Renungan Mazmur 17 – Indera kita bisa menjerumuskan
Manusia punya indera yang berfungsi sebagai sensori. Seharusnya fungsinya seperti sensor adalah menangkap tanda. Tanda tersebut akan dibawa ke susunan saraf untuk bisa dipersepsikan baru kemudian kita memberikan respond atas tanda tersebut.
Respond kita akan sangat bergantung pada persepsi berdasarkan pengalaman kita sebelumnya.
Dalam Mazmur 17 ada banyak kata yang merupakan indera manusia, ada juga organ tubuh.
“Doa Daud. Dengarkanlah, Tuhan, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku;
Mazmur 17:1 TB
berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu.”
Dari keseluruhan doa Daud tersebut, indera-indera itu adalah indera nya Tuhan. Coba identifikasi indera, coba perhatikan organ tubuh.
Saya membayangkan bagaimana bila persepsi Tuhan tentang kita manusia itu tidak baik, maka bisa jadi apapun yang kita lakukan bisa saja dipersepsikan berbeda. Takutnya mispersepsi ya seperti biasanya kita manusia dengan manusia lain.
Kita bisa jadi salah persepsi, kita berasumsi, dan bahkan bisa jadi kita menghakimi. Menghakimi sesama kita, menghakimi diri kita sendiri, dan bahkan bisa saja kita menghakimi Tuhan apabila kita menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan pikiran atau persepsi kita.
Untungnya Tuhan bukan manusia yang hatinya seringkali penuh dengan praduga. Untungnya Tuhan itu sangat pengertian dengan kita, baik banget ya Tuhan kita. Namun itu bukan berarti kita bisa seenaknya dengan Tuhan. Karena jika kita ingin hidup damai sejahtera maka kita perlu menjalin hubungan dengan Tuhan, mengenali Tuhan.
