Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Tag: intimacy

  • Ikut dalam Pertandingan

    Ikut dalam Pertandingan

    Doa Puasa menjelang 2022 hari ke-3

    “Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.” Ibrani 12:1

    Berlombalah dalam perlombaan yang ada di depan Anda.

    Berjalanlah dengan iman.

    Jalani dengan penuh ketekunan.

    Jalani dengan kesabaran.

    Jalani secara konsisten.

    Berusaha menggapai kembali mimpi anda. Bangun kembali bisnis anda.

    Ambillah visi yang sudah diberikan oleh Tuhan itu dan kerjakan lagi.

    Ayo mulai lagi. Mulailah untuk menulis lagi. Memimpin lagi. Anda itu tidak gagal. Berserahlah kepada Tuhan dan ayo melayani lagi. Tuhan telah memanggil Anda untuk memimpin dan mengubah sebuah generasi. Pimpinlah mereka melalui iman Anda. Pimpinlah mereka melalui ketaatan Anda. Bangunlah momentum ke depan Anda dalam melayani orang-orang di sekitar Anda.

    Ayo kita latih iman kita dan kerjakan “itu” (visi/ mimpi kita) lagi. Sesungguhnya ini belum selesai. Bahkan ini tidak tertunda. Kepatuhan kita akan membuka terobosan. Ketaatan kita akan membuka keajaiban. Iman kita akan melepaskan kasih karunia. Bersiaplah untuk menerima. Mari serahkan hatimu kepada Tuhan dan mengerjakan “itu” (visi/ mimpi kita) lagi. Mintalah iman kepada Tuhan untuk meminta lagi. Mintalah iman kepada Tuhan untuk melakukan “itu” (visi/ mimpi kita) lagi. Perlombaan Anda belumlah berakhir. “Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” Yakobus 4:2-3.

    Mungkin kemarin-kemarin atau saat ini Tuhan sedang memangkas hatimu. Mungkin Tuhan sedang mematangkan tanganmu. Mungkin Tuhan sedang mempersiapkan Anda. Mungkin Tuhan sedang mempersiapkan “itu” (visi/ mimpi). Ayo pilihlah untuk mengikuti perlombaan yang sudah diberikan Tuhan dan berserah diri kepada Tuhan. Tuhan telah menetapkan jalan di hadapanmu. Pilihlah untuk meletakkan keberatan dan keengganan Anda dan berlombalah!

    Ibrani 12:1 AMPC menyatakan,

    “THEREFORE THEN, since we are surrounded by so great a cloud of witnesses [who have borne testimony to the Truth], let us strip off and throw aside every encumbrance (unnecessary weight) and that sin which so readily (deftly and cleverly) clings to and entangles us, and let us run with patient endurance and steady and active persistence the appointed course of the race that is set before us,”

    “Oleh karena itu, karena kita dikelilingi oleh begitu banyak saksi [yang telah memberikan kesaksian tentang Kebenaran], marilah kita menanggalkan dan membuang setiap beban (berat yang tidak perlu ) dan dosa yang begitu mudah (dengan cekatan dan cerdik) melekat dan menjerat kita, dan marilah kita berlari dengan ketekunan yang sabar dan ketekunan yang mantap dan aktif pada jalur perlombaan yang ditentukan di hadapan kita,” Singkirkan setiap beban yang tidak perlu. Lepaskan diri Anda dari kuk dosa. Hapus penundaan dari etos kerja Anda. Singkirkan setiap alasan/ keengganan yang akhirnya justru menyebabkan Anda tersandung.

    Kelilingi diri Anda dengan mentor yang dikirim Tuhan. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang telah mendahului Anda. Mereka mungkin tidak terlihat seperti Anda. Mereka mungkin tidak memiliki latar belakang Anda. Mereka mungkin lebih muda. Serahkan hati Anda kepada Tuhan dan biarkan Dia membangun visi yang telah Dia berikan kepada Anda. Biarkan Tuhan mengirimi Anda tim. Biarkan Tuhan membangun tim anda. Bangun tim dengan iman. Bangunlah bagaimana Tuhan menyuruh Anda untuk membangunnya. Biarkan Tuhan memimpin jalan Anda. Serahkan hatimu kepada Tuhan dan serahkan pekerjaanmu kepada-Nya. “Roll your works upon the Lord [commit and trust them wholly to Him; He will cause your thoughts to become agreeable to His will, and] so shall your plans be established andsucceed”. “Kerjakanlah pekerjaanmu bagi Tuhan [serahkan dan percayakan sepenuhnya kepada-Nya; Dia akan membuat pikiran Anda menjadi sesuai dengan kehendak-Nya, dan] demikian juga rencana Anda akan ditetapkan dan berhasil.” Amsal 16:3 AMPC.

    Sebelum dapat berlomba, selalu dimulai dengan keputusan untuk mengambil langkah pertama. Bayi saja terhuyung-huyung ketika mereka pertama kali belajar berjalan. Ambillah langkah pertama dan biarkan Tuhan yang menguatkan langkah Anda selanjutnya. Biarkan Tuhan membangun iman Anda. Mintalah Tuhan untuk meningkatkan iman Anda dan ketekunan untuk melaksanakan. Ketekunan membangun otot. Tetap konsisten. Terlepas kondisi apapun yang kita miliki saat ini, itu tidak penting. Pilih untuk mengambil langkah pertama. Kemudian Berjalan. Lari. Melonjak. “But those who wait for the Lord [who expect, look for, and hope in Him] shall change andrenew their strength andpower; they shall lift their wings andmount up [close to God] as eagles [mount up to the sun]; they shall run and not be weary, they shall walk and not faint orbecome tired. [Heb. 12:1-3.] “Tetapi mereka yang menantikan Tuhan [yang mengharapkan, mencari, dan berharap kepada-Nya] akan berubah dan memperbarui kekuatan dan kuasa mereka; mereka akan mengangkat sayap mereka dan naik [dekat dengan Tuhan] seperti rajawali [naik ke matahari]; mereka akan berlari dan tidak menjadi lelah, mereka akan berjalan dan tidak menjadi lelah atau menjadi lelah. [Dia b. 12:1-3.]” Yesaya 40:31 AMPC

    (Disadur dari For We Walk By Faith https://www.bible.com/en/reading-plans/16925 )

    Selamat Tahun Baru 2022. Tuhan Yesus memberkati anda dan keluarga.

    Pesan Khotbah Ps Philip Mantofa 29 Desember 2021.
    Tonton juga Khotbah Ps. Philip Mantofa (klik gambar)
  • DAY 8 – LORD I NEED YOU, THE PERFECT ONE

    Renungan Doa Puasa 10 Hari – Connect Group Family 08

    (ditulis ulang dari renungan doa puasa Gereja Mawar Sharon Balikpapan – Desember 2015)

    Renungan Hari-8 : Yesaya 40 : 10

    10 Lihat, itu Tuhan Allah,Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. (Yes. 62:11; Why. 22:12 )

    Renungan

    Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tanganNya Ia berkuasa.

    Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payahNya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperolehNya berjalan di hadapanNya.

    Aplikasi

    Tidak ada jaminan yang lebih penting, lebih mulia dan berharga selain dari satu hal ini yaitu jika kita bisa tetap ada bersama-sama dengan Dia dan berjalan di hadapanNya seumur hidup kita. Apakah gunanya mendapatkan seluruh isi dunia jika kita harus kehilangan Tuhan.

    Seringkali Yesus berjerih lelah melalui kejadian-kejadian yang diizinkan terjadi dalam hidup kita. Dia rindu untuk membentuk hati kita, karakter kita. Tapi tidak jarang kita salah mengerti dengan Yesus. Saat melalui masa-masa sukar kita justru menuduh Tuhan tidak peduli, tidak adil, tidak menolong, dan lain-lain.

