Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Tag: Renungan

  • Renungan Yehezkiel 4 dan 5 – Kasihanilah Tuhan, ambil bagian atas keselamatan jiwa-jiwa

    Renungan Yehezkiel 4 dan 5 – Kasihanilah Tuhan, ambil bagian atas keselamatan jiwa-jiwa

    Apakah engkau mengasihi Tuhan?

    Apakah engkau mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati?

    Bisakah engkau merasakan kesedihan dibalik murka Tuhan?

    Itulah yang saya rasakan pada saat membaca dan merenungkan Yehezkiel pasal 4 dan 5 ini.

    Ilustrasi pengepungan kota Yerusalem – Image by freepik

    Yehezkiel 5:8-9 TB
    [8] sebab itu beginilah firman Tuhan Allah: Lihat, Aku, ya Aku sendiri akan menjadi lawanmu dan Aku akan menjatuhkan hukuman kepadamu di hadapan bangsa-bangsa. [9] Oleh karena segala perbuatanmu yang keji akan Kuperbuat terhadapmu yang belum pernah Kuperbuat dan yang tidak pernah lagi akan Kuperbuat.

    https://bible.com/bible/306/ezk.5.8-9.TB

    Terutama di ayat 9 ini sangat terlihat bagaimana dilema yang dirasakan oleh Tuhan menghadapi tingkah laku bangsa Israel.

    Bagi kita saat ini, apakah kehidupan kita masih menyerupai bangsa Israel yang tidak taat, yang menajiskan dirinya (tempat kudusNya)? Ataukah kita sedang berusaha hidup benar, dengan menjaga kekudusan?

    Apabila kita masih yang pertama maka bertobatlah, kembalilah kepada Tuhan, berbaliklah dari segala sesuatu yang akan menjatuhkan kita.

    Apabila kita masuk kategori yang kedua, ayolah kita ambil bagian untuk keselamatan jiwa-jiwa. Tidakkah anda merasa kasihan kepada Tuhan yang sudah begitu baik namun terus-terusan dikhianati, dibuat sedih dan marah. If you love Him so much, you will do anything for Him.

    Ibarat kita melihat orang tua kita, atau anak kita yang sedang kewalahan mengangkat barang, jika kita mengasihi maka spontan kita akan membantu mereka. Nah bagaimana dengan kesusahan hati Tuhan? Jika hati kita tidak tergerak, maka akan muncul pertanyaan di atas: Apakah engkau mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati?

    Doa

    Ya Tuhan, Engkau lelah ya Tuhan? Menghadapi kelakuan kami yang nantinya akan menyusahkan hidup kami sendiri? Yang akan menjerumuskan kami ke dalam kegelapan?

    Apa yang bisa kubantu ya Tuhan? Mungkin tak seberapa dampaknya, tapi aku mau bantu Tuhan.

    Beritahu aku caranya, ajari aku, tuntun aku ya Tuhan, agar aku bisa membantuMu dengan semaksimal mungkin.

    Jangan sedih lagi ya Tuhan.

    Goodness of God

    Amen.

  • Renungan Yehezkiel 3 – Seperti Yesus

    Renungan Yehezkiel 3 – Seperti Yesus

    Seperti Yesus itulah kesan yang akan kita tangkap saat membaca Yehezkiel pasal yang ke-3 ini. Gambaran singkat sejak Tuhan Yesus memulai dari pencobaan di padang gurun sampai dengan saat Ia didera.

    Yehezkiel 3:3 TB
    [3] Lalu firman-Nya kepadaku: ”Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini kepadamu dan isilah perutmu dengan itu.” Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku.

    https://bible.com/bible/306/ezk.3.3.TB

    Ayat di atas mengingatkan kita akan 2 hal:

    1. Jawaban Tuhan Yesus saat Ia lapar dan dicobai iblis di padang gurun merupakan perintah Tuhan yang disampaikan kepada Yehezkiel.
    2. Firman Tuhan adalah makanan bagi jiwa kita.

    Seperti nubuatan akan perjalanan hidup Tuhan Yesus di dunia, itulah isi pasal 3 ini. Dan jika kita renungkan lebih dalam, maka pasal 2 dan 3 ini adalah nubuatan atas kita juga, anak-anak Tuhan, murid-murid Tuhan yang mau meresponi dan mengerjakan panggilan Tuhan kepada kita.

    Bagaimana kita diutus mulai ke diri kita sendiri dahulu, keluarga kita, orang-orang terdekat kita, dan bagaimana kita akan mengalami berbagai macam penolakan. Hidup kita saat ini sesungguhnya adalah sama seperti hidup Tuhan Yesus, tinggal kembali kepada kita apakah kita mau menjalaninya atau tidak. Sharing firman Tuhan, hidup benar dan kudus sambil berlari menuju garis finish kita masing-masing.

    Doa

    Ya Tuhan, berikan kami kekuatan, semangat yang berkobar-kobar untuk menjalankan panggilan atas hidup kami. Dimulai dari diri kami sendiri untuk hidup kudus dan mengisi jiwa kami dengan firmanMu ya Tuhan, mengenyangkan jiwa kami dengan perkataanMu yang akan menjadi buah bagi orang-orang di sekitar kami.

    Kami mau mencontoh Tuhan Yesus dalam mengambil tanggung jawab atas jiwa-jiwa yang Tuhan tempatkan atas kami.

    Dalam nama Tuhan Yesus.

    Amen.

  • Renungan Yehezkiel 2 – Kita dipanggil dan diutus

    Renungan Yehezkiel 2 – Kita dipanggil dan diutus

    Sesungguhnya kita semua dipanggil dan diutus untuk keselamatan jiwa-jiwa. Apakah anda akan menghindari atau menolak panggilan Allah?

    Yehezkiel 2:3 TB
    [3] Firman-Nya kepadaku: ”Hai anak manusia, Aku mengutus engkau kepada orang Israel, kepada bangsa pemberontak yang telah memberontak melawan Aku. Mereka dan nenek moyang mereka telah mendurhaka terhadap Aku sampai hari ini juga.

    https://bible.com/bible/306/ezk.2.3.TB

    Amanat agung, dimana Tuhan Yesus mengutus murid-muridnya untuk menjadikan seluruh bangsa muridNya juga berlaku bagi kita anak-anak Tuhan di masa sekarang. Amanat agung tersebut bukan hanya ditujukan bagi rasul-rasul Tuhan Yesus pada waktu itu. Melainkan juga bagi setiap orang yang mengakui Tuhan dan mengasihi Tuhan.

    Pasal ini juga memberitahu situasi yang akan kita hadapi, penolakan-penolakan tentunya. Namun Tuhan berpesan agar kita tidak gentar dan tidak takut. Allah meminta kita untuk menyampaikan perkataanNya, firman Tuhan.

    Dan Tuhan juga berpesan agar kita pun jangan sampai berbalik menjadi pemberontak, kabur, menghilang dari panggilanNya. Tuhan meminta kita bertekun membaca dan merenungkan firmanNya, menelan setiap bagian dalam firman Tuhan bukan hanya yang membangkitkan semangat atau motivasi, bamun juga yang berisikan nyanyian ratapan, kesedihan, rintihan, dan keluh kesah. Dan biarlah itu semua menjadi kekuatan bagi iman kita dalam mengerjakan misi panggilan Allah.

    Doa

    Ya Tuhan, tarik kami yang buta dan tuli hati apabila kami tidak menangkap panggilanMu. Janganlah biatkan kami betbalik menjadi pemberontak.

    Betikan kami keberanian untuk memberitakan firmanMu di dalam keseharian kami. Dan terutama ubahkanlah hiduo kami, pribadi kami, agar melalui kehiduoan kami orang menjadi semakin heran dan penasaran akan Engkau.

