Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Tag: dosa

  • Renungan Yehezkiel 6 – Perbuatan Keji dan Jahat

    Renungan Yehezkiel 6 – Perbuatan Keji dan Jahat

    Sudah cukup, sudah cukup, apa yang dilakukan oleh Israel terlalu keji dan jahat sehingga menyebabkan amarah Tuhan yang luar biasa.

    Yehezkiel 6:11-12 TB
    [11] Beginilah firman Tuhan Allah: ”Bertepuklah dan entakkanlah kakimu ke tanah dan serukanlah: Awas! Oleh sebab segala perbuatan kaum Israel yang keji dan jahat, mereka akan rebah mati karena pedang, kelaparan dan penyakit sampar. [12] Yang jauh akan mati karena sampar, yang dekat akan rebah karena pedang dan yang terluput serta terpelihara akan mati karena kelaparan. Demikianlah Aku akan melampiaskan amarah-Ku kepada mereka.

    https://bible.com/bible/306/ezk.6.11-12.TB

    Apa yang dilakukan oleh Israel tentunya bukanlah sesuatu hal yang baru, pasti sesuatu yang menjadi-jadi sehingga semakin tidak karuan di mata Tuhan.

    Sebagai manusia sepertinya tidak mungkin kita tidak terpancing oleh godaan atau tipu daya iblis. Namun sampai mana kita tergoda atau tertipu? Apakah kita segera sadar dan berbalik kepada Tuhan? Ataukah apa yang kita lakukan tersebut, perbuatan dosa itu menggulung semakin besar, semakin besar seperti bola salju sampai-sampai kita sendiri tidak sanggup berhenti walaupun ingin sampai kita berani melawan Tuhan.

    Selalu ada titik awal mula, selalu ada waktu atau kejadian dimana kita missed. Namun hendaknya kita segera minta maaf kepada Tuhan, seperti Ayub yang bukan hanya memberikan korban pengampunan dosa di setiap akhir hari terutama untuk anak-anaknya. Ayub melakukannya dengan kesadaran bahwa manusia sangat rentan untuk jatuh dalam dosa, sehingga ia tidak membiarkan 1 hari lewat sebelum memohon pengampunan dari Tuhan.

    Janganlah kita semakin terlena, membiarkan hal-hal kecil, dosa-dosa yang mungkin terkesan sepele karena itu akan membawa kita semakin lama semakin jatuh, semakin dalam.

    Mari kita bertobat setiap waktu, mari kita hidup dengan kesadaran, dan segera mohon ampun bahkan untuk hal-hal yang mungkin kecil. Jangan biarkan iblis mengakar semakin dalam dan semakin kuat di dalam hati kita sampai-sampai kita tidak sanggup lagi melepaskan diri dari cengkeramannya.

    Doa

    Ya Tuhan, bangunkanlah kerinduan yang besar, semangat yang berapi-api untuk membaca dan merenungkan firmanMu setiap waktu. Ya Roh Kudus tinggal selalu di dalam hati kami, agar selalu ada warning system di dalam hati kami.

    Dan buatlah kami peka akan tuntunan Roh Kudus, jangan biarkan kami menolak setiap tuntunan dan pimpinanMu ya Tuhan.

    Terimakasih Tuhan Yesus

    Haleluya. Aminn.

  • 23. 2 Timotius 2:20-21 – We are called for special purposes

    23. 2 Timotius 2:20-21 – We are called for special purposes

    Dapat rhema apa hari ini?

    Ayat rhema untuk direnungkan hari ini:

    ‭2 Timotius 2:20-21 TB‬
    Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.

    Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

    https://bible.com/bible/306/2ti.2.20-21.TB

    Renungkanlah pertanyaan-pertanyaan ini:

    • Manakah yang kita inginkan menjadi instrument untuk hal yang mulia atau kurang mulia?
    • Apakah kita sudah berusaha sekuat tenaga untuk menyucikan diri dari hal-hal yang jahat?

    Image by valeria_aksakova on Freepik

  • Renungan 2 Samuel 11: There is no single sin, always sins

    Tidak ada yang namanya dosa tunggal.

    Satu perbuatan dosa pasti, diiringi dengan dosa berikutnya.

    Kita belajar dari Daud di 2 Samuel 11, minimal Daud melakukan 3 dosa.

    Dosa pertama: berzina dalam pikiran dan mengingini istri orang lain, saat pertama kali melihat Batsyeba sedang mandi.

    Dosa kedua: berzina atau malah kekerasan seksual pada Batsyeba.

    Dosa ketiga: membunuh.

    Saat jatuh dalam dosa yang pertama akan berlanjut dengan dosa kedua atau ketiga. Bentuk dosanya bisa saja merupakan tindaklanjut/ kelanjutan dari perbuatan sebelumnya, atau usaha untuk menutupi perbuatan sebelumnya.

    Saat ini sedang ramai diberitakan kasus pembunuhan seorang polisi yang diduga dilakukan oleh atasannya seorang jenderal polisi. Pasti ada yang tidak benar sebelumnya, sehingga mencetuskan kejadian pembunuhan, kemudian dilanjutkan dengan perbuatan menutupi/ membuat skenario untuk menutupi kejadian tersebut, dan kebohongan-kebohongan untuk menutupi kejadia tersebut.

    Lihatlah rangkaian dosa yang terjadi saat kita jatuh dalam dosa.

    Marilah kita senantiasa menjaga hati. Kita mulai belajar menyadari dan mengenali diri kita. Disaat-saat kapan kita terjatuh. sehingga perlu kita belajar dari Tuhan Yesus di perjanjian baru bagaimana menangkal agar jangan sampai jatuh ke dalam dosa.

    Tuhan Yesus sudah mencontohkan salah satunya yang sangat jelas adalah pencobaan di padang gurun dimana Yesus dicobai, digoda untuk melakukan perbuatan yang tidak berkenan kepada Tuhan.

    Dan Puji Tuhan, saat kemenangan terjadi, kemuliaan pun didapatkan.

    Semoga kita semakin mengenali diri kita, semakin memahami diri kita sendiri saat-saat dimana kita jatuh dalam dosa, dan yang terpenting adalah memiliki penangkal agar tidak sedikitpun mendekati hal tersebut.

    Amin.

    Semoga Tuhan Yesus memberkati.

  • Kenapa sih tidak langsung menutupi?

    Ayat Rhema
    Maka Ham, bapa Kanaan itu, melihat aurat ayahnya, lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar.
    Kejadian 9:22 TB
    https://bible.com/bible/306/gen.9.22.TB

    Renungan
    Kenapa ya Ham tidak langsung menutupi ayahnya?
    Kenapa ya Ham mesti cerita2 ke saudara-saudaranya dulu?
    Mungkin apa yang Ham lihat sesuatu yang memalukan. Alih2 juga merasa malu akan kondisi ayahnya saat itu dan berusaha menutupinya, ia malah meninggalkan ayahnya dan cerita ke kedua saudaranya.
    Kedua saudaranya mendengar peristiwa itu berusaha menutupi ayahnya bahkan dengan tidak berusaha untuk melihat. Dan sayangnya, Ham tidak disitu juga membantu kedua saudaranya.

    Aplikasi
    Dalam kehidupan kita sehari-hari, dalam bersosial seringkali kita menemukan kondisi yang tidak pas di diri orang lain. Seringkali kita malah ngomong keluar, membicarakan dengan orang yang lain lagi. Padahal mungkin orang yang tidak pas tersebut adalah bagian dari kita, keluarga kita, pasangan atau anak kita, anggota tim kita, dan sebagainya.
    Kalau kita tidak tahu harus berbuat apa, lebih baik diam! Atau mungkin bertanya, konsultasi harus bagaimana ke orang yang kira-kira bisa memberikan alternatif solusi?
    Kalau ada yang bisa kita lakukan, ya langsung lakukan saja, dan tetap diam. Tidak perlu dicerita-ceritakan.
    Kecuali, perlu kita diskusikan agar ada perbaikan atau tidak terulang kembali. Berbeda konteksnya ya, membicarakan yang hanya cerita-cerita vs membicarakan/ diskusi untuk perbaikan.

    Contoh peristiwa.
    Beberapa waktu lalu ada pasien rawat inap yang harus dilakukan pemeriksaan lab. Karena menggunakan asuransi, maka harus diajukan dulu oleh admin untuk penjaminan asuransi. Namun ternyata ada kesalahan yang menyebabkan prosesnya lama.
    Keluarga pasien menanyakan berulangkali ke perawat, kapan bisa dilakukan. Karena mungkin merasa tertekan karena ditanya berulang kali, perawat tersebut menyebutkan bahwa tadi admin ada kesalahan sehingga tertunda.
    Keluarga pasien marah besar akhirnya kepada admin tersebut.

    Bukan mengajarkan untuk berbohong, namun alih-alih menyampaikan hal yang kurang pas yang ada pada salah satu anggota tim kita (menyampaikan kesalahan orang lain), mungkin akan jauh lebih baik kita membantu mereka untuk memperbaiki kesalahan/ kekurangan yang terjadi sehingga yang diharapkan oleh pelanggan bisa segera terwujud.

    Harapan/Doa
    Ya Tuhan, ingatkan diriku selalu bahwa aku pun orang yang tak sempurna, yang punya banyak kekurangan.
    Ingatkan aku daripada membicarakan orang lain, lebih baik merenungkan FirmanMu atau menceritakan kebaikan-kebaikan Tuhan.

