai orang percaya agar Allah yang kita puja dan sembah menyertai hidup kita, memberikan damai sejahtera dalam diri kita.

    Jadilah pelaku Firman!

    Ya, jadilah pelaku Firman. Karena Firman yang kita pelajari baik dari pengajaran yang telah kita terima tidak akan ada manfaatnya jika tidak kita aplikasikan. Firman yang sudah kita dengar, bahkan mungkin sudah seringkali kita lihat dengan mata kepala sendiri, atau melalui kesaksian / testimoni orang lain tidak akan ada manfaatnya bagi diri kita sendiri apalagi bagi orang lain jika kita tidak mengaplikasikan dalam keseharian hidup kita.

    Dalam pasal ini di ayat-ayat sebelumnya, Paulus memberikan instruksi kepada jemaat Filipi.

    1. Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! – Filipi 4:4. Pakai tanda seru lagi tulisannya. Berarti ini penting untuk dilakukan.
    2. Janganlah kuatir tentang apa pun juga. – FIlipi 4:5a.
    3. Nyatakanlah segala keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. – Filipi 4:5b.
    4. Pikirkan senantiasa hal-hal berikut: semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan semua yang patut dipuji. – Filipi 4:8.

    Maka damai sejahtera Allah akan memelihara hati dan pikiran kita dalam Kristus Yesus (Filipi 4:7). Damai sejahtera yang melampaui segala akal, melampaui segala logika pikiran manusia. Damai sejahtera yang tidak umum, yang extra-ordinary. Damai sejahtera yang supra natural.

    Kenapa damai sejahtera? Ada apa dengan damai sejahtera?

    Karena pada hakikatnya dalam segala hal damai sejahtera itulah yang dicari oleh semua manusia. Mengumpulkan kekayaan, karena ia kuatir hidupnya akan susah jika tidak punya uang, atau alasan yang rohani karena ia ingin menggunakan kekayaannya untuk support pekerjaan Tuhan. Mencuri, karena mungkin ia dalam kondisi terjepit untuk memenuhi kebutuhan hidup, agar keluarganya bisa makan, atau kalau ternyata ia punya dorongan hati ingin selalu mencuri maka ia melakukan untuk menenangkan hatinya, atau memuaskan hatinya.

    Damai Sejahtera itu adalah kebutuhan paling dasar manusia, kebutuhan yang ada di pikiran bawah sadar manusia yang kita bisa dapatkan hanya dari Tuhan Allah kita. Tuhan Allah kita yang akan mencukupkan segala kebutuhan sadar kita (pangan, sandang, papan), bahkan seringkali juga memenuhi keinginan hati kita (kebutuhan sekunder atau tersier).

    Maka dari itu marilah kita melakukan apa yang diarahkan oleh Paulus untuk menjadi pelaku Firman dalam setiap aspek kehidupan kita yang dimulai dari pikiran dan perasaan.

    Orang yang belajar tentang suatu ilmu tidak akan sukses atau berhasil jika ilmu tersebut tidak dipraktikkan berulang-ulang.

    Apakah hari-hari kita masih sering merasa gundah, merasa cemas, merasa tidak enak?

    Apakah hari-hari kita masih sering kali kesal, marah, bahkan benci?

    Ayolah kita dekatkan diri kita lagi dengan Tuhan, tak pernah bosan dan berhenti untuk menyampaikan ajakan ini. Sebagai langkah awal bukalah dan bacalah lagi Firman Tuhan di rumah anda, belajar merenungkan Firman Tuhan, mulai lah berdoa lagi. Kemudian kembalilah bergereja, bergabunglah dalam komunitas rohani di dalam gereja anda, terlibatlah dalam pelayanan.

    Semoga Tuhan Allah kita memenuhi segala keperluan kita menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus.

    Amen.

  • 8. 1 Korintus 1:18 – Diselamatkan karena Pemberitaan Salib

    8. 1 Korintus 1:18 – Diselamatkan karena Pemberitaan Salib

    Dapat rhema apa hari ini?

    Pagi ini ada ayat yang menarik hati saya.