    Beri kami hikmat Tuhan, agar kami senantiasa bisa mengambil setiap kesempatan untuk membaca dan merenungkan firmanMu yang akan memnuhi hati dan pikiran kami.

    Di dalam nama Tuhan Yesus. Amen

  • Renungan Yehezkiel 1 – Tuhan akan segera datang

    Renungan Yehezkiel 1 – Tuhan akan segera datang

    Tuhan akan segera datang, bersiap-siaplah. Mari kita mempersiapkan diri kita untuk siap dan pantas menyambut kedatangan Tuhan terutama kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

    ‘ Di atas cakrawala yang ada di atas kepala mereka ada menyerupai takhta yang kelihatannya seperti permata lazurit; dan di atas yang menyerupai takhta itu ada yang kelihatan seperti rupa manusia. Dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke atas aku lihat seperti suasa mengkilat dan seperti api yang ditudungi sekelilingnya; dan dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke bawah aku lihat seperti api yang dikelilingi sinar. Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan Tuhan . Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman.
    Yehezkiel 1:26-28

    https://www.bible.com/id/bible/306/EZK.1.26-28

    Pada saat Tuhan datang, atau pada saat Tuhan memanggil anda untuk pulang apakah anda siap? Apalagi dengan latar belakang anda sebagai seorang kristiani yang sangat memahami bahwa akan ada api pencucian, api pemurnian, ada neraka yang mana bisa saja kita menuju ke sana dan bukan menuju ke surga ke rumah Bapa. Terutama apabila anda masih saja hidup di dalam dosa. Anda masih terikat dengan dosa-dosa sampai dengan hari ini.

    Apapun ilustrasi yang digambarkan dalam Alkitab tentang bagaimana kedatangan Tuhan, hendaknya kita tidak sibuk dengan mencari atau melihat pertanda luar. Akan jauh lebih baik jika kita menyiapkan diri kita, menyiapkan hati kita agar jangan sampai kita ditemukan sedang dalam gelimang dosa.

    Tidakkah anda ingin untuk berjalan-jalan bersama dengan Tuhan seperti Adam di taman Eden? Bercerita, ngobrol, dimana Adam saat itu masih murni, tidak ada pemikiran-pemikiran ataupun perasaan yang mengganjal. Hanya ada perasaan damai dan bahagia. DIbandingkan kondisi anda saat ini yang dipenuhi dengan kekalutan, kekecewaan, kesedihan, rasa cemas, tertekan, stress, bahkan depresi. Anda ingin keluar dari semua itu namun anda tidak tahu bagaimana caranya.

    Mari kita memulai dengan menundukkan hati kita dan segala pikiran-pikiran kita dibawah kakiNya, dan marilah kita mendengarkan dan merenungkan setiap perkataanNya. Bangun kebiasaan dan disiplin rohani, karena hanya kasih karunia Tuhan sajalah yang akan dapat membebaskan kita dari semua belenggu dosa-dosa itu.

    Jika anda ingin dipakai Tuhan lebih lagi maka anda harus dibebaskan dari setiap belenggu dosa, agar jangan sampai ada yang menahan anda untuk bekerja melayani Tuhan, bagi kemuliaan Tuhan.

    Doa:

    Ya Tuhan, inilah anakMu yang kotor bergelimang dosa. Aku mohon kepadaMu ya Tuhan lepaskanlah aku dari ikatan-ikatan dosa ini, lepaskan aku dari belenggu rantai besar berkarat yang bukan hanya mengikat kakiku, namun mengikat seluruh tubuhku sampai hampir mencekikku. Bebaskanlah aku ya Tuhan, tolong aku ya Tuhan. Jangan biarkan aku jatuh terhilang dari hadapanMu. Aku mau kembali Tuhan, kembali kepadaMu. Bebaskan aku ya Tuhan, tuntunlah hidupku.

    Dalam nama Tuhan Yesus.

    Amin

  • 24. 2 Timotius 3 – Apakah kita termasuk di dalamnya?