    Mari dalam doa puasa ini, kita mengarahkan seluruh hati kita untuk menjadi “upah” atas jerih payah Tuhan.

    Melalui kegagalan dan keberhasilan, melalui kekuatan dan kelemahan, melalui masa sukar dan masa mudah serta penuh berkat, melalui kekalahan dan kemenangan.

    Melalui semua situasi hidup kita. Pada akhirnya Tuhan berhasil mengerjakan apa yang Ia ingin kerjakan dalam hati kita.

    Ia berjerih payah membentuk hati kita. Dan biar kita menjadi upah atas jerih payah Tuhan. Pada akhirnya Tuhan berhasil memiliki seluruh hati kita. Dia mengambil resiko untuk disalah mengerti untuk membentuk karakter kita, biar pada akhirnya Tuhan berhasil membentuk kita menjadi seperti yang Ia kehendaki.

    Pertanyaannya, “maukah saya?”

    Jawablah dalam Doa Pribadi

  • DAY 6 – LORD I NEED YOU, THE PERFECT ONE

    Renungan Doa Puasa 10 Hari – Connect Group Family 08

    (ditulis ulang dari renungan doa puasa Gereja Mawar Sharon Balikpapan – Desember 2015)

    Renungan Hari-6 : Markus 9 : 20 – 24

    20Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa. 

    21Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: ”Sudah berapa lama ia mengalami ini?” Jawabnya: ”Sejak masa kecilnya. 

    22Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.” 

    23Jawab Yesus: ”Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” 

    24Segera ayah anak itu berteriak: ”Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”……………..

    Renungan

    Kisah dalam ayat ini, si ayah yang anaknya kerasukan setan datang minta tolong kepada Tuhan. Dan Tuhan berkata, “Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya”, menarik di ayat 24, si ayah tersungkur dan berkata, “aku percaya, tolonglah aku yang tidak percaya ini.”

    Belajar dari ayat tersebut, bahwa kita yang harus menyesuaikan hati kita kepada Tuhan. Kita yang harus menaikkan standar iman kita. Pola pikir kita yang harus mengikuti Tuhan. Bukan menuntut Tuhan. Kalau syarat bagi si ayah ini untuk bisa mengalami pertolongan dan mukjizat Tuhan adalah harus percaya, maka si ayah ini berkata, “aku mau percaya”. “Kalau aku tidak percaya, tolong aku yang tidak percaya ini untuk menjadi percaya”.

    Aplikasi

    Dalam doa dan puasa raya ini mari kita memanfaatkan hari-hari yang ada untuk mencari wajah Tuhan, mengenal isi hatiNya dan juga apa yang berkenan kepadaNya. Belajar untuk melepaskan hak. Belajar untuk menangkap pimpinan Tuhan dan mentaatiNya. Berdoa, bukan oleh kekuatan diri sendiri, tapi oleh anugerahNya kita bisa menyelaraskan hati kita dengan kehendakNya.

    Satu hal yang pasti, Allah kita adalah Allah yang setia. Kalau kita tahu bagaimana mengutamakan isi hatiNya dan mengikuti pimpinanNya maka berkat Tuhan, kesembuhan, pertolongan, pemulihan hubungan, berkat ekonomi dan lain-lain, itu bagian kita.

    Doa pribadi

    Silahkan berdoa.

  • day 2 – lord i need you, the perfect one

    Renungan Doa Puasa 10 Hari – Connect Group Family 08

    (ditulis ulang dari renungan doa puasa Gereja Mawar Sharon Balikpapan – Desember 2015)

    Renungan Hari-2 : Markus 7 : 24 – 30

    Perempuan Siro-Fenisia yang percaya (Mat. 15:21-28)

    24 Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. 

    25 Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. 

    26 Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. 

    27 Lalu Yesus berkata kepadanya: ”Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” 

    28 Tetapi perempuan itu menjawab: ”Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” 

    29 Maka kata Yesus kepada perempuan itu: ”Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.” 

    30 Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

    Renungan

    Satu hal lagi kita belajar dari kisah wanita Siro Fenesia, bahwa Tuhan tidak bermaksud merendahkan/ “menganjing-anjingkan” wanita ini. Tetapi Tuhan justru mengatakan kalimat tersebut kepada para murid, bahwa seharusnya jatah untuk murid/ anak itu adalah roti, bukan remah-remah, namun banyak murid / anak Tuhan yang sering kali sudah merasa cukup puas dengan hanya mendapat remah-remah.

    Aplikasi

    Mari jemaat menggunakan waktu puasa ini untuk menjadikan waktu dimana kita berseru lebihi sungguh-sungguh kepada Tuhan. Kita mengingini Tuhan lebih lagi. Memanjatkan ucapan syukur atas hari ini yang sudah ada dan dapat kita nikmati. Tapi mempercayai Tuhan masih bisa lebih lagi.

    Jangan berhenti menginginkan Dia. Jangan berhenti menantikan Dia. Dia layak untuk mendapatkan yang terbaik dari hidup kita semua.

    Sebagai ganti dari hanya minta terobosan ekonomi, kesehatan, dan keluarga, mari kita percayai Tuhan bahwa Tuhan bisa memakai bisnis kita, hidup kita, keluarga kita untuk membawa kemuliaan bagi Tuhan.

    Doa Pribadi

    Ya Tuhan Yesus, kami mengucap syukur untuk setiap penyertaan Tuhan di dalam kehidupan kami. Untuk setiap kasih karunia dan berkat yang boleh kami rasakan dan kami nikmati selama ini.

    Hari ini kami mau belajar ya Tuhan, untuk tidak berpuas diri dengan kondisi kami saat ini, hubungan kami dengan Engkau di saat ini. Kami ingin belajar untuk menginginkan pertemuan-pertemuan denganMu ya Tuhan, ajari kami untuk mengapi-apikan jiwa kami agar kami senantiasa haus dan lapar akan Engkau ya Tuhan.

    Hari ini kami mau belajar, mengalahkan kedagingan kami ya Tuhan, yang selama ini kami rasa itu tak mungkin kami lakukan, kami mau berpaling kepadaMu, mencari wajahMu dan perkenananMu. Bantu kami ya Tuhan, berikan kami kekuatan untuk taat dan setia.

    Amin

    (Puji Tuhan! Mari kita juga mendoakan pasangan kita dan anggota keluarga kita agar memiliki kerinduan yang semakin besar akan hubungan yang lebih mesra dengan Tuhan)

  • Everything is POSSIBLE

    Everything is POSSIBLE

    Mark 9 : 23

    Anda pasti sudah sering membaca kisah Yesus menghadapi permintaan dari seorang Bapak, untuk kesembuhan anaknya.

    Tahukah anda ada hal yang menarik disana ?

    Yesus tergugah dengan kata-kata permintaan Bapak tersebut : Tapi jika Tuhan bisa ….

    Kita semua tahu, bahwa tidak ada yang tidak bisa bagi Tuhan, namun Yesus pada saat itu juga mengerti atas harapan yang sangat besar dan keputusasaan Bapak itu karena murid-murid Yesus tidak dapat menyembuhkan anaknya. Sehingga mulai muncul rasa tidak yakin, yang kemudian memunculkan pertanyaan seperti di atas.

    Namun Yesus menjawab : “Everything is POSSIBLE for one who is BELIEVE”

    Believe – Percaya itu yang seringkali kecil atau tidak ada. Jika sempat ada, maka menjaga dan mempertahankan keyakinan tersebut adalah perjuangan. Dibutuhkan kekuatan untuk senantiasa yakin dan percaya. Dibutuhkan hubungan spesial dan keintiman dengan Tuhan dan Roh Kudus agar senantiasa percaya.

    Maka kita harus mulai membangun hubungan yang lebih intim lagi dengan Tuhan dan Roh Kudus.

    Saat ini saya sedang membaca edisi bahasa Inggris (NIV), dan saya menemukan hal baru yang berkesan buat saya. Berbeda dengan edisi Bahasa Indonesia dan King James Version, namun saya menganggapnya juga sebagai kebenaran, bahkan hal tersebut memperkaya iman saya.

    Verse 24 NIV :

    Immediately the boy’s father exclaimed, “I do believe; help me overcome my unbelief!

    Bapak itu menyadari kesalahannya dan permintaanya bertambah yaitu meminta agar Tuhan membantunya untuk jadi percaya. Jadi lebih percaya. Memperbesar imannya.

    Bahkan tahukah anda kalau Bapak tersebut, menyesali bahkan sampai berseru dan menangis meminta hal tersebut kepada Yesus ?

    Verse 24 KJV :

    And straightway the father of the child cried out, and said with tears, Lord, I believe; help thou mine unbelief.

    Percaya, itu adalah porsi manusia. Namun saya juga percaya, Tuhan mampu membuat kita lebih percaya jika kita memintanya. Jika memang kita menginginkannya.

    Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, yang kita butuhkan hanya percaya.

    Setiap permasalahan di dalam hidup kita pasti ada jalannya.

    Bahkan untuk dosa terbesar kita, Tuhan tetap menyediakan jalan.

    “Be innocent of both outward and inward sins. Ask The Holy Spirit cleanse you through and through.” – Philip Mantofa

    Mari kita mulai dengan membaca Alkitab, 1 pasal sehari.

    Atau kalau masih terlalu banyak mulailah dengan 5 menit sehari.

    Mintalah hikmat Tuhan dari yang 5 menit itu.

    Saya percaya, Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk anda.

    Karena itulah Tuhan, tidak ada yang tidak sempurna yang berasal dari Tuhan.

    Amen.

  • BIBLE is Useless Unless Acted Upon

    BIBLE is Useless Unless Acted Upon

    Mark 4 The Parable of The Sower

    Jesus told us the parable of the sower.

    And I am sure that all of us have read the explanation about that either.

    What do you think ?

    We all want to be the good soil right? But how ? How can we be the good soil ?

    In verse 20 : They hear the message, accept it, and bear fruit…

    Does it true if we accept the message and then we change to be the good soil?

    No, no, no…. The Acceptance need to be deep one. We need to be active, not just accept by mouth, but in daily acts.

    It is useless if we said that we accept Jesus words but we still have sins.

    So if we want to be the good soil, act upon the messages, on daily basis.

    Pray for growth and Let us grow together in Christ. And let us bear fruits.

  • Perintah Yesus yang Sengaja Dilanggar

    Mark 1

    Apakah anda seorang yang takut akan Tuhan ?

    Apakah anda seorang yang senantiasa mengikuti perintah Tuhan ?

    Ternyata ada loh di Alkitab, yang tidak tahan untuk melanggar perintah Yesus. Bukan cuma tidak melaksanakan tapi tidak tahan untuk tidak melanggar.

    Salah satunya adalah orang kusta yang disembuhkan Yesus pada Markus pasal 1.

    Disebutkan : segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras.

    Tapi apa yang dilakukan orang itu ?

    Disebutkan : Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana.

    Saudaraku, sukacita yang besar tidak dapat ditutup-tutupi.

    Apakah anda dapat membayangkan sukacita yang dirasakan oleh orang kusta ini ?Apakah kita pernah mengalami sukacita seperti orang ini ? Apakah sukacita itu masih ada sampai sekarang ? Atau ada yang belum pernah merasakan sukacita itu?

    Pernahkah kita membayangkan hidup tanpa Kristus?

    Apakah hidup kita akan biasa-biasa saja ?

    Mari kita merenungkan, apa yang sudah Tuhan lakukan dalam hidup kita. Karena tidak ada yang kebetulan di dalam hidup ini. Semua karena Kasih Karunia Tuhan.

    Mari kita hitung berkatNya. Dan seandainya semua itu tidak ada, apa yang akan terjadi pada hidup kita?

