Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Tag: Adven

  • Renungan Advent 5 – Kita tidak perlu menanti lagi

    Renungan Advent 5 – Kita tidak perlu menanti lagi

    Apakah anda sedang menunggu jawaban Tuhan?

    Sudah berapa lama anda menanti?

    “Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon.
    Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.

    Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: ”Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”

    Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.”
    ‭‭Lukas‬ ‭2‬:‭25‬-‭33‬ ‭TB‬‬

    https://bible.com/bible/306/luk.2.29-33.TB

    Ya kita semua sedang menunggu, menunggu kedatangan Tuhan, namun dalam konteks yang berbeda-beda.

    Jika anda menunggu janji Tuhan seperti Simeon menunggu, sepertinya kita harus bertanya lagi dalam doa kepada Tuhan. Benarkah Tuhan?

    Karena Tuhan Yesus sudah datang dan membebaskan umat manusia, berarti sudah tidak ada lagi yang harus ditunggu bukan?

    Sesungguhnya Tuhan dekat sekali dengan kita, Tuhan ada di hati kita. Tuhan sedang duduk di pojok, di sebelah kita menunggu kita mengalihkan pandangan kepadaNya.

    Saat kita ada dalam pergumulan seringkali fokus pandangan kita adalah diri kita sendiri, bagaimana supaya survive, supaya selamat. Kita mencari jalan, mencari cara supaya jangan semakin menderita. Pikiran kita sibuk. Apabila kita berdoa, kita fokus pada solusi yang menurut kita akan mengeluarkan kita dari kesusahan. Namun itu tidak kunjung ada, kita bertanya sama Tuhan, di mana Engkau Tuhan?

    Kabar baiknya, kita tidak perlu lagi menanti lama asalkan kita mengalihkan pandangan kita kepada Tuhan. Yang sebelumnya kita mencari jalan keluar, sekarang kita cari Tuhannya, kita cari suaraNya. Maka kita bisa mendengar Tuhan yang akan menuntun kita.

    Ubah doa kita, ubah permintaan kita karena Tuhan benar-benar sedang menunggu kita mengalihkan pandangan saja. Dan hanya kita yang bisa mengalihkan pandangan. Tuhan sudah mengirimkan sinyal, tanda, dan sebagainya untuk menarik perhatian kita tapi kalau kita masih fokus ke masalah kita maka kita tidak bisa melihat penyediaan dan jalan Tuhan bagi kita.

    Doa

    Ya Tuhan,

    Peace ✌🏼 mohon ampun ya Tuhan, kalau selama ini tidak menyadari bahwa Engkau dekat sekali dengan aku. Aku sibuk sendiri dengan pikiran dan perasaanku.

    Jewer ya Tuhan, tarik aku kalau perlu jangan sampai aku makin jatuh semakin dalam.

    Amin

  • Renungan Advent 4 – Merasa Terancam

    Renungan Advent 4 – Merasa Terancam

    Kelahiran Messias ke dunia tidak seluruhnya disambut gembira oleh orang-orang yang mengetahuinya, justru ada yang tidak suka karena merasa posisinya jadi terancam.

    “Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.”

    ‭‭Matius‬ ‭2‬:‭16‬ ‭TB‬‬

    https://bible.com/bible/306/mat.2.16.TB

    Apapun yang direncanakan sejak awal setelah mengetahui informasi kelahiran Mesias dari para orang majus itu, dan juga dikonfirmasi dari para ahli taurat, itu pastilah bukan sesuatu yang baik, yang merupakan bentuk sukacita.

    Herodes merasa terancam posisi dan kedudukannya saat ia mengetahui Mesias lahir. Yang pasti ia takut bahwa ada raja yang lebih besar dan kuat yang sudah diramalkan sejak ratusan bahkan mungkin ribuan tahun lalu.

    Saat ada suatu kenyamanan yang kita rasakan seperti akan direnggut dari kita, maka manusia daging kita pasti akan menghindarinya bahkan menolak jauh-jauh.

    Dalam hidup ini, tidak selalu dalam bentuk Tuhan yang datang di hadapan kita secara visual. Namun Tuhan bisa datang dalam bentuk Firman yang mengarahkan kita kepada suatu hal yang baru, yang mungkin pada saat itu kita berpikir itu merupakan sesuatu hal yang akan menyulitkan atau menyusahkan hidup kita.

    Padahal Firman Tuhan itu adalah tuntunan hidup yang akan membawa kita pada hidup berkemenangan. Namun karena kita takut tidak enak/nyaman, kita menolak itu semua. Bahkan saat kita sedang dalam kesukaran atau penderitaan seringkali kita menolak tuntunan, kita menolak mengikuti Firman Tuhan yang akan membawa kita mengikuti rencana untuk menuju kepada janji Tuhan. atas hidup kita. Itulah mengapa Tuhan Yesus berdoa meminta kepada Bapa agar mengampuni orang-orang yang terlibat dalam penyalibanNya, karena Tuhan Yesus tahu mereka tidak tahu, mereka tidak mau menerima figur Yesus yang tidak sesuai dengan apa yang mereka bayangkan selama ini.

    Bagi kita yang sedang berjalan bersama dengan Tuhan, siapkan hati selalu untuk terbuka ata semua tuntunan Tuhan. Perkataan, perintah, dan bahkan laranganNya harus kita pahami, renungkan, dan jalankan dalam kehidupan kita sehari-hari.

    Agar rencana dan janji Tuhan benar-benar terwujud dalam hidup kita. Izinkan Tuhan masuk ke dalam hati kita dan menguasai hidup kita.

    Doa

    Ya Tuhan,

    Kami seringkali menolak Engkau saat Firmanmu mengarahkan kami kepada hal-hal yang menjauhkan kami dari sesuatu yang sudah nyaman bagi kami.

    Kuasai kami Tuhan, pegang erat tangan kami dan tarik kami saja Tuhan jika kami ragu atau takut.

    Dalam nama Tuhan Yesus,

    Amin

  • Renungan Advent 3 – Ramalan Kelahiran Messias sampai ke Timur

    Renungan Advent 3 – Ramalan Kelahiran Messias sampai ke Timur

    “Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: ”Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.””
    ‭‭Matius‬ ‭2‬:‭1‬-‭2‬ ‭TB‬‬

    https://bible.com/bible/306/mat.2.1-2.TB

    Ramalan tentang kelahiran Messias sepertinya juga sampai ke Timur. Orang Majus adalah orang-orang terpelajar, yang mempelajari astrologi atau alkemi. Pada saat mereka melihat bintang ⭐️ itu yang mungkin disertai fenomena yang lain, yang tidak biasa pasti mereka mencari referensi apa yang dimaksud dari fenomena tersebut?

    Di mana dia raja orang Yahudi yang baru dilahirkan? Pertanyaan tersebut menggambarkan kesimpulan atas fenomena alam yang mereka dapati di tempat asal mereka.

    Yang paling penting bukanlah fenomena dan arti atas fenomena bintang yang mereka lihat di Timur sana, melainkan kenyataan bahwa mereka bergerak datang ke Betlehem untuk menyembah dan memberikan persembahan kepada bayi Yesus. Kalau dalam konteks kita saat ini adalah apakah kita bergerak melakukan yang seharusnya dilakukan di saat kita melihat atau mendengar suatu mukzizat atau kesaksian atau bisa kita sebut juga tanda-tanda heran yang dibuat Tuhan?

    Apakah kita bergerak karena meyakini bahwa itu Tuhan seperti mereka bergerak karena yakin bahwa yang lahir itu adalah raja orang Yahudi yang akan berpengaruh di seluruh dunia?

    Supaya kita yakin apa yang kita saksikan atau kita dengar itu adalah karya Tuhan, dan bergerak karena terinspirasi atau meresponinya diperlukan suatu pengenalan yang benar akan Tuhan. Semakin dalam pengenalan kita maka semakin peka kita, semakin benar respond dan sikap hati serta perbuatan kita kepada Tuhan. Kita bergerak sesuai dengan rancangan Tuhan.

    Bukan hanya peristiwa kelahiran Yesus di Betlehem tapi setiap hari Tuhan membuat mukzizat di hidup kita. Sadarkah kita? Tahukah kita bahwa itu adalah karya Tuhan? bahwa itu adalah Tuhan? Dan bagaimana kita merespons atas hal-hal luar biasa yang kita temukan sehari-hari? Hal-hal yang seperti kebetulan yang kita temui, Apakah kita diam saja?

    Doa

    Ya Tuhan, terimakasih atas rhema yang Tuhan sampaikan hari ini.

    Kami mengerti sekarang bahwa kami perlu mengenal Engkau lebih dalam agar hidup kami semakin benar di hadapanMu ya Tuhan.

    Ajari kami, tuntun kami setiap waktu ya Tuhan.

    Amin.

  • Renungan Advent 1 – Rencana Tuhan Pasti Terjadi

    Renungan Advent 1 – Rencana Tuhan Pasti Terjadi

    Pernahkah kita membayangkan situasi apabila sensus jiwa dilakukan di Indonesia seperti pada waktu Tuhan Yesus dilahirkan? Dimana semua orang harus kembali ke tempat asalnya?

    Begitu banyak kekacauan yang akan terjadi, bukan hanya di tempat tujuan, tapi juga di tempat domisili mereka saat itu.

    Peristiwa sensus itu pasti dicatatkan dalam sejarah, sensus yang diadakan oleh bangsa Romawi, bangsa yang tingkat literasinya cukup tinggi, yang memiliki budaya atau kebiasaan untuk mendokumentasikan berbagai peristiwa penting dalam sejarah mereka.

    “Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.
    ‭‭Lukas‬ ‭2‬:‭1‬-‭3‬ ‭TB‬‬

    https://bible.com/bible/306/luk.2.1-3.TB

    Pernahkah kita memikirkan apabila sensus tersebut tidak diadakan, apakah Tuhan Yesus tetap dilahirkan di Betlehem?

    Ya, Tuhan Yesus tetap akan lahir di Betlehem, dan kemungkinan besar pastinya dari seorang perawan yang suci dan tulus hatinya seperti Maria., sesuai yang sudah direncanakan Allah.

    Rencana kelahiran Tuhan Yesus, Sang Mesias ini sudah fixed, bahkan juga tertulis dalam kitab-kitab Nabi, seperti hasil penelusuran orang Majus, dan ahli-ahli kitabnya Herodes.

    Dan satu hal yang luar biasa juga adalah timing kelahiran Tuhan Yesus ini pun bertepatan dengan momen sensus di zaman Kaisar Agustus. Sensus ini adalah momen bersejarah yang tentunya bisa dilacak kebenaran peristiwanya.

    Rencana Tuhan, atau janji Tuhan pasti terjadi. Dan bila kita renungkan momentumnya begitu cantik, dan seringkali bahkan tidak kita sadari jika kita tidak peka, seperti bangsa Israel pada waktu itu.

    Bangsa Israel memang menantikan kedatangan Mesias, namun mereka tidak punya bayangan bagaimana Mesias itu akan datang. Mereka membangun persepsi sendiri akan kedatangan Mesias berdasarkan apa yang mereka dengar turun temurun. Mereka sesungguhnya tidak paham konsep sebenarnya apa yang disampaikan Tuhan melalui para Nabi. Sama seperti janji Tuhan kepada Abraham, Abraham tidak bisa membayangkan keturunannya seperti bintang di langit itu seperti apa? Juga Yusuf saat mendapatkan mimpi tentang bagaimana ikat gandum saudara-saudaranya tunduk pada ikat gandumnya.

    Mengharapkan kedatangan Mesias di dalam dunia ini seperti mengharapkan terobosan atas masalah dan pergumulan kita di dunia.

    Tuhan Yesus sudah lahir di timing momentum yang luar biasa dan dengan cara yang cantik.

    Janji Tuhan, rencana Tuhan atas hidup kita juga akan terwujud di timing momentum yang luar biasa dan juga dengan cara yang cantik.

    Dan banyak orang akan mengakui bahwa itu Tuhan.

    Tetaplah menanti-nantikan janji Tuhan terwujud atas hidup kita, bukan hanya dari logika dan pikiran karena Tuhan sudah bilang begitu tapi justru nantikan Tuhan dari hati dan kerinduan yang begitu besar.

    Dalam penantian itu, jaga selalu hubungan dan komunikasi kita dengan Tuhan. Yang erat dan intim. Agar kita bisa mengikuti caraNya Tuhan, merasakan momentumNya Tuhan. Agar jangan sampai kita terlewat, tidak siap, dan akhirnya kita tertinggal seperti 5 perempuan yang bodoh dalam perumpamaan Tuhan Yesus.

    Doa

    Ya Tuhan,

    Dari timing kelahiranMu ke dunia kami sadari lagi bahwa begitu luar biasa rancangan dan pekerjaan tanganMu. Aku terkagum tak bisa berkata-kata saat menyadarinya.

    Ya Tuhan,

    RancanganMu atas hidupku dan keluargaku pasti juga luar biasa kan ya Tuhan? Taruh selalu dalam hati kami bahwa kami adalah bagian dari rancangan Tuhan atas dunia ini, kami adalah salah satu “pemeran” agar rancanganMu jadi.