    Ayat rhema kita pagi ini:

    ‭‭1 Korintus 1:18 TB‬‬
    Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

    https://bible.com/bible/306/1co.1.18.TB

    Renungan, mari kita renungkan ayat tersebut:

    Ada 2 poin dari ayat tersebut yang berkaitan dengan pemberitaan tentang salib:

    • Pemberitaan tentang salib itu adalah kebodohan.
    • Pemberitaan tentang salib itu adalah kekuatan Allah.

    Yang menarik bagi saya adalah kedua hal tersebut bukanlah lawan kata, padahal Paulus menuliskannya sebagai suatu perbandingan, menggunakan kata “tetapi”. Kebodohan lawan katanya kepintaran, atau kecerdasan, atau bisa juga menggunakan kata kebijaksanaan yang secara konteks merupakan lawan kata dari kebodohan.

    Mengapa dalam hal ini Paulus menggunakan kata kekuatan Allah?

    Kemudian dalam ayat ini juga ada 2 kategori manusia:

    • Yang akan binasa.
    • Yang akan diselamatkan Allah.

    Paulus menjelaskan semuanya dalam ayat-ayat selanjutnya di pasal ini.

    1. Allah akan membinasakan hikmat dan kearifan orang-orang yang disebut berhikmat, bijak.

    Pada waktu itu golongan ahli Taurat, mayoritas orang Yahudi, dan Yunani melihat pemberitaan salib itu sebagai suatu kebodohan. Bagi ahli Taurat dan orang Yahudi pasti tidak menerima Tuhan Yesus sebagai Mesias, tidak cocok dengan gambaran persepsi Mesias yang selama bergenerasi didoktrinkan kepada mereka. Mereka selalu meminta tanda dan bukti. Sementara itu bagi orang Yunani yang percaya akan banyak dewa, figur dan profil Tuhan Yesus sama sekali tidak mendekati salah satu dewa-dewi mereka, apalagi sampai mati disalibkan. Mereka mencari hikmat, logika yang mana sulit mereka temukan dalam ajaran Tuhan Yesus.

    Sehingga menjadikan pemberitaan tentang salib ini sebagai batu sandungan atas keyakinan bangsa Yahudi. Dan karena tidak masuk dalam logika orang-orang Yunani mereka menganggapnya sebagai suatu kebodohan.

    2. Bagi siapapun yang dipanggil, Kristus adalah Kekuatan Allah dan Hikmat Allah.

    Kita semua telah dipanggil, bahkan termasuk orang Yahudi dan Yunani di atas, namun bersediakah kita membuka hati untuk menjawab, menangkap, atau meresponi panggilan Allah?

    Paulus menyampaikan bahwa di awal-awal, jemaat Korintus yang terpanggil, yang memutuskan untuk percaya dan mengikuti Tuhan Yesus dan turut memberitakan salib dulunya bukan siapa-siapa, bukan dari golongan terpelajar dan bukan dari golongan orang-orang berpengaruh dan terpandang.

    Tuhan mau memberikan hikmat dan kekuatan Allah kepada siapa saja yang mau, namun sayangnya kedua golongan itu biasanya yang seringkali menolak panggilan Allah, makanya merekalah yang akan binasa.

    Sementara bagi yang mau meresponi panggilan Allah, apapun latar belakangnya bukan hanya hikmat sebagai lawan kata kebodohan yang akan Tuhan tambahkan, juga kekuatan Allah, dan akhirnya nanti keselamatan.

    Bukankah kalau kita mau berhitung, meresponi panggilan Tuhan itu untungnya berlipat ganda ya? Dapat hikmat Allah, dapat kekuatan Allah, dan akhirnya diselamatkan dalam sorga.

    Aplikasi, apa yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari?

    Hari ini waktunya kita mengambil keputusan, apakah kita mau komitmen dalam panggilan Tuhan?

    Apakah kita bersedia bayar harga agar kita mendapatkan berbagai karunia Allah itu, baik hikmat, kekuatan, dan juga tentunya keselamatan.

    Anak sekolah saja harus belajar, mengerjakan tugas, mengerjakan ujian supaya dapat nilai bagus.

    Yang buka usaha pun begitu, di awal-awal saat merintis usaha harus bangun pagi-pagi, buka toko, urus segala sesuatu sendiri demi mendapatkan cuan agar bisa memperbesar usahanya, agar bisa makan.

