Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Tag: Kejadian

  • Hari ke-16 : Yusuf’s Wisdom 2 – Hikmat Yusuf 2

    Kejadian 46 – 48

    Jasa Yusuf untuk Firaun sangatlah besar. Ia menyelamatkan Mesir dari bencana kelaparan hebat yang terjadi pada waktu itu. Setelah mengumpulkan hasil panen dari seluruh Mesir di masa-masa sejahtera selama 7 tahun, bahan-bahan makanan itu dikelola dengan baik. Rakyat Mesir pun harus membeli jika mereka membutuhkannya. Sampai akhirnya uang mereka pun habis karena sangat panjang masa kelaparan itu terjadi. Setelah uang mereka habis, Yusuf membuat ketentuan bahwa bahan makanan bisa barter dengan ternak. Setelah ternak habis, mereka menghadap bahwa mereka tidak punya apa-apa lagi hanya tingga tanah dan diri mereka. Akhirnya Yusuf mengambil tanah mereka sebagai ganti bahan makanan, selain itu ia memberikan mereka bibit agar mereka juga bekerja menanam. Dan Yusuf mengenakan pajak 20% dari hasil usaha mereka.

    Semua hal itu dilakukan Yusuf untuk Firaun. Ia mencukupkan diri dengan keluarga besarnya yang terpelihara di tanah Gosyen. Ia sudah tahu misi Tuhan melalui dirinya, yaitu untuk memelihara bangsanya di masa kelaparan.

    Saat Yusuf bekerja optimal untuk Tuannya/atasannya apakah ia menderita? Apakah ia susah hidupnya? Saya yakin tidak.

    Saya berpikir bahwa dari kisah ini Tuhan ingin menyampaikan jika kita bekerja optimal menjalankan misi Tuhan melalui pekerjaan kita, kehidupan kita maka Ia akan memelihara hidup kita.

    Marilah kita senantiasa mendekat kepada Tuhan agar kita pun diberi hikmat untuk menghadapi segala pergumulan hidup kita. Agar hidup kita senantiasa Damaj dan Sejahtera.

    #iLoveMyBible

  • Hari ke-8 : Cara Tuhan Bekerja.

    Kejadian 22 – 24

    Hari ini saya kejar setoran. Membaca 3 pasal jatah hari ke tujuh (19-21) dan hari ke delapan (22 – 24).

    Hari ini saya terkesan dengan Eliezer. Siapa dia? Ada yang tahu?

    Dia orang Damsyik yang menjadi hamba Abraham yang setia.

    Saya tidak mengerti situasi pada zaman itu. Tapi saya terkesan pada cara berdoa Eliezer. Saya juga tidak tahu keyakinan dan kepercayaannya. Namun di saat kesulitan ia berdoa kepada Tuhan tuannya Abraham.

    Coba kita cermati kata-kata dalam doanya.

    12 Lalu berkatalah ia: “ Tuhan , Allah tuanku Abraham, buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham. 

    13 Di sini aku berdiri di dekat mata air, dan anak-anak perempuan penduduk kota ini datang keluar untuk menimba air. 

    14 Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata: Tolong miringkan buyungmu itu, supaya aku minum, dan yang menjawab: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum — dialah kiranya yang Kautentukan bagi hamba-Mu, Ishak; maka dengan begitu akan kuketahui, bahwa Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu kepada tuanku itu.”

    Kejadian 24:12‭-‬14 TB

    http://bible.com/306/gen.24.12-14.TB

    Ada yang merasa sesuatu?

    Saya merasa doa Eliezer berbeda dengan doa-doa lain di Alkitab sejauh saya membaca Alkitab selama ini (walaupun belum pernah selesai). Doanya sangat spesifik. Ia membayangkan situasi yang ia minta, bahkan sampai detil yang dikatakan oleh mereka berdua. Apakah ada juga di bagian lain Alkitab ini yang berdoa seperti Eliezer?

    Kemudian bagaimana Tuhan menjawab doanya?

    Sebelum doanya selesai, datanglah seorang gadis, dan terjadilah situasi seperti doanya.

    Pernahkah anda menghadapi situasi yang sama? Saya pernah. Saat doa kita sejalan dengan rencana Tuhan saya percaya bahwa Tuhan akan mengabulkannya. Bahkan bisa terjadi doa tersebut baru kita pikirkan, Tuhan sudah mewujudkannya.

    Kami pernah mendengar bahwa kekuatan doa itu seperti pedang bermata dua. Ia bekerja di dua pihak. Di sisi kita maupun di sisi lain (situasi/orang) yang kita harapkan.

    Yuk, Tuhan kita sungguh luar biasa. Berdoalah senantiasa, bahkan untuk sesuatu yang spesifik. Semakin dekat hubungan kita dengan Tuhan maka saya juga yakin semakin besar doa kita akan terkabul.

    Amazing God.

    #iLoveMyBible

  • Hari ke-4; Pasti Terlaksana

    Kejadian 10 – 12

    Ayat di atas adalah janji Tuhan yang saya dapatkan pada renungan saya pagi hari ini. Luar biasa ya…

    Ayat ini terdapat dalam kisah Menara Babel, disaat manusia yang waktu itu masih berkumpul dalam satu wilayah dan masih satu bahasa. Tuhan turun ke dunia untuk melihat menara yang sedang dibangun oleh manusia.

    Namun mengapa kemudian Tuhan memecah bahasa mereka dan menyebarkan mereka ke seluruh bumi? Apakah tidak lebih indah jika kita semua menjadi satu bangsa dan memiliki satu bahasa? Saya juga belum mengerti.

    Terlepas apapun rencana Tuhan pada waktu itu, saya ingin fokus pada janji Tuhan. Janji Tuhan bahwa apapun yang kita rencanakan tidak ada yang tidak terlaksana.

    Pertanyaan berikutnya ? Sudahkah membuat rencana ?

    Kebetulan masih dalam suasana Tahun Baru, kebiasaan sebagian besar orang adalah membuat Resolusi atau Impian yang ingin dicapai dalam Tahun 2017. Rencana baru dapat disusun jika kita sudah menetapkan tujuan/impian/resolusi (apapun orang menyebutnya). Bagaimana kita bisa memperoleh janji Tuhan apabila kita sendiri belum menyusun rencana ?

    Dalam ayat ini juga, saya menangkap bahwa ada syarat untuk memperoleh janji tersebut selain memiliki suatu rencana. Syarat tersebut adalah satu bangsa dan satu bahasa untuk semuanya ? Apa maksudnya ya ? Saya mengartikannya sebagai kesatuan tekad atau keyakinan atau bersepakat yang terfokus.

    Jadi kalau boleh saya simpulkan berarti Tuhan menghendaki kita memiliki rencana yang fokus atas impian-impian atau tujuan kita (bisa personal ataupun kelompok/tim). Dan kita memiliki keyakinan bersama untuk meraihnya.

    Yuk, kita buat rencana/strategi untuk tahun 2017, untuk berbagai aspek kehidupan kita. Hasilnya, kita pasrahkan kepada Tuhan dan kita syukuri apapun yang kita dapatkan.

     

    – YG; @Mercy; #iLoveMyBible

  • Hari ke-3 Bekerja bersama Tuhan

    Hari ke-3 Bekerja bersama Tuhan

    3 Januari : Kejadian 7 – 9.

    Saat membaca kisah tentang Air Bah saya bertanya-tanya, “Bagaimana cara Nuh mengumpulkan binatang-binatang yang jumlahnya banyak hanya dalam waktu 7 hari?”. Ya bagaimana caranya ya? Itu membuat saya penasaran membaca ulang dari awal mencari petunjuk tentang cara Nuh.

    Saya menemukan perintah Tuhan : (Kej 7 : 2) “Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kau ambil tujuh pasang jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya.”

    Bayangkan, bagaimana caranya Nuh sekeluarga, hanya 4 orang laki-laki dewasa mengerjakan itu semua. Di ayat 5 disebutkan bahwa Nuh melakukan segala yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Apakah disebutkan Nuh mengeluh? Aah… tidak mungkin Tuhan, bagaimana mungkin kami bisa?. Tidak, tidak disebutkan satupun reaksi Nuh kecuali melakukan segala yang diperintahkan alias Just do it.

    Ternyata Tuhan sungguh luar biasa. Di saat kita memutuskan untuk mengikuti perintah Tuhan maka Tuhan juga bekerja bersama dengan kita.

    Di ayat 9 dan 15 disebutkan : “datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu”. Kira-kira apakah Nuh mempunyai kekuatan supranatural sehingga bisa memanggil binatang-binatang itu ke dalam bahteranya? Saya tidak yakin. Justru saya berpikir bahwa Tuhan yang memberi instruksi binatang-binatang itu untuk datang dan masuk ke dalam bahtera. Bahkan jenis binatangnya pun Tuhan yang memilih. Bahkan di ayat berikutnya Tuhan sendiri yang menutup pintu bahtera.

    Selama didalam bahtera 150 hari lebih pun tidak disebutkan terjadi kekacauan yang berarti.