    24. 2 Timotius 3 – Apakah kita termasuk di dalamnya?

    Dapat Rhema apa hari ini?

    Rasul Paulus menyarankan kita untuk menjauhi orang-orang dengan ciri-ciri ini, namun sebelum kita menjauhi mereka atau tidak bergaul dengan mereka alangkah baiknya jika kita melakukan tes cermin dahulu, apakah kita termasuk di dalamnya atau tidak?

    ‭2 Timotius 3:2-5 TB‬
    [2] Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, [3] tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, [4] suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. [5] Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

    https://bible.com/bible/306/2ti.3.2-5.TB

    Tes cermin attitude

    • Mencintai diri sendiri
    • Menjadi hamba uang
    • Membual dan menyombongkan diri
    • Pemfitnah
    • Berontak terhadap orang tua
    • Tidak tahu berterima kasih
    • Tidak mempedulikan agama
    • Tidak tahu mengasihi
    • Tidak mau berdamai
    • Suka menjelekkan orang
    • Tidak dapat mengekang diri
    • Garang
    • Tidak suka yang baik
    • Suka mengkhianat
    • Tidak berpikir panjang
    • Berlagak tahu
    • Lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah
    • Secara lahiriah menjalankan ibadah tapi memungkiri kekuatan ibadah tersebut.

    Mari kita refleksi diri kita.

    Image by freepik

  • 21. 2 Korintus 1:11 – We need to raise more prayer

    21. 2 Korintus 1:11 – We need to raise more prayer

    Dapat rhema apa hari ini?

    Hari ini saya menyaksikan kuasa doa atas pelayanan Paulus ke Asia.

    Ayat rhema hari ini:

    ‭2 Korintus 1:11 TB‬
    [11] karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami.

    https://bible.com/bible/306/2co.1.11.TB

    Renungan

    Paulus mengakui dan sangat bersyukur atas doa-doa yang dipanjatkan oleh jemaat di Korintus untuk mereka, sehingga mereka boleh mereka menerima kasih karunia Tuhan, penghiburan, penjagaan, kekuatan, dan pengharapan, juga pastinya penyediaan Tuhan dalam misi pelayanan mereka.

    Dan yang menggugah hati saya pada ayat ini Paulus menyebutkan banyaknya doa mereka. Banyak dan  mereka. Banyak artinya bukan hanya satu atau dua kali, itu berarti berkali-kali. Dan mereka itu artinya bukan hanya satu orang saja yang turut berdoa tapi banyak orang, mereka berdoa bersama-sama berkali-kali.

    Disini kita bisa belajar bahwa Tuhan memperhatikan dan menghargai hati orang-orang yang berdoa, yang bersepakat mendukung keselamatan Paulus. Pasti Tuhan merasa bangga karena hati jemaat di Korintus juga turut tergerak akan misi pelayanan Paulus, karena mereka pastinya juga merindukan semakin banyak orang yang bisa mendengar dan percaya akan Tuhan Yesus.

    Dalam kehidupan kita saat ini, seringkali kita merasa kesal dan putus asa kepada Tuhan karena tidak ada perubahan apalagi mengalami terobosan, atau sudah ada perubahan tapi kenapa lambat sekali prosesnya? Dan kita mengaku bahwa kita sudah berdoa.

    Ayat ini menjadi refleksi bagi kita, kalau kita rindu perubahan terjadi maka kita perlu berdoa bersama-sama menyatukan hati dan berdoa terus, apalagi jika berhubungan dengan keselamatan jiwa-jiwa, sejalan dengan rencana Tuhan maka Tuhan pasti tidak akan lama-lama mengabulkan doa kita.

    Apabila kita punya kebutuhan, sampaikan lah berulangkali dalam doa. Dan sambil tetap berusaha sambil menjalankan perintah Tuhan, Firman Tuhan. Ibarat seorang ayah atau ibu yang akan tergerak hatinya bila anak yang dikasihinya meminta sesuatu berulang-ulang, apalagi itu sejalan dengan yang direncanakan.