    Seberapa penting dan berharganya kah karunia Tuhan itu sehingga seringkali kita mengenyampingkan karena proses untuk memperolehnya kita lihat sangat tidak nyaman, susah, tidak enak.

    Putuskanlah untuk berkomitmen, mulailah dari memutuskan tertanam dalam satu gereja lokal, gereja dimana kita bisa bertumbuh dan berkembang dalam iman akan Kristus. Tertanam itu berarti mengakar, menyerap air, sari makanan agar bisa bertambah besar, agar bisa berbuah nantinya. Komitmen dalam satu gereja lokal juga menunjukkan komitmen kita pada Tuhan.

    Setelah memutuskan berkomitmen di satu gereja lokal maka langkah berikutnya bangun juga komitmen untuk terlibat di dalamnya, mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh gereja tersebut, terlibat aktif di dalamnya, karena kita dipanggil Tuhan bukan hanya untuk mendengarkan Firman Tuhan, kita dipanggil Tuhan selain menjadi pelaku Firman dan juga memberitakan Firman Tuhan, memberitakan salib. Nah…. kalau kita tidak mau terlibat masuk dalam gereja apa yang mau kita lakukan? Kalau kita ikut beberapa gereja mana yang mau kita pilih?

    Ayo, putuskanlah bahwa kita benar-benar mau jadi murid Kristus sesungguhnya.

    Harapan dan Doa

    “Don’t Let Me Go” framed art by thechosen.tv

    Ya Tuhan ampuni kami ya Tuhan, binasakanlah kekerasan hati kami ini kalau kami selama ini seringkali menolak panggilanMu dengan alasan-alasan, dengan logika-logika yang kami buat sendiri.

    Kalau perlu ganti hati kami ya Tuhan, ganti dengan hati yang begitu mengasihiMu, hati yang mengerti kerinduanMu, dan hati yang kuat, dan mau melangkah mengerjakan panggilanMu.

    Ganti kepintaran kami membuat alasan-alasan untuk tidak melaksanakan panggilanMu dengan kebodohan, dengan penundukan diri untuk melangkah hanya mengandalkan tuntunanMu.

    Jangan biarkan kami binasa ya Tuhan.

    Jangan lepaskan tangan kami.

    Jangan palingkan wajahMu dari kami ya Tuhan.

    Kami mau selamat ya Tuhan.

    Tolong kami yang kurang percaya ini.

    Amen.

  • 5. Filipi 1:6 – Tuhanlah yang memulai setiap pekerjaan baik

    Halo, dapat rhema apa hari ini?

    Hari ini saya dapat banyak rhema dari 1 pasal yang saya baca, yaitu dari Surat Paulus kepada jemaat di Filipi, pasal yang pertama.

    Ayat rhema kita hari ini:

    Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

    Filipi 1:6 (TB)

    Renungan, mari kita merenungkan ayat ini:

    Pada saat membaca ayat ini, perasaan saya tertuju pada kalimat: “yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu”, ternyata Tuhanlah yang memulai setiap pekerjaan yang baik. Seharusnya juga bukan karena kita pintar atau smart, namun karena Tuhan bekerja, karena Roh Kudus bekerja di antara kita. Yang menginisiasi, yang memulai setiap pekerjaan baik itu ternyata Tuhan sendiri.

    Pekerjaan baik itu Tuhan mulai di antara kita, mungkin itu maksudnya bahwa bukan ditujukan untuk diri kita semata, namun juga ditujukan untuk orang-orang lain di sekitar kita. Sehingga jika kita memiliki ide baik, untuk suatu pekerjaan baik maka seharusnya yang Tuhan rencanakan kebaikan itu bukan hanya untuk diri kita sendiri atau keluarga kita sendiri. Karena Tuhan ingin buah yang dihasilkan itu juga bagi orang-orang lain di sekitar kita.

    Dan jika pekerjaan baik itu memang direncanakan oleh Tuhan maka Tuhan tidak akan berhenti di tengah jalan, Tuhan akan meneruskannya sampai dengan tuntas, sampai dengan memberikan buah bagi banyak orang. seringkali kita dalam pekerjaan mengalami kondisi stuck, atau mentok bahasa jawa-nya. Tuhan pasti punya orang lain, atau cara lain yang seringkali tidak terpikir oleh kita agar kondisi tersebut bisa terurai bisa kembali berjalan. Tuhan memulai pekerjaan baik di antara kita, jadi ada orang lain seharusnya.

