Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Tag: wisdom

  • 43. Renungan Yakobus 1 – Menjadi Pelaku Firman Tuhan itu Membahagiakan Jiwa

    43. Renungan Yakobus 1 – Menjadi Pelaku Firman Tuhan itu Membahagiakan Jiwa

    Dapat rhema apa hari ini?

    Jalan menuju kebahagiaan yang hakiki.

    Mari kita baca dengan perlahan sambil membayangkan bahwa Yesus sendiri yang sedang berbicara kepada kita.

    Yakobus 1:19-27 TB‬
    [19] Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
    [20] sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
    [21] Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
    [22] Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
    [23] Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. [24] Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.
    [25] Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.
    [26] Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.
    [27] Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

    https://bible.com/bible/306/jas.1.19-27.TB

    Mari kita baca lagi 2x lagi.

    Sebelum kita diskusi tentang pelaku Firman, mari kita pelajari tentang Firman Tuhan itu sendiri dari ayat-ayat di atas.

    1. Firman Tuhan itu seharusnya tertanam di dalam hati kita.

    Disitulah seharusmya kita menempatkan Firman Tuhan, bukan hanya di pikiran, karena sesungguhnya manusia itu adalah makhluk yang digerakkan oleh perasaannya, oleh hatinya. Sehingga jika kehidupan kita ingin dilandaskan akan Firman Tuhan maka izinkanlah Firman Tuhan tertanam di dalam hati kita.

    Firman Tuhan ibarat benih yang ditaburkan. Bacalah juga perumpamaan Yesus tentang Penabur.

    2. Firman Tuhan itu berkuasa menyelamatkan jiwa kita.

    Saat hidup kita berlandaskan atas Firman Tuhan maka kita menjaga hidup kita dari pencemaran dunia. Kita jadi bisa memiliki hidup yang benar, hidup yang kudus dan berkenan kepada Bapa. Firman Tuhan akan berkuasa menyelamatkan jiwa kita hanya jika kita benar-benar menyerahkan jiwa kita, hidup kita dalam tuntunan Firman Tuhan.

    Ini janji Tuhan yang bisa kita jadikan pegangan hidup kita, bahwa melakukan Firman Tuhan akan menyelamatkan jiwa kita.

    3. Firman Tuhan itu perlu dipahami dan dimengerti.

    Tidak mungkin kita memahami dan mengerti Firman Tuhan jika hanya membaca sekilas, baca asal baca, kejar setoran. Memang ada disampaikan untuk kita membaca Firman Tuhan entah kita pada akhirnya mengerti atau masih tidak mengerti. Namun itu bukan berarti baca asal baca, karena jika itu yang kita lakukan maka seumpama benih di perumpamaan penabur, Firman Tuhan itu jatuh bukan di tanah melainkan di jalan. Tidak sempat keluar tunas, langsung hilang lenyap.

    Baca dan bertanya, gunakan buku catatan untuk menuliskan hal yang menarik, hal yang tidak jelas, bahkan hal yang aneh yang kita temukan pada Firman Tuhan yang kita baca. Jika perlu tanyakanlah, “Tuhan, ini maksudnya apa ya? Mengapa kok begini? Mengapa kok begitu? Memangnya kenapa kalau ini? Memangnya kenapa kalau begitu?

    Dan alih-alih mencari penjelasan melalui internet, cobalah untuk rileks, tenangkan hati dan pikiran kita dan bayangkan kita sedang berdiskusi dengan Tuhan tentang Firman yang sedang kita baca. Bayangkan ekspresi Tuhan dan gerak-gerikNya yang sedang menjelaskan apa pesan Tuhan. Tuliskan pada buku catatan anda, kalimat yang muncul baik dalam bentuk kalimat biasa atau dalam bentuk pertanyaan juga. Tuliskan semuanya.

    Dan setelah selesai coba dibaca lagi, jika ada kalimat yang berkaitan atau berhubungan anda bisa tarik garis-garis untuk menghubungkan kalimat-kalimat tersebut. Atau jika ada yang penting bisa anda lingkari atau garis bawahi.

    Bacalah sekali lagi, dan rasakan bagaimana perasaan anda saat itu. 😊

    Cobalah….

    4. Melakukan Firman Tuhan dengan benar itu membahagiakan jiwa kita.

    Melakukan Firman Tuhan dalam banyak bagian terlihat ekstrim, tidak populer dari sudut pandang orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, tidak asyik, tidak menyenangkan, bahkan cenderung susah. Itu semua yang kita pikirkan saat melihat, membaca, atau mendengar Firman Tuhan.

    Jika hal-hal itu benar yang kita pikirkan, maka seperti perumpamaan tentang penabur, benih itu jatuh ke tanah yang bersemak duri.