    Trust in God, and he will show you the way

    Tuhan yang maha kuasa akan menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan agar terlepas dari pergumulan kita.

    Amen.

    Image by jcomp on Freepik

  • Intermezzo – Butuh kepekaan hati agar dapat mendengar suara Tuhan

    Intermezzo – Butuh kepekaan hati agar dapat mendengar suara Tuhan

    Ya, dibutuhkan kepekaan. Karena bisa saja terlihat seperti hal-hal yang biasa, perkataan atau tulisan yang biasa, bisa selewat saja.

    Dengan membaca dan merenungkan rhema dari Firman Tuhan, ternyata itu melatih kepekaan indra rohani kita. Mata, telinga, hidung, dan terutama hati dan pikiran kita.

  • 11. 1 Korintus 5:11 – Dengan siapa bergaul?

    11. 1 Korintus 5:11 – Dengan siapa bergaul?

    Shalom, dapat rhema apa hari ini?

    Hari ini dapat rhema tentang pergaulan di kitab 1 Korintus pasal ke-5.

    Ayat rhema bagi saya :

    ‭‭1 Korintus 5:11 TB‬‬
    [11] Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

    Renungan, yuk kita renungkan bersama:

    Di dalam Alkitab ada beberapa bagian yang menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan pergaulan.

    Disini Paulus dengan gamblang menyebutkan kategori orang yang kita hindari dalam bergaul, yaitu orang yang mengaku saudara, kelihatannya baik namun ternyata tidak baik sesuai kondisi di atas.

    Tuhan meminta kita untuk meliki hati mengasihi sesama kita manusia, namun kita tetap harus berjaga-jaga karena daging kita itu lemah. Jika kita bergaul terlalu akrab, karib, ada resiko hidup kita akan bergeser ke arah cara mereka berpikir dan bersikap.

    Kita tetap harus mengasihi dan menjangkau mereka, karena Tuhan mengasihi jiwa-jiwa mereka. Karena itulah kita harus memperkuat hubungan kita dengan Tuhan, dengan Roh Kudus, lebih baik lagi apabila kita berada dalam komunitas yang bisa memperkuat dan membangun iman kita, sehingga kita bisa terjaga, ada yang mengingatkan kita apabila kita sudah mulai berpikir, cenderung menjauh dari Firman Tuhan.

    Memilih pergaulan yang baik punya manfaat bagi diri kita sendiri karena hidup kita pun seringkali tidak baik-baik saja. Pribadi atau karakter kita juga belum yang baik atau positif. Saat berada di lingkungan pergaulan yang baik kita akan mendapatkan pengaruh yang baik, yang positif sehingga kita bisa mengalami perubahan ke arah yang baik.

    Sebaliknya jika awalnya kita memiliki karakter yang baik namun bergaul dengan orang-orang yang tidak baik, maka katakter kita pun bisa berubah menjadi tidak baik.

    Aplikasi

    Apakah kita sudah berada dalam komunitas yang baik yang positif yang membawa kita semakin dekat dengan Tuhan?

    Perkuatlah hubungan kita dengan Tuhan, karena bisa saja saat ini kita juga berada di lingkungan yang kurang baik. Agar Roh Kudus memperbaharui akal budi, dan terutama hati kita, dan memberikan kekuatan untuk tidak terpengaruh dan justru memberikan pengaruh positif bagi sekitar kita.

    Harapan dan Doa

    Berikan kami hikmat dan kepekaan ya Tuhan untuk dapat memilih dan memilah rekan-rekan pergaulan kami. Jangan biarkan kami semakin jauh daripadaMu ya Tuhan.

    Amen

  • 8. 1 Korintus 1:18 – Diselamatkan karena Pemberitaan Salib

    8. 1 Korintus 1:18 – Diselamatkan karena Pemberitaan Salib

    Dapat rhema apa hari ini?

    Pagi ini ada ayat yang menarik hati saya.