    Apa yang bisa kita ambil untuk kita aplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari?

    1. Senantiasa memulai hari, memulai aktifitas, memulai pekerjaan dengan doa, meminta Tuhan untuk turut bekerja ditengah-tengah kita. Agar hari kita, aktifitas kita, maupun pekerjaan kita baik adanya di mata Tuhan.
    2. Meminta tuntunan Tuhan saat menjalani hari, saat menjalankan aktifitas, saat dalam pekerjaan. Pikiran kita juga senantiasa tertuju ada Tuhan. Tujuan dari pekerjaan kita adalah hanya untuk kemuliaan nama Tuhan.
    3. Saat dalam kondisi buntu, minta petunjuk dari Tuhan apa, siapa, dan bagaimana agar bisa menembus atau keluar dari kebuntuan itu.

    Harapan dan doa:

    Ya Tuhan kami bersyukur, kami diingatkan bahwa Engkaulah yang memulai setiap pekerjaan baik ditengah-tengah kami.

    Sertai kami selalu yaTuhan dalam setiap langkah, setiap proses, bhakan disaat kami merasa tidak ada lagi jalan keluar, kami percaya Engkau akan memberikan jalan. Berikan kami mata hati, telinga hati agar kami dapat melihat jalanMu, agar kami dapat mendengar petunjukMu, dan terlebih lagi berikan kami hati dan pikiran yang terbuka kepadaMu agar jangan sampai kami justru menolak Engkau ya Tuhan.

    Kami mau setiap aktifitas kami, dan setiap pekerjaan kami berbuah baik yang akan membawa jiwa-jiwa yang hilang kembali kepadaMu.

    Amin

  • Renungan Matius 1 – Mempersiapkan Kedatangan Tuhan – Jesus is coming

    Rhema dan hasil perenungan Saat Teduh pribadi saya – Matius 1

    Ayat Rhema

    ‭‭Matius‬ ‭1:17‬ ‭TB‬‬

    [17] Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

    https://bible.com/bible/306/mat.1.17.TB

    Renungan

    Dari 14×3 keturunan sejak Abraham sampai dengan Tuhan Yesus ada yang saya tahu, namun ternyata banyak juga yang saya tidak ingat siapa mereka. Saya yakin pasti ada dalam kisah-kisah di perjanjian lama.

    Janji Tuhan kepada Tuhan terus digenapi sampai sekarang. Bahwa keturunannya akan sebanyak bintang di langit dan pasir di laut.

    Namun kepada Abraham, Tuhan tidak menjanjikan akan datangnya Mesias. Janji akan datangnya Mesias ada jauh setelah Abraham meninggal. Tapi tidak ada satu pun yang tahu bagaimana Mesias itu akan datang dan kapan persisnya.

    Sekarang pun kita menerima janji bahwa Tuhan akan datang lagi, namun lagi-lagi tidak ada satu pun yang tahu kapan itu akan terjadi.

    Dalam Matius ini disebutkan keturunan langsung dari Abraham sampai dengan Tuhan Yesus – mereka memiliki dampak atau terlibat langsung. Namun pasti ada orang-orang di sekitar silsilah tersebut yang mendukung, yang support, membantu sehingga keturunan Abraham bisa sampai dengan Tuhan Yesus lahir.

    Saya membayangkan jika seandainya orang-orang yang terlibat tidak langsung itu bisa melihat bahwa apa yang mereka lakukan ternyata berkontribusi dalam sejarah umat manusia, pasti mereka akan sangat bangga.

    Nah sekarang, Tuhan mau datang lagi. Siapa tahu Tuhan datang lokasinya di kota kita, atau lokasi anak atau cucu atau generasi kita?

    Maukah kita terlibat ikut andil walaupun sederhana dalam mempersiapkan kedatangan Tuhan lagi?

    Aplikasi

    Kita tidak pernah tahu seberapa besar keterlibatan kita dalam mempersiapkan kedatangan Tuhan lagi.

    Tapi kita bisa memulai dari diri kita sendiri dan dari keluarga inti kita.