    Melakukan Firman Tuhan itu benar-benar membahagiakan, ada perasaan menang dan bangga saat melakukannya, ada aliran kebahagiaan di dalam hati dan tubuh kita, dan benar jiwa kita seperti mendapatkan charge energi yang baru.

    Cobalah…

    Doa

    Tuhan, ajari dan bantu kami untuk mengelola hati kami. Membuang segala kotoran dan kejahatan yang membuat hati kami tidak siap menerima FirmanMu.

    Kami mau merasakan kebahagiaan dan sukacita yang Engkau janjikan, dan kami mau memperoleh keselamatan atas kemenangan jiwa kami.

    Amen.

    NB: Share ya, hasil percobaan bapak ibu di kolom komentar di bawah. Agar makin banyak orang semakin yakin bahwa menjadi pelaku Firman itu membahagiakan jiwa.

    Image by freepik

  • 14. 1 Korintus 7:25 – Hikmat Paulus

    14. 1 Korintus 7:25 – Hikmat Paulus

    Dapat rhema apa hari ini?

    Bacaan hari ini dari 1 Korintus pasal 7. Menarik sekali surat yang dituliskan oleh Paulus ini, berbicara tentang perkawinan.

    Ada beberapa poin penting disana, namun yang menjadi rhema saya bukanlah tentang topik yang beliau bahas.

    Ayat rhema yang saya dapatkan:

    ‭‭1 Korintus 7:25 TB‬‬
    Sekarang tentang para gadis. Untuk mereka aku tidak mendapat perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercayai karena rahmat yang diterimanya dari Allah.

    https://bible.com/bible/306/1co.7.25.TB

    Renungan

    Yang menjadi rhema bagi saya adalah ayat ini merupakan pernyataan beliau yang sifatnya disclaimer bahwa tentang bagian ini, yang berkaitan dengan gadis bukan merupakan perintah Tuhan secara langsung, tetapi merupakan pendapat Paulus secara pribadi.

    Bagi kita yang berniat menjalani hidup di dalam Kristus, seringkali dalam banyak hal tidak ada secara tertulis ayat Firman Tuhannya. Pernah ada yang bertanya kepada saya tentang trading saham, apakah itu dosa? Karena ada orang yang beranggapan itu judi. Atau dalam hal perkembangan teknologi, memang tidak ada Firman Tuhan yang menyebutkan istilah yang ada pada saat ini seperti internet, media sosial, dan sebagainya.

    Namun bagi kita, Tuhan memberikan hikmat baik melalui gembala-gembala kita di gereja atau hikmat pribadi hasil dari merenungkan Firman Tuhan secara pribadi atau hasil perenungan bersama Tuhan mengenai suatu topik.

    Tuhan yang merupakan sang pencipta, yang menciptakan segala sesuatu di dunia ini akan memberikan hikmat atau rahmat kepada kita dalam segala hal. Tentunya jika kita mau membuka hati dan pikiran bertanya apa arahan Tuhan, apa kehendak Tuhan dari suatu peristiwa atau kondisi. Maka Tuhan dengan sukacitanya akan mencurahkan hikmat dan rahmatNya kepada kita sehingga seringkali muncul sudut pandang, cara pikir, ataupun bagaimana cara menghadapi suatu situasi atau kondisi.

    Topik tentang perkawinan bukanlah hal yang mudah dibahas oleh Paulus, karena ia sendiri tidak menikah. Namun karena ia menulis dengan hikmat dari Tuhan maka tulisannya walaupun bukan suara Tuhan langsung dinyatakan kepada Paulus kita tetap dapat menganggapnya seperti arahan Tuhan langsung kepada kita.

    Aplikasi

    Apakah kita masih sering kali bergumul sendiri dengan situasi, kondisi masalah di sekitar kita?

    Sudahkah kita mendoakan situasi dan kondisi tersebut kepada Tuhan? Meminta tuntunan dan penyertaan Tuhan agar kita bisa memiliki sudut pandang yang benar, dan hati yang benar.

    Biasanya Tuhan akan memperlihatkan jalanNya kepada kita.

    Tinggal 1 masalah berikutnya, apakah kita mau mengambil jalan yang ditunjukkan oleh Tuhan?

    Atau kita justru kabur, menghindar karena pikiran kita dipenuhi dengan asumsi-asumsi sendiri? Kita takut sekali melangkah maju.

    Harapan dan doa

    Ayo jadilah anak terang yang penurut.

    Karena kalau tidak turut, itu namanya kita menolak Allah.

    Hal-hal yang pernah Tuhan sampaikan kepada kita melalui siapapun ayo kita minta keberanian dari Tuhan untuk menjalankannya.

    Amen

    PS: Image by freepik