  • day 3 – lord i need you, the perfect one

    Renungan Doa Puasa 10 Hari – Connect Group Family 08

    (ditulis ulang dari renungan doa puasa Gereja Mawar Sharon Balikpapan – Desember 2015)

    Renungan Hari-3 : Kejadian 2: 16 dan Kejadian 3: 1-24

    Kejadian 2: 16

    16 Lalu Tuhan Allah memberi perintah ini kepada manusia: ”Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, 

    Manusia jatuh ke dalam dosa. Kejadian 3: 1-24

    1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: ”Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” 

    2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: ”Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, 

    3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.” 

    4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: ”Sekali-kali kamu tidak akan mati, 

    5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” 

    6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. 

    7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

    8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah Tuhan Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap Tuhan Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

    9 Tetapi Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: ”Di manakah engkau?” 

    10 Ia menjawab: ”Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.” 

    11 Firman-Nya: ”Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?” 

    12 Manusia itu menjawab: ”Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” 

    13 Kemudian berfirmanlah Tuhan Allah kepada perempuan itu: ”Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: ”Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.” 

    14 Lalu berfirmanlah Tuhan Allah kepada ular itu: ”Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. 

    15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” 

    16 Firman-Nya kepada perempuan itu: ”Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.” 

    17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: ”Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: 

    18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; 

    19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”

    20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.

    21 Dan Tuhan Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

    22 Berfirmanlah Tuhan Allah: ”Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.” 

    23 Lalu Tuhan Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. 

    24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

    Renungan

    Di Kejadian 2:16, Tuhan sudah berfirman kepada manusia, jika mereka makan buah dari pohon kehidupan, manusia akan mati. Namun di Kejadian 3, ular berhasil membujuk manusia untuk memakannya dan meyakinkan bahwa manusia tidak akan mati. Dan setelah makan buah tersebut, ternyata mereka memang tidak mati. Mereka sadar kalau telanjang. Mereka akhirnya bersembunyi dan setelah bercakap-cakap dengan Tuhan mereka menerima penghukuman Tuhan.

    Dari ayat ini kita belajar, bahwa Tuhan tahu yang terbaik. Jangan ragukan kebenaran FirmanNya. Walau secara fisik mereka tidak mati, tapi ternyata tanpa mereka sadari mereka mengalami kematian rohani. Terputus hubungan dengan Allah dan diusir dari taman Eden.

    Aplikasi

    Dalam menjalani hari-hari selama masa doa puasa, mari kita semua mengarahkan seluruh kerinduan hati kita untuk mengenal Dia lebih lagi, mempercayai FirmanNya lebih lagi, serta menyadari bahwa lebih dari sekedar kehidupan selama di bumi ini (hidup/mati, sehat/sakit, kaya/miskin, dan lain-lain) ada yang jauh lebih penting dari semua itu. Ada kematian yang lebih menakutkan dari kematian fisik. Ada masalah yang lebih besar dari sekedar apakah kita sudah diberkati atau belum diberkati, sakit disembuhkan atau belum disembuhkan, yaitu mengalami terputusnya hubungan dengan Tuhan.

    Melalui doa puasa ini, mari jemaat memperbaharui komitmen kita masing-masing di hadapan Tuhan, bahwa yang terpenting dalam kehidupan kita adalah kehidupan rohani, memiliki hati yang menyembah Dia, Allah yang maha besar dan Allah yang hidup. Dan tentang semua berkat-berkat jasmani, ekonomi, kesehatan, dan keluarga yang dipulihkan, percayailah Tuhan dan FirmanNya. Dia Allah yang menggenapi setiap janjiNya.

    Doa Pribadi

    Ya Tuhan Yesus yang kami puja dan kami sembah,

    Terimakasih Tuhan kami disadarkan kembali, bahwa kami punya banyak sekali kekurangan dalam kehidupan ini, terutama dalam membangun kehidupan rohani kami. Hari ini kami disadarkankan kembali bahwa membangun kehidupan rohani itulah yang terpenting, membangun kembali hubungan yang mesra dengan Engkau seperti saat mula-mula kami mengenal Engkau itu yang terpenting dalam kehidupan kami.

    Kami mohon tuntunan Roh KudusMu ya Tuhan, dan peka seluruh indera dan hati kami untuk setiap tuntunanMu ya Tuhan, mata kami bisa melihat, telinga kami bisa mendengar, dan terutama hati kami bisa merasakan agar pikiran kami yang selama ini bebal mau tunduk menjalankan tuntunan demi tuntunan, peringatan demi peringatan, teguran demi teguran.

    Ajari kami ya Tuhan di tengah-tengah kesulitan hidup kami, saat kami merasa lapar hari ini untuk senantiasa mencari Engkau, mengingat Engkau. Ampuni kami ya Tuhan.

    Amin

    (Puji Tuhan! Mari kita juga mendoakan pasangan kita dan anggota keluarga kita agar dengar-dengaran dengan suara Tuhan)