    Mari saudaraku, mari kita ceritakan kebaikan-kebaikan Tuhan pada hidup kita. Jangan kita simpan sendiri… Jadilah seperti si orang kusta itu. Maka cerita-cerita kita akan menjadi pengharapan bagi orang-orang yang membutuhkannya.

    Berceritalah, bercerita tentang kebaikan Tuhan dalam hidup kita.

  • 2019 Message : Jesus has risen in you, don’t waste it

    2019 Message : Jesus has risen in you, don’t waste it

    Matthew 28

    Tuhan Yesus telah bangkit dari kematian ribuan tahun yang lalu.

    Tapi tahukah anda, Tuhan Yesus juga bangkit di dalam hati kita. Setiap pagi….

    Saat kita bangun pagi, sesungguhnya Tuhan sudah terlebih dahulu bangkit di hati kita.

    Mari kita mulai tahun 2019 untuk mulai belajar, atau belajar lagi. Belajar dari firman Tuhan. Belajar lagi dari Yesus.

    Kalau satu buku Alkitab dirasa berat, mari fokus pelajari Perjanjian Baru saja.

    Kalau Perjanjian Baru juga masih terasa berat, mari fokus pelajari salah satu kitab saja.

    Kalau satu kitab dirasa juga berat, ayo kita fokus pelajari kitab yang paling pendek di Perjanjian Baru yaitu Surat Yohanes yang ke dua (The Second Epistle of John). Hanya 1 1/3 halaman.

    Bacalah kitab itu setiap pagi, setiap pagi. Itu akan menjadi Goal besar setiap hari – menyelesaikan 1 kitab per hari. Bukankah terasa hebat ?

    Yesus sudah bangkit di dalam kita, biarlah bibit kecil itu terus bertumbuh besar sampai menutupi diri kita.

  • Did washed hands worth ? – Pilate act

    Apakah mencuci tangan seperti yang dilakukan oleh Pilatus berarti ?

    Setelah menetapkan Yesus untuk disalibkan, Pilatus mencuci tangannya dihadapan seluruh pengunjung sebagai perlambang bahwa ia tidak bersalah.

    Seperti tidak ada logikanya ya.

    Banyak pertanyaan yang muncul di kepala saya, mempertanyakan perbuatan-perbuatan Pilatus pada saat itu.

    Namun saya kemudian berpikir, bagaimana dengan saya?

    Apakah ternyata saya juga sering melakukan hal-hal yang Pilatus lakukan ? Memang tidak dalam bentuk fisik.

    Matius, pasal 26 dan 27 berbicara tentang pengkhianatan, atau penyangkalan dalam bentuk yang lebih sederhana.

    Petrus menyangkal…

    Yudas mengkhianati…

    Pilatus menyangkal…

    Bagaimana dengan kita? Apakah kita ternyata juga sering menyangkali Yesus? Menyangkali iman kita?

    Ya Tuhan, bantu saya untuk tetap setia.

  • Matthew chapter 10

    Matthew chapter 10 is about mentorship.

    Jesus teach His disciples before sent them out to do what He did before. Not just teach actually, but commanded them.

    In chapters before, Jesus “show” them how to preach, heal the sick, cleanse the lepers, raise the dead, and cast out demons. None of the task He command was never shown.

    Jesus commands His disciples to models Him. To do exactly like He did.

    And to make sure the disciples to act, He command them to leave with nothing, but Faith.

    And now I ask my self, if Jesus command me personally to do like the disciples did, what will I do? How am I gonna do it?

    And He did ask me. Deep inside my heart, my heart say He did ask you to do that. To preach…. to heal the sick…. to cleanse the lepers…. to raise the dead…. and to cast out demons…. Now, have you did that? Did you preach…? Heal the sick…? Cast demons…? Have you a courage to do that? Do you have the Faith?

    So what do I have to do to have such faith ?

    1. Read God’s Love Letter everyday.

    2. Pray to ask for that Faith.

    Simple 2 things that we also need commitment to do.

    Blessed you my friend. Let’s go…