    Ini saatnya memutuskan untuk mengikuti perintah Tuhan. Just do it. Tuhan akan memudahkan. Saya tahu tidak mudah mengerjakan sesuatu yang menurut kaca mata kita tidak mungkin, kita butuh kacamata iman. Saat kita bergaul dengan Tuhan kita akan memiliki keyakinan itu.

    Fight !!!

    By YG @Mercy #iLoveMyBible

  • Hari ke-2. Bergaul dengan Allah

    2 Januari : Kejadian 4 – 6

    Ada satu kalimat yang menggelitik hati saya pada saat membaca pasal-pasal pada pagi hari ini.

    Ohya, sebelumnya itu tahukah saudara siapa yang pertama kali diangkat oleh Allah ? Alias tidak mengalami kematian ?

    Siapa ?

    Kej 4 : 24  Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.

    Ternyata Henokh ya. Puji Tuhan kalau anda sudah mengetahuinya. Jika sebelumnya tidak tahu maka anda sama dengan saya.

    Kalimat yang menggelitik hati saya adalah “bergaul dengan Allah”. Seperti apa sebenarnya bergaul dengan Allah itu? Apakah seperti kita sesama manusia bergaul? Atau bagaimana?

    Bergaul itu menceritakan tentang hubungan. Hubungan antara Henokh dan juga Nuh pada pasal 6 dengan Allah. Bergaul berarti bukan hanya sekedar kenal atau sekedar tahu. Mari kita bayangkan saat kita bergaul dengan teman dekat kita. Pasti melibatkan aktivitas-aktivitas yang dilakukan bersama-sama. Entah itu bermain, duduk-duduk bercerita, nonton bioskop, makan, jalan-jalan, olahraga dan banyak aktivitas lain. Jadi, sedemikian intim hubungan mereka dengan Allah.

    Kej 6 : 9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

    Dalam berbagai seminar motivasi yang pernah saya ikuti, begitu juga dalam buku-buku motivasi disebutkan, “Jika anda ingin sukses maka bergaullah dengan orang-orang yang anda ingin menjadi seperti”. Cara pandang, cara bersikap kita akan sangat dipengaruhi oleh dengan siapa kita bergaul. Oleh karena itu pilihlah sahabat anda, pilih yang positif jika ingin hidup kita positif. Namun pilihlah Allah menjadi sahabat anda yang terutama, karena dengan menjadi sahabat Allah kita akan menjadi pribadi yang luar biasa. Saat menjadi sahabat Allah kita akan berubah menjadi seorang yang benar dan tak bercela (ay.9) sehingga kita layak memperoleh kasih karunia Allah (ay.8).

    Lihatlah video dari Ps.Philip Mantofa tentang Lukisan Enoch – walked with God.

    Bergaul dengan Allah adalah sebuah pilihan. Dan saya mau.

    -YG, @Mercy #iLoveMyBible

    pict : https://thechristiannation.org/2015/10/10/the-mystery-of-walking-with-god/

    pict : thechristiannation.org

     

  • Hari ke-1. Belajar dari Proses Penciptaan.

    1 Januari : Kejadian 1 – 3.

    Kisah penciptaan alam semesta jika dilihat dari kaca mata ilmu pengetahuan senantiasa menjadi perdebatan. Saya memilih untuk melihatnya dengan kaca mata iman.

    Sesungguhnya Tuhan adalah Master Art yang perfeksionis. Karya yang diciptakanNya sangat unik dan sempurna dan tidak ada yang dapat menirunya.

    Tahapan-tahapan yang dilakukan oleh Tuhan juga sangat sempurna dan detil. Ia mengerjakannya dengan menggunakan timeline dan deadline. Setelah semua selesai baru Ia beristirahat. Ia tidak mengerjakan dengan santai, selow, sehingga menghasilkan karya yang apa adanya. Anda bayangkan jika kita manusia dibuat seadanya, pasti sudah lama kita punah.

    Tuhan juga sangat menyayangi seluruh ciptaanNya. Apakah anda pernah mengamati reaksi Tuhan saat kedua manusia itu melakukan dosa pertamanya? Apakah disebutkan Tuhan marah pada saat itu? Saya membayangkan bahwa Tuhan merasa sangat sedih, Dia tidak menyangka bahwa manusia akan melakukan hal itu. Menodai kepercayaan yang telah Tuhan berikan. Tuhan sangat sayang sehingga manusia masih dibuatkan pakaian dari kulit binatang sebelum keluar dari taman eden.

    Mari saudara, janganlah kita sia-siakan kasih karunia Tuhan dengan melukai hati Tuhan. Dan marilah kita bekerja seperti Tuhan bekerja.

    Amen….

    -YG, @Mercy #iLoveMyBible