Renungan Mazmur 87 – Terdaftar dalam Buku Register Penduduk Sion.
Apakah anda sudah terdaftar?
Apakah anda sudah terdaftar?
Hanya Allah kita yang mengadili.
Saat hati susah, ingatlah selalu untuk kembali pada Tuhan Yesus. Hati yang susah adalah momen crucial di mana kita dapat tersesat.
Kesadaran akan pentingnya menjaga hati dan fokus kita pada Tuhan menjadi inti pesan pagi ini. Seringkali, pikiran dan sikap tidak sejalan, mengalihkan perhatian dari hal yang benar. Kita diajak untuk mengevaluasi apa yang kita konsumsi secara spiritual dan mengutamakan waktu bersama Tuhan, agar tidak terjebak dalam pengaruh negatif.
Tuhan tidak selalu menjawab doa sesuai harapan kita, seperti yang diakui oleh Daud dalam Mazmur 30:3. Dia menyembuhkan dan memulihkan kita dari luka batin. Kita sering membatasi cara Tuhan menolong, padahal Dia ingin menyelesaikan masalah hingga ke akar. Mari peka dan meminta pemulihan dari Tuhan.
Daud menunjukkan iman yang kuat kepada Tuhan, selalu berdoa dan percaya bahwa doanya akan dikabulkan. Dia berseru dan bersyukur, meyakini Tuhan mendengar permohonannya. Sikap Daud mengingatkan kita untuk berdoa dan berani merayakan jawaban doa sesuai kehendak-Nya, seperti yang diungkapkan dalam Alkitab.
Dalam dunia yang semakin tidak aman, Daud mengingatkan kita bahwa ketenangan dan keamanan ditemukan dekat Tuhan. Hanya Dia yang dapat menjadi penolong dan penjaga dalam menghadapi kesulitan. Kita diingatkan untuk tidak mengandalkan diri sendiri, melainkan berseru kepada Tuhan, menanti-Nya dengan keyakinan untuk menemukan damai sejahtera.
Allah Bapa kita itu maha besar dan maha kuasa. Sayangnya kita manusia yang sangat terbatas. Bahkan saking terbatasnya kita juga membatasi berkat, dan kasih karunia yang Tuhan ingin berikan kepada kita. Di ayat pertama Mazmur 24 ini dikatakan bahwa Tuhanlah yang memiliki bumi dan segala isinya, bukan hanya bumi tapi juga dunia dan isi di…
Pernahkah kita benar-benar berpikir siapakah gembala kita? Tuhan atau diri kita sendiri atau yang lain (uang, nama baik, …)?
“‘Allahku, mengapa Kau tinggalkan aku?’—seruan iman yang justru menuntun kita pada kasih dan kemenangan Kristus. 🙏❤️”