Belajar dari Raja Uzia – 2 Tawarikh 26

Renungan I Love My Bible
2 Tawarikh 26

Ayat Rhema

Ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya.
2 Tawarikh 26:4 TB
https://bible.com/bible/306/2ch.26.4.TB

Renungan

Pada saat membaca bagian ini, timbul pikiran dalam hati saya betapa besar peran orang tua akan keimanan anak2nya.

Hubungan anak dan orang tua juga akan menentukan apakah seorang anak akan mengikuti orang tuanya atau tidak.

Namun iman itu adalah hubungan pribadi kita dengan Tuhan.
Personal relationship with God.

Kemudian saya juga diingatkan pada ayat berikutnya bahwa berhubungan dengan Tuhan hendaknya jangan semata karena berharap akan sukses dalam ekonomi/ karir.

Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Dan selama ia mencari Tuhan, Allah membuat segala usahanya berhasil.
2 Tawarikh 26:5 TB

Janganlah kesuksesan sebagai tujuannya karena kita akan kecewa dan kepahitan dengan Tuhan.

Kesuksesan tidaklah kekal, ada kalanya kita akan mengalami pergumulan hidup yang bahkan tidak selesai sampai akhir hidup kita seperti juga yang dialami Uzia.

Tetapi Uzia, dengan bokor ukupan di tangannya untuk dibakar menjadi marah. Sementara amarahnya meluap terhadap para imam, timbullah penyakit kusta pada dahinya di hadapan para imam di rumah Tuhan, dekat mezbah pembakaran ukupan.
2 Tawarikh 26:19 TB
https://bible.com/bible/306/2ch.26.19.TB

Aplikasi

Mari kita semakin berusaha membangun hubungan pribadi dengan Tuhan melalui setiap media/ cara yang ada.
Ibadah Raya, CG, Saat Teduh pribadi, Mezbah keluarga, dan doa-doa pribadi kita kepada Tuhan, serta yang paling penting adalah aplikasinya.

Pergumulan selalu ada sampai kita mati nanti.
Tapi Tuhan juga selalu ada menunggu kita sampai akhir hidup kita.

Jangan lewatkan, jangan tunda-tunda untuk hal ini, jadikan ini sebagai prioritas utama dalam hidup kita karena kita tidak tahu sampai kapan waktu kita di dunia.

Harapan/ Doa.

Ingatkan kami setiap waktu ya Tuhan melalui setiap yang kami lihat, kami dengar.

Amen

Similar Posts