Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

10. Kolose 1:7-8 – Hidup kita disaksikan orang lain

Dapat rhema apa hari ini?

Hari ini saya mendapatkan rhema yang menarik hati saya bahwa hidup kita itu disaksikan orang lain, milikilah kehidupan yang berbuah baik agar menjadi motivasi, contoh yang baik bagi setiap orang yang menyaksikan.

Ayat yang menjadi rhema bagi saya adalah:

‭‭Kolose 1:7-8 TB‬‬
[7] Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia.

[8] Dialah juga yang telah menyatakan kepada kami kasihmu dalam Roh.

https://bible.com/bible/306/col.1.8.TB

Ayat di atas disebutkan bahwa Paulus mendapat cerita, bisa juga disebut laporan atau update bagaimana kondisi dan perkembangan jemaat di Kolose, yang Puji Tuhan baik.

Dari ayat tersebut saya diingatkan Roh Kudus bahwa hidup kita itu pasti disaksikan oleh orang lain.

Ada orang yang mengamati perkembangan diri kita seutuhnya. Pasti ada yang mengamati dari sisi perkembangan karakter, ada yang mengamati dari sisi perbuatan/ karya kita seperti pekerjaan atau usaha atau karir, dan ada juga yang mengamati dari sisi kekayaan. Banyak mungkin yang mengamati dari sisi luar, apa yang terlihat dari fisik seperti kekayaan tadi, kesuksesan, pangkat dan jabatan yang bagi sebagian besar orang mungkin menjadi tolok ukur hidup diberkati atau tidak.

Dalam hidup di dalam Kristus yang menjadi tolok ukur hidup seseorang diberkati bukanlah fisik melainkan kasih, dalam ayat di atas disebutkan kasih di dalam Roh.

Mengapa kasih di dalam Roh?

Karena pada dasarnya kecenderungan manusia itu hanya mengasihi dirinya sendiri, terpusat pada dirinya. Saat hidup seseorang mengalami perubahan, mengalami transformasi di dalam Kristus maka fokus hidupnya bukanlah dirinya sendiri lagi melainkan Kristus, dan karena fokus hidupnya adalah Kristus maka pasti yang terpancar keluar dari hidupnya adalah kasih bagi sesama, kasih bagi orang luar.

Dan hidup sesorang yang mengasihi dalam Roh bisa dipastikan memiliki inner peace, inner strength, dan inner joy, alias damai sejahtera terlepas apapun kondisi fisiknya saat itu. Siapa yang tidak menginginkan hal tersebut, karena itu semua tak ternilai harganya, priceless.

Oleh karena itu hidup kita memang harus berubah, namun dimulai dari perubahan akal budimu seperti ada tertulis dalam Firman Tuhan. Karena jidup kita itu akan menjadi contoh, entah contoh yang baik, atau sebaiknya tidak dicontoh.

Pimpin kami ya Tuhan. Amen

Eksplorasi konten lain dari Kucinta Alkitabku

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca