Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Kategori: Saat Teduh

  • Belajar meniti karir dari Alkitab

    Bible is a business book, bible is a book for everything, about everything.

    Hari ini membaca Matius pasal 3 dan 4, yang kalau boleh dianalogikan sebagai permulaan karir Tuhan Yesus.

    Inilah yang Tuhan Yesus alami atau lakukan :

    1. Dibaptis air dan roh kudus.
    2. Menjalani puasa fisik dan mental.
    3. Mulai berkotbah sendiri.
    4. Merekrut murid-murid
    5. Mengajar, memberitakan Injil, dan menyembuhkan orang sakit.

    Jika saya konversi ke versi karir :

    1. Membangun hubungan dengan Tuhan.
    2. Membangun karakter, nilai/value – Mengalahkan ego diri sendiri (self management).
    3. Mulai dari yang ada (diri kita sendiri dahulu).
    4. Membangun tim, mempersiapkan regenerasi.
    5. Memperluas cakupan layanan.

    Mohon maaf saya kesulitan memformulasikan dengan baik. Hati saya berpikir seperti itu, bahwa Tuhan Yesus juga meniti tangga karir (kalau kita melihatNya sebagai figur yang sukses).

    Yesus menjalani setiap tahapannya. Mulai dari hal kecil sampai akhirnya orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.

    Memiliki visi Tuhan, itu adalah dasarnya.

  • Resolusi 2019 – Mulai dengan Mimpi

    Puji Tuhan, 2019 sudah tidak lama lagi.

    Memulai lagi komitmen untuk membaca alkitab. Menjadikan membaca alkitab 2 pasal sehari sebagai salah satu tantangan – challenge – resolusi di 2019 selain membaca 52 buku, 10k run finisher.

    Start from New Testament.

    Mimpi, Yusuf bertemu malaikat Tuhan di dalam mimpi. Tuhan berbicara melalui mimpi.

    Pernahkah kita bermimpi seperti Yusuf? Dream like Joseph had? Saya sendiri tidak tahu, kenapa tidak tahu ? Karena dulu saya pernah membuat quote : mimpi adalah petunjuk jalan hidupmu. Sangking seringnya saya merasakan de ja vu makanya saya buat itu.

    Tapi bukan mimpinya yang penting, tapi eksekusinya. Tidak ada gunanya mimpi indah, mimpi yang menginspirasi kalau kita hanya jadi pemimpi. Mimpi di siang bolong. Mari kita jalani mimpi kita. Walk the dream. Make our dream come true.

    Sama seperti Yusuf yang menjalankan perintah malaikat yang muncuk dalam mimpinya. Bayangkan kalau Yusuf diam saja. Ceritanya pasti akan jauh berbeda.

    Jadi yuk…. if you have a dream, lets make it come true.

  • Karunia Pertama (Now I know that I am a gifted man)

    Tahukah anda karunia yang paling pertama dan yang paling penting ?

     

     

    Bagi para pengikut Kristus, Karunia adalah sesuatu yang seringkali kita dengar. Kita dengar dalam khotbah, dalam lagu, dan dalam doa-doa. Salah satu pembahasan tentang karunia ada di Surat Paulus kepada Jemaat di Korintus : 1 Korintus 12 (klik link untuk membaca).

    Pagi ini, saat saya berdoa saya merasa bahwa lebih dari itu, lebih banyak dari rupa-rupa karunia yang ada dalam 1 Korintus 12. Namun yang menariknya adalah karunia apa yang paling penting ? Karunia apa yang jika pencobaan terjadi hebat di dalam hidup kita yang jangan sampai hilang. Karunia yang Daud sendiri pun tidak ingin karunia itu hilang : “Tuhan, jangan ambil karunia ini daripadaku”. Karunia itu adalah pengenalan akan Tuhan.

    Pengenalan akan Tuhan adalah Karunia pertama yang kita dapatkan, dannnn karunia yang terpenting. Biar apapun yang terjadi dalam hidup kita, permasalahan hidup, bencana, sakit-penyakit menimpa kita, karunia ini jangan sampai hilang. Karena Karunia ini adalah pintu dari segala sesuatu. Pintu ke mana saja. “Akulah jalan”, “melalui Aku”, dan lain-lain adalah penggalan-penggalan ayat yang sering juga kita dengar.

    Kenali Tuhan lebih dan lebih lagi. Ajarkan, perkenalkan Tuhan kepada anak-anak kita. Perkenalkan Tuhan pada saudara atau keluarga kita. Perkenalkan Tuhan pada sebanyak mungkin orang. Tuhan kita yang Amazing, Tuhan kita yang sangat baik, Tuhan kita yang senantiasa menghibur kita saat kita menghadapi masalah.

    Pagi ini, saya seharusnya mengerjakan tugas penting kantor. Namun saya merasa insight yang saya dapatkan pagi ini jauh lebih penting untuk saya tuliskan. Saya tidak ingin insight ini hilang, terkubur oleh kompleksitas hidup saya hari ini.

    Terimakasih Oh Tuhan. Terimakasih atas karunia yang Engkau berikan padaku pagi hari ini. Karunia untuk mendengar, mendengar suara-Mu, mendengar suara Roh Kudus, mendengar suara hati. Terimakasih. Now I know that I am a gifted person