    Ayat rhema kita pagi ini:

    ‭‭1 Korintus 1:18 TB‬‬
    Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

    https://bible.com/bible/306/1co.1.18.TB

    Renungan, mari kita renungkan ayat tersebut:

    Ada 2 poin dari ayat tersebut yang berkaitan dengan pemberitaan tentang salib:

    • Pemberitaan tentang salib itu adalah kebodohan.
    • Pemberitaan tentang salib itu adalah kekuatan Allah.

    Yang menarik bagi saya adalah kedua hal tersebut bukanlah lawan kata, padahal Paulus menuliskannya sebagai suatu perbandingan, menggunakan kata “tetapi”. Kebodohan lawan katanya kepintaran, atau kecerdasan, atau bisa juga menggunakan kata kebijaksanaan yang secara konteks merupakan lawan kata dari kebodohan.

    Mengapa dalam hal ini Paulus menggunakan kata kekuatan Allah?

    Kemudian dalam ayat ini juga ada 2 kategori manusia:

    • Yang akan binasa.
    • Yang akan diselamatkan Allah.

    Paulus menjelaskan semuanya dalam ayat-ayat selanjutnya di pasal ini.

    1. Allah akan membinasakan hikmat dan kearifan orang-orang yang disebut berhikmat, bijak.

    Pada waktu itu golongan ahli Taurat, mayoritas orang Yahudi, dan Yunani melihat pemberitaan salib itu sebagai suatu kebodohan. Bagi ahli Taurat dan orang Yahudi pasti tidak menerima Tuhan Yesus sebagai Mesias, tidak cocok dengan gambaran persepsi Mesias yang selama bergenerasi didoktrinkan kepada mereka. Mereka selalu meminta tanda dan bukti. Sementara itu bagi orang Yunani yang percaya akan banyak dewa, figur dan profil Tuhan Yesus sama sekali tidak mendekati salah satu dewa-dewi mereka, apalagi sampai mati disalibkan. Mereka mencari hikmat, logika yang mana sulit mereka temukan dalam ajaran Tuhan Yesus.

    Sehingga menjadikan pemberitaan tentang salib ini sebagai batu sandungan atas keyakinan bangsa Yahudi. Dan karena tidak masuk dalam logika orang-orang Yunani mereka menganggapnya sebagai suatu kebodohan.

    2. Bagi siapapun yang dipanggil, Kristus adalah Kekuatan Allah dan Hikmat Allah.

    Kita semua telah dipanggil, bahkan termasuk orang Yahudi dan Yunani di atas, namun bersediakah kita membuka hati untuk menjawab, menangkap, atau meresponi panggilan Allah?

    Paulus menyampaikan bahwa di awal-awal, jemaat Korintus yang terpanggil, yang memutuskan untuk percaya dan mengikuti Tuhan Yesus dan turut memberitakan salib dulunya bukan siapa-siapa, bukan dari golongan terpelajar dan bukan dari golongan orang-orang berpengaruh dan terpandang.

    Tuhan mau memberikan hikmat dan kekuatan Allah kepada siapa saja yang mau, namun sayangnya kedua golongan itu biasanya yang seringkali menolak panggilan Allah, makanya merekalah yang akan binasa.

    Sementara bagi yang mau meresponi panggilan Allah, apapun latar belakangnya bukan hanya hikmat sebagai lawan kata kebodohan yang akan Tuhan tambahkan, juga kekuatan Allah, dan akhirnya nanti keselamatan.

    Bukankah kalau kita mau berhitung, meresponi panggilan Tuhan itu untungnya berlipat ganda ya? Dapat hikmat Allah, dapat kekuatan Allah, dan akhirnya diselamatkan dalam sorga.

    Aplikasi, apa yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari?

    Hari ini waktunya kita mengambil keputusan, apakah kita mau komitmen dalam panggilan Tuhan?

    Apakah kita bersedia bayar harga agar kita mendapatkan berbagai karunia Allah itu, baik hikmat, kekuatan, dan juga tentunya keselamatan.