    Dan kami percaya, Engkau akan menyertai hidup kami agar rancanganMu jadi.

    Buka hati, telinga, dan mata kami ya Tuhan, dan yang terpenting beri kami hikmat agar saat waktunya datang kami bisa turut bersama-sama dengan Engkau.

    Amin

  • Renungan Yehezkiel 3 – Seperti Yesus

    Renungan Yehezkiel 3 – Seperti Yesus

    Seperti Yesus itulah kesan yang akan kita tangkap saat membaca Yehezkiel pasal yang ke-3 ini. Gambaran singkat sejak Tuhan Yesus memulai dari pencobaan di padang gurun sampai dengan saat Ia didera.

    Yehezkiel 3:3 TB
    [3] Lalu firman-Nya kepadaku: ”Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini kepadamu dan isilah perutmu dengan itu.” Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku.

    https://bible.com/bible/306/ezk.3.3.TB

    Ayat di atas mengingatkan kita akan 2 hal:

    1. Jawaban Tuhan Yesus saat Ia lapar dan dicobai iblis di padang gurun merupakan perintah Tuhan yang disampaikan kepada Yehezkiel.
    2. Firman Tuhan adalah makanan bagi jiwa kita.

    Seperti nubuatan akan perjalanan hidup Tuhan Yesus di dunia, itulah isi pasal 3 ini. Dan jika kita renungkan lebih dalam, maka pasal 2 dan 3 ini adalah nubuatan atas kita juga, anak-anak Tuhan, murid-murid Tuhan yang mau meresponi dan mengerjakan panggilan Tuhan kepada kita.

    Bagaimana kita diutus mulai ke diri kita sendiri dahulu, keluarga kita, orang-orang terdekat kita, dan bagaimana kita akan mengalami berbagai macam penolakan. Hidup kita saat ini sesungguhnya adalah sama seperti hidup Tuhan Yesus, tinggal kembali kepada kita apakah kita mau menjalaninya atau tidak. Sharing firman Tuhan, hidup benar dan kudus sambil berlari menuju garis finish kita masing-masing.

    Doa

    Ya Tuhan, berikan kami kekuatan, semangat yang berkobar-kobar untuk menjalankan panggilan atas hidup kami. Dimulai dari diri kami sendiri untuk hidup kudus dan mengisi jiwa kami dengan firmanMu ya Tuhan, mengenyangkan jiwa kami dengan perkataanMu yang akan menjadi buah bagi orang-orang di sekitar kami.

    Kami mau mencontoh Tuhan Yesus dalam mengambil tanggung jawab atas jiwa-jiwa yang Tuhan tempatkan atas kami.

    Dalam nama Tuhan Yesus.

    Amen.

  • Renungan Yehezkiel 2 – Kita dipanggil dan diutus

    Renungan Yehezkiel 2 – Kita dipanggil dan diutus

    Sesungguhnya kita semua dipanggil dan diutus untuk keselamatan jiwa-jiwa. Apakah anda akan menghindari atau menolak panggilan Allah?

    Yehezkiel 2:3 TB
    [3] Firman-Nya kepadaku: ”Hai anak manusia, Aku mengutus engkau kepada orang Israel, kepada bangsa pemberontak yang telah memberontak melawan Aku. Mereka dan nenek moyang mereka telah mendurhaka terhadap Aku sampai hari ini juga.

    https://bible.com/bible/306/ezk.2.3.TB

    Amanat agung, dimana Tuhan Yesus mengutus murid-muridnya untuk menjadikan seluruh bangsa muridNya juga berlaku bagi kita anak-anak Tuhan di masa sekarang. Amanat agung tersebut bukan hanya ditujukan bagi rasul-rasul Tuhan Yesus pada waktu itu. Melainkan juga bagi setiap orang yang mengakui Tuhan dan mengasihi Tuhan.

    Pasal ini juga memberitahu situasi yang akan kita hadapi, penolakan-penolakan tentunya. Namun Tuhan berpesan agar kita tidak gentar dan tidak takut. Allah meminta kita untuk menyampaikan perkataanNya, firman Tuhan.

    Dan Tuhan juga berpesan agar kita pun jangan sampai berbalik menjadi pemberontak, kabur, menghilang dari panggilanNya. Tuhan meminta kita bertekun membaca dan merenungkan firmanNya, menelan setiap bagian dalam firman Tuhan bukan hanya yang membangkitkan semangat atau motivasi, bamun juga yang berisikan nyanyian ratapan, kesedihan, rintihan, dan keluh kesah. Dan biarlah itu semua menjadi kekuatan bagi iman kita dalam mengerjakan misi panggilan Allah.