    1. Mari kita semakin hari semakin mengupayakan diri untuk hidup dalam kebenaran.
    2. Mari kita mulai mengajarkan nilai-nilai hidup dalam kebenaran itu pada anak-anak kita, melalui cerita, melalui diskusi tidak langsung (mereka mendengarkan kita saat kita diskusi dengan pasangan), dan melalui apa yang kita lakukan setiap hari (sikap dan perbuatan).

    Tuhan pasti juga ingin sebanyak mungkin orang bisa ikut terlibat dalam mempersiapkan kedatangan Tuhan, karena dengan begitu akan semakin banyak jiwa diselamatkan.

    Saya share video ini yang saya tonton 5 tahun lalu. Bayangkan jika anda adalah gembala ini. Gembala yang minder, cacat, dijauhi orang namun punya kerinduan ya g besar untuk mengenal Tuhan.

    Share apa yang anda rasakan dan pikirkan ya.

    Harapan dan Doa

    Tuhan kami ingin sekali terlibat dalam karya keselamatanMu.

    Saat ini kami mungkin tidak tahu harus apa dan harus bagaimana.

    Berikan kami arahan dan petunjuk ya Tuhan, gerakkan hati kami, berikan kami api kerinduan yang membara agar kami berani melangkah untuk mempersiapkan kedatanganMu.

    Amen

  • Ojo sõk-sõkan (javanesse accent)

    Renungan ILMB
    Imamat 16 – Tanggungjawab
    jabatan.

    📣 Ayat Rhema

    Dan pendamaian harus diadakan oleh imam yang telah diurapi dan telah ditahbiskan untuk memegang jabatan imam menggantikan ayahnya; ia harus mengenakan pakaian lenan, yakni pakaian kudus. Ia harus mengadakan pendamaian bagi tempat maha kudus, bagi Kemah Pertemuan dan bagi mezbah, juga bagi para imam dan bagi seluruh bangsa itu, yakni jemaah itu.
    Imamat 16:32‭-‬33 TB
    https://bible.com/bible/306/lev.16.32-33.TB

    📣 Renungan

    Menjadi pelayan dalam kegiatan keagamaan itu suatu kebanggaan. Namun seringkali yang terjadi kebablasan, menjadi ego dan kesombongan.


    Pakaian khusus, akses khusus, peran khusus, dan fasilitas khusus membuat kita melambung harga dirinya. Seringkali membuat kita kebablasan, membuat kita sombong, membuat kita besar kepala. Seperti beda kasta. Kalian itu orang awam, kami petugas.

    Fenomena ini terjadi umum. Bukan hanya di gereja, tapi di semua bidang.
    Contoh:
    Sok2an sebagai aparat pemerintah, pejabat pemerintah.
    Sok2an melayani customer.
    Seperti di film2 kolosal, kerajaan Indonesia, mandarin, india, romawi, dll.

    Padahal ada tanggung jawab yang harus dipikul oleh seseorang yang mengambil peran sebagai hamba Tuhan/ Pelayan Tuhan.


    Seringkali yang menonjol bukanlah tugas tanggung jawab yg dipikulnya namun besar kepalanya.

    Hati-hati, jangan sampai justru jiwa kita mati saat kita mendapatkan priviledge sebagai pelayan Tuhan. Justru kita jatuh di dalam dosa saat kita bertugas sebagai pelayan Tuhan.

    📣 Aplikasi
    Jaga hati, jangan besar kepala, jangan sombong, jangan sok-sokan sekecil atau sebesar apa pun peran kita.
    Kembali pada esensinya bahwa kita adalah pelayan. Tugas kita melayani Tuhan dengan cara melayani jiwa2.

    📣 Harapan
    Menjadi manusia yang senantiasa rendah hati dalam kondisi apa pun juga.

  • Kejarlah Kasih Itu

    20 Juli 2019

    Hari ini saya membaca 1 Korintus Pasal 13 dan sebagian 14.

    Saya kembali dibuat terfokus dengan banyaknya penekanan-penekanan. Saya juga dibuat membolak-balik halaman Alkitab saya.

    Pada awalnya saat sampai di bagian 1 Korintus 14:24‭-‬25 TB
    https://bible.com/bible/306/1co.14.24-25.TB

    Tetapi kalau semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau orang baru, ia akan diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua; segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku: “Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu.”