    Anak sekolah saja harus belajar, mengerjakan tugas, mengerjakan ujian supaya dapat nilai bagus.

    Yang buka usaha pun begitu, di awal-awal saat merintis usaha harus bangun pagi-pagi, buka toko, urus segala sesuatu sendiri demi mendapatkan cuan agar bisa memperbesar usahanya, agar bisa makan.

    Seberapa penting dan berharganya kah karunia Tuhan itu sehingga seringkali kita mengenyampingkan karena proses untuk memperolehnya kita lihat sangat tidak nyaman, susah, tidak enak.

    Putuskanlah untuk berkomitmen, mulailah dari memutuskan tertanam dalam satu gereja lokal, gereja dimana kita bisa bertumbuh dan berkembang dalam iman akan Kristus. Tertanam itu berarti mengakar, menyerap air, sari makanan agar bisa bertambah besar, agar bisa berbuah nantinya. Komitmen dalam satu gereja lokal juga menunjukkan komitmen kita pada Tuhan.

    Setelah memutuskan berkomitmen di satu gereja lokal maka langkah berikutnya bangun juga komitmen untuk terlibat di dalamnya, mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh gereja tersebut, terlibat aktif di dalamnya, karena kita dipanggil Tuhan bukan hanya untuk mendengarkan Firman Tuhan, kita dipanggil Tuhan selain menjadi pelaku Firman dan juga memberitakan Firman Tuhan, memberitakan salib. Nah…. kalau kita tidak mau terlibat masuk dalam gereja apa yang mau kita lakukan? Kalau kita ikut beberapa gereja mana yang mau kita pilih?

    Ayo, putuskanlah bahwa kita benar-benar mau jadi murid Kristus sesungguhnya.

    Harapan dan Doa

    “Don’t Let Me Go” framed art by thechosen.tv

    Ya Tuhan ampuni kami ya Tuhan, binasakanlah kekerasan hati kami ini kalau kami selama ini seringkali menolak panggilanMu dengan alasan-alasan, dengan logika-logika yang kami buat sendiri.

    Kalau perlu ganti hati kami ya Tuhan, ganti dengan hati yang begitu mengasihiMu, hati yang mengerti kerinduanMu, dan hati yang kuat, dan mau melangkah mengerjakan panggilanMu.

    Ganti kepintaran kami membuat alasan-alasan untuk tidak melaksanakan panggilanMu dengan kebodohan, dengan penundukan diri untuk melangkah hanya mengandalkan tuntunanMu.

    Jangan biarkan kami binasa ya Tuhan.

    Jangan lepaskan tangan kami.

    Jangan palingkan wajahMu dari kami ya Tuhan.

    Kami mau selamat ya Tuhan.

    Tolong kami yang kurang percaya ini.

    Amen.

  • 7. Intermezzo – What a Funny God

    Have you experienced that Jesus is funny?

    This morning, after I woke up, and did everything else I sit on my yoga-mat on the floor, open my bible and pray before I read the bible.

    My pray this morning are not usual words that I used to say when I pray before reading my bibles.

    I said, “Lord, thank you for this morning, I want to listen Your words, I want to study, I want to study Your words so I can live right. Amen”

    I open my eyes and when I looked in my bible, the title of the chapter I have to continue read today is : Kebenaran yang sejati (Indonesian version bible) – Phillipians 3. What? It is kind of funny I think.

    Image by stockking on Freepik

    Although it is different title with New International Version (NIV) : No Confidence in the Flesh. I assume that it was God who really want to speak to me about this topic. And you know that God frequently did something like that in instant, like it was already there before I said that in my wish or my prayer. And a second after I finished my words, bamm… it is in front of my eyes.

    Oh God, You are so kind and sweet to me. Me, who frequently off the road. Yes you are loyal and commit to me. Thank You Jesus, don’t let me go, don’t let me off from Your guardiance. Amen.