    Doa

    Ya Tuhan, tarik kami yang buta dan tuli hati apabila kami tidak menangkap panggilanMu. Janganlah biatkan kami betbalik menjadi pemberontak.

    Betikan kami keberanian untuk memberitakan firmanMu di dalam keseharian kami. Dan terutama ubahkanlah hiduo kami, pribadi kami, agar melalui kehiduoan kami orang menjadi semakin heran dan penasaran akan Engkau.

    Beri kami hikmat Tuhan, agar kami senantiasa bisa mengambil setiap kesempatan untuk membaca dan merenungkan firmanMu yang akan memnuhi hati dan pikiran kami.

    Di dalam nama Tuhan Yesus. Amen

  • Renungan Yehezkiel 1 – Tuhan akan segera datang

    Renungan Yehezkiel 1 – Tuhan akan segera datang

    Tuhan akan segera datang, bersiap-siaplah. Mari kita mempersiapkan diri kita untuk siap dan pantas menyambut kedatangan Tuhan terutama kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

    ‘ Di atas cakrawala yang ada di atas kepala mereka ada menyerupai takhta yang kelihatannya seperti permata lazurit; dan di atas yang menyerupai takhta itu ada yang kelihatan seperti rupa manusia. Dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke atas aku lihat seperti suasa mengkilat dan seperti api yang ditudungi sekelilingnya; dan dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke bawah aku lihat seperti api yang dikelilingi sinar. Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan Tuhan . Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman.
    Yehezkiel 1:26-28

    https://www.bible.com/id/bible/306/EZK.1.26-28

    Pada saat Tuhan datang, atau pada saat Tuhan memanggil anda untuk pulang apakah anda siap? Apalagi dengan latar belakang anda sebagai seorang kristiani yang sangat memahami bahwa akan ada api pencucian, api pemurnian, ada neraka yang mana bisa saja kita menuju ke sana dan bukan menuju ke surga ke rumah Bapa. Terutama apabila anda masih saja hidup di dalam dosa. Anda masih terikat dengan dosa-dosa sampai dengan hari ini.

    Apapun ilustrasi yang digambarkan dalam Alkitab tentang bagaimana kedatangan Tuhan, hendaknya kita tidak sibuk dengan mencari atau melihat pertanda luar. Akan jauh lebih baik jika kita menyiapkan diri kita, menyiapkan hati kita agar jangan sampai kita ditemukan sedang dalam gelimang dosa.

    Tidakkah anda ingin untuk berjalan-jalan bersama dengan Tuhan seperti Adam di taman Eden? Bercerita, ngobrol, dimana Adam saat itu masih murni, tidak ada pemikiran-pemikiran ataupun perasaan yang mengganjal. Hanya ada perasaan damai dan bahagia. DIbandingkan kondisi anda saat ini yang dipenuhi dengan kekalutan, kekecewaan, kesedihan, rasa cemas, tertekan, stress, bahkan depresi. Anda ingin keluar dari semua itu namun anda tidak tahu bagaimana caranya.

    Mari kita memulai dengan menundukkan hati kita dan segala pikiran-pikiran kita dibawah kakiNya, dan marilah kita mendengarkan dan merenungkan setiap perkataanNya. Bangun kebiasaan dan disiplin rohani, karena hanya kasih karunia Tuhan sajalah yang akan dapat membebaskan kita dari semua belenggu dosa-dosa itu.

    Jika anda ingin dipakai Tuhan lebih lagi maka anda harus dibebaskan dari setiap belenggu dosa, agar jangan sampai ada yang menahan anda untuk bekerja melayani Tuhan, bagi kemuliaan Tuhan.

    Doa:

    Ya Tuhan, inilah anakMu yang kotor bergelimang dosa. Aku mohon kepadaMu ya Tuhan lepaskanlah aku dari ikatan-ikatan dosa ini, lepaskan aku dari belenggu rantai besar berkarat yang bukan hanya mengikat kakiku, namun mengikat seluruh tubuhku sampai hampir mencekikku. Bebaskanlah aku ya Tuhan, tolong aku ya Tuhan. Jangan biarkan aku jatuh terhilang dari hadapanMu. Aku mau kembali Tuhan, kembali kepadaMu. Bebaskan aku ya Tuhan, tuntunlah hidupku.

    Dalam nama Tuhan Yesus.

    Amin