    Saya merasa diingatkan kembali akan panggilan saya, sehingga saya kemudian mencoba menarik benang merah ke firman-firman (ayat-ayat) sebelumnya.

    1. Salah satu hal agar semakin banyak jiwa mengakui dan akhirnya mengimani Allah adalah setelah ia diyakinkan oleh seseorang yang menggunakan karunia bernubuat.

    2. Ditekankan juga pada ayat 1

    Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.
    1 Korintus 14:1 TB

    Okee…. berarti salah satu “senjata” yang perlu saya miliki untuk menjalankan Amanat Agung adalah Karunia untuk Bernubuat.

    Lalu bagaimana agar saya bisa memperoleh karunia tersebut ?

    Darimana ?

    Pada pasal 12 ayat 8 disebutkan

    Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.

    1 Korintus 12:8 TB
    https://bible.com/bible/306/1co.12.8.TB

    Itu berarti karunia-karunia tersebut adalah pemberian Roh Kudus.

    Akhirnya saya mengerti, itulah mengapa Gereja Mawar Sharon mengajak jemaatnya untuk memiliki hubungan yang lebih intim dengan Roh Kudus.

    Hmmm berikutnya saya dituntun untuk fokus pada kalimat “Kejarlah kasih itu”. Kalimat itu menjadi menarik, lebih menarik daripada hal karunia diatas.

    Kasih yang dikejar itu kasih apa ?

    Saya mundur lagi ke pasal 13 ayat 4 – 7.

    Kasih itu sabar;

    kasih itu murah hati;

    ia tidak cemburu.

    Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

    Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.

    Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

    Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran.

    Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

    1 Korintus 13:4‭-‬7 TB
    https://bible.com/bible/306/1co.13.4-7.TB

    Kemudian saya juga melihat lagi ayat yang pernah saya highlight :

    1. Kasih tidak berkesudahan

    2. Demikian tinggal ketiga hal ini, yaitu Iman, Pengharapan, dan Kasih, dan yang terbesar adalah kasih

    Saya kemudian mundur lagi, mulai dari ayat 1 – 3 -> saya membuat kesimpulan dari 3 ayat ini bahwa segala sesuatu tidak ada artinya dan tidak berguna jika saya tidak memiliki kasih.

    Bahkan disebutkan di ayat 2, sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia… tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

    Ditambah lagi ayat 8 : Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

    Ayat 9 : Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.

    Dari hal-hal di atas saya diberitahu bahwa (seperti pasal 14 ayat 1) sudah benar jika kita mengusahakan diri agar memperoleh karunia-karunia terutama karunia bernubuat.

    Namun saya juga diingatkan bahwa bukanlah karunia yang terutama yang menjadi fokus utama melainkan kasih.

    Bukan mengejar karunia, namun mengejar kasih.

    Kasih itu karakter. Salah satu karakter Tuhan. Jadi kalau kita memiliki misi untuk menjadi serupa dengan Tuhan karena kita mengaku adalah anak-anak Tuhan maka membentuk karakter kasih dalam diri kita adalah salah satu keharusan.

    Saat saya mencari judul untuk tulisan ini, saya penasaran dan mencari pasal yang sama di bible versi AMPC

    EAGERLY PURSUE and seek to acquire [this] love [make it your aim, your great quest]; and earnestly desire and cultivate the spiritual endowments (gifts), especially that you may prophesy (interpret the divine will and purpose in inspired preaching and teaching).

    1 Corinthians 14:1 AMPC
    https://bible.com/bible/8/1co.14.1.AMPC

    Wow, menurut saya itu bukan hanya mengejar karena kalau diterjemahkan artinya bersemangat mengejar dan berusaha untuk mendapatkan kasih ini. Sangat berbeda kan ?

    Bahkan dipesankan agar pengejaran kasih itu menjadi tujuan kita, pencarian besar kita. Sama seperti seorang pencari harta karun sedang mencari harta karun terbesar.

    Luar biasa pagi ini Tuhan berbicara melalui firmanNya dan juga penyertaan Roh Kudus saat saya merenungkan firman-firman ini.

    Ayo mari sempurnakan misi hidup kita untuk mengejar kasih.